Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Penerapan Protokol Kesehatan Pada Mahasiswa Stikes Siti Hajar Sulaiman Sulaiman; Anggriani Anggriani; Yeni Vera; Maryaningsih Maryaningsih
Jurnal Kesehatan dan Fisioterapi Vol 1, No 1 (2021): Jurnal KeFis - Oktober 2021
Publisher : LPPM STIKES Siti Hajar dan Insight Power

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.001 KB)

Abstract

New normal is a phase where changes in human behavior will occur during the Covid-19  pandemic, where humans will limit all forms of physical touch and tend to limit touch with other individuals. The spread of Covid-19 can also happen to students if the implementation of the health protocol does not go well. Method. This research is a descriptive study with a cross-sectional approach. The population in this study were active students in the Stikes Siti Hajar Physiotherapy Program as many as 154 students. The sampling technique in this study used the accidental sampling technique. Results. Implementation of health protocols on the spread of Covid-19, with p < 0.010, level of knowledge p < 0.045, smaller than p < 0.05. Conclusion. There is a very significant influence on the application of health protocols and knowledge of the risk of being exposed to covid-19.Keywords: health protocol; covid-19 Ris; new normal
Pengaruh William Flexion Exercise Terhadap Penurunan Nyeri Punggung Bawah Myogenik Pada Karyawan Pt. Budi Gadai Indonesia Santana Mesriani Tarigan; Anggriani Anggriani; Ronald Erwansyah
Jurnal Kesehatan dan Fisioterapi Vol 3, No 3 (2023): Jurnal KeFis - Juli 2023
Publisher : LPPM STIKES Siti Hajar dan Insight Power

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

− Belakang: Nyeri Punggung Bawah Myogenik yang berhubungan dengan stress/ strain otot punggung, tendon, dan ligament yang biasanya dirasakan setelah melakukan aktifitas berlebihan, seperti mengangkat beban berat dengan posisi yang salah,     terlalu lama membungkuk, berdiri/duduk yang terlalu lama dengan posisi yang salah, nyeri punggung bawah yang timbul dapat mengakibatkan kehilangan dan menganggu produktivitas kerja. Karyawan banyak menghabiskan waktu lama duduk sehingga timbul rasa nyeri di punggung bawah, peran fisioterapi dalam mengurangi nyeri pada penderita Nyeri Punggung Bawah Myogenik bisa dilakukan dengan banyak cara salah satunya adalah dengan William Flexion Exercise. Tujuan: Penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh William Flexion Exercise dalam menurunkan tingkat Nyeri Punggung Bawah Myogenik.  Metode: penelitian ini Quasi Eksperimen dengan rancangan one group pre and post test design. Jumlah sampel yang digunakan sebanyak 30 responden yang dilakukan secara total sampling. Pengukuran nilai nyeri menggunakan Visual Analogue Scale (VAS) sebelum dan sesudah dilakukan intervensi William Flexion Exercise. Pengolahan data dan analisis data menggunakan SPSS ver. 25 Hasil: Hasil dari penlitian ini menunjukkan bahwa hasil uji statistik menggunakan Wilcoxson Signed Rank test dan diperoleh hasil adanya penurunan nilai yang signifikan pre dan post test sesudah dilakukan 12 kali intervensi William Flexion Exercise dengan nilai p = 0,000. Kesimpulan: Terlihat bahwa William flexion exercise dapat menurunkan skala nyeri punggung bawah myogenik. Intrvensi ini efektif dalam menurunkan skala nyeri punggung bawah myogenik. Oleh karena itu peneliti merekomendasikan  dapat menggunakan intervensi ini untuk menurunkan nyeri Punggung bawah myogenik. Kata Kunci: William Flexion Exercise, Nyeri Punggung Bawah Myogenik
Penyuluhan PHBS dalam Penggunaan Air Bersih pada Masyarakat di Kampung Nelayan Seberang Lagut Sutandra; Ronal Erwansyah; Anggriani Anggriani; Sulaiman Sulaiman
Jurnal Pengabdian Masyarakat Ilmu Kesehatan Vol 4, No 2 (2023): Edisi Juli
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/.v4i2.5760

Abstract

Perilaku hidup bersih dan sehat hakikatnya adalah dasar pencegahan manusia dari berbagai penyakit. Kesehatan merupakan dambaan dan kebutuhan setiap orang. Prinsip Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) ini menjadi salah satu landasan dan program pembangunan kesehatan di Indonesia. Kematian terkait dengan kurangnya  air bersih , sanitasi dan kurangnya kebersihan lingkungan seperti air minum yang tidak aman telah menyebabkan kematian. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini dilakukan dengan memberikan penyuluhan kepada masyarakat kampung Nelayan Seberang Belawan kader posyandu serta pemangku adat atau tokoh masyarakat.  Bahan yang digunakan adalah slide projector, computer, serta pendukung lainnya dalam memperlancar kegiatan pengabdian tersebut. Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal 3 Juni 2023 di Balai pertemuan Kampung Nelayan Seberang, Kecamatan Medan Belawan dimulai dari Pukul 08.00 WIB  sampai dengan selesai. Kegiatan ini dihadiri peserta sebanyak 45 orang. Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat ini adalah terjadinya peningkatan pengetahuan masyarakat sebanyak 85% dalam pengelolaan  air bersih, sebelum dilakukan pengbadian pengetahuan masyarakat hanya 35%. Terjadi peningkatan pengetahuan masyarakat dalam pengelolaan air bersih dalam rumah tangga yang selama ini menggunakan air yang tidak bersih beralih kepada air yang bersih. Diharapkan masyarakat dapat terus menerapkan hidup bersih dan sehat untuk menghindari bahaya penyakit yang ditimbulkan. Kepada Pemerintah Kota Medan agar lebih memperhatikan fasilitas PHBS khususnya penyediaan air bersih di Kampung Nelayan Sebrang.
Sosialisasi dan Penanganan Fisioterapi pada Lansia di Puskesmas Kutalimbaru Sulaiman Sulaiman; Ronald Erwansyah; Maryaningsih Maryaningsih; Anggriani Anggriani; Yeni Vera
Jurnal Pengabdian Masyarakat Ilmu Kesehatan Vol 4, No 1 (2023): Edisi Januari
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/.v4i1.5627

Abstract

Masyarakat di Indonesia khususnya di Sumatera Utara masih banyak yang mengalami gangguan nyeri pinggang  dan masih belum tertangani dengan baik. Selain itu  masih banyak yang belum paham tentang peran fisioterapi dalam kesehatan, bahkan tak banyak dari masyarakat yang tidak kenal apa itu fisioterapi terkhusus nya para lansia di pedesaan. Dimana mayoritas lansia di pedesaan memiliki keluhan sakit nyeri pinggang yang memerlukan tindakan penanganan fisioterapi orang tua sangat rentan terhadap masalah kesehatan. Masalah kesehatan ini terkadang dilupakan oleh keluarga lansia untuk dibawa ke Posyandu Lansia terdekat. Dari 100 lansia yang mengikuti sosialisasi pelayanan kesehatan di Desa Kutalimbaru, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deli Serdang rata-rata mengalami masalah fisik terutama di daerah pinggang bagian belakang yang memerlukan tindakan fisioterapi. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk mengenalkan fisioterapi pada masyarakat dan meningkatkan kesehatan masyarakat dengan pemberian sinar infra merah. Dalam pengabdian ini metode yang dilakukan dengan melakukan penyuluhan kesehatan,  memberikan tindakan fisioterapi dengan menggunakan infra merah bagi lansia yang membutuhkan. Pemberian tindakan fisioterapi kepada lanjut usia dan diakhir kegiatan pengabdian membagikan sembako kepada masyarakat Kutalimbaru yang mengikuti kegiatan. Kesimpulannya adalah terdapat perubahan penurunan nyeri pada lansia sebanyak 90% setelah mendapatkan treatment fisioterapi dengan menggunakan sinar infra merah dan terjadi peningkatan yang signifikan dalam meningkatkan derajat kesehatan lansia di Puskesmas Kutalimbaru Kecamatan Kutalimbaru
Pengaruh Latihan Penguatan Terhadap Kekuatan Otot Punggung Pada Ibu Rumah Tangga di Kota Medan Roy Daniel Nainggolan; Sulaiman Sulaiman; Anggriani Anggriani
Jurnal Ners Vol. 9 No. 2 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i2.41954

Abstract

Kekuatan otot punggung memegang peranan penting dalam mendukung aktivitas fisik sehari-hari, terutama bagi ibu rumah tangga yang sering melakukan tugas berat. Namun, kelemahan pada otot punggung sering terjadi akibat kurangnya latihan fisik yang terfokus pada penguatan inti tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh latihan core strengthening terhadap kekuatan otot punggung pada ibu rumah tangga di Kota Medan tepat di Kelurahan Helvetia. Desain penelitian menggunakan quasi experimental dengan pendekatan pre and post-test one group. Sebanyak 30 responden dipilih melalui teknik purposive sampling. Pengukuran kekuatan otot punggung dilakukan menggunakan sphygmomanometer sebelum dan sesudah intervensi berupa latihan core strengthening yang dilakukan dua kali seminggu selama enam minggu. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan dalam kekuatan otot punggung, dari rata-rata 128,33 mmHg (pre-test) menjadi 151 mmHg (post-test ke-12) dengan nilai p=0,000 (p<0,05). Latihan core strengthening terbukti efektif meningkatkan kekuatan otot punggung pada ibu rumah tangga. Program ini direkomendasikan untuk meningkatkan stabilitas dan fungsi tubuh, khususnya bagi kelompok dengan aktivitas fisik tinggi.