Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pola Asuh Demokrasi dan Nilai-Nilai Agama Dalam Keluarga di Lingkungan Beragam Agama Desa Suka Julu Dusun III Jumpa Laili Alfita; Risydah Fadillah; Muhammad Irsan Barus
Pelita Masyarakat Vol 1, No 1 (2019): Pelita Masyarakat, September
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (866.572 KB) | DOI: 10.31289/pelitamasyarakat.v1i1.2774

Abstract

This service aims at this service is Building a pattern of Democratic Care and Building the values of Religion. It should be understood that the family is two or more individuals who live in one household because of the relationship of blood, marriage and interacting with one another, having their respective roles by creating and maintaining a culture. The environment that is first encountered by children is the family environment. In the family of course there are religious values born from generation to generation and carried by the family. Whereas religious experience is an element of feeling in religious consciousness, namely the feeling that leads to beliefs generated by actions or amaliyah. Suka Julu Village Hamlet III Jumpa is one of the villages located in Karo land with diverse religious communities although it is dominated by Karo tribes in the area around Berastagi city. In customs, girls are not allowed to talk with their father. In addition, there is still a lack of planting of religious values. There are still those who do not have strong religious beliefs, so that on Christmas day, there are still Muslims who follow Christian activities and vice versa. This is certainly confusing for children. So that it will give birth to children who lack confidence. Personality dynamics actively influence human activities. Spiritual energy functions to regulate spiritual activities such as thinking, remembering, observing and so on. The instinct function regulates primary needs: eating, drinking and sexual. The ego has the function of adjusting impulse adjustment with objective reality. While Super Ego functions as a giver of inner rewards (satisfied, happy, successful) and punishment (guilt, sin, regret). The reward is played by the ideal ego, and inner punishment is carried out by the conscience. This activity was carried out to foster democratic upbringing and religious values in families in various religious environments in a tribe.
Pemetaan Jalur Pengaruh Self-Efficacy terhadap Kematangan Karir dengan Locus of Control sebagai Mediator Ramadhan Syah; Risydah Fadillah; Hasanuddin Hasanuddin
SCHOULID: Indonesian Journal of School Counseling Vol. 10 No. 2 (2025): SCHOULID: Indonesian Journal of School Counseling
Publisher : Indonesian Counselor Association (IKI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23916/086035011

Abstract

Di tengah ketidakpastian masa depan karir, remaja memerlukan keyakinan terhadap kemampuan diri dan kendali atas hidupnya untuk membentuk kematangan karir yang solid. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh self-efficacy terhadap kematangan karir dengan locus of control sebagai variabel mediasi pada siswa SMA. Kematangan karir mencerminkan kemampuan individu dalam merencanakan masa depan karirnya secara mandiri dan realistis, yang ditunjukkan melalui perilaku pengambilan keputusan, pencarian informasi, dan pemahaman terhadap dunia kerja. Sebanyak 295 siswa kelas XII dipilih melalui teknik cluster sampling. Data dikumpulkan menggunakan tiga skala psikologis: self-efficacy, kematangan karir, dan locus of control. Analisis dilakukan menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) dengan uji mediasi melalui Sobel Test. Hasil menunjukkan bahwa self-efficacy berpengaruh signifikan terhadap kematangan karir siswa dengan locus of control sebagai mediator (p = 0,03 < 0,05; z = 2,073 > 1,96). Temuan ini menegaskan pentingnya keyakinan diri dan kontrol internal dalam membentuk kesiapan karir remaja. Penelitian ini bermanfaat sebagai dasar pengembangan intervensi psikologis, seperti konseling karir, untuk meningkatkan self-efficacy dan locus of control dalam rangka memfasilitasi kematangan karir siswa.
Proses Penerimaan Diri pada Perempuan dengan HIV/AIDS dalam Upaya Peningkatan Kualitas Hidup Wikayatuddini; Risydah Fadillah; Suaidah Lubis; Anggita Oktavely; Anggi Damanik; Dinda; Fernando Sitorus; Herna Sinaga; Mia Tarihoran; Naomi Panjaitan
Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora Vol. 6 No. 1 (2026): June
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/iso.v6i1.3644

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami proses penerimaan diri pada wanita dengan HIV/AIDS serta upaya yang dilakukan dalam meningkatkan kualitas hidup mereka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi dan dianalisis menggunakan Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap partisipan wanita dengan HIV/AIDS yang menjalani terapi antiretroviral (ARV). Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses penerimaan diri berlangsung melalui beberapa tahapan, yaitu fase syok dan ketakutan ekstrem setelah diagnosis, pengalaman stigma dan penolakan dari lingkungan sosial maupun keluarga, munculnya titik balik melalui dukungan konselor Voluntary Counseling and Testing (VCT) dan orang terdekat, hingga tahap penerimaan diri yang lebih stabil. Penerimaan diri tersebut mendorong kepatuhan terhadap pengobatan ARV, perubahan gaya hidup yang lebih sehat, serta peningkatan tanggung jawab terhadap keluarga. Penelitian ini menegaskan bahwa dukungan sosial, khususnya dari tenaga kesehatan dan keluarga, merupakan faktor kunci dalam mempercepat proses penerimaan diri dan meningkatkan kualitas hidup wanita dengan HIV/AIDS.
Pengalaman Subjektif Istri Paman (Puhun): Studi Fenomenologi Makna Kebersyukuran dan Kecemasan dalam Tradisi Pemamanen Suku Alas Ratna Dewi; Fadilah Husna; Cut Kesuma Pahluvi; Risydah Fadillah; Suaidah Lubis
Jurnal Ragam Pengabdian Vol. 3 No. 1 (Spesial Issue) (2026): "Dharma Samudera"
Publisher : Lembaga Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/70r8y655

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami secara mendalam pengalaman subjektif istri paman (puhun) dalam tradisi pemamanen Suku Alas di Aceh Tenggara, khususnya terkait makna kebersyukuran dan kecemasan yang mereka alami. Pemamanen merupakan sistem kekerabatan adat yang menempatkan paman sebagai figur sentral dalam acara khitanan dan pernikahan, namun dalam praktik kontemporer menimbulkan beban finansial dan sosial yang signifikan bagi keluarga paman, termasuk puhun. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode Interpretative Phenomenological Analysis (IPA) untuk menggali lived experience puhun melalui wawancara mendalam terhadap tiga partisipan yang dipilih secara purposive dan snowball. Analisis data dilakukan melalui tahapan membaca berulang, initial noting, pengembangan tema emergen, serta penyusunan struktur tema lintas kasus. Hasil penelitian mengidentifikasi tiga tema utama, yaitu beban finansial multidimensi, kecemasan sosial dan stres peran, serta kebersyukuran sebagai strategi koping dan pemaknaan. Temuan menunjukkan adanya dualitas emosional berupa kecemasan terhadap marwah keluarga dan tuntutan pelawat, sekaligus rasa syukur sebagai bentuk bakti, penerimaan adat, dan pemeliharaan kohesi sosial. Puhun berperan sebagai manajer risiko di balik layar yang mengatur pendanaan dan logistik acara, sering kali hingga berutang. Secara keseluruhan, pengalaman puhun dimaknai sebagai pengorbanan yang dimuliakan dalam bingkai identitas budaya Alas. Penelitian ini berkontribusi pada kajian psikologi budaya dan memberikan implikasi praktis bagi evaluasi kebijakan adat