Iskandar
FKIP Universitas Almuslim, Bireuen Aceh

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENINGKATAN KETERAMPILAN BELAJAR SISWA PADA ABAD 21 PADA MATA PELAJARAN GEOGRAFI MENGGUNAKAN MODEL EMCO UNTUK SEKOLAH MENENGAH ATAS Iskandar Iskandar
Jurnal Inovasi Penelitian Vol 1 No 6: Nopember 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/jip.v1i6.216

Abstract

Materi biosfer yang diajarkan di SMA/MA terdiri dari 4 topik, yaitu: faktor pengaruh persebaran flora dan fauna di permukaan bumi, sebaran flora dan fauna di dunia, sebaran flora dan fauna di Indonesia, dan konservasi flora dan fauna. Keempat topik tersebut diduga lebih mudah dipahami oleh siswa jika menggunakan model pembelajaran dan media yang tepat. Berkaitan dengan pembelajaran abad 21, hendaknya sistem pendidikan mengacu pada digital learner activity dan penanaman pendidikan karakter. Pengembangan ini bertujuan untuk menghasilkan produk berupa Model Pembelajaran EMCO (E-Learning, Mobile App, Character Building, dan Outdoor Study) pada materi Biosfer untuk SMA/MA. Produk ini digunakan untuk membantu siswa memudahkan memahami materi. Pengembangan model pembelajaran EMCO ini menggunakan disain R&D project model Dick and Carey. Langkah-langkah tersebut, harus memuat (1) identitas tujuan pembelajaran; (2) membuat analisis indikator instruksional; (3) analisis pembelajar dan konteks, (4) membuat tujuan pembelajaran, (5) mengembangkan instrumen pembelajaran; (6) mengembangkan strategi instruksional; (7) mengembangkan dan memilih bahan pembelajaran; (8) mendesain dan membuat tes formatif pembelajaran; (9) revisi pembelajaran; dan (10) mendesain dan membuat evaluasi akhir. Pengembangan ini menggunakan uji validitas para ahli pembelajaran, media dan materi. Ujicoba lapangan dilakukan pada 20 siswa kelas XI IPS sebagai kelas eksperimen di MAS Jabal Nur Aceh Utara. Model pembelajaran EMCO digunakan sebagai pembelajaran inovatif di kelas. Produk tersebut meliputi: sintak pembelajaran yang terdiri atas 4 fase, LKPD, instrumen penilaian proses, media, dan bahan ajar e-learning. Produk hasil pengembangan ini dapat dipakai secara luas oleh guru.
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS V PADA KD MEMAHAMI INTERAKSI MANUSIA DENGAN LINGKUNGAN DAN PENGARUHNYA TERHADAP PEMBANGUNAN SOSIAL DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING DI SD NEGERI 28 PEUSANGAN Mauliana Dewi; Asrul Karim; Iskandar
Jurnal Pendidikan Almuslim Vol. 10 No. 2 (2022): Jurnal Pendidikan Almuslim
Publisher : FKIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini di latarbelakangi karenaketidakpahaman siswa terhadap penjelasan guru pada materi KD. Memahami Interaksi Manusia dengan Lingkungan dan Pengaruhnya Terhadap Pembangunan Sosial, siswa kurang dilatih dalam memahami contoh-contoh berhubungan dengan materi pelajaran sehingga peneliti menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui: peningkatkan Hasil Belajar siswa, aktivitas guru dan siswa serta respon siswa kelas V SD Negeri 28 Peusangan pada materi KD. Memahami Interaksi Manusia dengan Lingkungan dan Pengaruhnya Terhadap Pembangunan Sosial dengan model Pembelajaran Problem Based Learning. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian tindakan kelas. Subjek dalam penelitian adalah siswa kelas V SD Negeri 28 Peusangan berjumlah 9 siswa. Teknik pengumpulan data adalah tes, lembar observasi dan angket. Teknik analisis data adalah tes hasil belajar, tes aktivitas guru dan siswa dan tes respon siswa. Hasil penelitian yang diperoleh bahwa: (1) Hasil Belajar siswa pada siklus I persentase ketuntasan sebesar 66,67% dan meningkat menjadi88,89% pada siklus II. Peningkatan terjadi sebesar 22,22%.. Ini terlihat dari hasil observasi siklus I dan II mengalami peningkatan dari pihak guru pada siklus I persentase sebesar 74,72% pada siklus II naik menjadi 95,42%. Sedangkan dari pihak siswa pada siklus I 74,45% juga mengalami peningkatan pada siklus II menjadi 95,42%. (3) Peningkatan respon siswa pada ketegori “ya” sebesar 83,33% dan menjawab “tidak ” sebesar 16,67%. Maka secara keseluruhan bahwa menyukai proses pembelajaran, dan siswa mau pembelajaran dilaksanakan pada mteri-materi lain menggunakan model PBL. Kata Kunci:  Pemahaman, Model Problem Based Learning, KD. Memahami Interaksi Manusia dengan Lingkungan dan Pengaruhnya Terhadap Pembangunan Sosial