Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

PELATIHAN TEST OF ENGLISH AS A FOREIGN LANGUAGE (TOEFL) BAGI PENCARI KERJA ALUMNI PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA INDONESIA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS ALMUSLIM Chalil As'ari; Iswadi Iswadi; Nurmina Nurmina
RAMBIDEUN : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2020): Rambideun : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Al Muslim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51179/pkm.v3i2.229

Abstract

Kegiatan PKM melalui pelatihan Test of English as a Foreign Language (TOEFL) difasilitasi oleh dosen Prodi. Pendidikan Bahasa Inggris FKIP Universitas Almuslim bertujuan untuk: 1) mewujudkan pelaksanaan tri darma peguruan tinggi, yakni pengajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat sesuai dengan bidang ilmu pendidikan Bahasa Inggris; 2) menambah pengetahuan dan pemahaman bagi alumni Prodi. Pendidikan Bahasa Indonesia untuk meningkatkan skor TOEFL. Pelaksanaan kegiatan PKM berupa pelatihan TOEFL dilaksanakan melalui metode komunikasi dua arah yang melibatkan peserta pelatihan secara aktif. Sehingga, pengajaran TOEFL mengkondisikan materi dan media yang relevan untuk diajarkan pada alumni pencari kerja atau pemburu beasiswa, dengan metode yang efektif serta menyediakan materi dan media disertai praktik langsung supaya ilmu yang diperoleh dapat dipraktikkan langsung. Hal ini dikarenakan latihan dan pembahasan soal secara langsung memudahkan peserta memperoleh pengetahuan tentang soal yang serupa sehingga target yang diharapkan dapat tercapai dengan baik. Berdasarkan hasil pelaksanaan kegiatan PKM melalui pelatihan TOEFL bagi pencari kerja alumni Prodi. Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Almuslim, disimpulkan bahwa kegiatan ini memberikan kontribusi sebagai berikut: 1) program PKM yang selama ini diharapkan masyarakat untuk memecahkan masalah dalam hal pembelajaran TOEFL; 2) kegiatan khusus yang menarik karena fokus pada bidang Pendidikan Bahasa Inggris bagi alumni yang non basic english; 3) kegiatan yang menyenangkan dengan cara pembahasan soal TOEFL langsung menggunakan trik menjawabnya; dan 4) hasil pelatihan menunjukan adanya peningkatan kemampuan menjawab soal TOEFL Bahasa Inggris bagi peserta pelatihan, sehingga perlu dukungan semua pihak untuk menjadikan kegiatan ini sebagai kegiatan yang berkelanjutan
Analisis Nilai Sosial Dan Nilai Religi Dalam Adat Perkawinan Masyarakat Aceh Kecamatan Peusangan Kabupaten Bireuen Nurmina Nurmina; Nurul Izzati
SEMINAR NASIONAL PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN Vol. 1 No. 1 (2020): Seminar Nasional Peningkatan Mutu Pendidikan
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan nilai sosial dan nilai religi dalam adat perkawinan masyarakat Aceh Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif bersifat deskriptif dengan jenis penelitian analisis konten. Data penelitian ini berupa nilai sosial dan nilai religi yang terdapat dalam adat perkawinan masyarakat Aceh Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen yang dilakukan dengan teknik wawancara, pengamatan langsung, serta dokumentasi. Sumber data penelitian ini adalah masyarakat Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen yang berasal dari empat desa, yaitu desa Seuneubok Aceh, Desa Krueng Dheue, Desa Paya Muneng, dan Desa Bayu. Peneliti ini dilaksanakan dari tanggal 20 Desember 2018 sampai tanggal 17 Januari 2019. Berdasarkan hasil wawancara dengan sejumlah tokoh masyarakat dan hasil pengamatan langsung peneliti di desa Seuneubok Aceh, Desa Krueng Dheue, Desa Paya Muneng, dan Desa Bayu didapatkan bahwa adat perkawinan masyarakat Aceh ternyata banyak mengandung nilai sosial dan nilai religi. Nilai tersebut tercermin dalam setiap rangkaian adat perkawinan mulai dari kegiatan chah rauh (silaturrahmi keluarga laki-laki kepada keluarga perempuan sebagai tahap ta’aruf), kegiatan ba ranup (pinangan), balah ranup (balas pinangan), kegiatan nikah, dan yang terakhir kegiatan pesta. Setiap kegiatan tersebut memiliki nilai sosial dan religi yang sangat bermanfaat bagi masyarakat.
PELATIHAN PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS DARING DI ERA NEW NORMAL PADA GURU SMA NEGERI 2 DEWANTARA Nia Astuti; Nurhayati Nurhayati; Yuhafliza Yuhafliza; Nurmina Nurmina; Wirdatul Isnani
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 5, No 2 (2021): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (517.047 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v5i2.4061

Abstract

Abstrak: Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk melatih guru-guru terutama guru di SMA Negeri 2 Dewantara dalam menyusun dan mengembangkan media pembelajaran sebagai salah satu komponen bahan ajar berbasis daring di era new normal. Pada kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini, pemateri atau nara sumber mengajari, mengarahkan, dan melatih guru untuk menggunakan aplikasi Whatsapp, Google Clasroom, Google Meet, dan Zoom di dalam pembelajaran berbasis daring. Metode pelaksanaan kegiatan ini secara garis besar terdiri atas 5 metode, yaitu (1) Identifikasi dan analisis masalah yang dialami oleh guru-guru. (2) Sosialisasi dalam menyusun bahan ajar berbasis daring dan multimedia kepada guru-guru untuk dikembangkan di dalam pembelajaran. (3) Simulasi atau peer teaching. (4) Pendampingan implementasi pembelajaran. (5) Evaluasi. Berdasarkan hasil dari pelatihan pengembangan media pembelajaran berbasis daring di era new normal di SMA Negeri 2 Dewantara dapat diketahui bahwa penggunaan aplikasi whatsup grup sudah dikombinasikan menjadi pembelajaran daring menggunakan aplikasi lainnya, yaitu 32% memanfaatkan aplikasi Google Clasroom, 4% telah menggunakan google meet, 10% menggunakan aplikasi zoom, dan 52% pemanfaatan blended learning. Abstract:  This Community Service (PkM) is entitled Training on Development of Online-Based Teaching Materials in the New Normal Era for Teachers at SMA Negeri 2 Dewantara Aceh Utara which aims to train teachers, especially teachers at SMA Negeri 2 Dewantara in compiling online-based teaching materials in the new era. normal. In this Community Service (PkM) activity, the speaker or resource person teaches, directs and trains teachers to use the Whatsapp, Google Clasroom, Google Meet, and Zoom applications in online-based learning. The method of implementing this activity generally consists of 5 methods, namely (1) Identification and analysis of problems experienced by teachers. (2) Socialization in compiling online and multimedia-based teaching materials for teachers to be developed in learning. (3) Simulation or peer teaching (4) Assistance in implementing learning. (5) Evaluation, After measuring the level of ability and understanding of participants or teachers in understanding and developing online-based learning media, the results obtained are  32% uses google classroom application, 4% uses google meet, 10% uses the zoom application, and 52% already uses blanded learning.
MENULIS FIKSI DENGAN MODEL PEMBELAJARAN EFEKTIF UNTUK SISWA SEKOLAH DASAR KELAS TINGGI Nurmina Nurmina
Jurnal Pendidikan Almuslim Vol. 4 No. 1 (2016): Jurnal Pendidikan Almuslim
Publisher : FKIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada hakikatnya menulis fiksi adalah menulis kreatif, yaitu menulis dengan maksud mengungkapkan perasaan atau emosi. Pembelajaran menulis fiksi mencakup  menulis   puisi,   cerpen,   dan   drama.  Pembelajaran   menulis   ini merupakan  suatu  upaya  untuk  merangsang  kepekaan  siswa  dalam mengungkapkan perasaan mereka. Kegiatan belajar menulis fiksi perlu mendapat perhatian besar dari guru SD sejalan dengan fungsinya sebagai fasilitator dalam kegiatan belajar siswa sehingga kelak mereka tidak hanya menjadi manusia yang cerdas secara intelektual tetapi juga menjadi manusia yang cakap secara emosional. Model- model pengajaran menulis fiksi adalah cara-cara yang diterapkan dalam mengajak siswa mengekspresikan emosi atau perasaannya. Dengan pemilihan model yang tepat dan sesuai diharapkan siswa leluasa dan mudah dalam menguasai menulis fiksi. Kata Kunci: Menulis Fiksi, Model Pembelajaran yang efektif
ANALISIS BAHASA CAMPUR KODE DALAM LIRIK LAGU BERGEK Nurmina Nurmina; Nurul Aflah
Jurnal Pendidikan Almuslim No. 3 (2017): Edisi Khusus
Publisher : FKIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bahasa merupakan alat komunikasi yang digunakan masyarakat dalam berinteraksi antara satu dengan lainnya. Di zaman yang canggih dan modern ini, bagi penyair atau pujangga, lagu merupakan salah satu media penyampaian bahasa yang paling bagus dalam menyampaikan informasi. Hal ini dikarenakan selain berupa informasi, lirik lagu yang bagus dapat menghibur masyarakat. Oleh karena itu, para pujangga berlomba-lomba menciptakan lirik lagu dengan berbagai bentuk dan warna musik yang modern. Bergek merupakan salah satu penyanyi lagu yang sangat terkenal di era sekarang ini yang berasal dari daerah Aceh. Lagu-lagu yang dinyanyikan oleh Bergek memiliki keunikan dan kekhasan terutama dari segi lirik lagunya. Lirik lagu yang dinyanyikan menggunakan campur bahasa, yaitu bahasa Indonesia dan bahasa Aceh dalam ilmu bahasa dikenal dengan campur kode.Oleh karena itu lagu Bergek dikenal oleh semua kalangan di daerah Aceh mulai dari anak-anak sampai orang dewasa.Karena ketenaran lagu tersebut, peneliti tertarik ingin mengkaji bahasa campur kode yang digunakan dalam lirik lagu Bergek tersebut secara mendalam, ilmiah, dan nyata dalam bentuk penelitian. Pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian hermeneutik. Data yang diperlukan  dalam penelitian ini adalah lirik-lirik lagu yang memiliki bahasa-bahasa campur kode dalam lagu Bergek. Sumber data dalam penelitian ini adalah  lagu Bergek, sebanyak 5 lagu, yaitu 1) Goyang lagi, 2) Cinta Ka Meuri, 3) Gini Gitu, 4) Kau Kembali, dan,5) Bohate 3. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa dalam 5 lagu lagu Bergek yang dianalisis ditemukan 21 data bahasa campur kode dengan 3 jenis campur kode, yaitu  18 data  campur kode ke dalam (inner code mixing), 1 campur kode ke luar (outer code mixing), dan 2  campur kode campuran (hybrid code mixing). Berdasarkan jumlah data tersebut, data yang paling dominan yang digunakan dalam lirik Lagu Bergek adalah bahasa campur kode ke dalam (inner code mixing), yaitu terdapat 18 data. 
PENINGKATAN KEMAMPUAN SISWA KELAS X SMA NEGERI 1 SAMALANGA PADA MATERI MEMPRODUKSI TEKS PROSEDUR KOMPLEKS DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN DIRECT INSTRUCTION Nurmina Nurmina; Junaidi Junaidi
Jurnal Pendidikan Almuslim Vol. 7 No. 1 (2019): Jurnal Pendidikan Almuslim
Publisher : FKIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hasil observasi awal yang dilakukan didapatkan bahwa kemampuan siswa kelas X SMA Negeri 1 Samalanga pada materi teks prosedur kompleks masih rendah. Berdasarkan hal tersebut perlu kiranya dilakukan suatu langkah kongkrit yang bertujuan untuk memecahkan masalah tersebut. Untuk memecahkan masalah tersebut peneliti menerapkan sebuah model pembelajaran, yaitu model pembelajaran Direct Intruction. Dengan model pembelajaran Direct Intruction tersebut hasil belajar siswa pada materi teks prosedur kompleks. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian PTK. Data penelitian berupa hasil tes, hasil observasi, serta hasil wawancara sementara sumber data penelitian ini adalah siswa kelas X SMA Negeri 1 Samalanga, Kabupaten Bireuen tahun berjumlah 30 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran dengan model pembelajaran Direct Intruction dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas X SMA Negeri 1 Samalanga pada materi teks prosedur kompleks. Hal tersebut terlihat dari hasil tes yang didapatkan, tes awal diperoleh persentase ketuntasan belajar sebanyak 23,30%, siklus I meningkat menjadi 60%, siklus II meningkat menjadi 93,34%. Selanjutnya, hasil observasi yang dilakukan oleh 2 orang pengamat menunjukkan bahwa pelaksanaan pembelajaran dengan model pembelajaran Direct Intruction dapat meningkatkan aktivitas belajar mengajar, siklus I hasil observasi pada kegiatan guru diperoleh persentase rata-rata adalah 73,56% kategori cukup dan hasil observasi pada kegiatan siswa rata-rata 72,13% kategori cukup, selanjutnya pada siklus II diperoleh persentase rata-rata hasil observasi pada kegiatan guru adalah 88,56% kategori baik dan hasil observasi pada kegiatan siswa rata-rata 87,14% kategori baik. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penggunaan model pembelajaran Direct Instruction dapat  meningkatkan hasil belajar siswa  pada materi teks prosedur kompleks. Kata kunci : Teks prosedur kompleks,model pembelajaran Direct Instruction
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN INOVATIF DAN KREATIF DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SMP NEGERI 1 PEUSANGAN KABUPATEN BIREUEN Nurmina Nurmina; Mariana Mariana
Jurnal Pendidikan Almuslim Vol. 7 No. 2 (2019): Jurnal Pendidikan Almuslim
Publisher : FKIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banyak siswa beranggapan bahwa bahasa Indonesia adalah sesuatu hal yang sangat mudah dan tidak perlu dipelajari secara serius karena bahasa Indonesia merupakan bahasa sehari-hari yang digunakan oleh kebanyakan siswa. Selain itu, siswa juga beranggapan pelajaran Bahasa Indonesia adalah pelajaran yang tidak pasti, penuh dengan argumen, serta imajinasi. Citra Bahasa Indonesia di mata siswa menjadi tidak baik, mereka lebih tertarik kepada pelajaran eksak karena memuat materi yang menarik dan real, yang sesuai dengan kehidupan nyata. Anggapan tersebut tentunya tidak boleh dibiarkan dan masalah tersebut harus dipecahkan. Melalui kegiatan PDS ini, peneliti berkolaborasi dengan guru bidang studi Bahasa Indonesia SMP Negeri 1 Peusangan, yaitu ibu Mariana, S.Pd. mencoba merancang dan melaksanakan pembelajaran Bahasa Indonesia yang inovatif dan kreatif. Dengan pembelajaran inovatif dan kreatif tersebut  Bahasa Indonesia menjadi pelajaran yang dicintai dan diminati siswa. Kegiatan PDS ini dilakukan di SMP Negeri 1 Peusangan, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen pada mata pelajaran Bahasa Indonesia, yaitu siswa kelas VIII semster ganjil tahun ajaran 2019/2018, dengan jumlah siswa sebanyak 31 siswa. Kegiatan ini dilaksanakan selama tiga bulan, mulai bulan Agustus sampai bulan Oktober 2018 dengan teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi dan tes. PDS ini dilakukan dengan empat kegiatan, yaitu 1) observasi proses pembelajaran, 2) menyusun perangkat pembelajaran (RPP), 3) melaksanakan proses pembelajaran, dan 4) melakukan refleksi. Hasil dari PDS ini menunjukkan bahwa pembelajaran yang dirancang secara berkolaborasi antar dosen dengan guru bidang studi bahasa Indonesia menghasilkan pembelajaran yang sangat efektif dan kreatif. Hal ini dikarenakan adanya perpaduan ide-ide antara guru dan dosen dengan saling. saling bekerja sama dalam menciptakan dan mengelola pembelajaran yang berkualitas sehingga siswa mengikuti pembelajaran dengan bermakna. Selain itu, kegiatan PDS ini juga juga dapat saling sharing pengalaman dan saling memberikan informasi-informasi baru tentang pendidikan. Dari segi siswa, mereka sangat menikmati pembelajaran yang diajarkan dan mereka berharap pembelajaran seperti itu terus dilakukan di kelas mereka sampai kapanpun. Dengan PDS ini dapat menciptakan dan menghasilkan pembelajaran yang lebih efektif, kreatif, inovatif, serta menyenangkan bagi siswa. Kata Kunci : pembelajaran inovatif dan kreatif, pelajaran Bahasa Indonesia
PENERAPAN BLENDED LEARNING PADA MATA KULIAH PEMBELAJARAN APRESIASI SASTRA PROGRAM STUDI PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA UNIVERSITAS ALMUSLIM Nurmina Nurmina; Nurlaili Nurlaili
Jurnal Pendidikan Almuslim Vol. 8 No. 1 (2020): Jurnal Pendidikan Almuslim
Publisher : FKIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perkembangan teknologi yang begitu pesat sehingga mengubah pola pembelajaran dari konvensional menjadi pembelajaran inovatif. Salah satu pembelajaran inovatif yaitu dengan menggunakan model-model pembelajaran yang aktif, kreatif, serta menyengkan. Pembelajaran yang menyenangkan untuk zaman sekarang salah satunya adalah dengan menggunakan berbagai media dalam pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan keterampilan mahasiswa menggunakan ICT dalam pembelajaran dan melatih kemandirian mahasiswa dalam belajar. Penelitian ini menggunkan pendekatan kualitatif bersifat deskriptif. Penelitian ini dilakukan pada Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Almuslim, semester v, tahun akademik 2019/2020. Data penelitian ini berupa data hasil belajar mahasiswa dan data hasil respon mahasiswa. Teknik penelitian yang digunakan berupa tes dan angket.Hasil penelitian diolah dan dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  penerapan Blended Learning pada mata kuliah Pembelajaran Apresiasi Sastra pada Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Almuslim sangat cocok diterapkan di zaman sekarang. Hal tersebut terbukti dari hasil tes yang telah dilakukan menunjukkan 85% mahasiswa mendapat nilai di atas rata-rata. Hal tersebut dikuatkan dengan hasil respons mahasiswa melalui angket. Hasil angket menunjukkan 100% mahasiswa memberikan respon yang sangat positif terhadap pembelajaran menggunakan e-learning. Mahasiswa merasa kuliah menggunakan e-learning sangat membantu mereka dalam memehami konsep-konsep, memecahkan masalah, serta sangat menyenangkan. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa pembelajaran Blended Learning sangat cocok atau efektif diterapkan. Kata Kunci: Blended Learning, Pembelajaran Apresiasi Sastra.
Analisis Nilai Sosial dalam Adat Perkawinan Masyarakat Aceh di Kecamatan Jeunieb Kabupaten Bireuen Cut Nisaul Rafiqa; Nurmina; Nurlaili
Aliterasi: Jurnal Pendidikan, Bahasa, dan sastra Indonesia Vol. 1 No. 1 (2020): September | Jurnal Pendidikan, Bahasa dan Sastra |
Publisher : Publisher: Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Almuslim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (388.016 KB)

Abstract

Adat merupakan suatu kebiasaan yang dilakukan oleh setiap masyarakat yang menetap di suatu tempat menurut kesepakatan bersama, suatu adat sangat mempengaruhi masyarakat yang merupakan ciri khas dari setiap daerah, setiap daerah memiliki adat yang berbeda-beda. Setiap istiadat yang dimiliki di suatu masyarakat, terutama Aceh mempunyai nilai-nilai tertentu. Salah satu nilai yang sangat berpengaruh dalam masyarakat adalah nilai sosial. Nilai sosial merupakan tindakan suatu masyarakat dengan pola sikap. Setiap masyarakat mempunyai interaksi dalam masyarakat yang sangat kuat sehingga masyarakat mampu hidup berdampingan dan berkelompok. Penelitian ini berjudul “Analisis Nilai Sosial dalam Perkawinan Masyarakat Aceh di Kecamatan Jeunieb Kabupaten Bireuen”. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah nilai sosial apa saja dalam adat Perkawinan masyarakat Aceh di Kecematan Jeunieb Kabupaten Bireuen. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan analisis nilai sosial dalam adat Perkawinan masyarakat Aceh di Kecematan Jeunieb Kabupaten Bireuen. Pendekatan yang digunakan adalah penelitian pendekatan kualitatif bersifat deskriptif dengan jenis penelitian analisis konten. Data penelitian ini adalah analisis nilai sosial dalam adat perkawinan masyarakat Aceh di Kecamatan Jeunieb Kabupaten Bireuen. Sumber data dalam penelitian ini yaitu tokoh-tokoh masyarakat Aceh di Kecamatan Jeunieb yang meliputi dua (2) desa yaitu desa Tufah dan desa Ulee Rabo. Data yang dikumpulkan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil analisis penelitian ini menunjukkan bahwa adanya nilai sosial dalam adat Perkawinan masyarakat Aceh di Kecematan Jeunieb Kabupaten Bireuen, berupa data sebanyak 128 data dengan perincian, nilai sosial vital 9 data, nilai sosial material 21, dan nilai sosial rohani 98.
Implementasi Model Pembelajaran Think Talk Write (TTW) Menggunakann Multimedia dalam Pembelajaran Menulis Esensi Debat pada Siswa Kelas X MAN 2 Bireuen Intan Syahrita; Nurmina; Nurlaili
Aliterasi: Jurnal Pendidikan, Bahasa, dan sastra Indonesia Vol. 1 No. 1 (2020): September | Jurnal Pendidikan, Bahasa dan Sastra |
Publisher : Publisher: Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Almuslim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.585 KB)

Abstract

Menulis esensi debat merupakan salah satu keterampilan yang harus dikuasai oleh siswa. Oleh sebab itu, untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis esensi debat memerlukan pelatihan dan bimbingan menulis dari guru agar pembelajaran dapat berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Namun pada kenyataannya siswa masih memiliki hambatan dalam menulis esensi debat, hal ini mengakibatkan rendahnya hasil belajar siswa di MAN 2 Bireuen. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan data tentang perbedaan hasil belajar siswa melalui implementasi model pembelajaran Think Talk Write (TTW) dengan menggunakan multimedia dan hasil belajar siswa melalui model pembelajaran konvensional dalam menulis esensi debat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Jenis penelitian ini adalah penelitian quasi eksperimental. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X MAN 2 Bireuen tahun pelajaran 2019/2020 sebanyak 7 kelas dengan jumlah 156 siswa. Sampel dalam penelitian ini adalah kelas X Mia 3 sebanyak 24 siswa sebagai kelas eksperimen dan kelas X Mia 2 sebanyak 24 siswa sebagai kelas kontrol. Pengumpulan data menggunakan pre-test dan post-test. Teknik analisis data menggunakan 1) uji normalitas 2) uji homogenitas dan 3) uji hipotesis. Hasil penelitian diperoleh t hitung > t tabel yaitu 1,75 > 1,68, dengan demikian Ho ditolak dan Ha diterima, sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar siswa melalui implementasi model pembelajaran Think Talk Write (TTW) dengan menggunakan multimedia dengan siswa yang diajarkan menggunakan model pembelajaran konvensional dalam pembelajaran menulis esensi debat pada siswa kelas X MAN 2 Bireuen.