Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

IMPLIKASI AKAD MUSYARAKAH MUTANAQISAH PERBANKAN SYARI’AH sutono sutono
Al Iqtishod: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Ekonomi Islam Vol. 8 No. 2 (2020): Al Iqtishod: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Ekonomi Islam
Publisher : Prodi Ekonomi Syariah STAI Al-Azhar Menganti Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37812/aliqtishod.v8i2.152

Abstract

The development of Shari'ah Banking also encouraged the development of the products in it. One of the sharia banking products that is in great demand by the public is a housing finance product known as the Syari'ah Home Ownership Kongsi (KPRS). In its implementation, there are differences in several Islamic banks, namely using the murabahah and musyarakah mutanaqishah contracts. In 2008, the National Sharia Council issued a fatwa regarding the musyarakah mutanaqisah contract in financing home ownership. However, this contract has not been implemented by all Islamic banks. In 2012, Bank Indonesia issued a circular letter to all Sharia Banks and Sharia Business Units which further legitimized the implementation of the musyarakah mutanaqisah contract in Islamic banking. The Musyarakah mutanaqisah contract in KPR products will make it easier for customers to finance the KPR. The advantages of the musyarakah mutanaqisah contract for customers are a longer financing period and relatively cheaper installments.
Produktivitas Baitul Maal Wat Tamwil Khoiru Ummah dalam Meningkatkan Kemaslahatan Masyarakat Pesantren Gresik sutono sutono
Al Iqtishod: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Ekonomi Islam Vol. 9 No. 2 (2021): Al Iqtishod: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Ekonomi Islam
Publisher : Prodi Ekonomi Syariah STAI Al-Azhar Menganti Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37812/aliqtishod.v9i2.248

Abstract

Penelitian ini dengan tema Produktivitas Baitul Maal wat Tamwil (BMT)Khoiru Ummah Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Pondok Pesantren Darul Ihsan di Gresik, dengan rumusan permasalahan bagaimana bentuk Produktivitas BMT Khoiru Ummah sebagai wujud berjalannya perekonomian masyarakat di pesantren dengan bentuk kesejahteraan masyarakat pesantren. Dengan permasalahan itu maka penulis menguraikan nya dengan menggunakan metode penelitian kualitatif. Adapun teknik pengumpulan datanya maka yang tepat bagi penulis adalah dengan menggunakan teknik melalui observasi atau mengamati proses berjalannya roda perekonomian masyarakat pesantren melalui mediasi Baitul maal wat Tamwil yang dilakukan setiap hari.Melalui wawancara atau bertanya, tegur sapa dengan sebagian besar masyarakat pesantren yang terlibat langsung dengan kegiatan bisnis melalui akad transaksi dengan BMT hoiru Ummah. Dengan melalui dokumentasi atau mengambil data penting untuk mendukung data penelitian ini. Adapun hasil dari riset ini adalah Baitul Maal wat Tamwil (BMT) Khoiru Ummah sebagai lembaga penghimpun dana, penyaluran dana, dan penyaluran jasa demi memenuhi kemaslahatankehidupan masyarakat pesantren di Gresik
Konstruk Pemikiran Pendidikan Islam Berwawasan Masa Depan Sutono Sutono
Fikroh: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Vol. 4 No. 1 (2010): Fikroh: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Sekolah Tinggi Agama Islam Al Azhar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37812/fikroh.v4i1.7

Abstract

Kemanakah arah pendidikan Islam di masa depan harus dibawa? Sebuah pertanyaan klasik yang sering muncul tetapi sekaligus menantang bagi para civitas akademikanya untuk selalu memberikan jawabannya. Entah siapa yang salah, hingga saat ini, masyarakat umum masih mempunyai persepsi kurang menguntungkan terhadap pendidikan Islam. Faktanya, masih banyak pilihan orang tua memasukkan anaknya ke pendidikan Islam sebagai pilihan kedua setelah pilihan pertama ke lembaga pendidikan umum. Satu masalah bagi civitas akademika pendidikan islam untuk terus meneruskan jati dirinya agar lebih acceptable bagi masyarakat luas. Karena itu, pendidikan Islam harus selalu memperbaruhi sumber daya ke pendidikannya agar relevan dengan perkembangan masyarakat pengunanya. Agar arah pendidikan Islam dimasa depan tidak sekedar mengikuti arus perubahan yang telah terjadi, maka pendidikan Islam perlu untuk memikirkan kembali filsafat, teori, dan kurikulum pendidikannya. Dengan demikian pendidikan islam tidak akan kehilangan jati dirinya sendiri, tetapi justru yang terjadi adalah pendidikan islam tidak akan memainkan peranan aktif dalam arus pergaulan global yang sedang berjalan ini. Kata kunci : Pendidikan Islam, Globalisasi, Filsafat, Teori, dan Kurikulum
Problem Live Style Dalam Dunia Pendidikan Kita Sutono Sutono
Fikroh: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Vol. 4 No. 2 (2011): Fikroh: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Sekolah Tinggi Agama Islam Al Azhar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37812/fikroh.v4i2.14

Abstract

Secara sederhana pendidikan dimaknai se bagai upaya untuk melahirkan manusia terdidik (being educated), yang secara normatif bercirikan kritis, rasional, social, bertaqwa, bermoral dan menghargai nilai-nilai kemanusiaan. Jika dunia pendidikan kemudian disebut-sebut ikut mempunyai andil (untuk tidak mengatakan paling bertanggung jawab) terhadap terjadinya krisis multi dimensional yang melanda bangsa ini, itu tak lain karena kehidupan social dan dunia pendidikan memiliki tali-temali yang erat. Pendidikan sebagai salah satu pranata social, sudah tentu tidak bisa lepas dari keterpengaruhan saling budaya. Sehubungan dengan itu, mengamati dunia pendidikan tentu tidak cukup hanya dengan melihat problem internal pendidikan, misalnya dari sudut pandang komponen pendidikan, tetapi tidak bisa tidak, harus dengan berbagai perspektif, misalnya budaya, social, ekonomi, politik, sejarah, filsafat dan lain-lain. Bahkan beberapa hal ini sangat menentukan corak atau wajah dunia pendidikan. Makalah sederhana ini akan melihat serba sedikit dunia pendidikan kita –ya… bolehlah disebut – dari sudut pandang kefilsafatan. Hal ini dimaksudkan untuk menemukan akar persoalan atau problem mendasar yang ‘bermain’ dalam dunia pendidikan kita, agar kemudian kita dapat mengambil sikap sesuai dengan posisi masing-masing. Kata kunci : Problem, Edukasi, Religi, Spiritualitas
EFEKTIVITAS DIRECT METHODE DALAM MENINGKATKAN KEMAHIRAN BERBICARA BAHASA ARAB Sutono utono
Fikroh: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Vol. 8 No. 1 (2014): Fikroh: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Sekolah Tinggi Agama Islam Al Azhar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37812/fikroh.v8i1.23

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan menggunakan bahasa Arab bagi mahasiswa lulusan dari SMA/ SMK yang belum pernah mendapatkan pembelajaran  bahasa Arab, terutama  dalam hal melafadzkan maupun menulisbahasa Arab dengan fasih,upaya untuk mengefektifkan metode langsung dalam pembelajaran bahasa Arab dikelas merupakan langkah yang sangat tepat untuk menghasilkan mahasiswa yang memiliki empat kemahiran yaitu; kemahiran menyimak, kemahiran berbicara, kemahiran membaca, dan kemahiran menulis.oleh karena itu  keberhasilan dalam penguasaan bahasa Arab terutama kemahiran mahasiswa dalam  berbicara bahasa Arab yang menjadi salah satu ketertarikan peneliti pada pembelajaran bahasa Arab di STAI Al-Azhar Menganti Gresik, makadalam pembelajaran bahasa Arab penulis memilih direct method metode langsung selama satu semester. Penelitian ini menggunakan metode observasi dan interview .Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (Field research) bersifat penelitian kualitatif (Qualitative Research). Penelitian ini mengkaji tentang bagaimana pengertian pendekatan, metode, dan strategi pembelajaran bahasa Arab,serta pengaruhnya terhadap peningkatan  mahasiswa menggunakan  Bahasa Arab, serta adakah peningkatan kemampuan  berbicara Bahasa Arab bagi mahasiswaKata kunci:,Direct Method, kemahiran  berbahasa Arab, Program regular PAI
Ujroh Dana Talangan Haji (Studi Analisis Istinbath Hukum) Sutono Sutono
Fikroh: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Vol. 9 No. 1 (2016): Fikroh: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Sekolah Tinggi Agama Islam Al Azhar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37812/fikroh.v9i1.44

Abstract

Sekarang kita telah memiliki landasan teori yang kuat, serta prinsip-prinsip sistem ekonomi islam yang mantap. Namun, dua hal ini belum cukup karena teori dan sistem menuntut adanya manusia yang menerapkan nilai-nilai yang terkandung dalam teori dan sistem tersebut. Dengan kata lain, harus ada manusia yang berperilaku, berakhlak secara professional (ihsan, itqan) dalam bidang tertentu yakni ekonomi. Baik dia berada pada posisi produsen, konsumen, pengusaha, karyawan atau sebagai pejabat pemerintah sekaligus. Karena teori yang unggul dan sistem ekonomi yang sesuai syariah sama sekali bukan merupakan jaminan bahwa perekonomian umat islam akan otomatis maju. Sistem ekonomi islam hanya memastikan bahwa tidak ada transaksi ekonomi yang bertentangan dengan syariah. Tetapi chimera bisnis tergantung pada man behind the gun-nya. Karena itu pelaku ekonomi dalam kerangka ini dapat saja dipegang oleh umat non-muslim. Perekonomian umat islam baru dapat maju bila pola pikir dan pola laku muslimin dan muslimat sudah itqan (tekun) dan ihsan (professional). Berdasarkan pada hal itu penulis tertarik untuk mengungkapkan sebuah realitas sosial yang terjadi pada sistem atau program dari perbankan syari’ah tentang adanya pembayaran ujroh dana talanagan haji, maka penulis mengangkat persoalan yang sudah terjadi dikalangan umat islam tersebut sebagai imbas dari terjadinya sistim antrian masa tunggu pemberangkatan haji dari Kementrian Agama yang hampir 15 tahun, sehingga anak yang baru berumur 15 tahun sudah harus ikut daftar haji agar nanti berangkat dia genap berusia 30 tahun. Adapun orang dewasa yang sudah berumur 40 tahun ketika dia mendaftarkan masa tunggu haji, maka dia berangkat haji dipastikan berumur 55 tahun dengan berbagai macam resiko yang diterima terutama kesehatannya. Berkaitan dengan itu maka pihak perbankan syari’ah membuat program dana talangan haji bagi setiap orang muslim yang ingin menunaikan haji, pihak bank membayarkan kepada pihak Kementrian Agama sejumlah uang atas nama perorangan yang ikut program aqad dana talangan haji tersebut untuk mendapatkan kuota haji, sedangkan bagi orang tersebut melunasi hutangnya dengan cara di angsur tiap bulan sampai batas yang di tentukan oleh kedua belah pihak bersama dengan membayar ujroh kepada pihak bank senilai 10 % pertahun yang harus dibayarkan diawal bulan, pembayaran ujroh itu tidak akan terhenti selama orang tersebut belum melunasi hutangnya kepada bank. Menurut analisa istibath hukum dana talangan haji adalah berhukum boleh sesuai dengan akad yang di sepakati oleh kedua belah pihak ( antara perbankan syari’ah dengan calon jama’ah haji untuk mendapatkan porsi pemberangkatan haji). Adapun akad yang dipakai oleh perbankan adalah dengan menggunakan akad Kafalah bil Ujroh, yaitu akad penjaminan pelunasan porsi haji kepada kantor Kemenag RI sebagai instansi penyelenggaraan pemberangkatan haji ( selaku pihak ketiga) untuk memenuhi kewajiban calon jama’ah haji dalam mendapatkan porsi pemberangkatan haji ( selaku pihak kedua), maka atas kesepakatan akad inilah maka pihak perbankan syari’ah boleh menerima biaya (ujroh) dari pihak calon jama’ah haji.
The Influence of Regulatory Policy, Technology Infrastructure, and Human Resource Quality on Economic Growth in Surabaya City Sutono Sutono; Iwan Harsono; Nasruddin Nasruddin; Loso Judijanto
West Science Journal Economic and Entrepreneurship Vol. 1 No. 11 (2023): West Science Journal Economic and Entrepreneurship
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/wsjee.v1i11.352

Abstract

Economic growth of a city is a multifaceted phenomenon that is influenced by various factors, including regulatory policies, technological infrastructure, and the quality of human resources. This quantitative analysis investigates these determinants in the context of Surabaya City. Through surveys data analysis, we use Structural Equation Modeling with Partial Least Squares (SEM-PLS) to examine the relationship between regulatory policy, technological infrastructure, human capital quality, and economic growth. Our results show a significant positive relationship between these factors and economic growth, providing insights that can guide policymakers, business leaders, and academics in advancing the economic prosperity of Surabaya City.
Bibliometric Analysis in Mapping Corporate Marketing Research Trends and Developments Dewi Maharani; Irawan Yuswono; Sutono Sutono; Pilifus Junianto
West Science Journal Economic and Entrepreneurship Vol. 1 No. 11 (2023): West Science Journal Economic and Entrepreneurship
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/wsjee.v1i11.372

Abstract

This research conducts a comprehensive bibliometric analysis to map the trends and developments in corporate marketing research, utilizing data from a diverse range of publications. Through theme analysis, influential publications, and keyword occurrences, the study unveils the multifaceted nature of the field. The most prevalent themes include Corporate Marketing, Green Marketing, Reputation, Communication, and Relationship Marketing, reflecting the dynamic interplay of strategic elements within corporate marketing. Noteworthy publications, such as "Principles of Corporate Finance" and "Corporate Social Responsibility: A Theory of the Firm Perspective," emerge as key influencers, shaping the intellectual discourse in the domain. The integration of these findings provides valuable insights for researchers, practitioners, and policymakers, offering a nuanced understanding of the current state of corporate marketing research. As the field continues to evolve, this research sets the stage for future inquiries, providing a foundation for strategic decision-making and ongoing scholarly exploration.