Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Kemandirian Masyarakat dalam Pencegahan dan Deteksi Dini Diabetic Foot Ulcer (DFU) pada Penderita Diabetes Melitus di Desa Pulau Lemukutan Kecamatan Sungai Raya Kepulauan Kabupaten Bengkayang Provinsi Kalimantan Barat Defa Arisandi; Mimi Amaludin; Debby Hatmalyakin; Fauzan Alfikrie; Uti Rusdian Hidayat; Ali Akbar; Nurpratiwi Nurpratiwi
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i7.10091

Abstract

ABSTRAK         Deteksi dini risiko DFU dapat dilakukan dengan memeriksa kaki secara teratur dan mendeteksi jika terdapat luka atau sesuatu yang mencurigakan. Dengan demikian, hal tersebut dapat mencegah munculnya luka bahkan meminimalisir terjadinya luka yang berkembang menjadi ulkus. Lemukutan merupakan daerah pesisir yang mayorits masyarakat berprofesi sebagai nelayan yang mana konsep ini berarti masyarakat sangat memanfaatkan potensi laut untuk kehidupan sehari dan peningkatan kesejahteraan yang sejalan dengan negara Indonesia sebagai negara kemaritiman. Salah satu yang paling berpengaruh masyarakat pulau lemukutan cenderung mengkonsumsi hanya hasil lautan salah satunya rumput laut yang dibikin manisan yang jelas mengandung kadar gula yang tinggi yang merupakan salah satu faktor penyebab diabetes melitus. Tujuan pengabdian kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan kemampuan dalam melakukan upaya pencegahan dan deteksi dini sehingga menimalisir resiko terjadinya penyakit tersebut. Metode palaksanaan pengabdian kepada masyarakat adalah penyuluhan tentang pencegahan dan deteksi dini diabetic foot ulcer (DFU) kepada masyarakat Desa Pulau Lemukutan. Hasil pengabdian kepada masyarakat didapatkan data sebelum diberikan edukasi dan latihan tentang kemandirian masyarakat dalam pencegahan dan deteksi dini diabetic foot ulcer  (DFU) pada penderita diabetes melitus sebagian besar peserta memiliki pengetahuan dan kemampuan pada kategori rendah yaitu 86,6%, kategori sedang yaitu 13,3% dan kategori tinggi yaitu 0 %. Sedangkan setelah diberikan edukasi dan latihan tentang kemandirian masyarakat dalam pencegahan dan deteksi dini diabetic foot ulcer (DFU) pada penderita diabetes melitus diperoleh pengetahuan dan kemampuan pada kategori sedang yaitu 73,3,7% dan kategori tinggi yaitu 16,6 % dan kategori rendah yaitu 10%. Hasil pengabdian kepada masyarakat menjelaskan bahwa kemandirian masyarakat dalam pencegahan dan deteksi dini diabetic foot ulcer  (DFU) pada penderita diabetes mellitus dapat meningkatkan pengetahuan dan kemampuan masyarakat. Kata Kunci : Diabetic Foot Ulcer (DFU), Deteksi Dini, Edukasi,  Pengetahuan    ABSTRACT Early detection of the risk of DFU can be done by checking the feet regularly and detecting if there is a wound or something suspicious. Thus, it can prevent the appearance of wounds and even minimize the occurrence of wounds that develop into ulcers. Lemukutan is a coastal area where the majority of people work as fishermen, which means that the community utilizes the potential of the sea for daily life and welfare improvement in line with Indonesia as a maritime country. One of the most influential people on the island of Lemukutan tends to consume only marine products, one of which is seaweed made into sweets which clearly contains high sugar levels which is one of the factors causing diabetes mellitus. The purpose of community service is to increase awareness and ability to make prevention and early detection efforts so as to minimize the risk of the disease. The method of implementing community service is counseling on the prevention and early detection of diabetic foot ulcer (DFU) to the people of Lemukutan Village. The results of community service obtained data before being given education and training about community independence in the prevention and early detection of diabetic foot ulcers (DFU) in patients with diabetes mellitus most participants had knowledge and abilities in the low category, namely 86.6%, medium category, namely 13.3% and high category, namely 0%. Meanwhile, after being given education and training on community independence in the prevention and early detection of diabetic foot ulcer (DFU) in patients with diabetes mellitus, knowledge and abilities were obtained in the moderate category, namely 73.3.7% and the high category, namely 16.6% and the low category, namely 10%. The results of community service explain that community independence in the prevention and early detection of diabetic foot ulcer (DFU) in patients with diabetes mellitus can increase community knowledge and abilities. Keywords: Diabetic Foot Ulcer (DFU), Early Detection, Education, Knowledge
TINGKAT DEPRESI, ANSIETAS DAN STRES PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK (GGK) DENGAN HEMODIALISA Mimi Amaludin; Defa Arisandi; Nurpratiwi Nurpratiwi; Ali Akbar; Fauzan Alfikrie; Uti Rusdian Hidayat; Debby Hatmayakin
Husada Mahakam Vol 13 No 1 (2023): Mei 2023
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kalimantan Timur (URL: http://poltekkes-kaltim.ac.id/)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35963/hmjk.v13i1.374

Abstract

Chronic Kidney Disease (CKD) is becoming a serious health problem with an increasing number of cases. CKD also has the second highest burden of medical costs after heart disease. The causes of kidney failure are currently dominated by hypertension and diabetes mellitus. As an action that must be done in CRF patients is to undergo hemodialysis. Hemodialysis is a transition of kidney function and role assisted by a dialyzer machine. Besides helping the role and function of the kidneys, hemodialysis has an impact on psychology with the emergence of anxiety, stress to depression. The aims to see the level of depression, anxiety & stress of CKD patients undergoing hemodialysis. This study was conducted using descriptive design and sampling techniques using purposive sampling. The level of depression, anxiety and stress was measured by the Depression, Anxiety, Stress Scale questionnaire (DASS 42) consisting of 42 statements with a sample of 75 people. The results found that 5 patients (6.7%) experienced mild anxiety, 43 patients (57.3%) were moderately anxious, 17 patients (22.7%) experienced severe anxiety and 7 patients (9.3%) experienced very severe anxiety. The stress level of 12 patients (16.0%) experienced mild stress, 14 patients (18.7%) moderate and 2 patients (2.7%) experienced severe stress and the level of depression 20 patients (26.7%) with mild depression, 39 patients (52.0%) moderate depression and 7 patients (9.3%) experienced severe stress. From this study, it can be concluded that there is anxiety, stress and depression in CKD patients undergoing hemodialysis.
Pembelajaran dengan Mnemonic SAMBAS dalam Meningkatkan Pengetahuan Pertolongan Pertama pada Kasus Trauma bagi Masyarakat Debby Hatmalyakin; Uti Rusdian Hidayat; Fauzan Alfikrie; Defa Arisandi; Ali Akbar; Nurpratiwi Nurpratiwi; Mimi Amaludin; Hendra Priyatnanto
Edukasi: Jurnal Pendidikan Vol 21, No 1 (2023): Edukasi: Jurnal Pendidikan
Publisher : LPPM IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/edukasi.v21i1.5468

Abstract

Abstrak Kasus trauma sebagai salah satu permasalahan di dunia dengan angka kematian yang tinggi. Tingginya angka kematian pada korban, khususnya pada kasus kecelakaan, tidak terlepas dari rendahnya pertolongan pertama yang dilakukan masyarakat. Pelatihan pertolongan pertama pada kasus kecelakaan pada masyarakat menjadi solusi dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat. Tujuan penelitian untuk mengetahui efektivitas pembelajaran dengan mnemonic SAMBAS dalam meningkatkan pengetahuan pertolongan pertama pada kasus trauma bagi masyarakat Kota Pontianak. Desain penelitian menggunakan menggunakan pre-experimental dengan one group pretest-posttest without control group. Responden penelitian sebanyak 30 orang dipilih dengan teknik quota sampling. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner pengetahuan. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran dengan mnemonic SAMBAS efektif meningkatkan pengetahuan pertolongan pertama pada kasus trauma bagi masyarakat Kota Pontianak. AbstractCases of trauma as one of the problems in the world with a high mortality rate. The high death rate for victims, especially in accident cases, is inseparable from the low level of first aid provided by the community. First aid training in cases of accidents in the community is a solution to increasing public knowledge. The research aimed to determine the effectiveness of learning with the SAMBAS mnemonic in increasing knowledge of first aid in trauma cases for the people of Pontianak City. The research design used a pre-experimental with one group pretest-posttest without a control group. 30 research respondents were selected by quota sampling technique. The instrument used a knowledge questionnaire. Data analysis used the Wilcoxon test. The results showed that learning with the SAMBAS mnemonic was effective in increasing knowledge of first aid in trauma cases for the people of Pontianak City.
Hubungan Antara Kebiasaan Konsumsi Kopi dengan Derajat Hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Perumnas 1 Pontianak Barat Nurpratiwi Nurpratiwi; Nisma Nisma; Debby Hatmalyakin; Jabalul Rahman
Malahayati Nursing Journal Vol 5, No 7 (2023): Volume 5 Nomor 7 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v5i7.8360

Abstract

ABSTRACT Hypertension is a health problem in the world and in Indonesia. In Indonesia, the incidence of hypertension is quite high in both old and young people. One of the factors that can be the cause of high cases of hypertension can be high coffee consumption. In Indonesia, people in general have a habit of consuming coffee, both from old and young ages. This condition may increase the risk of developing hypertension. Knowing the relationship between coffee consumption habits and the degree of hypertension in the West Pontianak Public Health Center 1 area. Analytical descriptive using a cross-sectional design. The sampling technique is non-probability sampling with purposive sampling method with a total of 107 respondents. Statistical analysis uses the chi square test. Based on the results of the study, it was found that the value of p = 0.000 was that there was a relationship between coffee consumption habits and the degree of hypertension in the Perumnas 1 Health Center, West Pontianak. The habit of consuming coffee can be a risk factor for the cause of hypertension. The need to reduce coffee consumption in preventing cases of hypertension through the application of a healthy life. Keywords: Coffe, Hypertension  ABSTRAK Hipertensi merupakan salah satu permasalahan kesehatan di dunia maupun di Indonesia. Di Indonesia, angka kejadian hipertensi cukup tinggi baik pada usia tua maupun muda. Salah satu faktor yang dapat menjadi penyebab tingginya kasus hipertensi dapat berupa tingginya konsumsi kopi. Di Indonesia, masyarakat secara umum memiliki kebiasaan mengkonsumsi kopi baik dari usia tua maupun muda. Kondisi ini yang mungkin dapat meningkatkan resiko terjadinya hipertensi. Mengetahui hubungan antara kebiasaan konsumsi kopi dengan derajat hipertensi di wilayah Puskesmas Perumnas 1 Pontianak Barat. Deskriptif analitik dengan menggunakan desain cross-sectional. Adapun teknik sampling yaitu non probability sampling dengan metode purposive sampling dengan jumlah responden 107. Analisis statistik menggunakan uji chi square. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan nilai p=0,000 yaitu ada hubungan antara kebiasaan konsumsi kopi dengan derajat hipertensi di wilayah Puskesmas Perumnas 1 Pontianak Barat. Kebiasaan mengkonsumsi kopi dapat menjadi salah satu faktor resiko penyebab kejadian hipertensi. Perlunya mengurangi mengkonsumsi kopi dalam pencegahan kasus hipertensi melalui penerapan hidup sehat. Kata Kunci: Kopi, Hipertensi
Pengaruh Pemberian Aroma Terapi Lemon (Cytrus) Terhadap Penurunan Nyeri Dismenore Nurpratiwi Nurpratiwi; Fajar Yousriatin; Utin Maulidiyah
Khatulistiwa Nursing Journal Vol 1, No 1 (2019): Januari 2019
Publisher : STIKes YARSI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53399/knj.v1i1.67

Abstract

Latar Belakang : Nyeri haid atau dismenore merupakan kram yang menyakitkan yang berasal dari uterus yang terjadi selama menstruasi dan merupakan satu penyebab paling umum nyeri panggul dan gangguan menstruasi. Penyebab utama dismenore primer adalah karena terjadinya peningkatan atau produksi yang tidak seimbang dari prostaglandin endometrium selama menstruasi. Zat limeone dalam lemon (citrus) akan mengontrol prostaglandin dan mengurangi rasa nyeri. Tujuan : Tujuan penelitian untuk mengetahui apakah pemberian aroma terapi lemon (Cytrus) berpengaruh terhadap penurunan nyeri dismenore pada siswi di SMAN 1 Sungai Ambawang. Metode : Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan menggunakan desain quasi experiment (eksperimen semu) dengan rancangan pre and post tes with control yaitu melakukan intervensi pada dua kelompok dengan jumlah responden sebanyak 34 responden dan masing-masing kelompok terbagi menjadi 17 responden. Analisa bivariat menggunakan uji menggunakan uji wilcoxon. Hasil :  Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh pemberian aroma terapi lemon (Cytrus) terhadap penurunan nyeri dismenore dengan nilai p lebih kecil dari 0,005 yaitu p : 0,000 yang berarti Ha diterima Ho ditolak. Kesimpulan : Terdapat pengaruh antara pemberian aroma terapi lemon (Cytrus) terhadap penurunan nyeri dismenore.
Rendam Kaki Air Hangat Jahe Dalam Menurunkan Tekanan Darah pada Pasien Hipertensi Nurpratiwi Nurpratiwi; Uti Rusdian Hidayat; Sri Bintang Putri
Khatulistiwa Nursing Journal Vol 3, No 1 (2021): Januari 2021
Publisher : STIKes YARSI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53399/knj.v3i1.55

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi merupakan penyakit kompleks yang menurunkan kualitas hidup pasien dengan akibat terjadinya komplikasi. Penangganan dapat diberikan rendam kaki air hangat jahe. Kandungan jahe yaitu minyak atsiri dapat memperlebar pembuluh darah yang nantinya berefek menurunkan tekanan darah. Sudah banyak yang menggunakan rendam kaki untuk menurunkan tekanan darah di Wilayah Puskesmas Tanjung Hulu Pontianak Timur. Tujuan: Untuk mengetahui bagaimana pengalaman rendam kaki air hangat jahe dalam menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi di Wilayah Puskesmas Tanjung Hulu Pontianak Timur. Metode: Metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Jumlah partisipan 5 orang yang diambil dengan teknik snowball sampling pengumpulan data diperoleh melalui teknik wawancara terstruktur. Hasil: Pengalaman partisipan yaitu perasaan yang dirasakan oleh partisipan memberikan rasa enak dan nyaman, manfaat dapat menurunkan tekanan darah dan mengurangi nyeri, waktu melakukan pada pagi hari dan waktu yang dilakukan sekitar 10-20 menit, prosedur dalam melakukan rendam kaki air hangat jahe dengan jahe diiris-iris ditumbuk digeprek, jenis jahe yang sering digunakan yaitu jahe putih dan jahe kuning, tidak ada efek samping yang muncul setelah melakukan rendam kaki air hangat jahe. Kesimpulan: Didapatkan 6 tema yaitu perasaan setelah melakukan rendam kaki air hangat jahe, manfaat rendam kaki air hangat jahe dalam menurunkan tekanan darah, waktu melakukan rendam kaki air hangat jahe, prosedur dalam melakukan rendam kaki air hangat jahe, jenis jahe yang digunakan, efek samping yang muncul setelah melakukan rendam kaki air hangat jahe. Rekomendasi : Diharapkan bagi penderita hipertensi dapat memanfaatkan terapi rendam kaki air hangat jahe sebagai terapi alternatif dalam menurunkan tekanan darah.
Edukasi Mnemonic Sambas sebagai Media Pembelajaran Pertolongan Pertama Pada Kasus Trauma Debby Hatmalyakin; Uti Rusdian Hidayat; Ali Akbar; Defa Arisandi; Fauzan Alfikrie; Nurpratiwi Nurpratiwi; Mimi Amaludin
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i10.11954

Abstract

ABSTRAK Dalam proses pengembangan kawasan pariwisata, pengembang tidak hanya dituntut untuk menyiapkan fasilitas pariwisata, namun sumberdaya manusianya harus didukung dengan pengetahuan pengelolaan objek wisata khususnya penanganan awal pada cedera atau trauma. Metode pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat adalah penyuluhan tentang pertolongan pertama pada kasus trauma dengan mnemonic SAMBAS. Hasil pengabdian kepada masyarakat didapatkan data terjadi peningkatan pengetahuan masyarakat sebelum dan setelah edukasi tentang pertolongan pertama pada kasus trauma. Peningkatan pengetahuan masyarakat tentang pertolongan pertama pada kasus trauma menjadi upaya penanganan kondisi gawat darurat yang berkaitan dengan kasus trauma. Kata Kunci: Pertolongan Pertama, Trauma, Mnemonic SAMBAS  ABSTRACT In the process of developing tourism areas, developers are not only required to prepare tourism facilities, but their human resources must be supported by knowledge of tourism object management, especially the initial handling of injury or trauma. The method of implementing community service is counselling on first aid in trauma cases with the SAMBAS mnemonic. The results of community service obtained data on the increase in community knowledge before and after education about first aid in trauma cases. Increased public knowledge about first aid in trauma cases is an effort to handle emergency conditions related to trauma cases.  Keywords: First Aid, Trauma, SAMBAS Mnemonic
Edukasi Penolong Pertama Pada Kasus Trauma Debby Hatmalyakin; Ali Akbar; Defa Arisandi; Uti Rusdian Hidayat; Fauzan Alfikrie; Nurpratiwi Nurpratiwi; Mimi Amaludin; Hendra Priyatnanto
GERVASI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2023): GERVASI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/gervasi.v7i1.5198

Abstract

Trauma menjadi kasus yang paling sering terjadi. Tujuan pengabdian kepada masyarakat berupa peningkatan pengetahuan pertolongan pertama pada kasus trauma masyarakat di wisata pulau. Metode pelaksanaan berupa penyuluhan/edukasi tentang pertolongan pertama kasus trauma pada masyarakat Desa Lemukutan Kecamatan Sungai Raya Kepulauan oleh 1 orang penyuluh dan dibantu oleh 2 rekan dari STIKes YARSI Pontianak. Peserta pada kegiatan ini sebanyak 30 orang. Pengetahuan peserta diukur sebelum dan sudah pelaksanaan edukasi. Waktu pelaksanaan kegiatan pada tanggal 2 September 2022. Hasil pengabdian kepada masyarakat didapatkan terjadi peningkatan pengetahuan masyarakat sebelum dan setelah penyuluhan kesehatan tentang pertolongan pertama kasus trauma pada wisata pulau. Peningkatan pengetahuan masyarakat tentang pertolongan pertama kasus trauma menjadi upaya penanganan kegawatdaruratan di Pulau Lemukutan.