Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Analisis Kejadian Pernikahan Dini di Desa Kawat Kecamatan Tayan Hilir Kabupaten Sanggau Propinsi Kalimamtan Barat Fajar Yousriatin
Raheema Vol 5, No 1 (2018)
Publisher : PSGA LP2M IAIN Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.599 KB) | DOI: 10.24260/raheema.v5i1.1181

Abstract

Early marriage is a marriage that has happened to a person with the status of women under 20 years of age. Figures early marriage almost found throughout the Province of Indonesia, approximately 10% of young women had their first child at the age of 15-19 years. The research aims to understand and explain the factors related to Genesis Early Marriage In the Kawat village of Tayan Hilir Sub district Sanggau Regency West Kalimanan Province in 2016.Research design used in this study was cross sectional. With a sample of 268 respondents, the sampling technique is done probolity sampling, is simple random sampling.Variables that relate segnifikan namely education level, economic status, pregnancy unwed of marriage, pornography exposure, traditions, knowledge about reproductive health, exposure to information about the risks of early marriage and promiscuity. While most dominant variable is pregnant unwed of marriage. To overcome these local governments to cooperate with BKKBN to more aggressively implement programs to youth genre through training programs in order to get married at an ideal age. To realize these efforts, there must be cooperation of the parents because of the involvement of parents is the most important.
Pengaruh Pemberian Aroma Terapi Lemon (Cytrus) Terhadap Penurunan Nyeri Dismenore Nurpratiwi Nurpratiwi; Fajar Yousriatin; Utin Maulidiyah
Khatulistiwa Nursing Journal Vol 1, No 1 (2019): Januari 2019
Publisher : STIKes YARSI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53399/knj.v1i1.67

Abstract

Latar Belakang : Nyeri haid atau dismenore merupakan kram yang menyakitkan yang berasal dari uterus yang terjadi selama menstruasi dan merupakan satu penyebab paling umum nyeri panggul dan gangguan menstruasi. Penyebab utama dismenore primer adalah karena terjadinya peningkatan atau produksi yang tidak seimbang dari prostaglandin endometrium selama menstruasi. Zat limeone dalam lemon (citrus) akan mengontrol prostaglandin dan mengurangi rasa nyeri. Tujuan : Tujuan penelitian untuk mengetahui apakah pemberian aroma terapi lemon (Cytrus) berpengaruh terhadap penurunan nyeri dismenore pada siswi di SMAN 1 Sungai Ambawang. Metode : Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan menggunakan desain quasi experiment (eksperimen semu) dengan rancangan pre and post tes with control yaitu melakukan intervensi pada dua kelompok dengan jumlah responden sebanyak 34 responden dan masing-masing kelompok terbagi menjadi 17 responden. Analisa bivariat menggunakan uji menggunakan uji wilcoxon. Hasil :  Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh pemberian aroma terapi lemon (Cytrus) terhadap penurunan nyeri dismenore dengan nilai p lebih kecil dari 0,005 yaitu p : 0,000 yang berarti Ha diterima Ho ditolak. Kesimpulan : Terdapat pengaruh antara pemberian aroma terapi lemon (Cytrus) terhadap penurunan nyeri dismenore.
Implementasi SBAR (Situation, Background, Assesment, Recomendation) pada Perawat dengan Keselamatan Pasien di Rumah Sakit Kota Pontianak Yunita Dwi Anggreini; Wahyu Kirana; Fajar Yousriatin; Dewin Safitri
Malahayati Nursing Journal Vol 5, No 11 (2023): Volume 5 Nomor 11 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v5i11.9731

Abstract

ABSTRACT Quality communication will prevent errors, clear understanding, adherence to the treatment plan and also positive outcomes for patients. One of the communication standards, namely SBAR (Situation, Background, Assessment, Recommendation) is an effective communication technique framework provided for health workers in conveying patient conditions. The results of the interviews found that the Pontianak City Hospital had used the SBAR method of effective communication but in practice SBAR communication had not been effectively carried out in accordance with the standard SBAR communication procedure. In reporting the latest patient conditions, nurses only focus on the things they want to convey. This can lead to the risk of patient identification errors, the therapy that will be given to the patient and errors when administering certain drugs which can be detrimental to the patient, the patient's family and the hospital itself. This study uses a descriptive analytic study with a cross-sectional approach. The population in this study were nurses who worked at Pontianak City Hospital. The research results show that the implementation of SBAR (situation, background, assessment, recommendation) for nurses is related to patient safety. There is a correlation between the implementation of SBAR (situation, background, assessment, recommendation) for nurses and patient safety at Pontianak City Hospital Keywords : SBAR Implementation, Patient Safety  ABSTRAK Komunikasi yang berkualitas akan mencegah terjadinya kesalahan, pemahaman yang jelas, patuh terhadap rencana perawatan dan juga hasil positif bagi pasien. Salah satu komunikasi standart yaitu SBAR (Situation, Background, Assessment, Recommendation) merupakan kerangka Teknik komunikasi efektif yang disediakan untuk petugas Kesehatan dalam menyampaikan kondisi pasien. Hasil dari wawancara didapatkan bahwa Rumah Sakit Kota Pontianak sudah menggunakan komunikasi efektif metode SBAR namun dalam pelaksanaannya komunikasi SBAR belum efektif dilakukan sesuai dengan standar prosedur komunikasi SBAR. Dalam pelaporan kondisi pasien terkini, perawat hanya berfokus pada hal-hal yang ingin disampaikan saja. Hal ini dapat berisiko terhadap kesalahan identifikasi pasien, terapi yang akan diberikan kepada pasien dan kesalahan pada saat pemberian obat tertentu yang dapat merugikan pasien, keluarga pasien dan rumah sakit itu sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan implementasi SBAR (situation, background, assessment, recomendation) pada perawat dengan keselamatan pasien Kota Pontianak.. Metode penelitian menggunakan Studi deskriptif analitk dengan pendekatan cross-sectional. Populasi pada penelitian ini adalah perawat yang bekerja di Rumah Sakit Kota Pontianak. Penelitian ini menggunakan Studi deskriptif analitk dengan pendekatan cross-sectional. Populasi pada penelitian ini adalah perawat yang bekerja di Rumah Sakit Kota Pontianak. Hasil penelitian diketahui implementasi SBAR (situation, background, assessment, recomendation) pada perawat berhubungan dengan keselamatan pasien. Ada korelasi antara implementasi SBAR (situation, background, assessment, recomendation) pada perawat dengan keselamatan pasien di Rumah Sakit Kota Pontianak Kata Kunci: Implementasi SBAR, Keselamatan Pasien
Latihan Relaksasi Otot Progresif untuk Mengurangi Kecemasan pada Lansia yang Mengalami Hipertensi: Progressive Muscle Relaxation Exercise to Reduce Anxiety in Elderly with Hypertension Wahyu Kirana; Yunita Dwi Anggreini; Fajar Yousriatin; Dewin Safitri
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat: Kesehatan Vol. 3 No. 2 (2023): Juli
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Notokusumo Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang menjadi penyebab utama kematian di dunia. Meningkatnya kasus hipertensi tidak lepas dari faktor risiko yang berhubungan dengan hipertensi antara lain kecemasan atau stres, konsumsi asupan garam yang berlebihan, obesitas dan factor dari pembuluh darah yang dapat menyebabkan hipertensi. Kecemasan dapat menyebabkan hipertensi. Hasil survey terhadap lima orang lansia diperoleh informasi bahwa dua orang mengalami kecemasan ringan dan tiga orang mengalami kecemasan sedang. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengajarkan lansia mengatasi kecemasan dengan melakukan latihan otot progresif. Metode yang digunakan adalah edukasi dengan cara menjelaskan dan mempraktikkan latihan otot progresif. Sebanyak 20 lansia yang menderita hipertensi dan mengalami kecemasan ikut berpartisipasi dalam kegiatan yang dilakukan. Tahap pelaksanaan dimulai dengan pre-test tentang latihan otot progesif dan kecemasan, dilanjutkan dengan melakukan latihan secara bersama-sama dan diakhiri dengan post-test. Setelah diberikan edukasi, terjadi peningkatan pengetahuan tentang latihan relaksasi otot progresif dan terjadi penurunan kecemasan pada partisipan. Dapat disimpulkan bahwa kegiatan edukasi ini berhasil dalam mengatasi kecemasan pada lansia yang mengalami hipertensi. Hasil dari kegiatan pengabdian ini diharapkan dapat membantu lansia mengurangi kecemasan yang dapat mencetuskan atau memperburuk kondisi hipertensi yaitu dengan melakukan latihan relaksasi otot progresif secara rutin. Abstract: Hypertension is a non-communicable disease that is the main cause of death in the world. The increase in cases of hypertension cannot be separated from risk factors associated with hypertension, including anxiety or stress, excessive consumption of salt intake, obesity and factors from blood vessels that can cause hypertension. Anxiety can cause hypertension. The results of a survey of five elderly people obtained information that two people experienced mild anxiety and three experienced moderate anxiety. This community service aims to prohibit the elderly from overcoming anxiety by doing progressive muscle exercises. The method used is education by explaining and progressive muscle training. As many as 20 elderly who suffer from hypertension and experience anxiety participate in the activities. The implementation stage begins with a pre-test on progressive muscle training and anxiety, followed by doing exercises together and ends with a post-test. After being given education, increased knowledge about progressive muscle relaxation exercises and decreased anxiety in participants. It can be concluded that this educational activity was successful in overcoming anxiety in the elderly with hypertension. The results of this community service activity are expected to help the elderly reduce the anxiety that can trigger or disturb the condition of hypertension by doing regular progressive muscle relaxation exercises.  
EDUKASI KESEHATAN JIWA DALAM MENINGKATKAN RESILIENSI REMAJA KOTA PONTIANAK Florensa Florensa; Lintang Sari; Nurul Hidayah; Fajar Yousriatin; Wulida Litaqia
JURNAL PENGABDIAN MANDIRI Vol. 2 No. 8: Agustus 2023
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Usia remaja merupakan usia transisi dan periode yang kritis karena banyak hal terjadi dalam kehidupannya. Masalah kesehatan mental rentan terjadi pada usia ini akibat perubahan-perubahan yang terjadi sehingga mengharuskan remaja memiliki ketahanan (resiliensi). Resiliensi memungkinkan remaja untuk tangguh menghadapi kesulitan dan mengatasi berbagai tekanan dalam hidup. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan edukasi tentang kesehatan jiwa dalam meningkatan kemampuan resiliensi remaja SMP Kota Pontianak. Metode pelaksanaan kegiatan ini yaitu dengan memberikan penyuluhan dalam bentuk ceramah dan diskusi kepada siswa-siswi remaja di SMP Kota Pontianak. Hasil kegiatan menunjukkan remaja mampu memilih cara yang adaptif untuk mengatasi masalah yang dihadapi.
Pelatihan tentang Double Checking Pemberian Obat High Alert pada Perawat di Rumah Sakit Umum (RSU) YARSI Pontianak Yunita Dwi Anggreini; Debby Hatmalyakin; Wahyu Kirana; Fajar Yousriatin; Dewin Safitri
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 4 No 2 (2024): JAMSI - Maret 2024
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.877

Abstract

Keselamatan pasien adalah masalah yang dihadapi di bidang Kesehatan di seluruh dunia. Salah satu standar keselamatan pasien adalah keamanan dalam pemberian obat-obatan hight alert. Kelemahan prosedur dalam pemberian obat adalah perbedaan pemikiran atau pengetahuan yang dimiliki oleh tenaga profesi yang sama (perawat) dalam menjabarkan pengetahuannya tentang prosedur double checking. Hal ini tentu beresiko terhadap keamanan dan keselamatan pasien. Tujuan pengabdian kepada masyarakat untuk mengedukasi perawat guna meningkatkan pengetahuan tentang prosedur double checking dalam pemberian obat high alert. Metode pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat adalah metode edukasi yang dilakukan dalam beberapa tahap yaitu persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Kegiatan dilakukan di RSU YARSI Pontianak dengan jumlah peserta sebanyak 20 orang perawat. Hasil pengabdian kepada masyarakat didapatkan adanya peningkatan pengetahuan perawat tentang prosedur double checking dalam pemberian obat high alert. Kegiatan pengabdian kepada Masyarakat berlangsung dengan baik dan sukses.
Peningkatan Caring Islami pada Perawat di RSU YARSI Pontianak Fajar Yousriatin; Debby Hatmalyakin; Wahyu Kirana; Yunita Dwi Anggreini; Diena Juliana; Dewin Safitri
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 4 No 2 (2024): JAMSI - Maret 2024
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.878

Abstract

Perawat merupakan sumber daya manusia terbesar dalam pelayanan di rumah sakit, dimana perawat bekerja 24 jam sehari secara bergilir dan terus menerus untuk memberikan asuhan keperawatan yang komprehensif dan professional serta siap membantu pasien setiap saat. Dalam upaya meningkatkan mutu pelayanan Kesehatan. perawat dituntut untuk memberikan pelayanan yang terbaik berupa perilaku peduli atau caring terhadap pasien. Perilaku caring yang diberikan oleh perawat kepada pasien dapat meningkatkan kepuasan pasien terutama dengan memasukkan nilai-nilai Islami. Rumah Sakit Umum (RSU) YARSI Pontianak merupakan rumah sakit berbasis islam yang memiliki visi “menjadi rumah sakit berwawasan Islam dengan pelayanan kesehatan bermutu tinggi dan bertaraf internasional. Tujuan dari pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan perawat tentang penerapan caring Islami di Rumah Sakit Umum (RSU) YARSI Pontianak. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan melalui beberapa tahapan yaitu tahap persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Hasil pengukuran awal pengetahuan perawat tentang caring Islami didapatkan Sebagian besar perawat memiliki pengetahuan cukup yaitu 55%. Setelah diberikan pelatihan tentang caring Islami, sebagian besar perawat memiliki pengetahuan yang baik yaitu 80%. Pelatihan merupakan kegiatan yang efektif dan efisien untuk meningkatkan pengetahuan perawat tentang caring Islami. Berdasarkan hasil pengabdian kepada masyarakat, terjadi peningkatan pengetahuan perawat setelah diberikan pelatihan caring Islami.
Peningkatan Caring Islami Pada Perawat Yousriatin, Fajar; Kirana, Wahyu; Anggreini, Yunita Dwi; Juliana, Diena; Safitri, Dewin; Afrianti, Femi Yuli
Shihatuna : Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat Vol 3 No 2 (2023) : Desember
Publisher : FKM UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/shihatuna.v3i2.14981

Abstract

Nurses are the largest human resource in health services in hospitals, where nurses work 24 hours a day in rotation and continuously to provide comprehensive and professional nursing care and are ready to help patients at any time. In an effort to improve the quality of health services, nurses are required to provide the best service in the form of caring behavior or caring attitude towards others. Caring behavior given by nurses to clients can increase patient satisfaction, especially by incorporating Islamic values where Islamic values are rahmatan lil alamin or compassion for all beings regardless of race, ethnicity, nation, language and religion. RSU Yarsi Pontianak is an Islamic-based hospital in providing nursing care. In accordance with the hospital's vision "to become a hospital based on Islam with high-quality and international standard health services", Yarsi General Hospital prioritizes services that have Islamic values, especially in providing nursing care. The purpose of this community service is to increase nurses' knowledge of the application of Islamic caring at YARSI Pontianak General Hospital (RSU). Community service activities are carried out through several stages, namely the preparation, implementation and evaluation stages. The results of the initial measurement of nurses' knowledge about Islamic caring found that most nurses had sufficient knowledge, namely 55%. Whereas after being given training on Islamic caring, most of the nurses had good knowledge, namely 80%. Training is an effective and efficient activity to increase nurses' knowledge about Islamic caring. Based on the results of community service, there was an increase in nurses' knowledge after being given Islamic caring training.
Efektivitas Buku Saku Perilaku Profesional Caring Perawat Model “Praktis” terhadap Peningkatan Pengetahuan Perawat Fajar Yousriatin; Hendra Priyatnanto; Diena Juliana
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 5 (2025): Volume 7 Nomor 5 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i5.19933

Abstract

ABSTRACT Nursing care is a crucial element in patient recovery. In Islam, the nursing care informed by the Quran and Sunnah is regarded as Islamic Caring, representing a professional conduct that demonstrates intellectual competence in delivering nursing services to patients, families, and communities in compliance with Islamic principles. This study aims to assess the efficacy of the "PRAKTIS" model pocketbook in increasing nurses' knowledge. This research employs quasy experiment design using a one-group pretest-posttest methodology without a control group. The research findings indicated that prior to the intervention, knowledge was predominantly classified bad (40.0%), however subsequent to the intervention, it elevated to the good group (70.0%). The PRAKTIS model pocketbook is a learning resource designed to augment nurses' understanding, particularly in relation to Islamic professional caregiving conduct. Exemplary caregiving is anticipated to be a crucial factor for increasing patient recovery rates. Keywords: Islamic Caring, Knowledge, Nurse, Pocketbook, PRAKTIS  ABSTRAK Caring perawat menjadi salah satu kunci kesembuhan pasien. Dalam islam, caring perawat yang dilakukan dengan landasan alquran dan sunnah merupakan Caring Islami sebagai bentuk perilaku profesional yang kompeten secara intelektual dari seorang perawat dalam memberikan asuhan keperawatan kepada pasien, keluarga, dan masyaraka yang berlandaskan nilai islami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuai efektivitas buku saku perilaku profesional caring perawat model “PRAKTIS” dalam meningkatkan pengetahuan perawat. Desain penelitian ini merupakan penelitian pre-eksperiment dengan one grup pretest posttest without control group. Hasil penelitian dimana pengetahuan sebelum diberikan intervensi sebagian besar pada kategori kurang (40.0%), kemudian setelah diberikan intervensi meningkat menjadi kategori baik (70.0%). Buku saku model PRAKTIS salah satu media pembelajaran yang dikembangkan untuk meningkatkan pengetahuan perawat terutama tentan perilaku professional caring islami. Dengan perilaku caring yang baik, diharapkan menjadi salah satu komponen meningkatnya angka kesembuhan pasien.  Kata Kunci: Buku Saku, Caring Islami, Pengetahuan, Perawat, PRAKTIS
Efektivitas Model Caring Islami “Praktis” dalam meningkatkan Pengetahuan Perawat Fajar Yousriatin; Hendra Priyatnanto; Nurul Jamil; Florensa Florensa; Lintang Sari
Malahayati Nursing Journal Vol 6, No 10 (2024): Volume 6 Nomor 10 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v6i10.16892

Abstract

ABSTRACT Caring is an attitude that a nurse must have. In Islam, caring is carried out based on Alquran and Sunnah is Islamic Caring as a form of intellectually competent professional behavior from a nurse in providing nursing care to patients, families, and the community with full attention, care, friendliness, empathy, politeness, using communication. therapeutic, and always responsive and alert to provide the best service. This research aims to determine the effectiveness of the "PRACTIS" Islamic caring model in increasing nurses' knowledge about Islamic caring. The design of this research is pre-experiment research with one group pretest and posttest without a control group. The study results showed that knowledge, before the intervention was given, was mostly in the poor category (52.9%), then after being given the intervention it increased to the good category (79.41%). The PRACTIS Islamic caring model is one of the models developed to improve nurses' knowledge about Islamic caring. With good caring behavior, it is hoped that it will be one of the components of increasing patient recovery rates. Key words: Islamic Caring, Nurse, PRAKTIS   ABSTRAK Kepedulian (caring) merupakan sikap yang harus dimiliki oleh seorang perawat. Dalam islam, kepedulian yang dilakukan dengan landasan alquran dan sunnah merupakan Caring Islami sebagai bentuk perilaku profesional yang kompeten secara intelektual dari seorang perawat dalam memberikan asuhan keperawatan kepada pasien, keluarga, dan masyarakat dengan penuh perhatian, peduli, ramah, empati, sopan, menggunakan komunikasi terapeutik, serta selalu tanggap dan sigap dalam rangka memberikan pelayanan yang terbaik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuai efektivitas model caring islami “PRAKTIS” dalam meningkatkan pengetahuan perawat tentang caring islami. Desain penelitian ini merupakan penelitian pre-eksperiment dengan one grup pretest posttest without control group. Hasil penelitian dimana pengetahuan sebelum diberikan intervensi sebagian besar pada kategori kurang (52,9%), kemudian setelah diberikan intervensi meningkat menjadi kategori baik (79.41%). Model caring islami PRAKTIS salah satu model yang dikembangkan untuk meningkatkan pengetahuan perawat tentang caring islami. Dengan perilaku caring yang baik, diharapkan menjadi salah satu komponen meningkatnya angka kesembuhan pasien. Kata kunci: Caring Islami, Perawat, PRAKTIS