Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Perbedaan Orientasi Masa Depan Terkait Pernikahan Pada Wanita Yang Bekerja Dan Wanita Tidak Bekerja Widi Astuti; Siska Siska; Rini Julistia
Jurnal Sublimapsi Vol 4, No 1 (2023): Jurnal Sublimapsi
Publisher : Jurusan Psikologi FKIP Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/sublimapsi.v4i1.35306

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan orientasi masa depan terkait pernikahan pada wanita bekerja dan wanita tidak bekerja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis komparatif. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan uji-t untuk melihat apakah ada perbedaan orientasi masa depan terkait pernikahan pada wanita bekerja dan wanita tidak bekerja. Penelitian ini menggunakan teknik non probability sampling. Jumlah subjek dalam penelitian ini adalah tujuh ratus lima puluh lima orang wanita wanita bekerja dan wanita tidak bekerja. Hasil penelitian terdapat perbedan orientasi masa depan terkait pernikahan pada wanita bekerja dan wanita tidak bekerja dilihat berdasarkan hasil uji hipotesis 0,031. Terdapat selisih nilai yang terlihat ialah dimana wanita bekerja berkategori rendah sedangkan wanita tidak bekerja berkategori tinggi. Hal tersebut dikarenakan wanita bekerja walaupun sudah memiliki pasangan tetap saja menganggap pernikahan bukanlah prioritas utama dalam hidupnya. Sedangkan, Wanita tidak bekerja walaupun belum memiliki pasangan tetapi mereka sudah memiliki gambaran akan pernikahan nantinya. 
THE DESCRIPTION OF SELF CONTROL IN PERPETRATORS OF CYBERBULYING Yara Andita Anastasya; Rini Julistia; Widi Astuti
Psikoislamedia : Jurnal Psikologi Vol 8, No 1 (2023): PSIKOISLAMEDIA:JURNAL PSIKOLOGI
Publisher : State Islamic University (UIN) Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/psikoislamedia.v8i1.15078

Abstract

The use of technology and information can increase the risk of the phenomenon of cyberbullying. One of the factors of cyberbullying is self-control. Individuals with high self-control will be able to instruct and control themselves in facing unexpected situations. In contrast, individuals with low self-control lack instruction and control for themselves; hence they tend to behave negatively. This study engaged a descriptive quantitative method using a cluster random sampling of 100 students. The instrument used in this study was a self-control scale. The data were analyzed by engaging descriptive analysis. The result shows that perpetrators of cyberbullying have moderate self-control. High self-control indicates that students can control their behavior, cognition, and decision. Thus, they can control their behavior in various situations to obtain positive consequences. Low self-control indicates that students do some unacceptable actions to their environment, especially in school. The higher self-control is, the lower the negative behavior individuals will take. Suboptimal self-control is caused by low aspects of self-control in behavior, cognition, and decision. The lowest aspect is behavior control, which means that perpetrators of cyberbullying tend to spend time with their peers. Therefore, self-control does not work optimally.
Psikoedukasi Untuk Meningkatkan Pengetahuan Pada Siswa di Panti Asuhan Dalam Mencegah Terjadinya Kekerasan Seksual Rini Julistia; Zurratul Muna; Yara Andita Anastasya; Zulaikha Masrura; Nadia Safitri
Gotong Royong : Jurnal Pengabdian, Pemberdayaan Dan Penyuluhan Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2023): Gotong Royong (JP3KM) Juni 2023
Publisher : Mata Pena Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51849/jp3km.v2i2.21

Abstract

Panti asuhan Miftahul Jannah merupakan salah satu yayasan yang berada di kecamatan dewantara. Salah satu permasalahan yang terdapat di panti asuhan yaitu anak didik yang berada dipanti asuhan Miftahul Jannah masih tabu mengenai pentingnya pengetahuan mengenai kekerasan seksual. Anak didik di panti asuhan masih minim pengetahuan terkait dampak yang dapat terjadi dari kekerasan seksual, seperti dampak secara fisik dan psikologis. Selain itu anak yang berada dipanti asuhan tersebut tidak mengetahui apa itu kekerasan seksual, bentuk-bentuk serta dampak dari kekerasan seksual. Tujuan kegiatan pengabdian ini dapat memberikan peningkatkan pengetahuan tentang kekerasan seksual, bentuk-bentuk dan langkah yang harus dilakukan jika mengalami kekerasan seksual serta dampak dari kekerasan seksual. Metode pelaksanaan yang dilakukan adalah ceramah, diskusi, tanya jawab, serta focus group discussion. Kegiatan ini terbagi menjadi 3 sub bagian yakni kegiatan pree-test terlebih dahulu untuk melihat pengetahuan peserta didik dipanti asuhan terkait dengan kekerasan seksual. Kemudian kegiatan kedua yaitu pemberian psikoedukasi terkait kekerasan seksual dan kegiatan ketiga yaitu post-test untuk mengukur tingkat pemahaman dan pengetahuan terkait materi kekerasan seksual. Hasil dari kegiatan ini yaitu terdapat peningkatan pengetahuan anak di Panti asuhan sebelum dan sesudah dilakukannya psikoedukasi. Hasil ini dapat disimpukan bahwa anak panti asuhan memperoleh dampak terkait dengan psikoedukasi yang diberikan.
Pendampingan Deteksi Perkembangan Psikologis Siswa dan Pembelajaran Berbasis Steam bagi Guru Tk untuk Meningkatkan Keterampilan Guru Menciptakan Pembelajaran Kreatif pada Kurikulum Merdeka Zurratul Muna; Rini Julistia; Dwi Iramadhani; Kurnia Afdola Haryanti; Dirta Widratul Ula
Gotong Royong : Jurnal Pengabdian, Pemberdayaan Dan Penyuluhan Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2024): Gotong Royong (JP3KM) Desember 2024
Publisher : Mata Pena Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51849/jp3km.v4i1.51

Abstract

Jumlah anak berkebutuhan khusus yang masuk TK terus meningkat, mulai dari kasus ringan hingga berat, dan sering kali tanpa pemberitahuan sebelumnya dari orang tua tentang kondisi anak mereka. Situasi ini menimbulkan tantangan serius bagi guru yang tidak memiliki pengetahuan atau keterampilan khusus untuk mendeteksi dan menangani kebutuhan psikologis anak-anak. Permasalahan yang terjadi pada mitra (1) tidak semua guru berlatar belakang pendidikan anak usia dini, (2) guru belum memiliki kemampuan untuk mengidentifikasi kebutuhan khusus, (3) tidak semua guru sudah mampu menerapkan metode STEAM dalam proses belajar. Keterbatasan guru dalam mengidentifikasi anak dengan kebutuhan khusus serta belum semua guru dapat menerapkan metode STEAM dalam proses belajar sehingga Solusi yang tepat yaitu Pendampingan Deteksi Perkembangan Psikologis Siswa Dan Pembelajaran Berbasis Steam Bagi Guru Tk Untuk Meningkatkan Keterampilan Guru Menciptakan Pembelajaran Kreatif Pada Kurikulum Merdeka. Program pendampingan ini memiliki tujuan untuk mendampingi guru dalam mengidentifikasi anak usia dini yang mengalami keterlambatan dalam proses perkembangan sehingga guru cepat mengetahui kondisi anak. Selain itu kreatifitas yang dimiliki guru dalam mengembangkan dan mengemas pembelajaran juga akan memudahkan proses belajar mengajar disekolah, salah satu caranya ialah dengan menggunakan STEAM dalam mengajar. Kegiatan pengabdian ini memberikan hasil bahwa adanya peningkatan motivasi guru sebelum dan sesudah diberikan program pelatihan sebesar 96,95%. Kemudian guru jadi lebih mengenal anak-anak yang mengalami keterlambatan dalam belajar dan mereka juga merasa lebih penting jika proses belajar harus kreatif. Agar siswa menjadi lebih tertarik dalam belajar dan stimulus atau pembelajaran yang diberikan lebih mudah di fahami oleh siswa.