Tri Wahyu Handayani
Program Studi Teknik Arsitektur ; Fakultas Teknik, Perencanaan Dan Arsitektur ; Universitas Winaya Mukti, Bandung

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

ANALISIS POLA KAMPUNG SENTRA TAHU CIBUNTU, BANDUNG Tri Wahyu Handayani
Jurnal Arsitektur Archicentre Vol. 4 No. 2 (2021): Jurnal Arsitektur Archicentre
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Sains dan Teknik (F-INTEN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (520.791 KB)

Abstract

Kampung Cibuntu merupakan kampung dengan komunitas pengrajin tahu yang berada di kota Bandung. Mayoritas warga kampung Cibuntu memiliki pekerjaan di bidang pengrajin tahu serta hal-hal yang mendukung dalam proses pengelohan serta distribusi tahu, seperti penyedia gas dan kayu bakar, penyedia biji kedelai, ataupun penjual tahu. Penelitian “Analisis Pola Kampung Sentra Tahu Cibuntu, Bandung” adalah mengamati permasalahan dalam hal pola ruang pabrik dan hunian, pengadaan air bersih dan pengolahan limbah tahu, sirkulasi dan distribusi bahan baku kedelai, hingga tahu jadi. Penelitian juga melakukan studi banding antara pabrik besar dan industri rumahan yang berbeda dalam beberapa komponen produksi tahu. Metode penelitian merupakan penelitian kualitatif dan tabulasi perbandingan antara industri besar dan rumahan. Kesimpulan yang diperoleh berupa temuan dan usulan terutama dalam hal pengolahan limbah tahu agar tidak mencemari air permukaan dan sungai.
KAJIAN PEMBANGUNAN LANDMARK & RTH DENGAN PENDEKATAN DESAIN KEARIFAN LOKAL DI KAWASAN STRATEGIS BANTEN Andiyan Andiyan; Tita Cardiah; Tri Wahyu Handayani
NALARs Vol 21, No 2 (2022): NALARs Volume 21 Nomor 2 Juli 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/nalars.21.2.97-104

Abstract

ABSTRAK. Peraturan Provinsi Banten No. 2 tahun 2011 Dijelaskan bahwa Daerah Strategis Provinsi adalah wilayah yang perencanaan tata ruang tersebut diprioritaskan karena memiliki pengaruh yang sangat penting dalam lingkup provinsi ekonomi, sosial, budaya, dan / atau lingkungan.Metode penelitian dilakukan adalah penelitain gabungan seperti data primer (Survey,pengukuran,pengambilan foto dengan drone) sedangkan data sekunder (regulasi dinas setempat,kearifan lokal banten).Hasil dari penelitian dalam rangka mendukung pengembangan kawasan strategis provinsi maka diupayakan pembangunan infrastruktur yang merupakan motor penggerak suatu kawasan sebagai bagian terintegrasi antara pembangunan nasional dan roda pertumbuhan ekonomi.Maka perlu sebuah identitas Kawasan sebagai pembatas dalam sebuah Kawasan, dengan adanya RTH dan Landmark Kawasan sebagai pembatasa di 3 perbatasan Banten-Jawa barat, Banten-Lampung dan Banten Jakarta.Dengan dasar konsep Landmark dengan menerepakan kearifan local pada Sculpture dengan motif/bentuk dan bahan kearifan lokal pada Landmark.Kesimpulan dari penelitian ini dimana dapatmemberikan sebuah konsep desain pada RTH dan Landmark sebagai identitas dan perbatasan dengan wilayah provinsi lain dengan khas/kearifanlokal yang ada dibanten yang diterapkan dalam desain RTH dan Landmark.Kata kunci: Kawasan, Infrastruktur, Prioritas, StrategisABSTRACT. Banten Province Regulation No. 2 of 2011 It is explained that the Provincial Strategic Region is an area where spatial planning is prioritized because it significantly influences the province's economic, social, cultural, and/ or environmental scope. The research method is carried out by combining primary data (Surveys, measurements, taking photos with drones) and secondary data (regulations of local offices, local wisdom of Banten). The research results support the development of the province's strategic areas. Efforts are made to develop infrastructure, which is the driving force of an area as an integrated part of national development and the wheels of economic growth. Need a regional identity as a barrier in a room, with the existence of green open space and regional landmarks as boundaries on the three borders of Banten-West Java, Banten-Lampung, and Banten Jakarta. Based on the concept of Landmarks by applying local wisdom to Sculpture with motifs/shapes and materials local wisdom on Landmarks. The conclusion from this research is that it can provide a design concept for green open space and landmarks as identities and borders with other provincial areas with local characteristics/wisdom that exist in Banten, which are applied in the design of green open space and landmarks. Keywords: Area, Infrastructure, Priority, Strategic
Kajian Konsep Kearifan Lokal Pada Perancangan Kantor Bupati Kabupaten Bandung Tri Wahyu Handayani
GEOPLANART Vol 2, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Winaya Mukti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (574.286 KB) | DOI: 10.35138/gp.v2i2.186

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang transformasi penerapan unsur kearifan lokal pada gedung kantor Bupati Bandung. Alasan pemilihan topik berkaitan dengan adanya pemekaran wilayah dan banyaknya perancangan gedung baru yang tidak semua mencirikan karakter arsitektur tradisional atau arsitektur setempat. Transformasi yang terjadi dapat menjadi sebuah desain baru, dapat juga mencerminkan ciri khas bangunan tradisional yang sesuai dengan daerah bangunan yang sedang dikaji. Teori Transforming Tradition Methods ATUMICS digunakan untuk mengkaji pencapaian kearifan lokal yang di terapkan pada gedung kantor Bupati Bandung. Kesimpulan penelitian agar desain kantor pemerintah di wilayah pemekaran bisa mewakili karakter arsitektur setempat.
PERALIHAN FUNGSI BANGUNAN DI KORIDOR JALAN L.L.R.E MARTADINATA KOTA BANDUNG Tri Wahyu Handayani
GEOPLANART Vol 1, No 1 (2017): Edisi Mei
Publisher : Universitas Winaya Mukti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (985.61 KB) | DOI: 10.35138/gp.v1i1.144

Abstract

Koridor jalan L.L.R.E. Martadinata di masa pemerintahan Hindia Belanda merupakan kawasan hunian kolonial dengan mayoritas bangunan berupa rumah tinggal dan villa. Perkembangan ekonomi dan pariwisata di Bandung mengakibatkan banyaknya perubahan fungsi pada bangunan. Elemen fasad bangunan merupakan unsur yang paling mudah diamati bila ada perubahan fungsi bangunan. Pengolahan elemen fasad dan bentuk bangunan pada beberapa kawasan di Bandung terikat oleh peraturan mengenai konservasi kawasan dan bangunan cagar budaya. Saat ini koridor jalan L.L.R.E. Martadinata termasuk ke dalam salah satu kawasan cagar budaya di Bandung dan banyak bangunan-bangunan yang telah mengalami perubahan bentuk dan elemen fasad. Dengan adanya bangunan-bangunan baru dan perubahan elemen fasad bangunan yang terjadi di sana, kawasan Jalan L.L.R.E. Martadinata hendaknya masih memiliki identitasnya sebagai satu kawasan ikonik di kota Bandung meski memiliki fungsi-fungsi bangunan yang telah berubah. Metode yang dilakukan dalam penyelesaian masalah adalah secara deskriptif analitis meliputi metode kualitatif dan kuantitatif dan observasi secara langsung. Diharapkan kajian mengenai peralihan fungsi pada massa bangunan di koridor jalan L.L.R.E. Martadinata dapat menjadi acuan dalam desain bangunan. Selain itu, unsur tambahan sebaiknya adaptif terhadap lingkungan dengan tidak menghilangkan identitas arsitektur asli, sesuai dengan nilai sejarah, ilmu pengetahuan, dan kebudayaan.