Tri Wahyu Handayani
Program Studi Teknik Arsitektur ; Fakultas Teknik, Perencanaan Dan Arsitektur ; Universitas Winaya Mukti, Bandung

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Geoplanart

Kajian Konsep Kearifan Lokal Pada Perancangan Kantor Bupati Kabupaten Bandung Tri Wahyu Handayani
GEOPLANART Vol 2, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Winaya Mukti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (574.286 KB) | DOI: 10.35138/gp.v2i2.186

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang transformasi penerapan unsur kearifan lokal pada gedung kantor Bupati Bandung. Alasan pemilihan topik berkaitan dengan adanya pemekaran wilayah dan banyaknya perancangan gedung baru yang tidak semua mencirikan karakter arsitektur tradisional atau arsitektur setempat. Transformasi yang terjadi dapat menjadi sebuah desain baru, dapat juga mencerminkan ciri khas bangunan tradisional yang sesuai dengan daerah bangunan yang sedang dikaji. Teori Transforming Tradition Methods ATUMICS digunakan untuk mengkaji pencapaian kearifan lokal yang di terapkan pada gedung kantor Bupati Bandung. Kesimpulan penelitian agar desain kantor pemerintah di wilayah pemekaran bisa mewakili karakter arsitektur setempat.
PERALIHAN FUNGSI BANGUNAN DI KORIDOR JALAN L.L.R.E MARTADINATA KOTA BANDUNG Tri Wahyu Handayani
GEOPLANART Vol 1, No 1 (2017): Edisi Mei
Publisher : Universitas Winaya Mukti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (985.61 KB) | DOI: 10.35138/gp.v1i1.144

Abstract

Koridor jalan L.L.R.E. Martadinata di masa pemerintahan Hindia Belanda merupakan kawasan hunian kolonial dengan mayoritas bangunan berupa rumah tinggal dan villa. Perkembangan ekonomi dan pariwisata di Bandung mengakibatkan banyaknya perubahan fungsi pada bangunan. Elemen fasad bangunan merupakan unsur yang paling mudah diamati bila ada perubahan fungsi bangunan. Pengolahan elemen fasad dan bentuk bangunan pada beberapa kawasan di Bandung terikat oleh peraturan mengenai konservasi kawasan dan bangunan cagar budaya. Saat ini koridor jalan L.L.R.E. Martadinata termasuk ke dalam salah satu kawasan cagar budaya di Bandung dan banyak bangunan-bangunan yang telah mengalami perubahan bentuk dan elemen fasad. Dengan adanya bangunan-bangunan baru dan perubahan elemen fasad bangunan yang terjadi di sana, kawasan Jalan L.L.R.E. Martadinata hendaknya masih memiliki identitasnya sebagai satu kawasan ikonik di kota Bandung meski memiliki fungsi-fungsi bangunan yang telah berubah. Metode yang dilakukan dalam penyelesaian masalah adalah secara deskriptif analitis meliputi metode kualitatif dan kuantitatif dan observasi secara langsung. Diharapkan kajian mengenai peralihan fungsi pada massa bangunan di koridor jalan L.L.R.E. Martadinata dapat menjadi acuan dalam desain bangunan. Selain itu, unsur tambahan sebaiknya adaptif terhadap lingkungan dengan tidak menghilangkan identitas arsitektur asli, sesuai dengan nilai sejarah, ilmu pengetahuan, dan kebudayaan.