Koridor jalan L.L.R.E. Martadinata di masa pemerintahan Hindia Belanda merupakan kawasan hunian kolonial dengan mayoritas bangunan berupa rumah tinggal dan villa. Perkembangan ekonomi dan pariwisata di Bandung mengakibatkan banyaknya perubahan fungsi pada bangunan. Elemen fasad bangunan merupakan unsur yang paling mudah diamati bila ada perubahan fungsi bangunan. Pengolahan elemen fasad dan bentuk bangunan pada beberapa kawasan di Bandung terikat oleh peraturan mengenai konservasi kawasan dan bangunan cagar budaya. Saat ini koridor jalan L.L.R.E. Martadinata termasuk ke dalam salah satu kawasan cagar budaya di Bandung dan banyak bangunan-bangunan yang telah mengalami perubahan bentuk dan elemen fasad. Dengan adanya bangunan-bangunan baru dan perubahan elemen fasad bangunan yang terjadi di sana, kawasan Jalan L.L.R.E. Martadinata hendaknya masih memiliki identitasnya sebagai satu kawasan ikonik di kota Bandung meski memiliki fungsi-fungsi bangunan yang telah berubah. Metode yang dilakukan dalam penyelesaian masalah adalah secara deskriptif analitis meliputi metode kualitatif dan kuantitatif dan observasi secara langsung. Diharapkan kajian mengenai peralihan fungsi pada massa bangunan di koridor jalan L.L.R.E. Martadinata dapat menjadi acuan dalam desain bangunan. Selain itu, unsur tambahan sebaiknya adaptif terhadap lingkungan dengan tidak menghilangkan identitas arsitektur asli, sesuai dengan nilai sejarah, ilmu pengetahuan, dan kebudayaan.
Copyrights © 2017