Desa Benjor memiliki potensi yang besar dalam pengembangan komoditas kopi, namun pemanfaatan lahan berkontur miring, pengelolaan logistik hasil panen, dan pemasaran produk masih belum optimal sehingga berdampak pada rendahnya produktivitas dan nilai tambah ekonomi masyarakat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk penguatan manajemen logistik hasil panen, dan pengembangan strategi pemasaran produk kopi. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan Participatory Rural Appraisal (PRA) yang melibatkan masyarakat secara aktif melalui tahapan observasi, sosialisasi, pelatihan, pendampingan, serta monitoring dan evaluasi. Materi yang diberikan meliputi pengelolaan logistik pascapanen, pengendalian persediaan, pengemasan produk, serta pemasaran digital. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam menerapkan sistem terasiring, mengelola logistik hasil panen, serta memasarkan produk kopi secara lebih efektif. Tingkat pemahaman mengenai pengelolaan logistik dan pemasaran produk mengalami peningkatan berdasarkan hasil evaluasi pascakegiatan. Selain itu, kelompok tani mulai menerapkan pencatatan persediaan sederhana, memperbaiki sistem pengemasan produk, dan memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi. Integrasi antara konservasi lahan, manajemen logistik, dan pemasaran terbukti mampu memperkuat kapasitas masyarakat dalam mengelola usaha kopi secara lebih produktif, efisien, dan berorientasi pasar. Program ini menghasilkan model pemberdayaan masyarakat berbasis manajemen logistik yang berpotensi direplikasi pada wilayah penghasil kopi dengan karakteristik serupa guna mendukung pengembangan ekonomi lokal yang berkelanjutan.