Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Persentase Penyakit yang disebabkan oleh Jamur pada Buah Cabai Merah (Capsicum annuum L.) di Desa Serang Kecamatan Karangreja Kabupaten Purbalingga Bella Ajeng Ayu Kirana; Eddy Tri Sucianto; Aris Mumpuni
BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed Vol 2 No 4 (2020): BioEksakta
Publisher : Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.bioe.2020.2.3.3389

Abstract

Cabai merah (Capsicum annuum L.) merupakan salah satu tanaman hortikultura yang penting dalam kehidupan sehari-hari. Kebutuhan cabai merah kian hari terus meningkat karena banyaknya yang memanfaatkan sebagai bahan dasar untuk pembuatan berbagai jenis makanan. Cabai merah juga banyak dimanfaatkan sebagai bahan baku industri pangan dan farmasi. Penduduk di Desa Serang, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga umumnya berprofesi sebagai petani. Para petani mengalami beberapa kendala dalam meningkatkan produksi tanaman cabai merah (C. annuum L.) karena adanya organisme pengganggu tanaman seperti hama dan patogen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis penyakit yang disebabkan oleh jamur pada buah cabai merah (C. annuum L.), mengetahui jamur yang menyebabkan penyakit pada buah cabai merah (C. annuum L.) serta mengetahui besarnya nilai persentase penyakit yang disebabkan oleh jamur pada buah cabai merah (C. annuum L.) di Desa Serang, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode survai dengan pengambilan sampel secara random sampling pada 2 lokasi berbeda di Desa Serang, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga. Identifikasi penyakit dilakukan dengan melihat tanda dan gejala. Identifikasi jamur dilakukan dengan melihat karakterisitik secara mikroskopis dan makroskopis, kemudian dihitung persentase penyakit pada buah cabai merah (C. annuum L.), selanjutnya dilakukan uji Postulat Koch. Hasil penelitian ini diperoleh satu jenis penyakit yang terdapat pada buah cabai merah (C. annuum L.) di Desa Serang, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga yaitu penyakit antraknosa yang disebabkan oleh jamur Colletotrichum sp. Persentase penyakit antraknosa yang disebabkan oleh jamur Colletotrichum sp sebesar 51,1%.
Genera Jamur Patogen dan Persentase Penyakit Bercak Daun yang ditemukan pada Pertanaman Sawi Hijau (Brassica juncea) di Desa Serang, Kecamatan Karangreja, Purbalingga Nia Sri Hartatik; Eddy Tri Sucianto; Endang Sri Purwati
BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed Vol 2 No 3 (2020): BioEksakta
Publisher : Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.bioe.2020.2.3.3387

Abstract

Green mustard (Brassica juncea) is an annual or horticultural plant of the Brassica genus. The purpose of this research is to knowledge the type of fungi that cause leaf spot disease on green mustard plants and to know the large percentage of leaf spot diseases caused by fungus on mustard greens in Serang Village, Karangreja District, Purbalingga. This research is used survey method by taking purposive random sampling at two different locations. The type of fungus that causes leaf spot disease on (B. juncea) mustard green can be identified by isolating the part of plants are sick then identified. Identification of fungi is doing by two stages of observation, that is observation macromorphological characters and micromorphological characters. Observation of macromorphological characters includes colony color, colony shape, the edge of colony shape and colony reverse color. Observation of the micromorphology character includes the presence of hyphae, hyphae (insulated or non-insulated), conidia shape, conidia color, additional devices and conidiophores. The next stage to find out the type of fungus that causes leaf spot disease is Koch's Postulate.The results obtained there is one type of disease in green mustard plants. Leaf spot is one of the diseases of mustard greens caused by the fungus Alternaria sp, with a frequency of leaf spot disease as many as 196 times, and the percentage of disease of 51,30%.
Identifikasi Jamur Penyebab Penyakit pada Tanaman Sawi Putih (Brassica rapa L.) dan Persentase Penyakitnya di Desa Serang Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga Siti Hanifah Nur Apriliani; Eddy Tri Sucianto; Endang Sri Purwati
BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed Vol 2 No 4 (2020): BioEksakta
Publisher : Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.bioe.2020.2.3.3394

Abstract

Sawi putih (Brassica rapa L.) adalah sekelompok tumbuhan dari marga Brassica yang dimanfaatkan daunnya sebagai bahan pangan (sayuran), baik segar maupun diolah. Sawi putih termasuk ke dalam tanaman hortikultura yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Beberapa spesies dari genus Brassica memiliki kemiripan satu sama lain. Sawi memiliki kandungan nutrisi seperti kalsium, asam folat, dan magnesium serta vitamin A, B, C, E, dan K. Petani di desa Serang memiliki masalah tidak hanya di bidang biaya produksi, tetapi juga pernah mengalami kegagalan panen akibat penyakit yang disebabkan oleh mikroorganisme, sehingga perlu adanya pengendalian untuk meningkatkan produktivitas tanaman sawi putih. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis penyakit yang disebabkan oleh jamur pada tanaman sawi putih, mengetahui jamur yang menyebabkan penyakit pada tanaman sawi putih serta mengetahui persentase kemunculan jamur penyebab penyakit pada tanaman sawi putih di desa Serang Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga. Penelitian ini menggunakan metode survey dengan pengambilan sampel secara purposive random sampling pada dua lokasi yang berbeda di Desa Serang Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga. Identifikasi penyakit dilakukan dengan melihat tanda serta gejala secara makroskopis, sedangkan jamur penyebab penyakit diamati karakter mikromorfologi dan makromorfologinya. Identifikasi, dilanjutkan dengan Postulat Koch. Hasil penelitian di Desa Serang Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga didapatkan jenis penyakit pada tanaman sawi putih adalah penyakit layu daun dan bercak daun. Penyakit layu daun disebabkan oleh jamur Fusarium sp. dan penyakit bercak daun disebabkan oleh Botryodiplodia sp. Penyakit yang paling banyak muncul pada tanaman sawi putih yaitu penyakit layu daun oleh Fusarium sp dengan frekuensi kemunculan sebanyak 199 kali dan persentase penyakit sebesar 50,95% dan frekuensi kemuncula untuk bercak daun Botryodiplodia sp. sebanyak 70 kali dan persentase penyakit sebesar 17,9%.
Identifikasi Jamur Patogen dan Tingkat Persentase Penyakit pada Tanaman Selada (Lactuca sativa L.) di Sentra Tanaman Sayur Desa Serang, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga Agustina Nursanti; Eddy Tri Sucianto; Aris Mumpuni
BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed Vol 3 No 1 (2021): BioEksakta
Publisher : Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.bioe.2020.2.3.3396

Abstract

Selada (Lactuca sativa L.) merupakan tanaman sayuran daun dari family Compositae (Asteraceae) yang mempunyai nilai ekonomis tinggi. Selada mengandung banyak mineral dan vitamin yang berguna untuk kesehatan. Tanaman selada memiliki daun yang berombak, bergerigi, berwarna hijau segar dan ada juga yang berwarna merah. Terdapat beberapa kendala dalam budidaya tanaman selada diantarnya adalah gangguan hama dan penyakit seperti siput, nematoda, busuk daun, dan busuk akar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis jamur patogen penyebab penyakit dan tingkat persentase penyakit pada tanaman Selada di Desa Serang, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga. Penelitian ini menggunakan metode survey dengan pengambilan sampel yang dilakukan secara purposive random sampling di dua lokasi yang berbeda. Proses identifikasi dilakukan dengan pengamatan secara makroskopis dan mikroskopis. Hasil pengamatan dideterminasi dengan buku identifikasi dan dilanjutkan dengan uji Postulat Koch. Hasil penelitian di Sentra Tanaman Sayur Desa Serang, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga, didapatkan jenis penyakit selada adalah penyakit busuk daun (bottom rot) dan bercak daun. Penyakit busuk daun disebabkan oleh jamur Rhizoctonia sp. dan penyakit bercak daun disebabkan oleh jamur Nigrospora sp. Penyakit yang paling banyak muncul pada tanaman selada yaitu penyakit busuk daun oleh Rhizoctonia sp. dengan frekuensi kemunculan sebanyak 206 kali dan rata-rata persentase penyakit sebesar 52,79%.