Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENGARUH STARVASI RANSUM PAKAN TERHADAP PERTUMBUHAN, SINTASAN, DAN PRODUKSI UDANG VANAMEI (Litopenaeus vannamei) DALAM WADAH TERKONTROL Suwardi Tahe
Jurnal Riset Akuakultur Vol 3, No 3 (2008): (Desember 2008)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1283.453 KB) | DOI: 10.15578/jra.3.3.2008.401-412

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengurangan ransum pakan secara periodik terhadap pertumbuhan, sintasan, produksi, rasio konversi pakan, dan efisiensi pakan pada pemeliharaan udang vanamei dalam wadah terkontrol. Penelitian dilakukan menggunakan 12 akuarium berukuran 50 cm x 75 cm x 60 cm dan dilengkapi dengan sistem aerasi. Hewan uji adalah pascalarva udang vanamei dengan bobot awal rata-rata 0,18 ± 0,02 g yang ditebar dengan kepadatan 50 ekor/akuarium. Rancangan penelitian adalah rancangan acak lengkap dengan empat perlakuan yang masing-masing perlakuan terdiri atas tiga ulangan. Perlakuan yang diujikan adalah starvasi (pemuasaan) melalui pengurangan ransum pakan secara periodik yaitu A) pengurangan ransum pakan 75%, B) pengurangan ransum pakan 50%, C) pengurangan ransum pakan 25%, dan D) kontrol (tanpa pengurangan ransum pakan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengurangan ransum pakan secara periodik tidak berpengaruh nyata (P > 0,05) terhadap pertambahan bobot biomassa, laju pertumbuhan harian, sintasan, produksi, dan rasio konversi pakan serta mampu meningkatkan efisiensi pakan sekitar 16,04%—21,97%. Penghematan penggunaan pakan untuk udang vanamei dapat dilakukan dengan pengurangan ransum pakan hingga 75% bobot biomassa/minggu.The aim of this study was to know the effect of starvation period by a gradual decrease in feed amounts on the growth, survival rate, productivity, food conversion ration (FCR), and food efficiency rate of white leg shrimp (Litopenaeus vannamei) in controlled containers. Twelve of 50 cm x 75 cm x 60 cm aquaria with aeration systems were used in this experiment. In each aquarium, we stocked 50 post larvae (PL) with average weight of 0.18 ± 0.02 g. Four treatments, comprising, A) a 75% decrease in feed, B) a 50% decrease in feed, C) a 25% decrease in feed, and D) control (without feed reduction) with three replications were employed in the experiment following complete randomized design (DSG). The results showed that a gradual decrease in feed amounts had no significant influence on the increase of the body weight, daily growth rates, survival rates, production, and FCR of the shrimp. The results offer the possibility of increasing feed efficiency up to about 16.04% to 21.97%. It is recommended that the efficiency of feeding rate of white leg shrimp can be obtained through a decrease of feed amount up to 75%.
PERTUMBUHAN DAN SINTASAN UDANG VANAME (Litopenaeus vannamei) DENGAN KOMBINASI PAKAN BERBEDA DALAM WADAH TERKONTROL Suwardi Tahe; Hidayat Suryanto Suwoyo
Jurnal Riset Akuakultur Vol 6, No 1 (2011): (April 2011)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (100.745 KB) | DOI: 10.15578/jra.6.1.2011.31-40

Abstract

Pakan merupakan satu di antara faktor yang perlu diperhatikan dalam sistem budidaya udang di tambak, karena berpengaruh terhadap pertumbuhan, sintasan, dan efisiensi biaya produksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kombinasi pakan yang tepat terhadap pertumbuhan dan sintasan udang vaname (Litopenaeus vannamei). Penelitian dilaksanakan di Instalasi Perbenihan Balai Riset Perikanan Budidaya Air Payau. Wadah yang digunakan adalah bak fiber glass ukuran 1 m x 1 m x 0,7 m sebanyak 9 buah. Setiap bak diisi air laut salinitas 32 ppt sebanyak 500 L dan dilengkapi 1 buah aerasi. Hewan uji yang digunakan adalah tokolan udang vaname dengan bobot rata-rata 0,45 g/ekor dan ditebar kepadatan 100 ekor/bak. Penelitian diset menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 3 perlakuan yaitu: (A) pakan PV 100%, (B) pakan PV 75% + pakan EB 25%, dan (C) pakan PV 50% + EB 50%, masing-masing perlakuan diulang tiga kali. Selama pemeliharan 85 hari, udang diberi pakan dosis 50-5% dari total bobot biomassa/hari. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa kombinasi pakan berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap pertumbuhan, sintasan, rasio konversi pakan, dan produksi udang vaname. Pertumbuhan dan sintasan udang vaname terbaik yaitu masing-masing 6,31g dan 86% diperoleh pada perlakuan B bila dibanding perlakuan lainnya.
PENGARUH PADAT TEBAR BERBEDA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN SINTASAN RAJUNGAN ( Portunus pelagicus ) DI TAMBAK Suharyanto Suharyanto; Suwardi Tahe
Jurnal Riset Akuakultur Vol 2, No 1 (2007): (April 2007)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (96.536 KB) | DOI: 10.15578/jra.2.1.2007.19-25

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan padat tebar optimal rajungan (Portunus pelagicus) yang dibesarkan di tambak. Penelitian ini dilaksanakan di Instalasi Tambak Percobaan Balai Riset Perikanan Budidaya Air Payau Maranak, Maros selama 98 hari. Tambak yang digunakan adalah berukuran 100 m2 tiga petak, 125 m2 tiga petak, dan tiga petak yang lain berukuran 150 m2. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok, dengan masing-masing luasan tambak 100, 125, dan 150 m2 sebagai kelompok. Perlakuan yang diaplikasikan adalah padat tebar 1 ind./m2, 3 ind./m2, dan 5 ind./m2 berukuran lebar karapas rata-rata 3,9 ± 0,6 cm dan bobot 8,3 ± 1,3 g; masing-masing tiga kali ulangan. Selama pemeliharan diberikan pakan ikan rucah dengan dosis 5% dari total biomassa per hari. Parameter yang diamati adalah pertumbuhan lebar karapas, bobot, dan sintasan serta produksi. Selama percobaan beberapa kualitas air diamati. Hasil penelitian menunjukkan bahwa padat tebar tidak berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan lebar karapas dan bobot rajungan yang dibesarkan di tambak (P>0,05) tetapi berpengaruh nyata terhadap sintasan dan produksi (P<0,05). Perlakuan yang tertinggi sintasannya diperoleh pada perlakuan 1 ind./m2, yaitu 10,7%.The aim of this experiment was to find out the optimal stocking density of swimming crabs ( Portunus pelagicus ) reared in brackishwater ponds. The research was conducted in research station of Research Institute for Brackishwater Aquaculture Maranak, Maros, South Sulawesi for 98 days. Nine brackishwater ponds were used in this research and the dimension were 100 m2, 125 m2, and 150 m2, three brackishwater ponds, respectively. Experimental design used the Block Randomized Design, stocking densities were applied 1, 3, and 5 ind./m2 with three replicates respectively, average size of 3.9 ± 0.6 cm in carapace width and 8.3 ± 1.3 g in body weigth. During the rearing the crabs were fed with trace fish given of twice a day, dosage 5% of total body weight a day. During the experiment, the determined parameters were carapace width, survival rate and production. The result showed that the effect of stocking density not significantly different on the growth of carapace width and weight (P>0.05) but the survival rate was significantly different (P<0.05). The highest survival rate obtained on the treatment of 1 ind./m2, it was 10.7%.
PENGGUNAAN PHENOXY ETHANOL, SUHU DINGIN, DAN KOMBINASI SUHU DINGIN DENGAN PHENOXY DALAM PEMBIUSAN BANDENG UMPAN Suwardi Tahe
Media Akuakultur Vol 3, No 2 (2008): (Desember 2008)
Publisher : Pusat Riset Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (35.438 KB) | DOI: 10.15578/ma.3.2.2008.133-136

Abstract

Usaha penangkapan tuna dan cakalang semakin berkembang dan penggunaan bandeng umpan hidup kian marak. Kendala dalam penanganan umpan hidup adalah penanganan sewaktu panen dan pengangkutan sampai ke lokasi penangkapan. Untuk itu telah dilakukan pengangkutan bandeng umpan dengan phenoxy ethanol (200 mg/L), suhu dingin (23°C), dan kombinasi suhu dingin dengan phenoxy ethanol dalam berbagai kepadatan yaitu 5, 10, dan 15 ekor/5L yang dirancang dengan acak lengkap pola faktorial masing-masing tiga ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah kepadatan yang baik adalah berkisar 5--10 ekor/5L dan pengangkutan dengan suhu dingin dan kombinasi suhu dingin dan phenoxy ethanol dapat diaplikasikan oleh pengguna, karena sintasan didapat antara 90%--100% dengan durasi sedatif 6 jam.