Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

DINAMIKA KONFLIK AGRARIA DALAM KEHIDUPAN SOSIAL MASYARAKAT SENDANGAYU DAN SURABAYA KECAMATAN PADANGRATU Putut Ary Sadewo; Sudjarwo Sudjarwo; Darsono Darsono
Jurnal Studi Sosial / Journal of Social Studies Vol 2, No 4 (2014): Jurnal Studi Sosial
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine how the dynamics of agrarian conflict in the social life of the community at Sendang Ayu and Surabaya village, district of Padang Ratu Lampung Tengah. This study used a qualitative approach with case study methods, the method of collecting data is using interviews. The results of this study indicate that the dynamics of agrarian conflict in the social life of the community at Sendang Ayu and Surabaya village: The dynamics of the conflict occurred since 1970, the conflict led to conflict of open and closed. The cause of the conflict is not in accordance with the land lease agreement early. The companies, commit violence againt the citizens to control the land. The companies, resident of three villages and local government have been several times to negotiate. As a result of the long time conflict that give birth to three effects of social, economic, and environmental impacts.Penelitian ini bertujuan, untuk mengetahui bagaimana dinamika konflik agraria dalam kehidupan sosial masyarakat desa Sendang Ayu dan Surabaya Kecamatan Padang Ratu Lampung Tengah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan metode case study. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dinamika konflik agraria dalam kehidupan sosial masyarakat desa Sendang Ayu dan Surabaya yaitu: Dinamika konflik terjadi sejak tahun 1970, konflik melahirkan konflik terbuka dan tertutup. Penyebab konflik yaitu sewa tanah tidak sesuai perjanjian awal. Pemicu terjadinya konflik yaitu perusahaan melakukan cara-cara kekerasan terhadap warga untuk menguasai tanah. Penyelesaian konflik dilakukan antara perusahaan, warga tiga desa dan pemerintah daerah melalui perundingan. Dampak konflik yang berkepanjangan, melahirkan tiga dampak, yaitu dampak sosial, ekonomi, dan lingkungan.Kata kunci: dampak, dinamika, konflik
Gastronomy In The Perspective Of Local Wisdom Of Lampung Community Sadewo, Putut Ary; Maftuh, Bunyamin; Setiadi, Elly Malihah; Sundawa, Dadang
Jurnal Mamangan Vol 13, No 2 (2024): Jurnal Ilmu Sosial Mamangan Accredited 2 (SK Dirjen Ristek Dikti No. 0173/C3/DT
Publisher : LPPM Universitas PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22202/mamangan.v13i2.8866

Abstract

Gastronomy is a study that covers various aspects such as food, culture, history, and identity of a society. In Lampung society, gastronomy is closely related to local values called piil pesenggiri, which is a philosophy of life that emphasizes honor, dignity, and social solidarity. This study aims to understand the relationship between traditional Lampung cuisine and the values of piil pesenggiri in building the cultural identity of the local community. Traditional foods such as seruit, tempoyak, and kemplang crackers are not just dishes, but also a medium to maintain togetherness and social harmony. With a qualitative approach through literature studies and interviews with Lampung community leaders, this study found that values such as deliberation, togetherness, and respect for nature are manifested in the practice of serving, consuming, and preserving traditional foods. This shows that gastronomy is not only part of culture, but also a tool to strengthen local identity and preserve local wisdom in facing changing times. This study shows that culinary in Lampung society has a broader role than just fulfilling food needs. This cuisine also reflects the local wisdom contained in the philosophy of Piil Pesenggiri, which emphasizes the values of honor, togetherness, and responsibility. The novelty of this study Food in Lampung has a deep symbolic meaning, especially in various traditional events, such as weddings and thanksgiving, where food serves to strengthen social relationships and show respect to guests.
PEMERINTAHAN DAERAH DI INDONESIA: BENTUK, SUSUNAN, DAN PERANNYA DALAM PEMBANGUNAN Nurul Aini; Dhea Novitasari; Izwah Marhamah; Malikah Alya Azzahra; Anisa Dwi Lestari; Alvina Juliani Bahri; Andita Novaliana; Zazkia Falia Putri; Ana Mentari; Putut Ary Sadewo
JPNM Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin Vol. 3 No. 4 (2025): December : Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin (ACCEPTED)
Publisher : SM Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59945/jpnm.v3i4.855

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk, susunan, dan peran pemerintahan daerah dalam pembangunan di Indonesia. Sebagai negara kesatuan yang menerapkan asas desentralisasi, Indonesia memberikan otonomi yang luas kepada pemerintah daerah untuk mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahan serta pembangunan. Struktur pemerintahan daerah terdiri atas provinsi, kabupaten, dan kota yang masing-masing memiliki kewenangan, perangkat, serta mekanisme kelembagaan yang diatur dalam kerangka hukum nasional. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur melalui telaah terhadap jurnal ilmiah, buku referensi, regulasi, serta dokumen resmi pemerintah. Analisis dilakukan dengan teknik analisis isi untuk mengidentifikasi konsep, struktur, serta fungsi pemerintahan daerah dalam konteks pembangunan. Hasil kajian menunjukkan bahwa pemerintahan daerah memiliki peran strategis dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, memperkuat pembangunan ekonomi lokal, menyediakan pelayanan publik, serta mengembangkan infrastruktur dasar. Namun, pelaksanaan otonomi daerah masih menghadapi berbagai tantangan seperti korupsi, birokrasi yang tidak efektif, keterbatasan sumber daya, dan rendahnya partisipasi masyarakat. Di sisi lain, terdapat peluang besar melalui penguatan desentralisasi, pemanfaatan teknologi informasi, serta optimalisasi potensi sumber daya daerah. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan pentingnya penguatan kapasitas kelembagaan daerah untuk mewujudkan pembangunan yang inklusif, berkelanjutan, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Kajian Historis Sosiologi Hukum dan Perkembangannya dalam Sistem Hukum Salamah, Nadiyah; Kusuma, Febra Anjar; Sadewo, Putut Ary; Maydikta, Rizka; Marsela, Marsela; Khaerani, Naela Faiza; Apriliani, Dini; Yunita, Irma
Jurnal Ilmu Pendidikan Pancasila, Kewarganegaraan, dan Hukum Vol. 3 No. 1 (2026): PAKEHUM- April
Publisher : CV. SINAR HOWUHOWU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70134/pakehum.v3i1.1403

Abstract

This study aims to examine the historical development of the sociology of law and its role in the legal system. The sociology of law is a branch of science that studies the relationship between law and society, including how law is formed, implemented, and influenced by social conditions. The method used in this study is descriptive qualitative, by collecting and analyzing various library sources such as books, journals, and related documents. The results of the study indicate that the sociology of law develops in line with social changes in society, ranging from classical to modern thought that emphasizes the importance of social aspects in law enforcement. In the legal system, the sociology of law plays a role in helping to understand the effectiveness of law, public legal awareness, and social factors that influence compliance with the law. Thus, the historical study of the sociology of law provides a broader understanding of the importance of integrating legal and social aspects in creating a legal system that is just and responsive to the needs of society
Pendekatan Teoritis Dalam Sosiologi Hukum: Analisis Fungsionalisme, Multikulturalisme dan Perspektif Konflik Aini, Nurul; Dewi, Atika Sari; Wijayanti, Anis Sri; Bardana, Sella Agri; Marhamah, Izwah; Mardiya, Diva Aziza; Susilo, Susilo; Sadewo, Putut Ary
Jurnal Ilmiah Literasi Indonesia Vol. 2 No. 1 (2026): JANUARI-JUNI
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/av01a102

Abstract

Pendekatan teoritis dalam sosiologi hukum melalui analisis teori fungsionalisme, multikulturalisme, dan perspektif konflik dalam proses sosialisasi hukum di masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana ketiga pendekatan tersebut memandang fungsi hukum, proses internalisasi norma, serta relasi antara hukum dan dinamika sosial. Metode yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan konseptual dan studi kepustakaan melalui analisis berbagai literatur, jurnal ilmiah, serta karya para ahli sosiologi hukum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan fungsionalisme menempatkan hukum sebagai alat menjaga stabilitas sosial, pendekatan multikulturalisme menekankan pentingnya pengakuan keberagaman budaya dalam sosialisasi hukum, sedangkan perspektif konflik memandang hukum sebagai arena pertarungan kepentingan dan relasi kekuasaan. Ketiga pendekatan tersebut saling melengkapi dalam memberikan pemahaman yang komprehensif mengenai efektivitas hukum dalam kehidupan masyarakat.  
Petunjuk Peran Struktur Sosial dalam Membentuk Kesadaran Hukum Masyarakat di Kota Bandar Lampung Azzahra, Dea; Sifah Maharani; Desvika Putri Lailani; Qitallya Adinda Zahrani; Rizka Nurlita; Putut Ary Sadewo; Karyadi Hidayat
Journal of Golden Generation Legal Science Vol. 2 No. 2 (2026): In Progress 2026: Journal of Golden Generation Legal Science
Publisher : PT. Lembaga Penerbit Penelitian Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65244/jggls.v2i2.686

Abstract

Kesadaran hukum masyarakat merupakan cerminan nyata dari sejauh mana norma-norma hukum telah benar-benar meresap ke dalam kehidupan sosial sehari-hari. Penelitian ini mengkaji bagaimana struktur sosial masyarakat urban membentuk dan mempengaruhi tingkat kesadaran hukum warga Kota Bandar Lampung. Dengan menggunakan pendekatan yuridis normatif, kajian ini menelaah keterkaitan antara stratifikasi sosial, dinamika kelompok sosial, serta peran lembaga kemasyarakatan dalam membentuk pola kepatuhan hukum di tengah masyarakat yang heterogen. Temuan menunjukkan bahwa akses terhadap informasi hukum sangat dipengaruhi oleh posisi seseorang dalam hierarki sosial-ekonomi, di mana ketimpangan ini berdampak langsung pada perbedaan perilaku hukum antarkelompok masyarakat. Di sisi lain, kearifan lokal seperti falsafah Piil Pesenggiri dan Sai Bumi Ruwa Jurai sesungguhnya menyimpan potensi besar sebagai modal sosial dalam memperkuat kesadaran hukum, namun pengaruhnya kian melemah seiring dengan pergeseran nilai di kalangan generasi muda perkotaan. Penelitian ini menegaskan bahwa penguatan kesadaran hukum tidak cukup hanya melalui pendekatan normatif formal, melainkan perlu mempertimbangkan konteks budaya, stratifikasi sosial, dan dinamika komunitas lokal secara menyeluruh.