Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

AKTIVITAS ANTIBAKTERI DAN ANALISIS EKSTRAK AKAR PARANG ROMANG (Boehmeria virgata (Forst) Guill) METODE KLT-BIOAUTOGRAFI Evi Mustiqawati
Jurnal Sains dan Teknologi Laboratorium Medik Vol 6 No 1 (2021): April (2021)
Publisher : Akademi Kesehatan John Paul II Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52071/jstlm.v6i1.69

Abstract

The plant has active chemical compounds which is able to be functioned as antibacterial, one of them is called parang romang (Boehmeria virgata (Forst) Guill). Bacteria is a living thing which can cause many diseases. Multidrug resistance is one needs to be paid attention to. Therefore, science and health development is a new challenge for the progress of bringing a new solution to antibiotics. Several multinational studies were conducted to determine the prevalence of herbal use in infections caused by microorganisms. The use of plant substances such as alkaloids, organosulfur compounds, phenolic acids, flavonoids, carotenoids, coumarins, terpenoids, tannins, has been the interest of recently research as the part of a development in science and health. The purpose of this study was to determine the antibacterial activity of the root extract of parang romang (Boehmeria virgata (Forst) Guill) towards the Streptococcus mutans and Pseudomonas aeruginosabacteria as well as to identify the chemical components in the root extract of parang romang as antibacterial. The results of the study were found at the Rf value in the TLC-Bioautography test; it obtained 0.09; 0.27; 0.36; and the active chemical components in the extract of the root of parang romang (Boehmeria virgata (Forst) Guill) gave positive results on the appearance of the spots in terms of the terpenoid group., alkaloids, phenols and flavonoids. The conclusion of this study is the root extract of parang romang (Boehmeria virgata (Forst) Guill) at the concentration of 1mg/mL can inhibit the Streptococcus mutans and Pseudomonas aeruginosa
Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Daun Binahong Batang Hijau Dan Merah (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis) menggunakan Metode 1,1-Difenil-2-Pikrilhidrazil (DPPH) Hasty Hamzah; Asrullah; Sri Yolandari; Ratih Nurwanti; Evi Mustiqawati
Jurnal Sains & Kesehatan Vol 4 No 2 (2025): Jurnal Sains dan Kesehatan
Publisher : Politeknik Baubau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57151/jsika.v4i2.1618

Abstract

Binahong (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis) merupakan tanaman obat yang diketahui mengandung senyawa bioaktif berpotensi sebagai antioksidan. Perbedaan warna batang, yaitu hijau dan merah, diduga memengaruhi kandungan senyawa metabolit sekundernya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan membandingkan aktivitas antioksidan ekstrak daun binahong batang hijau dan merah (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis) menggunakan metode 1,1-difenil-2-pikrilhidrazil (DPPH). Prinsip pengujian ini didasarkan pada reduksi radikal bebas DPPH dalam larutan metanol yang ditandai dengan perubahan warna dari ungu menjadi kuning seiring dengan tereduksinya radikal bebas tersebut. Daun binahong batang hijau dan merah diekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 70% untuk memperoleh ekstrak etanol daun binahong. Selanjutnya, ekstrak yang diperoleh dibuat dalam beberapa variasi konsentrasi yakni 2 ppm, 4 ppm, 6 ppm, 8 ppm, dan 10 ppm dan diuji aktivitas antioksidannya menggunakan metode DPPH. Pengukuran absorbansi dilakukan menggunakan spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang maksimum DPPH 517 nm. Aktivitas antioksidan dinyatakan dalam nilai IC₅₀, yaitu konsentrasi ekstrak yang mampu meredam 50% radikal bebas DPPH. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun binahong batang hijau memiliki nilai IC₅₀ sebesar 13,059 µg/mL, sedangkan ekstrak daun binahong batang merah memiliki nilai IC₅₀ sebesar 12,012 µg/mL. Berdasarkan kriteria aktivitas antioksidan, kedua ekstrak tersebut dikategorikan sebagai antioksidan kuat. Perbedaan nilai IC₅₀ menunjukkan bahwa ekstrak daun binahong batang merah memiliki aktivitas antioksidan yang lebih tinggi dibandingkan dengan batang hijau. Hasil penelitian ini menunjukkan potensi daun binahong sebagai sumber antioksidan alami yang dapat dikembangkan lebih lanjut.