Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PERANCANGAN SOFTWARE MENGHITUNG PENYUSUTAN UMUR TRANSFORMATOR DAN EFISIENSI GARDU DISTRIBUSI PADA PENYULANG PERUMNAS IG Suputra Widharma; I Putu Sutawinaya
Logic : Jurnal Rancang Bangun dan Teknologi Vol 14 No 3 (2014): November
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (297.494 KB)

Abstract

Pembebanan pada sistem gardu distribusi merupakan salah satu penyebab timbulnya panas dan rugirugi pada sistem tersebut. Hal ini tentunya akan berdampak pada penurunan efisiensi gardu distibusi dan penyusutan umur teknis dari transformator yang digunakan pada sistem tersebut. Bila efisiensi gardu distibusi dan umur teknis dari transformator semakin menurun, maka keandalan sistem distribusi tersebut juga semakin menurun. Dengan demikian, kualitas pelayanan PT. PLN (Persero) terhadap masyarakat akan dianggap semakin menurun, sehingga ini akan berdampak negatif terhadap citra pelayanannya. Untuk dapat menghitung penurunan efisiensi gardu distibusi dan penyusutan umur transformator dengan cepat dan akurat, maka dirancang suatu sistem informasi menggunakan bahasa pemrograman Borland Delphi 7.0. Untuk menguji performa dan kinerja program yang dirancang, maka dalam penelitian ini diuji 5 (lima) unit gardu distribusi yakni : DB0244, DB0524, DB0403, DB0846, dan DB0644 pada Penyulang Perumnas. Berdasarkan hasil pengujian tersebut dapat disimpulkan bahwa semakin besar pembebanan suatu transformator maka efisiensi gardu distribusi dan umur teknis transformator semakin berkurang.
PENERAPAN MIKROKONTROLLER AT89S51 DALAM ALAT UJI AMBANG BATAS TOLERANSI KADAR ALKOHOL PADA MINUMAN BERALKOHOL (MIKOL) IG Suputra Widharma; Made Sajayasa
Logic : Jurnal Rancang Bangun dan Teknologi Vol 13 No 3 (2013): November
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.359 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merancang suatu prototype yang dapat mengukur kadar alkohol dalam minuman keras dan menampilkan nilainya untuk dibandingkan dengan batas toleransi yang telah ditentukan. Sehingga dengan demikian maka pengaruh buruk apalgi yang bisa berakibat fatal yang terjadi karena ketidaktahuan akan kadar alkohol yang terkandung dalam minuman tersebut dapat diantisipasi sedini mungkin. Dengan rancangan ini akan diperoleh hasil berupa data yang dapat ditampilkan pada LCD sehingga segera dapat diketahui kadar alkoholnya. Beberapa tahun belakangan ini dampak buruk dari mikol yang berakibat hingga kematian kerap kali terjadi. Padahal di Bali khususnya, mikol menjadi salah satu komoditi bagi pariwisata, juga ada yang menggunakan untuk pergaulan sosial di kalangan masyarakat tertentu, disamping tentunya beberapa mikol untuk keperluan upacara keagamaan saja. Mengkonsumsi alkohol yang melebihi batas toleransi yang diijinkan dapat mengakibatkan keracunan, mabuk yang bisa berakhir dengan kriminalitas atau kecelakaan lalu lintas, atau bahkan kematian. Sedangkan bila ingin mengetahui kadar alkohol pada minuman diperlukan waktu yang cukup lama dan fasilitas laboratorium seperti yang biasa dilakukan oleh Depkes, BPOM, ataupun YLKBI. Perkembangan teknologi mikrokontroller yang semakin maju dan efisien membuat permasalahan waktu tunggu dan fasilitas besar ini dapat dipecahkan, meskipun laporan yang diperoleh tidak selengkap hasil uji laboratorium namun dengan data yang diperoleh akan dapat menghindarkan dampak buruk yang mungkin terjadi. Penerapan mikrokontroller dalam peralatan uji kadar alkohol minuman keras ini dapat membentuk suatu metode pengukuran yang dapat mengambil data tentang kadar alkohol dan membandingkannya dengan batas toleransi yang telah ditentukan departemen terkait tentang mikol ini.
Analysis of Efforts to Overcome Voltage Drops by Installing Substations in Low Voltage Networks with ETAP Simulation IG Suputra Widharma; IN Sunaya; IGN Sangka; IM Sajayasa; IKG Sri Budarsa
Frontier Energy System and Power Engineering Vol 5, No 1 (2023): January
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um049v5i1p01-08

Abstract

Electric power is an energy of secondary that generated, transmitted and distributed to consumers and used to many activities. Electrical power system is electrical power installation system is consists of generation system, transmitting system, and distribution system that integration and function to supply electric power consumption. For this purpose, both of quantity and quality also continuity in PT PLN wished can be provides and distributes electric power to consumers and all of people. One of the main materials of the distribution network to distribute electric power to customers is the distribution substation in which there is a transformer. Transformer as a means of distribution of electrical energy is susceptible to interference. Distribution substation SM 0075 Feeder Bajera is one of the distribution substations that experienced a voltage drop at the end of the JTR in the C direction. So, to fix the problems that occurred, PT. PLN has added a substation. With the addition of substations, it is necessary to pay attention to the power losses that arise, not to cause greater power losses. Based on the results of the calculations at the distribution substation SM0075 Bajera feeder before and after the addition of the insertion substation, it was found that the voltage drop at the end of the JTR direction C at the SM0075 distribution substation was 22.638% in the R phase, 15.745% in the S phase and 14.005% in the T phase. the result of the addition of the substation is a smaller power loss with the difference before and after that is equal to 2739.986472 Watt. then viewed from the quality of the voltage and environmental conditions, the C18D6A1D3 pole is better for insertion substations than the C18D6A1D2 pole based on the Etap 12.6 simulation.