Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

TRANSFORMASI GENDER KE TRANSGENDER PERSPEKTIF HUKUM ISLAM Asman Asman
Samawa (Sakinah, Mawaddah Warahmah) Vol. 4 No. 1 (2021): Samawa (Sakinah, Mawaddah Warahmah): Jurnal: Kajian Keluarga, Gender dan Anak
Publisher : Institut Agama Islam Sultan Muhammaad Syafiuddin Sambas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesempurnaan bentuk tubuh manusia tetap memiliki berbagai fenomena dari lahir, ada yang bentuk sempurna secara fisik dan sempurna secara genetik. Sebaliknya ada juga manusia yang lahir dengan bentuk fisik dan bentuk genetik yang tidak sempurna. Di era modern ini keberadaan operasi kelamin memberi implikasi positif terhadap orang-orang yang terlahir dengan alat kelamin yang mengalami kelainan, seperti laki-laki atau perempuan yang mempunyai kelamin yang tidak sempurna atau kelamin ganda atau dilakukan oleh laki-laki atau perempuan dengan organ kelamin yang sempurna tetapi mempunyai bentuk fisik yang mirip laki-laki atau perempuan dan jenis inilah yang sering disalahgunakan untuk melakukan operasi perubahan alat kelamin dari laki-laki ke perempuan dan perempuan ke laki-laki. Mengacu pada faktor-faktor yang telah dikemukakan tersebut, maka fenomena operasi ganti atau perubahan kelamin disebabkan oleh faktor fisik dan kelamin itu sendiri. Karena itu, fokus pembahasan dalam tulisan ini adalah mengenai implementasi dari bias gender dalam legalitas operasi ganti atau perubahan kelamin dalam syari’at ditinjau dari perspektif hukum Islam melalui fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI).
Harta Bersama Perkawinan Pasca Perceraian Di Pengadilan Agama Sambas (Putusan Hakim Nomor. 144/Pdt.G/2019/PA.Sbs) Asman Asman
Ulumul Syar'i : Jurnal Ilmu-Ilmu Hukum dan Syariah Vol. 8 No. 1 (2019): Ulumul Syar'i
Publisher : LPPM STIS Hidayatullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52051/ulumulsyari.v8i1.46

Abstract

Banyak perkawinan yang harus berakhir dengan perceraian, Persoalan mengenai harta bersama sering terjadi antara mantan suami dan mantan istri. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Metode pendekatan dalam penelitian ini adalah metode pendekatan yuridis normatif. Responden dalam penelitian yaitu hakim di Pengadilan Agama Sambas. Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu : (1) Persamaan saat pengajuan gugatan harta bersama dari Pengadilan Agama Sambas, bahwa pembagian harta bersama dalam perkawinan dilakukan setelah ada putusan perceraian. (2) Perbedaan menurut KHI berdasarkan pada Pasal 97 harta bersama setelah perceraian dibagi rata, masing-masing ½ bagian antara suami dan isteri sama. Sedangkan menurut KUHPerdata pembagian dapat dilakukan atas bukti-bukti yang diajukan oleh penggugat dan tergugat. (3) Dasar pertimbangan hakim dalam memutuskan perkara pembagian harta bersama menurut Kompilasi Hukum Islam (KHI) ada dua yaitu dasar musyawarah dan keadilan.
Strategi Kepala Madrasah dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan Melalui Supervisi Akademik di MAN Kota Singkawang Legimin Legimin; Hifza Hifza; Asman Asman
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan (JURDIKBUD) Vol. 4 No. 2 (2024): Juli: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan (JURDIKBUD)
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurdikbud.v4i2.3198

Abstract

The phenomenon that occurred in MAN sors in the implementation of academic supervision of the Principal in improving the quality of education in MAN Singkawang City. The research method used is a qualitative approach with data collection techniques through in-depth interviews with the Principal, Deputy Head of Curriculum, and teachers at MAN Singkawang City. The data obtained were analyzed using a descriptive approach, namely reduction, data display, and drawing conclusions. The results of the study show that 1) the implementation of academic supervision at MAN Singkawang City involves a series of activities, such as class visits, observations, personal conversations with teachers, and ongoing coaching. 2) Evaluation of supervision results resulted in follow-up in the form of coaching focused on developing teachers' pedagogical competencies. 3) However, several obstacles to the implementation of supervision were encountered, such as unexpected schedule changes, less than optimal teacher preparedness, and limited facilities. Nevertheless, the implemented solutions, such as schedule adjustments and the use of technology, successfully addressed these obstacles and increased the effectiveness of supervision in improving the quality of education in madrasas.
Strategi Kepala Madrasah dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan Melalui Supervisi Akademik di MAN Kota Singkawang Legimin Legimin; Hifza Hifza; Asman Asman
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan (JURDIKBUD) Vol. 4 No. 2 (2024): Juli: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan (JURDIKBUD)
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurdikbud.v4i2.3198

Abstract

The phenomenon that occurred in MAN sors in the implementation of academic supervision of the Principal in improving the quality of education in MAN Singkawang City. The research method used is a qualitative approach with data collection techniques through in-depth interviews with the Principal, Deputy Head of Curriculum, and teachers at MAN Singkawang City. The data obtained were analyzed using a descriptive approach, namely reduction, data display, and drawing conclusions. The results of the study show that 1) the implementation of academic supervision at MAN Singkawang City involves a series of activities, such as class visits, observations, personal conversations with teachers, and ongoing coaching. 2) Evaluation of supervision results resulted in follow-up in the form of coaching focused on developing teachers' pedagogical competencies. 3) However, several obstacles to the implementation of supervision were encountered, such as unexpected schedule changes, less than optimal teacher preparedness, and limited facilities. Nevertheless, the implemented solutions, such as schedule adjustments and the use of technology, successfully addressed these obstacles and increased the effectiveness of supervision in improving the quality of education in madrasas.