Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Model Jalur Pejalan Kaki Di Kawasan Peunayong Dalam Rangka Wisata Heritage ANNISA ZULFA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Arsitektur dan Perencanaan Vol 4, No 1 (2020): Volume 4, No.1, Februari 2020
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (775.935 KB)

Abstract

Kota Banda Aceh Memiliki nilai historis yang tinggi untuk mendukung kegiatan wisata  herritage. Sehingga membutuhkan salah satu fasilitas yang mendukung kegiatan tersebut yaitu adanya jalur pejalan kaki, seperti yang terdapat pada Jalan RA Kartini, Peunayong. Jalur pejalan kaki berfungsi sebagai jalur aman yang khusus dipakai oleh pejalan kaki. Beberapa aspek  yang mendukung penyelenggaraan pedestrian secara keseluruhan, yaitu kenyamanan, keindahan, kebersihan, keamanan dan keselamatan. Beberapa elemen yang diperlukan pada jalur pedestrian yaitu penerangan, bangku, rambu-rambu, pembatas jalur, tanaman peneduh, shelter, tempat sampah, penyebrangan, halte, dan utilitas. [1]Lokasi penelitian ini berada pada jalur pejalan kaki di Jalan RA. Kartini dengan panjang jalan sekitar 275 meter. Kawasan ini didominasi oleh perdagangan dan jasa, sehingga menjadi salah satu area terpadat dan teramai. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan observatif dan deskriptif.   Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi jalur pejalan kaki pada Jalan RA Kartini saat ini sangatlah kurang, hal ini disebabkan oleh beberapa kondisi diantaranya keberadaan pedagang dan penataan barang dagangan yang semrawut, kondisi jalur yang licin dan penutup drainase yang tidak rata, serta perletakan parkiran kendaraan pengunjung yang tidak tertata dengan  baik.  Oleh karena  itu,  perencanaan dan  penataan  jalur  kembali diperlukan untuk  mend ukung  efektifitas pemanfaatan jalur pejalan kaki pada Jalan RA Kartini. Hal ini dapat diterapkan dengan beberapa pertimbangan yang berguna untuk merealisasikan perencanaan dan perancangan jalur pejalan kaki tersebut.
DIALEKTIKA PASAR TRADISIONAL KOTA LHOKSEUMAWE Annisa Zulfa; Cut Azmah Fithri; Sisca Olivia
Seminar Nasional Pariwisata dan Kewirausahaan (SNPK) Vol. 1 (2022): April
Publisher : Sahid University Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36441/snpk.vol1.2022.44

Abstract

Kebijakan relokasi dan rehabilitasi pasar tradisional di beberapa daerah Indonesia seringkali didapati kurang diapresiasi oleh masyarakat setempat. Hal ini dapat melahirkan masalah baru yang lebih kompleks bagi perekonomian masyarakat. Sebagai pendekatan untuk terhindar dari kebijakan pasar tidak tepat sasaran maka diperlukan suatu penelitian yang dapat melahirkan temuan atas hubungan fisik dengan pelaku pasar tradisional. Instrumen penelitian untuk mendapatkan identitas pasar tradisional digunakan gagasan dialektika yang dikemukakan oleh David Seamon untuk melihat keterikatan hubungan pelaku pasar terhadap tempat. Objek yang dijadikan bahan penelitian yaitu Pasar Inpres Kota Lhokseumawe. Metode penelitian menggunakan cara ekplorasi berdasarkan data pengamatan aktivitas pasar. Sedangkan metode analisis menggunakan ide fenomena untuk melahirkan perspektif yang dapat didualitaskan. Ternyata peran fisik pasar menjadi kurang penting dibanding hubungan emosional antar pelaku pasar yang dijadikan identitas Pasar Inpres sebagai substansi pemikiran yang harus dilibatkan pada kebijakan tertentu.