Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Identifikasi Langgam Arsitektur Melayu Pada Rumah Tradisional Yenny Novianti; Cut Azmah Fithri; Rahmad Hidayat
Jurnal RAUT Vol 11, No 1 (2022): EDISI JANUARI-JUNI 2022
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/raut.v11i1.25226

Abstract

The Malay kingdom has a wide area of power. One of Malay Kingdom is Langkat Sultanate, which ruled in the North Sumatra Region, especially the Langkat Regency. Some relics of traditional Malay houses still survive as part of the traces of the Langkat Sultanate. Currently, the house of The Langkat Sultanate is still occupied and functions as a residence, but its condition is not well maintained. The existence of this architecture became a legacy of the Langkat Sultanate and is part of Malay culture. This study aims to identify the cultural style of Malay architecture, especially in the traditional house of Rumah Datuk Padang Tualang, in Tanjung Pura District, Langkat Regency. The method used is descriptive qualitative so that the description of the object in studying a phenomenon of Malay architecture can be studied more accurately and well. Studies reveal that there were changes on both the micro and macro scale. However, some elements are still maintained following the Malay Architectural style.
SOIL AND WATER RESTORATION THROUGH BIOPORE INFILTRATION IN LANCANG GARAM VILLAGE LHOKSEUMAWE: RESTORASI TANAH DAN AIR MELALUI RESAPAN BIOPORI DI GAMPONG LANCANG GARAM KOTA LHOKSEUMAWE Cut Azmah Fithri; Yenny Novianti; Ruhalena Wilis
WISDOM : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Wisdom Vol. 2 No. 1 (2025): JPKM WISDOM 3, 2025
Publisher : PT. ROCE WISDOM ACEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71275/wisdom.v2i1.70

Abstract

The city of Lhokseumawe frequently experiences flooding during the rainy season and waterlogging caused by rainwater. One environmentally friendly technology developed to address these issues is the biopore. Biopores are infiltration holes designed to enhance rainwater absorption and process organic waste. This technology offers various benefits, including reducing organic waste, improving soil fertility, preventing flooding, and maintaining groundwater quality. Biopores serve as an alternative solution in urban areas with limited open spaces. This community service enterprise was enforced through socialization and training styles, emphasizing the role of biopores in mitigating the urban environment. The activities involved public outreach and continued assistance in constructing biopores. These efforts aim to increase awareness of the importance of biopores, highlighting their easy, fast, and cost-effective application. The results demonstrate that biopores are an effective and sustainable approach to supporting environmental conservation.
Analisis Tipologi Permukiman Pesisir Di Desa Babul Makmur Dan Desa Miteum, Kabupaten Simeulue Ramadhan, Rahmat; Cut Azmah Fithri; Sisca Olivia
Jurnal Ilmiah Teknik Unida Vol. 5 No. 2 (2024): Des
Publisher : Mitra Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55616/jitu.v5i2.904

Abstract

Pulau Simeulue merupakan wilayah kepulauan di Provinsi Aceh memiliki pertumbuhan permukiman pesisir yang masih berkembang. Permukiman pesisir merupakan permukiman yang terdiri atas hunian penduduk, bangunan instansi pemerintah, rumah ibadah dan lingkungan yang dilengkapi dengan sarana dan prasarana yang dibutuhkan wilayah pesisir, berada antara perbatasan perairan dan daratan. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk menemukan tipologi permukiman pesisir yang berkembang di Pulau Simeulue. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data menggunakan pendekatan applied research (penelitian terapan) berdasarkan respon di lapangan terkait tipologi permukiman pesisir. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi lapangan, wawancara dan kajian preseden terhadap penelitian terdahulu yang relevan. Hasil penelitian diharapkan dapat menemukan tipologi permukiman pesisir di dua desa yaitu Desa Babul Makmur dan Desa Miteum di Kecamatan Simeulue Barat.
Kajian Aktivitas Pengguna Ruang Terbuka Publik di Lapangan Hiraq Lhokseumawe dalam Perspektif Islami thio; Cut Azmah Fithri; Erna Muliana
Jurnal Ilmiah Teknik Unida Vol. 6 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Mitra Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55616/jitu.v6i1.1035

Abstract

Ruang terbuka publik merupakan area atau ruang umum yang direncanakan sebagai tempat pertemuan dan tempat beraktivitas manusia secara individu maupun kelompok. Dalam Islam, ruang terbuka publik memiliki peran penting sebagai bagian dari kewajiban manusia untuk menjaga kelestarian alam dan ciptaan Allah SWT. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pemanfaatan ruang terbuka publik Lapangan Hiraq Lhokseumawe dalam perspektif Islami. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif, dengan metode observasi dan wawancara mendalam kepada pengguna Lapangan Hiraq. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Lapangan Hiraq dimanfaatkan oleh masyarakat untuk berbagai aktivitas, seperti bersantai dan rekreasi, bermain, mengadakan acara sosial, dan berdagang. Aktivitas-aktivitas tersebut dapat dilihat dalam perspektif Islami sebagai aktivitas yang bermanfaat dan dianjurkan, seperti bersantai dan rekreasi untuk meredakan stres dan meningkatkan kesehatan mental, bermain untuk mengembangkan fisik dan kreatifitas anak-anak, mengadakan acara sosial untuk mempererat hubungan silahturahmi, dan berdagang untuk mencari rezeki yang halal. Namun, dalam pemanfaatan Lapangan Hiraq masih terdapat beberapa kekurangan, seperti kebersihan yang belum optimal, keamanan yang perlu ditingkatkan, keindahan yang perlu dibenahi.
Kajian Penggunaan Konsep Warna Pada Arsitektur Islami Terhadap Karakter Anak Aura Mutiara Sina; Cut Azmah Fithri; Erna Muliana
Jurnal Ilmiah Teknik Unida Vol. 6 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Mitra Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55616/jitu.v6i1.1037

Abstract

Warna merupakan salah satu elemen penting dalam arsitektur yang tidak hanya berfungsi sebagai aspek estetis, tetapi juga memiliki pengaruh psikologis terhadap suasana dan perilaku pengguna ruang, termasuk pada anak usia dini. Dalam arsitektur Islami, warna memiliki nilai simbolik dan spiritual yang dapat dikaitkan dengan pembentukan karakter anak. TK Kemala Bhayangkari yang terletak di Kota Lhokseumawe merupakan lembaga pendidikan anak usia dini yang menggunakan beragam elemen warna dalam desain ruang belajarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penggunaan konsep warna dalam arsitektur Islami terhadap karakter anak usia dini. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan tahapan studi literatur, observasi langsung, dokumentasi visual, dan wawancara. Hasil analisis menunjukkan bahwa pemilihan warna seperti putih, kuning, hijau, dan ungu memiliki dampak positif terhadap suasana hati dan perilaku anak. Warna putih menciptakan kesan bersih dan tenang, kuning memberikan semangat dan kreativitas, sementara hijau memberikan ketenangan dan kesegaran. Penggunaan warna-warna ini membantu menciptakan lingkungan belajar yang kondusif secara psikologis dan spiritual, serta berperan dalam membentuk karakter anak seperti disiplin, tanggung jawab, percaya diri, dan empati.
Edukasi Dasar terhadap Bentuk dan Ruang Arsitektur pada Siswa SMP IT Azkia Bireun Yenny Novianti; Armelia Dafrina; Cut Azmah Fithri; Soraya Masthura Hasan; Fidyati
Jurnal Malikussaleh Mengabdi Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Malikussaleh Mengabdi, April 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jmm.v4i1.23240

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan oleh Tim pelaksana dari Program Studi Arsitektur Universitas Malikussaleh pada Fakultas Teknik dengan Mitra pengabdian adalah siswa siswi SMP IT Azkia Bireun. Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan bentuk dan ruang arsitektur kepada siswa dan siswi melalui pendekatan pembelajaran visual dan kontekstual. Permasalahan utama adalah minimnya pemahaman siswa terhadap lingkungan binaan dan kurangnya materi edukatif yang memperkenalkan perkembangan arsitektur sejak dini dan meningkatkan minat siswa terhadap arsitektur yang sering dianggap rumit. Metode yang digunakan adalah edukatif-partisipatif. Hasil akhir menunjukan tercapainya pemahaman edukasi terhadap bentuk dan ruang arsitektur sebagai pengalaman baru yang menyenangkan dalam pembelajaran ilmu arsitektur. Hasil evaluasi menunjukan pemahaman, sikap dan antusias serta apresiasi siswa yang tinggi terhadap perkembangan bentuk dan ruang sebagai karya seni arsitektur.
DIALEKTIKA PASAR TRADISIONAL KOTA LHOKSEUMAWE Annisa Zulfa; Cut Azmah Fithri; Sisca Olivia
Seminar Nasional Pariwisata dan Kewirausahaan (SNPK) Vol. 1 (2022): April
Publisher : Sahid University Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36441/snpk.vol1.2022.44

Abstract

Kebijakan relokasi dan rehabilitasi pasar tradisional di beberapa daerah Indonesia seringkali didapati kurang diapresiasi oleh masyarakat setempat. Hal ini dapat melahirkan masalah baru yang lebih kompleks bagi perekonomian masyarakat. Sebagai pendekatan untuk terhindar dari kebijakan pasar tidak tepat sasaran maka diperlukan suatu penelitian yang dapat melahirkan temuan atas hubungan fisik dengan pelaku pasar tradisional. Instrumen penelitian untuk mendapatkan identitas pasar tradisional digunakan gagasan dialektika yang dikemukakan oleh David Seamon untuk melihat keterikatan hubungan pelaku pasar terhadap tempat. Objek yang dijadikan bahan penelitian yaitu Pasar Inpres Kota Lhokseumawe. Metode penelitian menggunakan cara ekplorasi berdasarkan data pengamatan aktivitas pasar. Sedangkan metode analisis menggunakan ide fenomena untuk melahirkan perspektif yang dapat didualitaskan. Ternyata peran fisik pasar menjadi kurang penting dibanding hubungan emosional antar pelaku pasar yang dijadikan identitas Pasar Inpres sebagai substansi pemikiran yang harus dilibatkan pada kebijakan tertentu.