Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Analisis Tipologi Permukiman Pesisir Di Desa Babul Makmur Dan Desa Miteum, Kabupaten Simeulue Ramadhan, Rahmat; Cut Azmah Fithri; Sisca Olivia
Jurnal Ilmiah Teknik Unida Vol. 5 No. 2 (2024): Des
Publisher : Mitra Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55616/jitu.v5i2.904

Abstract

Pulau Simeulue merupakan wilayah kepulauan di Provinsi Aceh memiliki pertumbuhan permukiman pesisir yang masih berkembang. Permukiman pesisir merupakan permukiman yang terdiri atas hunian penduduk, bangunan instansi pemerintah, rumah ibadah dan lingkungan yang dilengkapi dengan sarana dan prasarana yang dibutuhkan wilayah pesisir, berada antara perbatasan perairan dan daratan. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk menemukan tipologi permukiman pesisir yang berkembang di Pulau Simeulue. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data menggunakan pendekatan applied research (penelitian terapan) berdasarkan respon di lapangan terkait tipologi permukiman pesisir. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi lapangan, wawancara dan kajian preseden terhadap penelitian terdahulu yang relevan. Hasil penelitian diharapkan dapat menemukan tipologi permukiman pesisir di dua desa yaitu Desa Babul Makmur dan Desa Miteum di Kecamatan Simeulue Barat.
Pengenalan Software Skechup untuk Pelajar dalam Membangun Ide Menjadi Realitas 3D Dela Andriani; Adi Safyan; Hendra A; Erna Muliana; Sisca Olivia
Jurnal Malikussaleh Mengabdi Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Malikussaleh Mengabdi, Oktober 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jmm.v4i02.24738

Abstract

Tri dharma perguruan tinggi adalah tugas yang harus dilakukan oleh para dosen, yaitu meliputi pendidikan, penelitian, pengabdian masyarakat, dan penunjang lainnya. Kegiatan pengabdian masyarakat dengan judul “Pengenalan Software SketchUp untuk pelajar dalam Membangun Ide Menjadi Realitas 3D” bertujuan untuk meningkatkan kemampuan digital dan pemahaman dasar pemodelan 3D pada peserta. Kegiatan ini dilakukan karena adanya kebutuhan untuk menguasai teknik desain 3D yang semakin penting di berbagai bidang, terutama di industri kreatif dan konstruksi. Cara pelaksanaannya meliputi kuliah yang interaktif, demonstrasi penggunaan software SketchUp, praktik langsung serta evaluasi dan penutupan. Peserta yang ikut dalam kegiatan ini adalah pelajar yang tertarik pada bidang desain dan teknologi. Hasil menunjukkan bahwa peserta memahami konsep dasar desain 3D dan mampu membuat model sederhana menggunakan SketchUp. Mereka juga menunjukkan antusiasme dan keterampilan yang semakin meningkat dalam penggunaan perangkat lunak desain. Masalah teknis yang muncul, seperti keterbatasan perangkat keras, bisa diatasi dengan bantuan aktif selama kegiatan berlangsung. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam pengembangan kemampuan peserta di bidang desain digital berbasis teknologi.
DIALEKTIKA PASAR TRADISIONAL KOTA LHOKSEUMAWE Annisa Zulfa; Cut Azmah Fithri; Sisca Olivia
Seminar Nasional Pariwisata dan Kewirausahaan (SNPK) Vol. 1 (2022): April
Publisher : Sahid University Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36441/snpk.vol1.2022.44

Abstract

Kebijakan relokasi dan rehabilitasi pasar tradisional di beberapa daerah Indonesia seringkali didapati kurang diapresiasi oleh masyarakat setempat. Hal ini dapat melahirkan masalah baru yang lebih kompleks bagi perekonomian masyarakat. Sebagai pendekatan untuk terhindar dari kebijakan pasar tidak tepat sasaran maka diperlukan suatu penelitian yang dapat melahirkan temuan atas hubungan fisik dengan pelaku pasar tradisional. Instrumen penelitian untuk mendapatkan identitas pasar tradisional digunakan gagasan dialektika yang dikemukakan oleh David Seamon untuk melihat keterikatan hubungan pelaku pasar terhadap tempat. Objek yang dijadikan bahan penelitian yaitu Pasar Inpres Kota Lhokseumawe. Metode penelitian menggunakan cara ekplorasi berdasarkan data pengamatan aktivitas pasar. Sedangkan metode analisis menggunakan ide fenomena untuk melahirkan perspektif yang dapat didualitaskan. Ternyata peran fisik pasar menjadi kurang penting dibanding hubungan emosional antar pelaku pasar yang dijadikan identitas Pasar Inpres sebagai substansi pemikiran yang harus dilibatkan pada kebijakan tertentu.
Smart City As A Concept To Redesign City Area, Case Of Lhokseumawe City Sisca Olivia; Andrian Saiful Adly Nst
Proceedings of International Conference on Multidisciplinary Engineering (ICOMDEN) Vol. 1 (2018): Proceedings of International Conference on Multidisciplinary Engineering (ICOMDEN)
Publisher : Faculty of Engineering, Malikussaleh University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

City is a development from village, and some city problems will show up as an impact of city development, such as congestion and crowded. Many concepts have offered to solve the city problem, like Smart City. This study is to explore smart city concept to redesign city area in Lhokseumawe City. User observation based on their activity and behavior was a method that used in this study, beside of city analysis and field observation. The design ideas were proposed based on the field problem to get better city planning. Several facility ideas and city network were to be as an alternative solution.
Fenomena Pedagang Kaki Lima pada Kawasan Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh Bambang Karsono; Maghfira; Fidyati; Sisca Olivia
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 12 No. 2 (2023): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32315/jlbi.v12i2.78

Abstract

Pedagang kaki lima (PKL) merupakan salah satu fenomena di perkotaan yang selalu menarik menjadi topik diskusi dan diteliti. Kesempatan kerja di sektor formal di kota yang terbatas menjadikan PKL sebagai alternatif bagi masyarakat untuk memperoleh pendapatan. Aktivitas PKL dikategorikan sebagai informal, tumbuh secara spontan, mudah cara pengoperasian dan kadang kala tidak ada prosedur standar yang mengaturnya. Ada kalangan yang mendukung bahwa keberadaan PKL di ruang perkotaan karena dapat memberikan dampak positif bagi keberlangsungan kehidupan perkotaan (livability). Namun ada juga yang mempermasalahkan keberadaannya dengan alasan ruang kota menjadi tidak teratur. Di Kota Banda Aceh, PKL tumbuh menyebar dan mendominasi ruang publik di sepanjang koridor jalan. Kajian ini bertujuan mengungkapkan faktor penyebab, cara pemanfaatan koridor jalan yang didominasi oleh pedagang kaki lima serta dampak positifnya terhadap livability dan keberlanjutan kota. Penelitian memilih PKL pada satu koridor jalan di Kawasan Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh sebagai studi kasus. Pendekatan penelitian metode campuran diterapkan dalam penelitian ini, data kuantitatif dan kualitatif diperoleh melalui observasi, pemetaan, photo-trekking, dan wawancara. Analisis data dilakukan dengan cara triangulasi deskriptif, guna mengungkap keterkaitan antar fenomena. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fenomena PKL pada kawasan studi kasus memberi kontribusi kepada keberlangsungan kehidupan kota dan menjadi generator kegiatan pada siang dan malam hari. Di sisi lain, tempat tersebut menunjukkan tingginya tingkat ketergantungan tempat bagi PKL untuk memperoleh pendapatan.
Analisis Tipologi Permukiman Pesisir Di Desa Babul Makmur Dan Desa Miteum, Kabupaten Simeulue Ramadhan, Rahmat; Cut Azmah Fithri; Sisca Olivia
Jurnal Ilmiah Teknik Unida Vol. 5 No. 2 (2024): Des
Publisher : Mitra Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55616/jitu.v5i2.904

Abstract

Pulau Simeulue merupakan wilayah kepulauan di Provinsi Aceh memiliki pertumbuhan permukiman pesisir yang masih berkembang. Permukiman pesisir merupakan permukiman yang terdiri atas hunian penduduk, bangunan instansi pemerintah, rumah ibadah dan lingkungan yang dilengkapi dengan sarana dan prasarana yang dibutuhkan wilayah pesisir, berada antara perbatasan perairan dan daratan. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk menemukan tipologi permukiman pesisir yang berkembang di Pulau Simeulue. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data menggunakan pendekatan applied research (penelitian terapan) berdasarkan respon di lapangan terkait tipologi permukiman pesisir. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi lapangan, wawancara dan kajian preseden terhadap penelitian terdahulu yang relevan. Hasil penelitian diharapkan dapat menemukan tipologi permukiman pesisir di dua desa yaitu Desa Babul Makmur dan Desa Miteum di Kecamatan Simeulue Barat.
Penerapan Karakteristik Arsitektur Timur Tengah pada Masjid Oman Al-Makmur Qadisah, Nahrul; Armelia Dafrina; Sisca Olivia
Jurnal Ilmiah Teknik Unida Vol. 6 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Mitra Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55616/jitu.v6i1.1028

Abstract

Masjid memiliki peranan penting sebagai pusat persatuan masyarakat, khususnya di kawasan pemukiman umat Islam. Seiring perkembangan zaman dan kemajuan teknologi, fungsi masjid tidak hanya terbatas sebagai tempat ibadah, melainkan juga sebagai pusat aktivitas sosial. Arsitektur masjid berkembang dari masa Rasulullah di Timur Tengah dan menyebar ke berbagai belahan dunia, termasuk ke Aceh, wilayah pertama penyebaran Islam di Indonesia. Salah satu contoh perkembangan tersebut adalah Masjid Oman Al-Makmur di Banda Aceh, yang dibangun kembali setelah rusak akibat Tsunami 2004 dengan bantuan dari pemerintah Oman. Masjid ini mengadopsi gaya arsitektur Timur Tengah dengan sentuhan budaya lokal Aceh. Selain itu, Masjid Haji Keuchik Leumiek di Banda Aceh, dikenal sebagai Masjid Emas Aceh, menunjukkan perpaduan arsitektur Timur Tengah dan elemen budaya Aceh. Dibiayai sepenuhnya oleh keluarga pendirinya, masjid ini menjadi ikon baru dengan desain kubah dan menara yang unik serta penggunaan warna emas yang mencolok. Kedua masjid ini tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga mencerminkan keindahan, sejarah, dan kekayaan budaya melalui arsitektur mereka yang khas.
Kajian Arsitektur Tradisional Gayo pada Bangunan Bintang Resort di Takengon Maznuniza Gemasih; Sisca Olivia
Jurnal Ilmiah Teknik Unida Vol. 7 No. 1 (2026): Juni
Publisher : Mitra Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55616/jitu.v7i1.1192

Abstract

Arsitektur tradisional Gayo merupakan warisan budaya yang mengandung nilai-nilai filosofis, sosial, dan lingkungan yang tercermin dalam bentuk bangunan, struktur, tata ruang, material, serta ornamen. Namun, perkembangan pariwisata dan modernisasi telah mendorong transformasi nilai-nilai tersebut ke dalam bangunan kontemporer, termasuk pada Bintang Resort di Takengon. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan elemen arsitektur tradisional Gayo pada Bintang Resort serta menganalisis transformasi nilai arsitektur tradisional yang terjadi dalam konteks bangunan resort modern. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, dokumentasi visual, studi literatur, dan wawancara mendalam. Analisis dilakukan dengan mengidentifikasi elemen-elemen arsitektur tradisional Gayo, kemudian membandingkannya dengan kondisi eksisting Bintang Resort menggunakan kerangka teori Wastu-Citra Y.B. Mangunwijaya untuk menilai aspek fisik (wastu) dan aspek makna budaya (citra). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan arsitektur tradisional Gayo pada Bintang Resort bersifat parsial dan selektif. Elemen yang masih dipertahankan terutama terlihat pada bentuk atap yang mengadopsi siluet atap tradisional Gayo, sedangkan sistem struktur panggung, tata ruang tradisional, ornamen kerawang Gayo, dan orientasi budaya mengalami perubahan signifikan untuk menyesuaikan kebutuhan fungsi komersial dan kenyamanan wisatawan. Transformasi tersebut menyebabkan terjadinya pergeseran makna budaya dari fungsi simbolis dan filosofis menuju fungsi estetis dan komersial. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Bintang Resort lebih merepresentasikan bentuk visual arsitektur tradisional Gayo dibandingkan nilai-nilai budaya yang terkandung di dalamnya. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan desain yang lebih holistik agar penerapan arsitektur tradisional tidak hanya menjadi identitas visual, tetapi juga mampu mempertahankan makna dan karakter budaya Gayo secara utuh