Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Karakteristik fish cake dari surimi lele dumbo (Clarias gariepinus) dengan bahan pengikat yang berbeda: Characteristic of fishcake made from african catfish surimi with a different binding agent Resi Aji, Falentina Margareta; Sahubawa, Latif
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 27 No. 9 (2024): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 27(9)
Publisher : Department of Aquatic Product Technology IPB University in collaboration with Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17844/jphpi.v27i9.51570

Abstract

Lele dumbo adalah jenis ikan air tawar yang tumbuh cepat, pangsa pasar cukup besar, tetapi memiliki nilai ekonomi rendah. Nilai ekonomi lele dumbo dapat ditingkatkan melalui pengolahan surimi sebagai bahan baku fish cake. Tepung maizena dan tepung kentang dapat digunakan sebagai bahan pengikat pada pembuatan fish cake. Tujuan penelitian ini adalah menentukan formulasi campuran tepung maizena dan tepung kentang terbaik pada pengolahan fish cake dari surimi ikan lele dumbo berdasarkan penilaian hedonik, mikroba, dan nilai kalori. Surimi ikan lele dumbo dihasilkan dengan menambahkan tepung Na-alginat 0,4% dan CaCl2 0,5%. Perlakuan pada penelitian ini adalah rasio tepung maizena dan tepung kentang terhadap jumlah surimi yang digunakan, yaitu P0 (10%:0%); P1 (7,5%:2,5%); P2 (5%:5%); P3 (2,5%:7,5%); P4 (0%:10%). Parameter yang dianalisis meliputi kekuatan gel surimi, komposisi kimia, hedonik, perhitungan kalori, dan cemaran mikroba fish cake selama penyimpanan. Hasil karakterisasi surimi memiliki kekuatan gel (1.042,8 g/cm2); kadar air (55,48%); lemak (4,74%); abu (0,6%); dan protein (15,05%). Formulasi tepung maizena dan tepung kentang yang berbeda berpengaruh signifikan terhadap komposisi gizi fish cake, dengan rerata kadar air (43,84±0,2%), lemak (10,32±0,57%), abu (1,83±0,41%), dan protein (11,31±0,12%). Nilai kalori produk fish cake, yaitu 45 kcal dari 5 g lemak, 25 kcal dari 6 g protein dan 80 kcal dari 20 g karbohidrat. Hasil uji TPC dan TVB-N fish cake, yaitu 1,0x105 cfu/g dan 10,94 mg/100 g. Perlakuan P1 menghasilkan fish cake yang paling disukai panelis, dengan total nilai kalori sebesar 150 kcal per takaran saji (2 pcs), serta nilai TPC dan TVB-N yang masih pada batas aman hingga penyimpanan hari ke-10 pada suhu -18℃.
The Effect of Using Catalyst in Transesterification Reaction on the Biofuels Quality from Sardine Flour Oil Waste Sahubawa, Latif; Ningtyas, Diah Probo
Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology Vol 7, No 1 (2011): Jurnal Saintek Perikanan
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (105.393 KB) | DOI: 10.14710/ijfst.7.1.88-93

Abstract

Process of the transesterification reaction of sardine flour oil waste with NaOH as base catalyst in producing biofuels was conducted. The research purpose has studied the influence of NaOH concentration in transesterification process and examinate its effect on the quality of biofuels production, conversion, and physic quality. The variables that analysed was the effect of NaOH concentration as catalyst (0.5%, 1.0%, 1.5%, and 2.0% from amount of oil and methanol) in the transesterification reaction step. The result showed that the increasing NaOH concentration (0.5% until 1.5%), enhanced the biofuel conversion (%). The highest conversion of biofuels was achieved by using 1.50% NaOH (w/w) with 45.34% biofuels conversion. The major component in the biofuels was methyl palmitate (20.31%). ASTM analysis data also supported that the biofuel product was in agreement with automotive diesel fuel specification. Keywords: catalyst, transesterification, biofuels, quality, wastes
Karakteristik fisikokimia dan antioksidan garam mandi (bath salt) yang diperkaya tepung Sargassum sp. : Physicochemical and antioxidant characteristics of bath salt enriched with Sargassum sp. flour Salamah, Zahra Rizki; Sahubawa, Latif; Puspita, Indun Dewi; Putra, Mgs. Muhammad Prima
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 28 No. 6 (2025): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 28(6)
Publisher : Department of Aquatic Product Technology IPB University in collaboration with Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17844/jphpi.v28i6.61903

Abstract

Garam krosok dan rumput laut memiliki beragam manfaat di bidang pangan dan non-pangan. Fungsi penting dari garam krosok terhadap kulit, yaitu menjaga keseimbangan elektrolit, detoksifikasi, eksfoliasi, menyeimbangkan pH, dan antibakteri (menyembuhkan jerawat kulit). Penelitian ini bertujuan untuk menentukan konsentrasi terbaik tepung Sargassum sp. pada garam mandi berdasarkan aktivitas antioksidan dan standar mutu sabun mandi padat dan cair serta perhitungan nilai ekonomisnya. Garam mandi diolah dengan mencampurkan garam krosok, tepung rumput laut Sargassum sp., dan minyak asiri. Perlakuan penambahan tepung Sargassum sp., yaitu 0 (kontrol), 2, 4, dan 6%. Parameter yang dianalisis meliputi kadar air, pH, tinggi busa, waktu larut, aktivitas antioksidan metode DPPH, profil atribut sensori dengan Quantitative Descriptive Analysis (QDA) dan perhitungan nilai ekonomi. Rendemen tepung Sargassum sp. (12,5%), kadar air (10,39%), dan aktivitas antioksidan (33,16%). Rerata nilai kadar air garam mandi (4,10-4,37%); pH (6,31-7,05); tinggi busa (0,13-0,43 cm); waktu larut (1,32-1,44 menit); serta rerata nilai IC50 sebesar 100,9214±0,411-261,8415±0,147 ppm. Atribut sensori garam mandi, yaitu aroma minyak esensial lavender, aroma minyak kayu putih, aroma mint, aroma rumput laut kering, warna putih garam, kilap gula batu, cokelat momogi, tekstur keras, garam kasar, butiran pasir, licin, dan kesat. Nilai ekonomi garam mandi adalah Rp 92.520/pcs (75 mL). Penambahan tepung Sargasum sp. 6% menghasilkan karakteristik garam mandi terbaik berdasarkan standar mutu sabun mandi padat (SNI 3532:2021) dan sabun mandi cair (SNI 06-4085-1996).