Reza Apriadi
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Studi Kasus Putusan Pengadilan Negeri Banda Aceh Nomor: 23/ Pdt.G/2017/PN-Bna Dalam Kaitannya Dengan Pertimbangan Majelis Hakim Tentang Wanprestasi Reza Apriadi; Muzakkir Abubakar
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bidang Hukum Keperdataan Vol 3, No 3: Agustus 2019
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pasal 189 ayat (1) dan (2) R.Bg mewajibkan hakim melengkapi segala alasan hukum yang tidak dikemukakan para pihak. Hakim juga berkewajiban mengadili seluruh bagian gugatan para pihak. Dalam praktiknya, antara ketentuan tersebut dengan putusan Pengadilan Negeri Banda Aceh Nomor: 23/Pdt.G/2017/PN-Bna timbul ketidaksesuaian. Hakim menolak seluruh gugatan para pihak dengan tidak menyebutkan secara jelas dan rinci dasar pertimbangan ditolaknya gugatan tersebut dan tidak memeriksa secara cermat putusan perkara nomor: 08/Pdt.G/2012/PN-Bna sebelum memutuskan perkara nomor: 23/Pdt.G/2017/ PN-Bna, dalam menentukan pihak yang terbukti telah melakukan perbuatan wanprestasi. Hakim menolak gugatan para pihak seluruhnya atas dasar pertimbangan alat bukti akta pengakuan hutang yang telah cacat hukum dikaitkan dengan dua keterangan saksi dan print out foto tanpa menghubungkan secara cermat alat bukti lain baik yang diajukan di persidangan maupun berdasarkan undang-undang. Berlaku atau tidaknya Perjanjian Pelaksanaan Pekerjaan Pembangunan Rumah Type 45 dan Ongkos Kerja Nomor: 69 Tanggal 21 Desember 2009 tidak dipertimbangkan oleh hakim. Hakim dalam putusannya juga tidak menentukan secara konkrit pihak mana yang terbukti wanprestasi dan pihak mana yang tidak terbukti wanprestasi. Hakim harus memperhatikan asas memuat dasar alasan yang jelas dan rinci sesuai dengan ketentuan yang terkandung dalam Pasal 189 ayat (1) dan (2) R.Bg sebelum memutuskan suatu perkara, agar putusan yang diberikan lebih bersifat objektif dan lebih mengandung nilai keadilan, kepastian hukum dan kemanfaatan bagi para pihak.
Pengaruh Penerapan Last Planner System Terhadap Pengurangan Pemborosan dan Efisiensi Proyek Konstruksi Bendungan Reza Apriadi; Cindrawaty Lesmana
RekaRacana: Jurnal Teknik Sipil Vol 12, No 1: Maret 2026
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v12i1.30

Abstract

ABSTRAKProyek bendungan memiliki kompleksitas teknis dan manajerial yang tinggi sehingga rentan memunculkan pemborosan dan menurunkan efisiensi pelaksanaan. Penelitian ini mengevaluasi implementasi Last Planner System (LPS) serta pengaruhnya terhadap pengurangan pemborosan dan peningkatan efisiensi proyek bendungan, dengan mempertimbangkan faktor kontekstual proyek. Data diperoleh melalui kuesioner skala Likert 1–5 dari 106 responden pada proyek bendungan, dengan periode pengisian 10 November 2025 s.d. 15 Januari 2026. Analisis dilakukan menggunakan Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS) dengan indikator tingkat dimensi. Hasil menunjukkan bahwa implementasi LPS berpengaruh positif dan signifikan terhadap pengurangan pemborosan (β = 0,482; t = 6,627; p < 0,001); dan pengurangan pemborosan berpengaruh positif dan signifikan terhadap efisiensi proyek (β = 0,494; t = 6,431; p < 0,001). Faktor kontekstual juga menunjukkan pengaruh langsung signifikan terhadap efisiensi proyek (β = 0,472; t = 6,131; p < 0,001) dan pengurangan pemborosan (β = 0,415; t = 5,238; p < 0,001).  Secara deskriptif, dimensi dengan mean tertinggi adalah dukungan manajemen (4,481) dan commitment planning & weekly work plan (4,474); sedangkan dimensi dengan mean terendah adalah mengurangi waiting time (4,085). Temuan menegaskan perlunya penguatan mekanisme make-ready, disiplin rencana mingguan, dan percepatan alur keputusan/persetujuan untuk menekan waste dan meningkatkan efisiensi proyek bendungan.Kata kunci: bendungan, efisiensi proyek, last planner system, pemborosan ABSTRACTDam construction projects are characterized by high technical and managerial complexity, making them prone to waste and reduced project efficiency. This study evaluates the implementation of the Last Planner System (LPS) in dam projects and examines its effect on waste reduction and project efficiency while considering contextual project factors. Data were collected using a 1–5 Likert-scale questionnaire from 106 respondents during 10 November 2025–15 January 2026. Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (PLS-SEM) was employed using dimension-level indicators. The results indicate that LPS implementation significantly improves waste reduction (β = 0.482; t = 6.627; p < 0.001), and that waste reduction, in turn, significantly improves project efficiency (β = 0.494; t = 6.431; p < 0.001).  Contextual factors also show significant direct effects on project efficiency (β = 0.472; t = 6.131; p < 0.001) and waste reduction (β = 0.415; t = 5.238; p < 0.001).  Descriptive findings highlight strong performance in management support and weekly planning commitment, while waiting waste from lengthy approvals/decisions remains a key area for improvement. Findings emphasize strengthening make-ready practices, weekly planning discipline, and faster approval flows to reduce waste and enhance dam project efficiency.Keywords: dam, project efficiency, last planner system, waste