Munawarohthus Sholikha
Fakultas Farmasi, Institut Sains dan Teknologi Nasional

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Uji Aktivitas Jus Buah Nanas (Ananas comocus (L.) Merr.) Sebagai Pencahar Pada Mencit (Mus musculus) Munawarohthus Sholikha; Aris Munandar
SAINSTECH FARMA Vol 12 No 1 (2019): Sainstech Farma Jurnal Ilmu Kefarmasian
Publisher : FAKULTAS FARMASI, INSTITUT SAINS DAN TEKNOLOGI NASIONAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (370.964 KB) | DOI: 10.37277/sfj.v12i1.410

Abstract

Obat pencahar adalah obat yang dapat merangsang gerakan peristaltik dinding usus pada saat sembelit. Buah nanas mengandung serat dan bromelin yang berkhasiat mengatasi sembelit. Bromelin membantu melunakkan makanan di lambung dan serat buah nanas yang baik untuk mengatasi sembelit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui banyaknya jus buah nanas yang memberikan efek sebagai pencahar pada mencit. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental, menggunakan hewan sebanyak 25 ekor mencit yang dibagi dalam 5 kelompok perlakuan masing-masing terdiri dari 5 ekor mencit. Kelompok I diberi aquadest sebagai kontrol negatif. Kelompok II diberi oleum ricini sebagai kontrol positif. Kelompok III, IV dan V diberi jus buah nanas masing-masing dengan uji I (200g), uji II (400g), dan uji III (600g). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai yang didapat dari analisis sidik ragam (Uji F) berat feses yaitu Fhitung > Ftabel, 6,9716 > 2,87 (5%) dan > 4,43 (1%) selanjutnya dilakukan uji lanjutan yaitu uji Beda Nyata Terkecil (BNT). Hasil uji BNT menunjukkan ada perbedaan sangat nyata jus buah nanas 200g, 400g dan 600g > BNT0,01 dan > BNT0,05 dengan kontrol positif. Hal ini berarti jus buah nanas memiliki efek sebagai pencahar dengan memperbanyak berat feses dibandingkan dengan oleum ricini (kontrol positif).
Uji Aktivitas Ekstrak Air Daun Singawalang (Petiveria alliacea L.) terhadap Enzim α-Glukosidase Munawarohthus Sholikha; Meta Yunita Primayanti; Wahyu Fitriana
SAINSTECH FARMA Vol 12 No 2 (2019): Sainstech Farma Jurnal Ilmu Kefarmasian
Publisher : FAKULTAS FARMASI, INSTITUT SAINS DAN TEKNOLOGI NASIONAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (583.506 KB) | DOI: 10.37277/sfj.v12i2.455

Abstract

Singawalang (Petiveria alliacea L.) adalah tanaman yang digunakan dalam pengobatan tradisional dan telah terbukti secara preklinis sebagai obat diabetes melitus. Akarbose adalah salah satu obat oral antidiabetes yang mempunyai mekanisme kerja menghambat enzim α-glukosidase. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi inhibisi enzim α-glukosidase oleh ekstrak air daun singawalang serta ekstrak kombinasi daun singawalang dengan akarbose. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu reaksi enzimatik secara in vitro. Hasil percobaan, menunjukkan bahwa ekstrak air dan kombinasi ekstrak air daun singawalang-akarbose tidak memiliki aktivitas inhibisi enzim α-glukosidase sedangkan untuk akarbose memiliki nilai IC50 0,246 μg/mL. Dari hasil diatas dapat disimpulkan bahwa ekstrak air daun singawalang maupun kombinasi dari ekstrak air daun singawalang dengan akarbose tidak memiliki potensi dalam menghambat enzim α-glukosidase.
Formulasi Dan Evaluasi Gel Ekstrak Daun Sukun (Artocarpus altilis) Sebagai Antioksidan dan Inhibitor Tirosinase Munawarohthus Sholikha; Amelia Febriani; Suci Asriatul Nirmala
SAINSTECH FARMA Vol 14 No 1 (2021): Sainstech Farma: Jurnal Ilmu Kefarmasian
Publisher : FAKULTAS FARMASI, INSTITUT SAINS DAN TEKNOLOGI NASIONAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37277/sfj.v14i1.935

Abstract

Daun sukun (Artocarpus altilis) mengandung senyawa flavonoid yang dapat berperan sebagai antioksidan dan menghambat aktivitas enzim tirosinase yang berkhasiat sebagai pencerah kulit. Pada penelitian sebelumnya, uji aktivitas antioksidan ekstrak etil asetat daun sukun menunjukkan nilai IC50 66,52 ppm dan uji penghambatan enzim tirosinase menunjukkan hasil IC50 245,43 ppm. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ekstrak etil asetat daun sukun yang mengandung flavonoid memiliki kemampuan sebagai antioksidan dan antitirosinase saat dibuat sediaan gel. Gel dibuat dengan variasi konsentrasi ekstrak etil asetat daun sukun pada formula I, II, dan III berturut-turut yaitu 2%, 4% dan 6%. Uji evaluasi dilakukan pada sediaan gel yang sudah dibuat dengan variasi konsentrasi ekstrak etil asetat daun sukun yaitu organoleptis, homogenitas, pH, viskositas, waktu lekat, dan sineresis. Pada uji stabilitas fisiknya dilakukan dengan menyimpan gel pada suhu 4°C selama 24 jam lalu dipindahkan ke dalam oven bersuhu 40±2°C selama 24 jam (satu siklus). Uji dilakukan selama 6 siklus. Aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH (1,1 diphenyl-2-picrylhidrazil) dan penghambatan tirosinase menggunakan substrat L-DOPA. Hasil uji evaluasi fisik ketiga gel bersifat homogen, pH 5,8-6,0, nilai viskositas 27.000-36.000 cPs, waktu lekat >30 menit dan tidak sineresis. Hasil uji stabilitas menunjukkan gel stabil secara fisik. Ekstrak sukun memiliki nilai IC50 antioksidan 31,25 ppm. Nilai antioksidan gel formula I, II, III berturut-turut sebesar 10%, 13,71% dan 20,48%. Penghambatan tirosinase dengan substrat L-DOPA diperoleh gel formula I, II, III berturut-turut sebesar 40,35%, 39,11% dan 37,21%.