Dismenore, nyeri haid yang menyebar ke punggung dan paha, dapat menyerang siapa saja sebelum dan setelah menstruasi. Penyebabnya beragam, mulai dari pola makan tidak seimbang hingga stres. Namun, ada harapan untuk mengatasinya. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa teknik non farmakologi atau massage effleurage abdomen dapat mengurangi nyeri dismenore secara signifikan yang membantu meningkatkan kadar oksigen dalam jaringan dan mengurangi rasa sakit. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui dampak massage effleurage abdomen terhadap penurunan nyeri dismenore pada Mahasiswi Kebidanan di Poltekes TNI AU Ciumbuleuit. Desain penelitian ini menggunakan quasy eksperiment dengan rancangan two group pretest-posttest design dengan melibatkan 16 mahasiswi yang mengalami dismenore yang ditentukan dengan teknik random sampling. Data analisis menggunakan wilcoxon signed rank test. Hasil penelitian diperoleh data bahwa sebelum intervensi mengalami skala nyeri berat sebanyak 3 orang (37,5%), skala nyeri sedang sebanyak 5 orang (62,5%) dan sesudah dilakukan intervensi mengalami penurunan dengan skala nyeri sedang 5 orang (62,5%), skala nyeri ringan sebanyak 3 orang (37,5%). Analisis data menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan adanya pengaruh signifikan antara massage effleurage abdomen dan penurunan nyeri dismenore (p < 0,05). Penelitian ini memberikan harapan baru bagi mereka yang mencari solusi non- farmakologi untuk mengatasi dismenore. Bagi peneliti selanjutnya, diharapkan dapat mengembangkan metode ini lebih lanjut dan mengeksplorasi jenis-jenis terapi non-farmakologi lainnya. Dysmenorrhea , menstrual pain that radiates to the back and thighs, can affect anyone before and after menstruation. The causes are diverse, ranging from an unbalanced diet to stress. However, there is hope to overcome it. Recent research shows that non-pharmacological techniques or abdominal effleurage massage can significantly reduce dysmenorrhea pain by increasing oxygen levels in tissues and reducing pain. This study aims to determine the effect of abdominal effleurage massage on reducing dysmenorrhea pain in midwifery students at Poltekes TNI AU Ciumbuleuit. The research design used a quasi-experimental approach with a two-group pretest-posttest design, involving 16 students who experienced dysmenorrhea, selected using random sampling technique. Data analysis used the Wilcoxon Signed Rank Test. The results showed that before the intervention, 3 participants (37.5%) experienced severe pain and 5 participants (62.5%) experienced moderate pain. After the intervention, there was a decrease in pain levels, with 5 participants (62.5%) experiencing moderate pain and 3 participants (37.5%) experiencing mild pain. The Wilcoxon Signed Rank Test analysis showed a significant effect between abdominal effleurage massage and reduction of dysmenorrhea pain (p < 0.05). This study provides new hope for those seeking non-pharmacological solutions to overcome dysmenorrhea. For future researchers, it is expected that they can further develop this method and explore other types of non-pharmacological therapies