This Author published in this journals
All Journal Jurnal Filsafat
Jirzanah Jirzanah
Fakultas Filsafat, Universitas Gadjah Mada

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

NILAI-NILAI TOLERANSI ISLAM DI NEGARA KEBANGSAAN INDONESIA DALAM PERSPEKTIF AKSIOLOGI Jirzanah Jirzanah
Jurnal Filsafat "WISDOM" Vol 23, No 1 (2013)
Publisher : Fakultas Filsafat, Universitas Gadjah Mada Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jf.13157

Abstract

Islamic values are expected to be a barrier to excessive nationalistic. Analysis on Islamic values and tolerance from the point of view of axiology is important, because Islam is not just giving nature a noble and religious attitudes, but also respect for moral rules and actions. Axiological analysis is done by placing the basic Islamic values, moral norms and principles of the nation state in an universal hierarchy values. The purpose of this article is to formulate a reflective relevance of Islamic values and tolerance for the development of the nation state. The basic values of Islamic law according to the Quran is a religious and humanity values particularly noble mind. The law of God is a source of values to humanity values and the state of moral principles. Humanity values especially nobility mind formed the basic of freedom of thought and will. Nobility mind basic to foster unity, cooperation, freedom, democracy, and justice. Islamic teachings of tolerance are very relevant to the Indonesian nation state principle. Islam teaches religious nature and noble attitude, the attitude of respect for moral rules and actions. Tolerant teachings of Islam comes from religious values and universal humanities, so do not know the theory, attitudes, and practices that are based on violence and coercion in the field of divinity, politics, and economics.
Makna Simbolik Negara Ngalengka dalam Seni Wayang: Kajian Filsafat Manusia Budisutrisna Budisutrisna; Jirzanah Jirzanah
Jurnal Filsafat "WISDOM" Vol 32, No 2 (2022)
Publisher : Fakultas Filsafat, Universitas Gadjah Mada Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jf.69700

Abstract

Sejarah telah mencatat bahwa wayang telah memiliki usia yang cukup tua. Walau pun demikian seiring dengan berjalannya waktu wayang masih dapat mempertahankan eksistensinya. Wayang masih dapat diterima di tengah-tengah masyarakat. Hal ini disebabkan wayang memiliki sifat yang terbuka terhadap perkembangan zaman. Wayang memiliki sifat yang elastis dengan selalu tetap berpegang teguh kepada pakem seni wayang. Pada zaman sekarang ini pun wayang masih banyak penggemarnya. Salah satu penyebabnya karena kandungan makna simbolik yang banyak di dalamnya. Negara Ngalengka sebagai bagian dari seni wayang juga mengandung makna simbolik. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan. Metode analisis yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah metode hermeneutik filosofis dengan unsur-unsurnya yakni: deskripsi, kesinambungan historis, dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Negara Ngalengka mengandung makna simbolik yang berkaitan dengan kehidupan manusia dalam mencapai hidup utama. Dalam mencapai hidup utama manusia selalu mendapatkan rintangan sifat-sifat jiwa manusia yang buruk yang di lambangkan dengan tokoh-tokoh Negara Ngalengka. Sifat-sifat yang buruk itu harus selalu ditindas terus-menerus guna mencapai keutamaan hidup.