Jurnal Filsafat
Vol 32, No 2 (2022)

Makna Simbolik Negara Ngalengka dalam Seni Wayang: Kajian Filsafat Manusia

Budisutrisna Budisutrisna (Fakultas Filsafat, Universitas Gadjah Mada)
Jirzanah Jirzanah (Fakultas Filsafat, Universitas Gadjah Mada)



Article Info

Publish Date
21 Nov 2022

Abstract

Sejarah telah mencatat bahwa wayang telah memiliki usia yang cukup tua. Walau pun demikian seiring dengan berjalannya waktu wayang masih dapat mempertahankan eksistensinya. Wayang masih dapat diterima di tengah-tengah masyarakat. Hal ini disebabkan wayang memiliki sifat yang terbuka terhadap perkembangan zaman. Wayang memiliki sifat yang elastis dengan selalu tetap berpegang teguh kepada pakem seni wayang. Pada zaman sekarang ini pun wayang masih banyak penggemarnya. Salah satu penyebabnya karena kandungan makna simbolik yang banyak di dalamnya. Negara Ngalengka sebagai bagian dari seni wayang juga mengandung makna simbolik. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan. Metode analisis yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah metode hermeneutik filosofis dengan unsur-unsurnya yakni: deskripsi, kesinambungan historis, dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Negara Ngalengka mengandung makna simbolik yang berkaitan dengan kehidupan manusia dalam mencapai hidup utama. Dalam mencapai hidup utama manusia selalu mendapatkan rintangan sifat-sifat jiwa manusia yang buruk yang di lambangkan dengan tokoh-tokoh Negara Ngalengka. Sifat-sifat yang buruk itu harus selalu ditindas terus-menerus guna mencapai keutamaan hidup. 

Copyrights © 2022






Journal Info

Abbrev

wisdom

Publisher

Subject

Arts Humanities Education Languange, Linguistic, Communication & Media Social Sciences

Description

Jurnal Filsafat is a scientific journal that first published in 1990, as a forum for scientific communication, development of thinking and research in philosophy. Jurnal Filsafat is published twice a year, in February and August with p-ISSN: 0853-1870, and e-ISSN: 2528-6811 The Editorial Team of ...