Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Assisting the School Principals for Accreditation Site Visit (A Community Service in Pulo Gadung Sub-District East Jakarta) Supadi S; Evitha Soraya; Easyah Theoline; Salsa Sabillah
Nanggroe: Jurnal Pengabdian Cendikia Vol 2, No 8 (2023): November (In Progress)
Publisher : Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.10160057

Abstract

This community service focuses on providing assistance to school principals on document preparation for the accreditation assessor to review in reference to the standards. This assistance is important for school principals to be reminded about their roles and functions to improve school quality in general and specifically to reflect their efforts in preparing accreditation site visit tools. However, in providing the assistance, the research team focused more on the components of Teacher Quality and School Management. In this community service, the target participants were 50 elementary school teachers in Pulo Gadung District. The design of this community service follows the CBPR design which uses four stages. They are Community Preparation, Community Brainstorming, Community Sorting and Rating; and Community Interpretation (see Fg.1). The CBPR design fully supports collaborative work that is centered or based on a problem that requires a solution. In general, this research design is used with the aim of promoting change or action in society. The research design involved collaborative work between the research team, a representative of the local government and the team of school principal participants.The community service carried out through assisting elementary school principals have emerged mutual benefits among the research team and school principals. The benefits are mutual coordination, communication and cooperation in community orde to improve the quality of education, especially in terms of preparing document for accreditation site visit. Similar activities are a necessity in the future, particularly for schools that have not been involved in the Community Service carried out at this time.
Implementasi Total Quality Management (TQM) dalam Peningkatan Mutu Pendidikan Tinggi di Berbagai Negara Teguh Trianung DS; Alfiya Farashati; Easyah Theoline; Tri Haryani
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 13 No. 001 Desemb (2024): Didaktika: Jurnal Kependidikan (Special Issue 2024)
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.1403

Abstract

Pendidikan saat ini menghadapi kebutuhan akan peningkatan mutu yang berkesinambungan, terutama mengingat dinamika globalisasi. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi implementasi TQM dari berbagai negara. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan studi literatur. Data diperoleh dari kumpulan buku dan jurnal yang relevan dengan topik penelitian. Kemudian data dianalisis melalui tahap reduksi, penyajian, dan kesimpulan. Studi ini menginformasikan bahwa TQM di berbagai negara menghasilkan dampak positif terhadap kualitas pendidikan tinggi. Di Hongaria, komitmen terhadap kualitas melalui pendekatan kolaboratif dan peningkatan berkelanjutan membawa reputasi yang lebih baik, kepuasan mahasiswa yang lebih tinggi, dan peningkatan daya saing. Sementara itu, Turki menekankan kepemimpinan kuat, keterlibatan pemangku kepentingan, dan kebijakan akreditasi ketat untuk menciptakan lingkungan pendidikan berkualitas. Di Australia, penerapan TQM bergantung pada perubahan budaya institusi dan pengakuan bahwa institusi adalah sistem yang saling terkait. Inggris, melalui badan QAA, memastikan standar kualitas tinggi dengan evaluasi ketat dan memperkenalkan kerangka penilaian baru yang mengutamakan tinjauan akademis internal. Institusi pendidikan tinggi perlu mengadopsi pendekatan TQM yang terstruktur dan berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan daya saing mereka. Keterlibatan aktif semua pemangku kepentingan dan penilaian mutu yang ketat menjadi kunci untuk mencapai standar pendidikan yang lebih tinggi di tingkat nasional maupun internasional.
PERAN KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DI ERA INDUSTRI 4.0 DI SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI 26 JAKARTA Evitha Soraya; Alfiya Farashati Farashati; Easyah Theoline
Improvement: Jurnal Ilmiah untuk Peningkatan Mutu Manajemen Pendidikan Vol. 8 No. 2 (2021): iMProvement: Jurnal Ilmiah untuk kemajuan Manajemen Pendidikan
Publisher : Program Studi Manajemen Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/improvement.v8i2.21800

Abstract

Peran kepemimpinan di era industri 4.0 sangat dibutuhkan pada setiap instansi atau lembaga baik di bidang pemerintahan maupun di lembaga lain yang berkompeten termasuk juga di lembaga pendidikan yang mengharuskan sekolah menuju pada pengelolaan beradaptasi dengan era revolusi industri 4.0 yang meliputi kemapuan berkomunikasi , berkolaborasi dan beriovasi berbasis teknologi Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) Komunikasi Interpersonal, (2) Kolaborasi (3) Inovasi dan Kreativitas Kepala Sekolah SMKN 26 Jakarta. Jenis penelitian adalah penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian ini dilakukan di SMK Negeri 26 Jakarta di mulai April 2021 sampai dengan Juni 2021 . Data dan sumber data meliputi data primer berupa wawancara kepada Keey Informan dan informan pendukung yang terdiri orang orang yang terlibat langsung diantaranya Kepala Sekolah,Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas dan Kemitraan, Staff Ahli Wakasek Humas dan Kemitraan, Guru Kejuruan. Teknik analisis menggunakan model interaktif Miles and Huberman yakni reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Teknik keabsahan dengan triangulasi sumber, metode, dan teori. Kesimpulan yang di dapat dari penelitina ini bahwa komunikasi interpersonal yang dilakukan Kepala Sekolah SMKN 26 Jakarta yaitu dengan melakukan perencanaan mandiri secara non formal dan rekan komunikasi yang terlibat berhubungan pada pekerjaan baik di dalam maupun di luar sekolah. Sedangkan pada kolaborasi yang dilakukan kepala sekolah bersama wakil kepala sekolah bidang humas dan kemitraan yaitu Kerjasama dengan dunia usaha / industry dalam pelaksanaan program magang/pelatihan kerja lapangan. Kepala sekolah juga akan memberikan ruang dan wewenang kepada para guru untuk melakukan inovasi dan kreativitas di sekolah. Kepala sekolah akan memberikan arahan dan motivasi mengenai ide atau gagasan yang disampaikan oleh guru.