Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Semiotika Lirik Lagu Tanah Pusako Sumartono Sumartono; Ferdinal Ferdinal; M. Takdir; Jusmita Weriza
Jurnal Komunikasi dan Bisnis Vol 8, No 2 (2023): Jurnal Ilmu Komunikasi dan Bisnis
Publisher : STARKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36914/jikb.v8i2.894

Abstract

The analysis of this study uses the semiotic analysis of Roland Barthes' model with the use of two-stage significance, namely denotative meaning and connotative meaning. The results that the denotation meaning or the real meaning of Tanah Pusako (inheritance landis) the land where women live in the Minangkabau custom which is inhabited for generations by women. Meanwhile, the connotative or additional meaning of Tanah Pusako is the place where women live for generations, so the additional meaning is that pusako property is an inheritance from the Minangkabau people so that the ownership is not private but belongs to the people so it is forbidden to sell it. As for the myths or culture that has become the ideology or belief of the people regarding Pusako Land is land that belongs to the people so it is not privately owned if someone sells the pusako land, there will be many calamities befalling the person selling the pusako land (among them, will experience poverty, calamity , or being sworn in by the former ancestors who occupied Tanah Pusako so that they will experience a lot of suffering in life). ABSTRAK Analisa penelitian ini menggunakan analisa semiotika model Roland Barthes dengan penggunaan signifikasi dua tahap, yakni makna denotatif dan makna konotatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makna denotasi atau makna sebenarnya Tanah Pusako adalah tanah yang menjadi tempat tinggal kaum perempuan dalam adat Minangkabau yang dihuni secara turun temurun oleh kaum perempuan. Sedangkan makna konotasi atau makna tambahannya Tanah Pusako merupakan tempat tinggal para kaum perempuan secara turun temurun jadi makna tambahannya adalah harta pusako adalah warisan dari kaum Minangkabau sehingga kepemilikannya bukan pribadi tetapi milik kaum sehingga dilarang untuk dijual. Adapun Mitos atau budaya yang telah menjadi ideologi atau kepercayaan masyarakat mengenai Tanah Pusako adalah tanah milik kaum sehingga bukan milik pribadi apabila ada yang menjual tanah pusako tersebut maka akan banyak terjadi musibah menimpa kepada orang yang menjual tanah pusako tersebut (diantaranya, akan mengalami kemiskinan, musibah, atau disumpahi nenek moyang terdahulu yang menduduki Tanah Pusako sehingga akan mengalami banyak penderitaan hidup).
PENGARUH KECERDASAN EMOSIONAL DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN (STUDI PADA LURAH PEREMPUAN DI KELURAHAN BANDAR BUAT KECAMATAN LUBUK KILANGAN KOTA PADANG) Muhammad Takdir; Riswanto Bakhtiar; Jusmita Weriza
UNES Law Review Vol. 5 No. 4 (2023): UNES LAW REVIEW (Juni 2023)
Publisher : LPPM Universitas Ekasakti Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31933/unesrev.v5i4.707

Abstract

Bandar built village is one of the villages located in the Lubuk Kilangan sub-district, Padang, West Sumatra, Indonesia. Bandar Create Village is also a Village with potential in agriculture, plantations, animal husbandry, and trade in Lubuk Kilangan District, Padang City, West Sumatra Province. Associative causal research methods quantitative techniques. Data collection techniques with questionnaires. The population in this study were all RT, RW in Bandar Create Village, Lubuk Kilangan District, Padang City. With a total of 61 samples that are representative of the existing population. Data analysis used descriptive analysis, classic assumption test, and hypothesis testing. The results showed that the influence on the emotional intelligence variable (X) with Decision Making (Y) was 0.245 or 24.5% while the remaining 20.2% was influenced by other factors not included in this study.
IMPLEMENTASI PELAYANAN KARTU E-MONEY (BRIZZI) PADA BUS TRANS PADANG Muhammad Takdir
Jurnal Ilmu Hukum, Humaniora dan Politik Vol. 1 No. 1 (2020): (JIHHP) Jurnal Ilmu Hukum, Humaniora dan Politik (November 2020)
Publisher : Dinasti Review Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jihhp.v1i1.422

Abstract

Penggunaan kartu E-money (BRIZZI), ditemukan banyaknya pengguna Bus Trans Padang yang masih belum tahu penggunaan Bus Trans Padang menggunakan kartu E-money (BRIZZI) dan cara penggunaanya yang mana kartu E-money (BRIZZI) ini baru di terapkan pada tanggal 17 Agustus 2019. Sebagaimana hasil wawancara penelliti dengan Bapak Agus Setia Budi selaku kepala UPT Bus Trans Padang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Strategi pelayanan UPT Bus Trans Padang dalam penerapan kartu E-money (BRIZZI) pada Bus Trans Padang, (2) kendala yang terjadi pada strategi pelayanan penggunaan kartu E-money (BRIZZI) pada Bus Trans Padang, (3) upaya yang dilakukan dalam mengatasi kendala strategi penggunaan kertu E-money (BRIZZI) pada Bus Trans Padang.Metode penelitian yang digunakan bersifat deskriptif kualitatif. Pengambilan sampel peneliti menggunakan teknik purposive sampling, dengan sampel berjumlah 5 orang. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui: (1) penelitian keperpustakaan, (2) penelitian lapangan, (a) observasi (b) teknik wawancara (c) teknik dokumentasi. Sumber data dari penelitian ini yaitu didapatkan dari UPT Bus Trans Padang. Berdasarkan hasil penelitian menyimpulkan bahwa: 1.Strategi pelayanan UPT Bus Trans Padang dalam penerapan kartu E-money (BRIZZI) pada Bus Trans Padang. 2. Kendala yang terjadi pada strategi penggunaan kartu E-money (BRIZZI) pada Bus Trans Padang yaitu: (a) Penambahan armada Bus Trans Padang, (b) Kurangnya sarana tempat pembelian tiket dan Top Up, (c) Kurangnya sosialisasi, (d) Kurangnya sarana dan prasarana. 3. Upaya yang dilakukan dalam mengatasi kendala strategi penggunaan kartu E-money (BRIZZI) pada Bus Trans Padang yaitu: (a) Diskusi penambahan armada Bus Trans Padang, (b) Melakukan sosialisasi, (c) Meningkatkan sarana dan prasarana.