Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Pemanfaatan Tanaman Obat Daerah Menjadi Produk Sabun dan Lilin Untuk Meningkatkan Imunitas di Kabupaten Pamekasan maasyitoh sari latifah; Myrna Adianti; Maya Septriana; Dessy Harisanty; Edith Frederika Puruhito; Rini Hamsidi; Dwi Setiani Sumardiko; Ario Imandiri
Jurnal SADEWA Vol 2 No 01 (2024): Sadewa: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas dr. Soebandi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36858/js.v2i1.682

Abstract

Based on observations in Pamekasan Regency, many types of medicinal plants were found. Neem leaves (Azadirachta indica) Another plant that is often found in Pamekasan is jasmine (Jasminum grandiflorum L. subsp.). Even though this medicinal ingredient grows a lot in Pamekasan Regency, it has not been utilized optimally. The aim of community service with this workshop is an effort to improve the knowledge of comodity. The targets for implementing this activity are all female students at Al-Mujtama' Islamic boarding school with a total of 75 people. The stages of this activity include: preparation which begins with making initial observations, making pamphlets and preparing materials and tools. The next stage is the implementation stage, training activities in making soap and candles, as well as providing pamphlets on how to make them. The activity lasted for 2 days. The results achieved in addition to community knowledge and skills are products in the form of neem-based soap and aromatherapy candles.
EFEKTIVITAS PEMBERIAN KOMBINASI TERAPI PIJAT ANAK DAN AROMATERAPI SEREH WANGI TERHADAP PENINGKATAN BERAT BADAN PADA ANAK USIA 3-5 TAHUN Sumardiko, Dwi Setiani; Rahmanisa, Adiba; Puruhito, Edith Frederika; Hamsidi, Rini
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.39076

Abstract

Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar Kementrian Kesehatan 2018, presentase balita dengan kategori kurus usia 3-5 tahun di Indonesia terdapat 17,7% balita masih mengalami masalah gizi, Pada wilayah Jawa Timur yang menderita status gizi kurang sebanyak 13,43% dan untuk wilayah Sedati prevalensi balita yang mengalami gizi kurang sebanyak 4,08%. Masalah yang sering dijumpai pada anak ialah rendahnya berat badan anak. Berat badan ialah hasil peningkatan atau penurunan semua jaringan dalam tubuh, yaitu tulang, otot, lemak, tubuh dan lain-lain. Stimulasi untuk meningkatkan berat badan pada anak adalah pijat anak dan aromaterapi menggunakan sereh wangi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pijat anak dan aromaterapi sereh wangi terhadap peningkatan berat badan pada anak usia 3-5 tahun, dan metode penelitian ini menggunakan pretest-posttest one group design, dengan membandingkan rerata perubahan berat badan dari perlakuan kombinasi pijat anak dan aromaterapi sereh wangi dengan rumus uji T berpasangan. Hasil penelitian yang diperoleh dari pemberian kombinasi terapi pijat anak dan aromaterapi sereh wangi yang dilakukan terhadap 11 orang anak usia 3-5 tahun dengan berat badan rendah selama 4 minggu menunjukkan adanya peningkatan berat badan yang signifikan sebesar (p= 0,00). Sehingga kesimpulan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa kombinasi terapi pijat anak dan aromaterapi sereh wangi dapat meningkatkan berat badan pada anak usia 3-5 tahun.
IMPROVING ELDERLY QUALITY OF LIFE THROUGH ACUPUNCTURE AND SELF-CARE TRAINING IN KOWEL, PAMEKASAN: PENINGKATAN KUALITAS HIDUP LANSIA DENGAN AKUPUNTUR DAN PELATIHAN MANDIRI DI KOWEL, PAMEKASAN Imandiri, Ario; Hamsidi, Rini; Sumardiko, Dwi Setiani; Latifah, Maasyitoh Sari; Adianti, Myrna; Puruhito, Edith Frederika; Nurrosyidah, Iif Hanifa
Darmabakti Cendekia: Journal of Community Service and Engagements Vol. 7 No. 2 (2025): DECEMBER 2025
Publisher : Faculty of Vocational Studies, Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/dc.V7.I2.2025.158-165

Abstract

Background: Hypertension is a major public health problem, accounting for approximately 13% of total mortality and causing around 8 million deaths each year. It is highly prevalent among the elderly (aged over 60 years), with rates ranging from 60% to 80%. According to the 2018 Basic Health Research, hypertension cases in Indonesia continue to rise, affecting 63.2% of individuals aged 65–74 years and 69.5% of those aged 75 years and above. Objective: This program aimed to improve the knowledge and skills of elderly individuals in managing hypertension through acupuncture therapy and self-care training. Method: In collaboration with Puskesmas Kowel, the program involved socialization activities, workshops, and a one-month acupuncture therapy service conducted by traditional medicine therapists from Universitas Airlangga. Pre-test and post-test evaluations were administered to assess knowledge improvement and the effectiveness of the therapy in reducing blood pressure. Results: The program successfully enhanced the elderly participants’ understanding of hypertension and acupuncture therapy, as well as their ability to perform self-acupressure techniques. It also strengthened the role of Puskesmas Kowel as an educational and acupuncture therapy center for elderly care in Pamekasan. Conclusion: This initiative provides a foundation for improving the quality of life among the elderly through sustainable complementary therapy practices.
Patok Paku: Pengembangan Toga dan Pijat Akupresur untuk Upaya Preventif dan Promotif Kesehatan Keluarga Hamsidi, Rini; Nurrosyidah, Iif Hanifa; Latifah, Maasyitoh Sari; Adianti, Myrna; Sumardiko, Dwi Setiani; Puruhito, Edith Frederika; Puspita, Dwi Indah; Zidan, Reza Akni Arifia; N.N, Damayanti; Azzahra, Devita Fitri
Amal Ilmiah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 3 (2025)
Publisher : FKIP Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/amalilmiah.v6i3.473

Abstract

Masyarakat pedesaan Kabupaten Lamongan khususnya di Desa Randubener masih menghadapi tantangan dalam menjaga kesehatan keluarga secara mandiri dikarenakan oleh pemanfaatan potensi lokal seperti Taman Obat Keluarga (TOGA) dan terapi akupresur yang belum optimal. Oleh karena itu, perlu dilakukan penyuluhan, pelatihan dan pembinaan mengenai TOGA dan akupresur agar dapat meningkatkan potensi yang telah dimiliki dalam mengatasi keluhan kesehatan ringan secara preventif dan promotif, serta mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Program PATOK PAKU hadir untuk mengoptimalkan pemanfaatan TOGA dan akupresur melalui pelatihan dan pendampingan intensif kepada kader PKK, kader TOGA, dan warga Randubener dengan pendekatan partisipatif dan berkelanjutan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam membudidayakan TOGA dan menerapkan teknik dasar akupresur, peningkaatan pengetahuan masyarakat dalam mengaplikasikan TOGA dan metode menanam tanaman obat di rumah. Dengan demikian, program ini menjadi langkah strategis dalam mendorong kemandirian dan keberlanjutan kesehatan keluarga berbasis kearifan lokal.  
PENGARUH SEDUHAN SERBUK SIMPLISIA BUAH TRENGGULI (Cassia Fistula L) TERHADAP GANGGUAN KONSTIPASI PADA REMAJA WANITA Myrna Adianti; Rania Ratri Fauziyah; Nurmawati Fatimah; Iif Hanifa Nurrosyidah; Arifa Mustika; Rini Hamsidi; Dwi Setiani Sumardiko; Edith Frederika Puruhito
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 5 No. 7 (2025): Desember 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Konstipasi merupakan gangguan yang sering terjadi pada remaja wanita, terutama akibat asupan serat dan cairan yang tidak mencukupi. Penggunaan obat laksatif secara terus-menerus dapat menimbulkan efek samping, sehingga diperlukan alternatif terapi yang lebih aman. Buah trengguli (Cassia fistula L.) diketahui mengandung senyawa antrakuinon yang berpotensi sebagai laksatif alami. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan dosis seduhan buah trengguli (Cassia fistula L.) terhadap penanganan konstipasi pada remaja wanita. Metode: Penelitian ini menggunakan pre test post test control goup design dengan tiga kelompok. Dua kelompok perlakuan yang masing-masing menerima dosis berbeda seduhan serbuk simplisia buah trengguli, dan satu kelompok kontrol. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua dosis seduhan serbuk simplisia buah trengguli mampu menurunkan skor CSS secara signifikan pada remaja wanita dengan konstipasi fungsional, dibandingkan dengan kelompok kontrol. Analisis statistik menunjukkan perbedaan bermakna antar kelompok perlakuan dan kontrol (p < 0,05). Kesimpulan: Terdapat perbedaan persentase penurunan skor CSS antara dua dosis seduhan serbuk buah trengguli, meskipun tidak signifikan. Pemberian dosis 1,6 g menurunkan skor CSS sebesar 64%, sedangkan pemberian dosis 0,8 g sebesar 62%.