Millatuz Zakiyah
Brawijaya University

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

SEMANTIK PROTOTIPE KORUPSI: KAJIAN LINGUISTIK KOGNITIF Millatuz Zakiyah; Noveria Anggraeni Fiaji; Prima Zulvarina
RETORIKA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 11, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1011.782 KB) | DOI: 10.26858/retorika.v11i2.5137

Abstract

Semantics Corruption Prototype: Cognitive Linguistic Study. Semantic Prototype Corruption: Cognitive Linguistics Review. This study aims to define corruption through prototype theory in cognitive linguistics. The research is designed through a qualitative-quantitative approach with Tomaszczyk (2007) prototype theory. The results of the study indicate that the most corrupt variables affecting the degree of corruption are (1) 'unlawful rewards' and (2) 'abuse of authority', while (3) 'knowing that it is corruption' and (4) 'corrupt intent' no effect. Based on the background of respondents there is no difference in the degree of degree of corruption.
Penggunaan Afiks Bahasa Gaul di Twitter Salamah Salamah; Millatuz Zakiyah; Wakhidatus Salma; Pratista Widya Satwika
Sintesis Vol 17, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Sanata Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/sin.v17i1.5314

Abstract

Bahasa akan terus berkembang sesuai dengan lingkungan sosialnya, pun demikian dengan penggunaan bahasa gaul yang marak digunakan pengguna media sosial, salah satunya pengguna Twitter. Adapun tujuan penelitian ini mengkaji tren-tren bahasa baru terus diciptakan dan tren terbaru yang beredar sehingga menghasilkan pembentukan bahasa gaul melalui afiks yang tidak sesuai dengan kaidah yang ada. Melalui pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian empiris yang didasarkan pada tingkah laku subjek penelitian, dalam hal ini pengguna media sosial Twitter, maka didapatkan hasil penelitian yaitu baik pada afiks meN-, peN-, ter-, dan ber- ditemukan perubahan pada proses pembentukan kata juga pada makna dan fungsinya. Afiks meN + verba berubah menjadi meN+adjektiva;  afiks peN- + verba dan peN- + adjektiva (kata-kata tertentu), berubah menjadi peN- + adjektiva yang berlaku di kata yang tidak tepat; afiks ter- + verba dasar, nomina dasar, adjektiva, adverbia, dan pereposisi, berubah menjadi ter- + adjektiva dalam kata yang tidak tepat, dan ter- + nomina yang berlaku sebagai kata ulang; afiks ber- + verba berubah menjadi ber- + kata ulang berbentuk verba.