Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

KARAKTERISTIK TIPOLOGI ARSITEKTUR KOLONIAL BELANDA PADA RUMAH TINGGAL DI KAWASAN TIKALA Tarore, Larry T.; Sangkertadi, Prof.; Kaunang, Ivan R. B.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol 5, No 2 (2016): Volume 5 No.2 November 2016
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian tesis ini bertujuan untuk mengungkapkan karakteristik tipologi arsitektur kolonial Belanda di kawasan Tikala dan mengidentifikasi perubahan fungsi ruang dalam pada rumah berciri khas arsitektur kolonial Belanda. Metodologi penelitian yang dipakai adalah metodologi penelitian rasionalisme dalam bentuk kualitatif dengan pendekatan tipologi. Metode kualitatif untuk mengidentifikasi tipologi bangunan kolonial Belanda yang berada di Kawasan Tikala. Kriteria pemilihan sampel berdasarkan aspek keaslian fasade bangunan yang tidak memiliki perubahan pada fasade dan kondisi dalam yang masih asli. Analisis yang digunakan adalah analisis kualitatif. Melalui penelitian ini penulis dapat mengidentifikasi karakteristik tipologi arsitektur kolonial Belanda pada rumah tinggal yang berada dikawasan Tikala dan bagaimana perubahan fungsi ruang dalam pada bangunan rumah tinggal dengan menggunakan pendekatan tipologi dan mengambil acuan dari beberapa teori seperti teori fungsi dan teori perubahan. Melalui penelitian ini diharapkan masyarakat yang mempunyai rumah yang masih berciri khas arsitektur kolonial Belanda agar tetap mempertahankan keaslian fasade dan bentuk bangunan dan untuk pemerintah agar bisa membuat peraturan daerah yang mengatur perlindungan dan pelestarian bangunan-bangunan bersejarah dikota Manado. Kata Kunci              : Arsitektur kolonial Belanda, karakteristik tipologi, perubahan fungsi.
DESAIN RUSUNAWA DENGAN KONSEP BANGUNAN HEMAT ENERGI DI MANADO Rauf, Edwinsyah R.; Sangkertadi, Prof.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol 2, No 3 (2013): Volume 2 No.3 November 2013
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK RUSUNAWA (Rumah Susun Sederhana Sewa) adalah salah satu solusi untuk menyelesaikan masalah pemukiman padat di perkotaan. Tipe konstruksi bangunan bertingkat banyak pada Rusunawa, memberi peluang penggunaan lahan yang efektif untuk tempat tinggal bagi banyak manusia/keluarga. Sebagai bangunan bertingkat banyak dan padat penghuni berumah tangga, maka beresiko mengkonsumsi energy yang cukup besar. Karena itu diperlukan strategi desain hemat energy pada tipe bangunan tersebut. Tulisan ini memaparkan suatu konsep atau gagasan rancangan Rusunawa yang terletak di Kota Manado dengan menerapkan konsep arsitektur hemat energy. Rancangan orientasi, bukaan, material façade, dan atap-hijau, menjadi prioritas rancangan untuk mencapai tujuan hemat energy. Energi terbesar dipakai untuk memenuhi daya listrik bagi sistim penghawaan dan penerangan buatan. Selain itu, dalam konsep ini juga diintegrasikan dengan konsep konversi energy matahari menjadi listrik, yakni melalui penggunaan sel-surya yang diterapkan di bagian atap bangunan.   Kata Kunci: Urbanisasi, Pemukiman, Rusunawa, Hemat Energi
PERHITUNGAN DAN RANCANGAN PENERANGAN BUATAN PADA RUANG DUBBING SUATU STUDIO PRODUKSI FILM (Calculation and Design of Artificial Lighting System of a Dubbing Room) N, Ningsar; Sangkertadi, Prof.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol 2, No 1 (2013): Edisi Khusus TA. Volume 2 No.1 Mei 2013.
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKMetode perhitungan penerangan merata diterapkan dalam perencanaan ruang dubbing dari suatu konseprancangan studio produksi film. Ruang dubbing memiliki fungsi strategis dalam proses produksi film, sehinggamemerlukan tata cahaya yang baik. Para artis, dubber dan operator dubbing, memerlukan cahaya di ruangdubbing dengan kuat penerangan yang mencukupi, nyaman, merata serta tidak menyilaukan, agar dapatmelaksanakan tugas produksi film secara optimal. Karena itu, diperlukan perhitungan yang tepat untukmenghasilkan keputusan tentang jumlah dan jenis lampu serta tata letaknya dalam ruang. Metode perhitunganyang diterapkan dalam kasus ini meliputi dua cara yakni dengan cara manual berdasarkan standar tata caraperhitungan menurut SNI dan dengan menggunakan software Dialux v 14. Dengan software dapat dihasilkankeluaran sampai pada gambar contour kuat penerangan pada posisi bidang kerja, sedangkan dengan cara manualhanya dapat dihasilkan konsep penempatan titik lampu berikut informasi daya dan spesifikasinya..Kata kunci: penerangan merata, ruang dubbing, kuat cahaya
KONSEP PERANCANGAN BANDAR UDARA DENGAN TEMA ECOFRIENDLY di BOLAANG MONGONDOW Paputungan, Sigit Prabowo; Sangkertadi, Prof.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol 2, No 3 (2013): Volume 2 No.3 November 2013
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Kabupaten Bolaang Mongondow merupakan wilayah yang berada di provinsi Sulawesi Utara, kebutuhan akan suatu wadah untuk menunjang  kegiatan transportasi sangat dibutuhkan masyarakat setempat, Perencanaan Bandar Udara di Bolaang Mongondow ini menjadi salah satu pemecahan dalam hal kebutuhan untuk kegiatan transportasi tersebut yang dirancang memiliki nilai arsitektur yang tinggi, juga Bandar udara ini menjadi salah satu perencanaan di Kabupaten Bolaang Mongondow dimana program perencanaan ini dimaksud untuk menunjang kegiatan masyarakat. Perencanaan Bandar Udara di Bolaang Mongondow terbagi pada  beberapa bagian dimana fasilitasnya meliputi Landasan pacu, apron, terminal penumpang, area parkir,  hangar, menara, dan lain-lain. Bandar udara di Bolaang Mongondow ini menerapkan pendekatan tematik “Ecofriendly”. Karena melalui pendekatan tersebut selain kesadaran akan kelestarian lingkungan tapi juga berpengaruh terhadap objek rancangan dimana dengan menggunakan pendekatan tema Ecofriendly maka dapat menghemat biaya karena tema tersebut memaksimalkan pemanfaatan/ pemakaian terhadap sumber daya alam yang tersedia. Kata kunci:Bandarudara, transportasi, ecofriendly.
POTENSI PV TERINTEGRASI PADA RTP SEBAGAI PENUNJANG ENERGI KAWASAN PERKOTAAN. STUDI KASUS KOTA MANADO (Introduce of the potential of POSIPV (Public Open-Space Integrated PhotoVoltaic). A case study in Manado.) Binti, Sarina J.; Sangkertadi, Prof.
MEDIA MATRASAIN Vol 10, No 1 (2013)
Publisher : Department of Architecture, Engineering Faculty - Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ruang Terbuka Publik (RTP) merupakan merupakan bagian dari elemen arsitektur kota dan umumnya terdiri dari RTP bertipe RTH (Ruang Terbuka Hijau) dan RTNH (Ruang Terbuka Non Hijau). Fungsi utama RTH yaitu fungsi ekologis dan fungsi tambahan seperti social umumnya lebih dominan, dibandingkan dengan fungsi ekonomi. RTP yang terletak didaerah beriklim tropis yang kaya akan sinar matahari , selayaknya juga dapat difungsikan sebagai lokasi penyedia energi listrik berbasis surya melalui instalasi PV (Photo Voltaic) pada beberapa elemen arsitekturalnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan konsep dan peluang Photovoltaic terintegrasi RTH sehingga dapat menunjang kebutuhan energi kawasan perkotaan dan menghidupkan area RTH Kawasan Perkotaan itu sendiri sehingga RTH bisa mandiri energy.Penelitian dilaksanakan di Kota Manado, menerapkan metode pengukuran dengan modul PV melalui eksperimen lapangan dan simulasi komputasi menggunakan pogram computer “Matahari”. Hasilnya menunjukan bahwa kemiringan PV terbaik berada pada sudut 10˚-15˚ dengan arah orientasi ke arah Barat sedangkan apabila cuaca dianggap cerah dan faktor penyinaran lebih besar dari 60% maka arah orientasi terbaik menghadap arah Selatan. Peluang PV terintegrasi RTH dapat menghasilkan energy untuk mendukung RTH mandiri energi.Kata kunci : RTH, PV, arsitektur kota, POSIPV, tropis
HIBRIDISASI FUNGSI PASAR TRADISIONAL DAN MALL Rompis, Febrina D S; Sangkertadi, Prof.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol 2, No 1 (2013): Edisi Khusus TA. Volume 2 No.1 Mei 2013.
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Pasar tradisional dan mall merupakan tempat berdagang dan berbelanja. Meskipun keduanya memiliki fungsi yang sama namun terdapat perbedaan yang signifikan dari kedua fungsi ini. Perbedaan tersebut dapat dilihat dari lokasi, barang yang didagangkan, bentuk bangunan, sistem perbelanjaan yang berlaku, dll. Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan.  Dengan metode-metode hybrid dalam arsitektur maka fungsi pasar tradisional dan mall akan di hibridisasikan sehingga akan menghasilkan suatu sistem yang baru yang bersimbiosis / saling menguntungkan. Kata Kunci :         Pasar Tradisional, Mall, Hibridisasi, Fungsi, Simbiosis
KENYAMANAN TERMAL RUMAH TEPI SUNGAI, STUDI KASUS RUMAH TEPI SUNGAI KAHAYAN, PALANGKA RAYA, INDONESIA Toding, Juprianto Bua’; Kindangen, Prof. J.I.; Sangkertadi, Prof.
RADIAL : Jurnal Peradaban Sains, Rekayasa dan Teknologi Vol. 3 No. 2 (2015): RADIAL: JuRnal PerADaban SaIns RekAyasan dan TeknoLogi
Publisher : Universitas Bina Taruna Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37971/radial.v3i2.72

Abstract

ABSTRAK Early settlement in the town of Palangka Raya began when the Dayak tribes started to build their traditional houses. The traditional houses were constructed in the river bank or even on the river water. These houses consisted of two types: the stilt houses and the floating houses. Since the area in which the houses are built is in the warm and humid climate, with the daily average air temperature above 28oC and the relative humidity above 85%, there is a curiosity whether inhabitants live in these houses were comfortable. A recent thermal comfort study has been conducted in these houses to see whether people were thermally comfortable This paper discusses this study and draws some conclusion from it. Keywords: thermal comfort, PMV, PPD, houses, riverside, Palangka Raya
PENGARUH PEMBANGUNAN JALAN TERHADAP TAPAK KAWASAN PEMUKIMAN NELAYAN STUDI KASUS (KORIDOR JALAN BOULEVARD DUA KELURAHAN SINDULANG SATU MANADO) Tombeg, Beldie A.; Sangkertadi, Prof.; Rondonuwu, Moody
RADIAL : Jurnal Peradaban Sains, Rekayasa dan Teknologi Vol. 3 No. 2 (2015): RADIAL: JuRnal PerADaban SaIns RekAyasan dan TeknoLogi
Publisher : Universitas Bina Taruna Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37971/radial.v3i2.73

Abstract

ABSTRAK Trend pertambahan penduduk saat ini dan perkembangan kegiatan usaha di suatu kota pada gilirannya akan menuntut kebutuhan ruang dan permintaan penyediaan sarana maupun prasarana kota, ini merupakan konsekuensi logis dari bertambahnya jumlah penduduk yang diikuti dengan peningkatan jumlah kendaraan baik roda dua mapun roda empat, sehingga diperlukan adanya penambahan serta pelebaran ruas jalan. Sementara itu dalam dimensi yang lebih luas, jaringan jalan mempunyai peranan yang sangat penting dalam pengembangan wilayah baik dalamm skala nasional, skala regional, maupun skala lokal kabupaten/kota sesuai dengan fungsi dari jaringan jalan tersebut. Karena dengan terbangunnya jaringan jalan maka ini akan lebih cepat mendorong pertumbuhan ekonomi yang signifikan dalam satu daerah maupun antar daerah lainnya. Berdasarkan hasil analisis pengaruh pembangunan jalan pada tata tapak kawasan pemukiman nelayan koridor jalan Boulevard Dua Kelurahan Sindulang Satu, dapat diambil kesimpulan bahwa pembangunan jalan Boulevard Dua ini memberikan pengaruh yang signifikan terhadap tata tapak kawasan pemukiman nelayan di Kelurahan Sindulang Satu khususnya pada koridor jalan Boulevard Dua. Kata Kunci : Terminal Penumpang, Bandar Udara dan Akustik Arsitektur.
EKSPRESI ARSITEKTUR BERWAWASAN EKOWISATA DI KAWASAN BOULEVARD Lumempouw, Ronald A.; Tondobala, Linda; Sangkertadi, Prof.
RADIAL : Jurnal Peradaban Sains, Rekayasa dan Teknologi Vol. 3 No. 2 (2015): RADIAL: JuRnal PerADaban SaIns RekAyasan dan TeknoLogi
Publisher : Universitas Bina Taruna Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37971/radial.v3i2.75

Abstract

ABSTRAK Perkembangan Kota Manado sebagai kota jasa dan perdagangan yang merupakan pintu gerbang serta beranda provinsi Sulawesi Utara saat ini sedang berpacu dengan pengaruh pertumbuhan ekonomi di kawasan pasifik, yang merupakan pertumbuhan ekonomi salah satu yang berkembang pesat di dunia. Kejelasan fungsi bangunan di Kawasan BOB melalui ekspresi arsitektur, dapat memperkuat tingkat kejelasan suatu wilayah kota dimana bangunan tersebut berada. Kawasan BOB ini berpeluang menjadi Landmark kota Manado karena menjadi pusat tujuan masyarakat manado khususnya, Sulawesi Utara umumnya dan para wisatawan nasional dan manca negara. Hasil dari penelitian ini dengan mempertimbangkan parameter penelitian, diharapkan dapat menjadi dasar pertimbangan dan masukan dalam konsep proses perencanaan dan penataan bangunan (guide lines) di Kota Manado agar sesuai dengan Branded Kota Manado yaitu Kota Model Ekowisata. Berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kota Manado Tahun 2005-2025, Visi Kota Manado adalah: “Manado Pariwisata Dunia” Keywords : Manado Pariwisata Dunia, Guide Lines.
KENYAMANAN TERMAL RUMAH TEPI SUNGAI, STUDI KASUS RUMAH TEPI SUNGAI KAHAYAN, PALANGKA RAYA, INDONESIA Toding, Juprianto Bua’; Kindangen, Prof. J.I.; Sangkertadi, Prof.
RADIAL : Jurnal Peradaban Sains, Rekayasa dan Teknologi Vol. 3 No. 2 (2015): RADIAL: JuRnal PerADaban SaIns RekAyasan dan TeknoLogi
Publisher : Universitas Bina Taruna Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (795.858 KB) | DOI: 10.37971/radial.v3i2.72

Abstract

ABSTRAK Early settlement in the town of Palangka Raya began when the Dayak tribes started to build their traditional houses. The traditional houses were constructed in the river bank or even on the river water. These houses consisted of two types: the stilt houses and the floating houses. Since the area in which the houses are built is in the warm and humid climate, with the daily average air temperature above 28oC and the relative humidity above 85%, there is a curiosity whether inhabitants live in these houses were comfortable. A recent thermal comfort study has been conducted in these houses to see whether people were thermally comfortable This paper discusses this study and draws some conclusion from it. Keywords: thermal comfort, PMV, PPD, houses, riverside, Palangka Raya