Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Bandar: Journal of Civil Engineering

Analisis Sistem Antrian Penumpang di Loket Check-In Maskapai Penerbangan Pesawat Garuda Indonesia Airways Milawaty Waris; Irma Ridhayani; Yusman Yusman
BANDAR: JOURNAL OF CIVIL ENGINEERING Vol 1 No 1 (2018): BANDAR: JOURNAL OF CIVIL ENGINEERING
Publisher : Universitas Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31605/bjce.v1i1.213

Abstract

Sistem antrian merupakan suatu konsekuensi dari relatif mahal dan terbatasnya suatu fasilitas pelayanan. Sistem antrian dapat terjadi pada berbagai tempat dan waktu, salah satunya pada loket pembelian tiket pesawat di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar. Analisis terhadap sistem antrian perlu dilakukan untuk meningkatkan kinerja pelayanan dalam rangka mencapai kepuasan konsumen. Secara khusus untuk mengetahui kondisi existing dan parameter sistem antrian yang meliputi jumlah pelanggan dalam sistem, jumlah pelanggan dalam antrian, lama pelanggan dalam sistem, dan lama pelanggan dalam sistem antrian. Kedatangan yang terjadi di check-in counter maskapai penerbangan garuda Indonesia airways adalah kedatangan satuan-satuan orang (penumpang) untuk melakukan check-in seat (boarding pass) dan barang bawaan (bagasi). Pelayanan yang diberikan pada setiap orang akan berbeda-beda. Ada counter yang lambat dalam memberikan pelayanan dan ada yang cepat. Berdasarkan hasil pengamatan, kondisi existing sistem antrian pada loket check-in yang ada di Bandara Udara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar khusus maskapai penerbangan pesawat Garuda Indonesia Airways menggambarkan kondisi dalam keadaan normal sesuai dengan survey lapangan dan analisa data waktu pelayanan yang diperoleh adalah kondisi existing sistem antrian pada loket check-in yang ada di Bandar udara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar khusus maskapai penerbangan pesawat Garuda Indonesia Airways menggambarkan kondisi dalam keadaan normal sesuai dengan survey lapangan dan analisa data waktu pelayanan rata-rata (t). Pada saat survey lapangan diperoleh waktu pelayanan rata-rata tiap penumpang adalah 2 menit/penumpang. Dan dalam analisa data waktu rata-rata penumpang yang diperoleh jika 11 Penumpang yang menunggu dalam antrian (w) adalah 2,17 Menit/Penumpang.Parameter antrian yang terjadi pada loket check-in di Bandara Udara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar khusus maskapai penerbangan pesawat Garuda Indonesia Airways sudah mendukung dengan kondisi existing yang ada.
Pendekatan Pendekatan Metode Jalur Kritis Pada Pekerjaan Peningkatan Ruas Jalan Transmigrasi Piriang Tapiko Akbar Indrawan Saudi; Amalia Nurdin; Yusman
BANDAR: JOURNAL OF CIVIL ENGINEERING Vol 3 No 1 (2021): Bandar : Journal of Civil Engineering
Publisher : Universitas Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31605/bjce.v3i1.928

Abstract

Perencanaan dan pengendalian waktu dan biaya merupakan manajemen proyek yang sering menjadi kendala dalam menyelesaikan proyek dengan tepat waktu. Hal ini sering menjadi pemicu dan mempengaruhi seluruh tahap pelaksanaan pekerjaan sehingga tidak sesuai dengan jadwal perencanaan. Durasi pelaksaan pekerjaan proyek melampaui dari durasi yang ditentukan sehingga biaya pada proyek mengalami peningkatan dan mempengaruhi keterlambatan penyelasaian pekerjaan. Digunakan beberapa metode untuk memperbaiki masalah yang muncul yaitu metode jalur kritis (Critichal Path Method), Crashing project dan Wawancara pihak terkait, dari hasil analisis penyelesaian waktu proyek menggunakan jalur kritis memakan waktu 150 hari kerja dari 165 hari durasi perencanaan. Biaya yang membengkak dengan menggunakan Crashing Project sebesar Rp. 18.032.738,5 dengan 34 hari pemangkasan durasi pekerjaan serta lima faktor terbesar yang mempengaruhi keterlambatan proyek yaitu kurangnya keahlian tenaga kerja, keterlambatan pengiriman bahan (utama), mobilisasi alat, akses ke lokasi proyek atau cuaca buruk (hujan deras lokasi tergenang) dan perencanaan penjadwalan yang kurang tepat.
Analisis Kerapatan Manggrove di Pesisir Kabupaten Majene Yusman
BANDAR: JOURNAL OF CIVIL ENGINEERING Vol 3 No 2 (2021): Bandar: Journal of Civil Engineering
Publisher : Universitas Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31605/bjce.v3i2.1232

Abstract

Majene merupakan kawasan seismic aktif yang membujur dari pantai barat Sulbar sampai Mandar sehingga mengakibatkan rawan gempa dan tsunami. kejadian tsunami juga tidak bisa diramalkan. Namun demikian, masyarakat bisa lebih lebih siap siaga menghadapi bencana tsunami. Sistem pertahanan pantai dalam bentuk jalur vegetasi mangrove merupakan banteng pelindung yang sangat tepat. Hutan manggrove dengan ketebalan 600 m sampai 1 km mampu meredam sekitar 80% gelombang tsunami hingga tinggi run-up 10 m. Tujuan yang ingin dicapai pada penelitian ini adalah untuk mengetahui kerapatan manggrove yang ada dipesisir majene dalam meredam dan melindungi wilayah pesisir dari energi gelombang tsunami. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode pengamatan dengan menggunakan Citra satelit landsat 8, serta pengolahan data dengan menggunakan ArcMap10.4.1dan Microsof Excell 2007. Dari hasil penelitian diperoleh diperoleh 3 kecamatan yang wilayah pesisirnya tidak tercover oleh manggrove yaitu kecamatan banggae ,Tammeroddo Sendana dan ulumanda. Panjang garis pantai kabupaten majene adalah 116,83 km. dengan panjang garis pantai yang tercover manggrove sepanjang 11,23 km dan tidak tercover manggrove 105,6 km. total luas manggrove di pesisir kabupaten majene adalah 701.702,378 m2
Efektivitas Mangrove di Pesisir Kabupaten Majene dalam Meredam Energi Gelombang Tsunami Yusman
BANDAR: JOURNAL OF CIVIL ENGINEERING Vol 4 No 1 (2022): Bandar: Journal of Civil Engineering
Publisher : Universitas Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31605/bjce.v4i1.1553

Abstract

The Majene Coast is a seismically active area that stretches along the coastline of West Sulawesi, making it prone to earthquakes and tsunamis. Mangrove vegetation is the right protection because it is environmentally friendly and sustainable. Mangrove forest with a thickness of about 200 meters towards the sea with a density of 60 stems and a diameter of 15 cm can reduce the ferocity of tsunami wave energy by up to 50%. Mangrove forests with a thickness of 600 m to 1 km are able to absorb around 80% of tsunami waves up to a run-up height of 10 m. The coast of Majene Regency currently covered by mangroves is 11.23 km or 9.61% of the total length of 116.83 km and not covered by mangroves is 105.6 km or 90.49%. The total area of ​​mangroves on the coast of Majene Regency is 701,702,378 m2. The aim of this research is to determine the effectiveness of mangrove density on the coast of Majene Regency at this time in reducing tsunami wave energy. The method used is the observation method using Landsat 8 satellite imagery, as well as data processing using ArcMap 10.4.1 and Microsoft Excel 2007. From the results of the study, mangroves with a length of more than 200 m towards the sea cover an area of ​​17,993,420 m2 or 2% of the total the area of ​​the existing mangroves, while the rest is less than 200 m to the sea, covering an area of ​​683,708,958 m2 or 98%. This indicates that the current mangroves on the coast of Majene Regency are still less effective in reducing tsunami wave energy.