Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Pengaruh Arus Laut terhadap Sedimentasi di Pantai Barane Kabupaten Majene Yusman Yusman
Zona Laut : Jurnal Inovasi Sains Dan Teknologi Kelautan Volume 1, Nomor 1, Edisi Maret 2020
Publisher : Departemen Teknik Kelautan Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/zl.v1i1.9654

Abstract

Sedimentation is the deposition of rock material that has been transported by water or wind. Majene is one of the areas in Indonesia which is mostly a coastal area so it is necessary to research the sedimentation rate. The sediment rate was determined using an assembled device made of 4 m iron and a 25 cm long 2-inch pipe tied to the iron. The measurement location consists of 3 locations. The first location is located at the western end of Barane beach, the second location is in the middle and the third location is located at the eastern end of Barane Beach which is close to the river mouth. The sediment height measurement in the pipe was carried out every week for each location for 3 measurements. From the research results, the sedimentation rate at location 1 ranged from 14,788.36-23,238.85 cm3/year with average sedimentation of 18,661.5 cm3/year. The sedimentation rate for location 2 ranged from 12,675.73-21,654.38 cm3/year with an average sedimentation of 16,724.92 cm3/year. The sedimentation rate for location 3 ranges from 13732.04-16900.98 cm3/year with average sedimentation of 15,562.98 cm3/year. Ocean currents carry sediment towards the western end of the Barane coast so that the largest sedimentation rate is at the first location.
Karakteristik Bangunan Rumah Tinggal Di Pesisir Kabupaten Majene Terhadap Gempa Yusman Yusman
Zona Laut : Jurnal Inovasi Sains Dan Teknologi Kelautan Volume 2, Nomor 2, Edisi Juli 2021
Publisher : Departemen Teknik Kelautan Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/zl.v2i2.14050

Abstract

The meeting of the Indo-Australian Plate, the Eurasian Plate, and the Pacific Plate makes Indonesia's geological condition unstable so that it is prone to earthquakes. Majene Regency is an earthquake-prone area, so earthquake-resistant buildings are recommended. The purpose of this study was to identify and classify the number of houses affected by the earthquake and the causes of the high level of damage. The methods used are survey and interview methods. The survey process was carried out by observing residents' houses and classifying the level of damage based on technical instructions issued by the 2019 Ministry of PUPR Ministry of PUPR's Research and Development Center for Building Materials & Structures. From the survey results, there were 1,713 heavily damaged houses, 1,060 moderately damaged and 1,107 lightly damaged houses. From the results of surveys and interviews, it was found that the condition of the structure of the house in general is not in accordance with the guidelines for housing and settlement development by the Research and Development Center Team for Building Materials & Structures of the Ministry of PUPR. 2016 which does not have a sloof, ring beam or column, resulting in a higher percentage of house damage
Analisis Sistem Antrian Penumpang di Loket Check-In Maskapai Penerbangan Pesawat Garuda Indonesia Airways Milawaty Waris; Irma Ridhayani; Yusman Yusman
BANDAR: JOURNAL OF CIVIL ENGINEERING Vol 1 No 1 (2018): BANDAR: JOURNAL OF CIVIL ENGINEERING
Publisher : Universitas Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31605/bjce.v1i1.213

Abstract

Sistem antrian merupakan suatu konsekuensi dari relatif mahal dan terbatasnya suatu fasilitas pelayanan. Sistem antrian dapat terjadi pada berbagai tempat dan waktu, salah satunya pada loket pembelian tiket pesawat di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar. Analisis terhadap sistem antrian perlu dilakukan untuk meningkatkan kinerja pelayanan dalam rangka mencapai kepuasan konsumen. Secara khusus untuk mengetahui kondisi existing dan parameter sistem antrian yang meliputi jumlah pelanggan dalam sistem, jumlah pelanggan dalam antrian, lama pelanggan dalam sistem, dan lama pelanggan dalam sistem antrian. Kedatangan yang terjadi di check-in counter maskapai penerbangan garuda Indonesia airways adalah kedatangan satuan-satuan orang (penumpang) untuk melakukan check-in seat (boarding pass) dan barang bawaan (bagasi). Pelayanan yang diberikan pada setiap orang akan berbeda-beda. Ada counter yang lambat dalam memberikan pelayanan dan ada yang cepat. Berdasarkan hasil pengamatan, kondisi existing sistem antrian pada loket check-in yang ada di Bandara Udara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar khusus maskapai penerbangan pesawat Garuda Indonesia Airways menggambarkan kondisi dalam keadaan normal sesuai dengan survey lapangan dan analisa data waktu pelayanan yang diperoleh adalah kondisi existing sistem antrian pada loket check-in yang ada di Bandar udara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar khusus maskapai penerbangan pesawat Garuda Indonesia Airways menggambarkan kondisi dalam keadaan normal sesuai dengan survey lapangan dan analisa data waktu pelayanan rata-rata (t). Pada saat survey lapangan diperoleh waktu pelayanan rata-rata tiap penumpang adalah 2 menit/penumpang. Dan dalam analisa data waktu rata-rata penumpang yang diperoleh jika 11 Penumpang yang menunggu dalam antrian (w) adalah 2,17 Menit/Penumpang.Parameter antrian yang terjadi pada loket check-in di Bandara Udara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar khusus maskapai penerbangan pesawat Garuda Indonesia Airways sudah mendukung dengan kondisi existing yang ada.
Pendekatan Pendekatan Metode Jalur Kritis Pada Pekerjaan Peningkatan Ruas Jalan Transmigrasi Piriang Tapiko Akbar Indrawan Saudi; Amalia Nurdin; Yusman
BANDAR: JOURNAL OF CIVIL ENGINEERING Vol 3 No 1 (2021): Bandar : Journal of Civil Engineering
Publisher : Universitas Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31605/bjce.v3i1.928

Abstract

Perencanaan dan pengendalian waktu dan biaya merupakan manajemen proyek yang sering menjadi kendala dalam menyelesaikan proyek dengan tepat waktu. Hal ini sering menjadi pemicu dan mempengaruhi seluruh tahap pelaksanaan pekerjaan sehingga tidak sesuai dengan jadwal perencanaan. Durasi pelaksaan pekerjaan proyek melampaui dari durasi yang ditentukan sehingga biaya pada proyek mengalami peningkatan dan mempengaruhi keterlambatan penyelasaian pekerjaan. Digunakan beberapa metode untuk memperbaiki masalah yang muncul yaitu metode jalur kritis (Critichal Path Method), Crashing project dan Wawancara pihak terkait, dari hasil analisis penyelesaian waktu proyek menggunakan jalur kritis memakan waktu 150 hari kerja dari 165 hari durasi perencanaan. Biaya yang membengkak dengan menggunakan Crashing Project sebesar Rp. 18.032.738,5 dengan 34 hari pemangkasan durasi pekerjaan serta lima faktor terbesar yang mempengaruhi keterlambatan proyek yaitu kurangnya keahlian tenaga kerja, keterlambatan pengiriman bahan (utama), mobilisasi alat, akses ke lokasi proyek atau cuaca buruk (hujan deras lokasi tergenang) dan perencanaan penjadwalan yang kurang tepat.
Analisis Kerapatan Manggrove di Pesisir Kabupaten Majene Yusman
BANDAR: JOURNAL OF CIVIL ENGINEERING Vol 3 No 2 (2021): Bandar: Journal of Civil Engineering
Publisher : Universitas Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31605/bjce.v3i2.1232

Abstract

Majene merupakan kawasan seismic aktif yang membujur dari pantai barat Sulbar sampai Mandar sehingga mengakibatkan rawan gempa dan tsunami. kejadian tsunami juga tidak bisa diramalkan. Namun demikian, masyarakat bisa lebih lebih siap siaga menghadapi bencana tsunami. Sistem pertahanan pantai dalam bentuk jalur vegetasi mangrove merupakan banteng pelindung yang sangat tepat. Hutan manggrove dengan ketebalan 600 m sampai 1 km mampu meredam sekitar 80% gelombang tsunami hingga tinggi run-up 10 m. Tujuan yang ingin dicapai pada penelitian ini adalah untuk mengetahui kerapatan manggrove yang ada dipesisir majene dalam meredam dan melindungi wilayah pesisir dari energi gelombang tsunami. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode pengamatan dengan menggunakan Citra satelit landsat 8, serta pengolahan data dengan menggunakan ArcMap10.4.1dan Microsof Excell 2007. Dari hasil penelitian diperoleh diperoleh 3 kecamatan yang wilayah pesisirnya tidak tercover oleh manggrove yaitu kecamatan banggae ,Tammeroddo Sendana dan ulumanda. Panjang garis pantai kabupaten majene adalah 116,83 km. dengan panjang garis pantai yang tercover manggrove sepanjang 11,23 km dan tidak tercover manggrove 105,6 km. total luas manggrove di pesisir kabupaten majene adalah 701.702,378 m2
Efektivitas Mangrove di Pesisir Kabupaten Majene dalam Meredam Energi Gelombang Tsunami Yusman
BANDAR: JOURNAL OF CIVIL ENGINEERING Vol 4 No 1 (2022): Bandar: Journal of Civil Engineering
Publisher : Universitas Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31605/bjce.v4i1.1553

Abstract

The Majene Coast is a seismically active area that stretches along the coastline of West Sulawesi, making it prone to earthquakes and tsunamis. Mangrove vegetation is the right protection because it is environmentally friendly and sustainable. Mangrove forest with a thickness of about 200 meters towards the sea with a density of 60 stems and a diameter of 15 cm can reduce the ferocity of tsunami wave energy by up to 50%. Mangrove forests with a thickness of 600 m to 1 km are able to absorb around 80% of tsunami waves up to a run-up height of 10 m. The coast of Majene Regency currently covered by mangroves is 11.23 km or 9.61% of the total length of 116.83 km and not covered by mangroves is 105.6 km or 90.49%. The total area of ​​mangroves on the coast of Majene Regency is 701,702,378 m2. The aim of this research is to determine the effectiveness of mangrove density on the coast of Majene Regency at this time in reducing tsunami wave energy. The method used is the observation method using Landsat 8 satellite imagery, as well as data processing using ArcMap 10.4.1 and Microsoft Excel 2007. From the results of the study, mangroves with a length of more than 200 m towards the sea cover an area of ​​17,993,420 m2 or 2% of the total the area of ​​the existing mangroves, while the rest is less than 200 m to the sea, covering an area of ​​683,708,958 m2 or 98%. This indicates that the current mangroves on the coast of Majene Regency are still less effective in reducing tsunami wave energy.
Analisis Peramalan Tinggi Gelombang Laut dengan Metode Darbyshire dan Divalidasi dengan Data Altimetri di Pantai Pangali-ali, Kabupaten Majene Sulawesi Barat Yusman
Jurnal Teknik Sipil Vol 1 No 1 (2025): Jurnal Teknik Sipil (JUTSI)
Publisher : Universitas Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31605/jutsi.v1i1.5041

Abstract

Salah satu aspek oseanografi yang penting dalam merencanakan suatu bangunan pantai, penentuan tata letak (layout) pelabuhan, alur pelayaran, dan pengelolaan lingkungan laut ialah gelombang. Dalam perolehan data tinggi gelombang memiliki tingkat kesulitan teknis dan biaya yang cukup mahal, oleh karena itu perlu dilakukan peramalan gelombang untuk memperoleh data tinggi gelombang yang nantinya dapat digunakan sebagai parameter dalam perencanaan tata ruang di laut. Ada banyak faktor yang mempengaruhi gelombang laut salah satunya ialah kecepatan dan arah angin. Menurut Triatmodjo (2008) gelombang dapat menimbulkan energi untuk membentuk pantai, menimbulkan arus, serta menyebabkan gaya-gaya yang bekerja pada bangunan pantai. Oleh karena itu dibutuhkan adanya data gelombang sebagai parameter dalam merencanakan bangunan Pantai. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui kecepatan angin maksimum yang diperoleh dalam faktor tegangan angin (wind stress factor) dan 2) menganalisis tinggi gelombang yang diperoleh dengan menggunakan metode Darbyshire yang divalidasi dengan data altimetri di Pantai Pangali-ali, Majene. Hasil penelitian menunjukan arah angin dominan berdasarkan data angin selama 10 tahun (2014-2023) ialah dari arah Tenggara dengan frekuensi kejadian 27,2%. Hasil peramalan tinggi gelombang dengan metode Darbyshire diperoleh Hs maksimum sebesar 2,4 m/s dan periode gelombang sebesar 6,8 s terjadi pada tahun 2014.
Analisis kesadahan dan TDS Air Tanah Dangkal daerah pangale dan tande Kota Majene Yusman
Jurnal Teknik Sipil Vol 1 No 2 (2025): Jurnal Teknik Sipil (JUTSI)
Publisher : Universitas Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31605/jutsi.v2i2.6085

Abstract

kualitas air yang baik sering kali sulit didapatkan terutama di daerah yang memiliki kandungan kapur tinggi dalam air tanah. Air yang mengandung kapur, atau dikenal sebagai air keras, dapat berdampak negatif pada kesehatan, seperti menyebabkan gangguan pencernaan dan iritasi kulit. Selain itu, air kapur juga dapat merusak peralatan rumah tangga dan infrastruktur air karena terbentuknya kerak kapur. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui tingkat kesadahan dan Total Dissolved Solid (TDS) pada air tanah dangkal. Metode yang digunakan adalah metode eksprimental dengan mengukur langsung kualitas air di lapangan. Dari hasil penelitian diperoleh nilai kesadahan untuk daerah pangale pada titik 1 adalah 519.55 mg/L, titik 2 adalah 517.53 mg/L, titik 3 adalah 727.15 mg/L. Untuk TDS dilokasi pangale diperoleh titik 1 adalah 993 ppm, titik 2 adalah 955 ppm, titik 3 adalah 773 ppm. Sedangkan untuk daerah tande diperoleh kesadahan di titik 1 sebesar 352.25 mg/L, titik 2 sebesar 322.19mg/L, titik 3 sebesar 427.84mg/L dan TDS diperoleh titik 1 adalah 684 ppm, titik 2 adalah 913 ppm, titik 3 adalah 1018 ppm.
Efektifitas Filtran pada Peningkatan Kualitas Air Air Tanah Dangkal Daerah Pangale dan Tande Kota Majene Yusman
Jurnal Teknik Sipil Vol 1 No 2 (2025): Jurnal Teknik Sipil (JUTSI)
Publisher : Universitas Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31605/jutsi.v2i2.6087

Abstract

Kualitas aitr tanah dangkal kota majene tidak memenuhi standar kesehatan dari parameter kesadahan dan total dissolved solid (TDS) sehingga diperlukan pengolahan. penelitian bertujuan mengetahui efektiifitas variasi ketebalan media penyaring terhadap penurunan kesadahan dan TDS. Penelitian dilakukan di dua lokasi, yaitu daerah pesisir yang bernama Pangale dan daerah pegunungan yang disebut Tande. Sumber air yang dianalisis berasal dari sumur bor dan sumur resapan. Media penyaring yang digunakan terdiri dari kombinasi ijuk, kerikil, arang aktif, dan biji kelor dengan ketebalan 9 cm, 11 cm, dan 13 cm. Pengujian dilakukan secara langsung di lapangan menggunakan alat pengukur kualitas air, dan di laboratorium berdasarkan standar SNI serta Permenkes No. 32 Tahun 2017. Dari hasil penelitian, terlihat bahwa semakin tebal media penyaring, semakin efektif penurunannya terhadap TDS dan kesadahan. Untuk parameter kesadahan, penurunan terbesar terjadi pada ketebalan 13 cm pada sumur resapan Pangale yang mengalami penurunan dari 727,15 mg/L menjadi 517,55 mg/L, dan di sumur bor Tande dari 352,25 mg/L menjadi 333,25 mg/L. Pada parameter TDS, penurunan paling besar juga tercatat pada ketebalan 13 cm, sumur bor Pangale yang turun dari 955 ppm menjadi 540 ppm dan pada sumur resapan Tande dari 1018 ppm menjadi 722 ppm.