Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Avant Garde

Penggunaan Trend Fashion Thrift Sebagai Konsep Diri Pada Remaja di Kota Bandung Faninda Agnesvy; Mochamad Iqbal
Avant Garde Vol 10, No 2 (2022): Avant Garde
Publisher : Fakultas Komunikasi & Desain Kreatif - Universitas Budi Luhur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36080/ag.v10i2.1952

Abstract

Penggunaan fashion thrift di kalangan remaja menjadi fenomena yang sedang populer pada saat ini. Meski begitu, fashion thrift sering kali identik dengan konotasi negatif bila disandingkan dengan pakaian baru. Pandangan tersebut tentu akan mempengaruhi konsep diri seorang remaja yang menggunakan fashion thrift. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsep diri yang terbentuk pada remaja pengguna fashion thrift di kota Bandung. Untuk mengkaji hasil penelitian tersebut, peneliti menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teori interaksi simbolik yang dicetuskan oleh George Herbert Mead & Blumer. Peneliti memfokuskan kajian pada konsep – konsep penting yang terdapat pada teori interaksi simbolik yakni konsep mind (pikiran), self (diri) dan society (masyarakat) sebagai pisau analisis untuk menemukan konsep diri remaja pengguna fashion thrift. Hasil penelitian ditemukan bahwa remaja memandang fashion thrift sebagai alternatif untuk mengeksplorasi penampilannya dengan budget yang minim. Fashion tidak hanya dianggap sebagai kebutuhan saja, melainkan bentuk representasi yang mencerminkan kepribadian diri dan cara untuk meningkatkan eksistensi diri remaja yang kerap kali mementingkan penilaian sosial. Selain itu, dalam pembentukan konsep self atau diri, remaja pengguna fashion thrift tidak merasa rendah diri saat menggunakan fashion thrift. Sehingga, fashion thrift meningkatkan rasa percaya diri remaja yang membentuk konsep diri positif. Disisi lain, pembentukan konsep diri remaja pengguna fashion thrift tersebut dipengaruhi oleh pandangan positif dan negatif dari kerabat, orang tua, hingga media sosial.
Penggunaan Aplikasi Peduli Lindungi Oleh Lansia Ditinjau Dari Teori Difusi Inovasi Chici Herlina Malik; Nadhira Faza Auliya; Mochamad Iqbal
Avant Garde Vol 10, No 2 (2022): Avant Garde
Publisher : Fakultas Komunikasi & Desain Kreatif - Universitas Budi Luhur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36080/ag.v10i2.1921

Abstract

PeduliLindungi adalah aplikasi untuk mengurangi skala infeksi COVID-19 di Indonesia. Aplikasi PeduliLindungi dinilai sebagai pembaharuan inovasi berupa aplikasi yang dapat menjadi media komunikasi satu atap untuk penyampaian informasi umum terkait COVID 19 secara terkendali dan transparan. Namun, ternyata banyak pengguna lansia yang kesulitan menggunakannya. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif, teknik pengumpulan data melalui wawancara dengan pengguna aplikasi usia lanjut. Inti permasalahan disini terkait inovasi pemerintah mengenai penggunaan aplikasi PeduliLindungi, literasi teknologi lansia yang rendah. Peneliti menganalisis implementasi komunikasi aplikasi PeduliLindungi antara warga lanjut usia di Kota Cimahi dalam kaitannya dengan keputusan inovasi dalam lima tahap, yaitu: tahap pengetahuan, tahap persuasi, tahap pengambilan keputusan, tahap implementasi dan tahap konfirmasi. Teori yang digunakan penelitian kali ini merupakan teori difusi inovasi yang menurut Everett M. Rogers adalah penyebaran inovasi dalam arti proses dimana ide dan gagasan baru ditransmisikan ke sistem sosial dan perubahan perilaku terjadi di masyarakat. Hasil yang diperoleh berfokus pada hasil yang dirasakan oleh pengguna yang lanjut usia ketika selama menggunakan aplikasi PeduliLindungi agar dapat menemukan hubungan antara subjek dan objek penelitian. Berdasarkan hasil penelitian wawancara, terdapat 12 informan menunjukkan sikap penolakkan dan 7 informan lainnya menunjukan sikap menerima terhadap adanya aplikasi Peduli Lindungi.