Evi Vestabilivy
STIKes Persada Husada Indonesia

Published : 14 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Masalah Pelayanan Kesehatan pada Jemaah Umrah Evi Vestabilivy; Fitria Prihatini
Jurnal Persada Husada Indonesia Vol 7 No 27 (2020): Jurnal Persada Husada Indonesia
Publisher : STIKes Persada Husada Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56014/jphi.v7i27.307

Abstract

Masalah pelayanan kesehatan umrah belum memiliki legal aspek, sehingga problem yang terjadi di lapangan tidak dapat diatasi secara sistemik. Dengan ditetapkanya kuota jemaah haji maka berakibat membludaknya jemaah yang akan melakukan umrah. Banyak berita yang mengabarkan saat jemaah melakukan umrah dilanjutkan dengan wisata baik religi maupun bukan, jemaah yang jatuh sakit akan ditinggal oleh travel baik di rumah sakit negara transit, Arab Saudi maupun di negara tujuan wisata mereka. Akibatnya kementerian luar negeri yang akan menanggung akibatnya dengan membayar biaya rawat inap, dan mengurus jenasahnya jika meninggal. Tujuan penelitian ini secara umum untuk menganalisis masalah kesehatan yang ditimbulkan selama umrah di luar negeri. Kajian ini menggunakan desain cross sectional, metode kualitatif dan kuantitatif dengan pendekatan deskriptif eksploratif. Populasi adalah stakeholder lembaga penyelenggara haji dan umrah, organisasi profesi haji, LSM dan jemaah umrah. Sampel dalam penelitian ini adalah penentu kebijakan (lintas sektor dan lintas program); penyelenggara haji/umrah (Kesthuri), organisasi haji (AKHI, organisasi profesi) dan kelompok masyarakat. Penyelenggaraan pelayanan kesehatan jemaah umrah belum dilakukan secara maksimal sebab belum ada kebijakan khusus yang menjadi payung hukum. Jumlah jemaah umrah sampai bulan Juni tahun 2015 berdasarkan data penerbangan sebanyak 471.250 orang. Tidak terlaporkan data jemaah yang sakit maupun meninggal selama penerbangan. Jumlah jemaah umrah berdasarkan penggunaan vaksin meningitis tahun 2015 sampai dengan bulan Juni 2015 sebanyak 329.141 orang. Jemaah umrah yang sakit di luar negeri yang dilaporkan Kemenag pada tahun 2014 dan Februari 2015 sebanyak 11 orang berasal dari Negara Bangkok dan Dubai dan yang meninggal sebanyak 4 orang.
Asuhan Keperawatan Klien yang Mengalami Defisit Nutrisi dengan Diabetes Melitus di RSAU dr. Esnawan Antariksa Anwar Hidayat; Evi Vestabilivy
Jurnal Persada Husada Indonesia Vol 8 No 31 (2021): Jurnal Persada Husada Indonesia
Publisher : STIKes Persada Husada Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56014/jphi.v8i31.327

Abstract

Diabetes Mellitus is a hyperglycemia disease characterized by absolute absence of insulin or a relative decrease in insensitivity of cells to insulin. Nutritional deficits are insufficient nutrient intake to meet metabolic needs. On both clients for 3 days. The purpose of this study is to obtain a description of the implementation of nursing care on clients who experienced Nutritional Deficit with Diabetes Mellitus in RSAU dr. Esnawan Antariksa. The research method used qualitative descriptive research method with intervention. Participants in this case study were two clients, two client family members, and two room nurses. Results and Discussion in this study that at the assessment stage on both clients found the subjective data both complain of no appetite, both clients both said weight loss, objective data both clients seem not appetite, both clients only spend ½ portion food. The priority of nursing diagnoses in both clients is nutritional deficits associated with insulin inadequacy. At the planning stage tailored to the established nursing diagnoses include goal setting and outcome criteria as well as independent and collaborative nursing interventions. Implementation of nursing is adjusted to the planning that has been prepared, where the main intervention is to advocate high-fiber foods so that the nutritional deficits experienced by both clients can be resolved. The evaluation of the nutritional deficit nutritional problems associated with inadequate insulin inadequacy is characterized by both clients saying appetite is good, seen in both clients consuming 1 serving, no signs of malnutrition, weight increases so nursing intervention is stopped. The authors conclude that the nursing action of providing high-fiber foods is one of the main nursing actions that are effective in overcoming the problem of nursing nutritional deficits in clients with Diabetes mellitus.
Asuhan Keperawatan pada Klien yang Mengalami Hipovolemia dengan Dengue Haemoragic Fever di Rumah Sakit Angkatan Udara dr. Esnawan Antariksa Evi Vestabilivy; Rosiani Rosiani
Jurnal Persada Husada Indonesia Vol 9 No 33 (2022): Jurnal Persada Husada Indonesia
Publisher : STIKes Persada Husada Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56014/jphi.v9i33.343

Abstract

Demam berdarah dengue penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus dengue dengan manifestasi klinis demam, nyeri otot dan nyeri sendi yang disertai leukopenia, ruam. Hipovolemia adalah penurunan cairan intravaskuler, interstisial, dan intraseluler. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran pelaksanaan asuhan keperawatan pada klien yang mengalami hipovolemia dengan demam berdarah dengue. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif pendekatan studi kasus dengan intervensi. Partisipan dalam studi kasus ini meliputi klien, keluarga dan perawat ruangan. Hasil pengkajian menunjukan keluhan utama klien adalah demam 3-5 hari, mukosa bibir tampak kering, turgor kulit tidak elastis, kulit pucat, mata cekung. Berdasarkan data tersebut ditegakan diagnosa keperawatan hipovolemia berhubungan dengan peningkatan permeabilitas dinding kapiler. Perencanaan mencakup penetapan prioritas masalah keperawatan yaitu hipovolemia karena berdasarkan teori hierarki kebutuhan manusia menurut Maslow cairan dalam tubuh diutamakan karena kebutuhan fisiologis, tujuan yang diharapkan adalah balance cairan seimbang, serta kriteria hasil yang diinginkan tercapai yaitu mukosa bibir lembab, turgor kulit elastis, klien tidak lemas. Intervensi yang dilakukan untuk seimbangkan cairan yaitu, ukur intake dan output, kolaborasi pemberian cairan infus, anjurkan klien banyak minum 1.500-2.000 ml/hari. Setelah dilakukan intervensi sesuai dengan pelaksanaan keperawatan klien mengatakan sudah tidak lemas lagi dan sudah mampu menghabiskan minum 1.500 ml/hari. Hasil data evaluasi yang didapat pada diagnosa hipovolemia berhubungan dengan peningkatan permeabilitas dinding kapiler, pada klien pertama sudah teratasi dibuktikan dengan balance cairan 0 dan klien kedua belum teratasi dibuktikan dengan balance cairan -45. Cairan dalam tubuh klien sangat diutamakan, jadi pentingnya memberikan asuhan keperawatan pada klien yang mengalami hipovolemia dengan demam berdarah dengue.
Asuhan Keperawatan pada Pasien yang Mengalami Defisit Nutrisi dengan Demam Tifoid di RSAU dr. Esnawan Antariksa Jakarta Evi Vestabilivy; Markus Lapindi
Jurnal Persada Husada Indonesia Vol 9 No 34 (2022): Jurnal Persada Husada Indonesia
Publisher : STIKes Persada Husada Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56014/jphi.v9i34.347

Abstract

Demam tifoid adalah suatu penyakit infeksi yang disebabkan oleh makanan yang terkontaminasi salmonella thypi. Defisit nutrisi adalah asupan nutrisi tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan metabolisme. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran pelaksanaan asuhan keperawatan pada pasien yang mengalami defisit nutrisi dengan demam tifoid di RSAU dr. Esnawan Antariksa.Penelitian ini menggunakan desain kualitatif deskriptif pendekatan studi kasus dengan intervensi. Partisipan dalam kasus ini adalah 2 orang pasien, 2 orang keluarga dan 1 orang perawat ruangan. Pasienyang menjadi subjek penelitian ini adalah pasien dengan diagnosa medis demam tifoid dan masalah keperawatan defisit nutrisi. Hasil pengkajian menunjukan keluhan utama pasien adalah tidak nafsu makan dan mual, berdasarkan data tersebut ditegakan diagnosa keperawatan defisit nutrisi berhubungan dengan intake yang tidak adekuat. Perencanaan mencakup penetapan prioritas masalah keperawatan yaitu defisit nutrisi diutamakan karena kebutuhan fisiologis, tujuan yang diharapkan adalah nutrisi terpenuhi, serta kriteria hasil pasien nafsu makan, berat badan meningkat dan tidak mual.Intervensi yang dilakukan adalah beri makan sedikit tapi sering, anjurkan makan makanan yang disukai, dengan hasil nafsu makan meningkat dan pasien tidak mual. Hasil data evaluasi yang di dapatkan pada diagnosa defisit nutrisi berhubungan dengan intake yang tidak adekuat sudah teratasi, dibuktikan dengan hasil nutrisi terpenuhi. Dalam melaksanakan asuhan keperawatan pada pasien yang mengalami defisit nutrisi maka tindakan keperawatan memberikan pasien makan sedikit tapi sering dapat membantu untuk memenuhi kebutuhan nutrisi.