Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Effectiveness of Early Exercise Against Uterine Involution in Spontaneous Postpartum Patients Eny Pemilu Kusparlina; Sundari Sundari
Aloha International Journal of Health Advancement (AIJHA) Vol 2, No 10 (2019): October
Publisher : Alliance oh Health Activists (AloHA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/aijha21001

Abstract

Background: It is estimated that 50% of puerperal mortality occur within the first 24 hours. At this time the involution process occured. Involutionary disorders cause complications which is the leading cause of maternal mortality. Most of postpartum women do not obtain exercise guidance after giving birth. They are only advised to do simple mobilization without planned guidance. The purpose of this study was to determine the effectiveness of early exercise against uterine involution (fundus and lochea). Methods: The research used quasi experimental (pre-post test non equivalent control group design). It was conducted from January to June 2019. The samples were 40 respondents spontaneous primiparous postpartum mother. The study was started by 1) divided the samples into control group and treatment group, 2) measured the fundus and lochea, 3) provided early exercise on treatment group, 4) re-measured fundus and lochea in both groups, 5) analyzed the effectiveness of early exercise to fundus and lochea expenditure decrease. The data analysis used Mann Whitney with α = 0.05. Results: The results showed p-value of 0.000 (fundus) and 0.001 (lochea). Conclusion: Early exercise is effective in accelerating decrease in fundus and lochea expenditure as it helps blood circulation to the uterine, which causes the uterus to contract well. Good contractions help narrowing of open blood vessels so that bleeding does not occur, decreases in uterine fundus and lochea expendment take place more rapidly. Keywords: early exercise; uterine involution; spontaneous postpartum
PENGARUH PIJAT OKSITOSIN TERHADAP LAMA PENGELUARAN KOLOSTRUM PADA IBU POST SECTIO CAESARIA DI RSUD KOTA MADIUN Sundari Sundari; Rury Narulita Sari
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 2, No 3 (2017): september 2017
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (511.351 KB) | DOI: 10.33846/ghs.v2i3.148

Abstract

Ibu Post Sectio Caesaria (SC) seringkali sulit menyusui bayinya. Apabila bayi tidak menghisap puting susu setengah jam setelah bersalin, hormon oksitosin dan prolaktin turun sehingga ASI baru keluar di hari ketiga atau lebih. Dampak tidak lancarnya pengeluaran dan produksi ASI bisa bisa menimbulkan masalah baik pada ibu maupun bayi. Maka, perlu usaha merangsang hormon prolaktin dan oksitosin salah satunya dengan treatmen pijat oksitosin.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pijat oksitosin terhadap lama pengeluaran kolostrum ibu post SC di RSUD Kota Madiun. Jenis penelitian analitik quasy experiment dengan rancangan “post test only control group design”. Populasi 60 ibu post SC, besar sampel 52 ibu post SC dengan teknik purposive sampling dibagi 2 kelompok, 26 orang dilakuan pijat oksitosin dan 26 orang tidak dilakukan pijat oksitosin. Instrumen menggunakan lembar observasi. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji dengan t-test. Lama pengeluaran kolostrum kelompok eksperimen 26 responden. Diketahui terdapat 19 orang (73,1%) mengeluarkan kolostrum secara cepat sedangkan pada 7 orang lainnya (26,9%) lambat. Sedangkan kelompok kontrol 26 responden terdapat 21 orang (80,8%) mengeluarkan kolostrum lambat. Sedangkan pada 5 orang lainnya (19,2%) cepat dalam mengeluarkan kolostrum. Berdasarkan analisis uji statistik, nilai p= 0,00
KEEFEKTIFAN PENDIDIKAN KESEHATAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE DEMONSTRASI TERHADAP KETERAMPILAN DUKUN DALAM PIJAT BAYI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BABADAN KABUPATEN PONOROGO TAHUN 2018 Sundari Sundari
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 3, No 4 (2018): Desember 2018
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (521.161 KB)

Abstract

Kebiasaan pijat bayi dimasyarakat Indonesia sudah dikenal sejak lama, bahkan sampai saat ini masih banyak dilakukan oleh dukun. Hal ini dikarenakan mereka lebih terampil dalam melakukannya karena pengalamannya terdahulu, tetapi pijat bayi yang dipelajari diajarkan secara turun-temurun oleh dukun bayi sehingga mereka tidak mengetahui bagaimana pijat bayi yang benar sesuai dengan teori. Karena minimnya pengetahuan yang dimilki oleh dukun, kita sebagai tenaga kesehatan dapat memberikan pendidikan kesehatan tentang pijat bayi dengan menggunakan metode demonstrasi karena keterampilan seseorang dapat diasah melalui pembelajaran demonstrasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan pendidikan kesehatan dengan menggunakan metode demonstrasi terhadap keterampilan dukun dalam pijat bayi di Wilayah Kerja Puskesmas Babadan Kabupten Ponorogo Tahun 2018. Desain penelitian ini adalah pre eksperimen, dengan pendekatan pre test dan post test tanpa adanya kelompok control, Sampel sebanyak 15 responden. Pengambilan sampel menggunakan teknik sampel jenuh. Pengumpulan data melalui wawancara dan lembar observasi menggunakan cheklist. Analisis data menggunakan alat uji statistik t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 15 responden sebelum diberikan pendidikan kesehatan dengan menggunakan metode demonstrasi keterampilan dukun dalam pijat bayi dengan kriteria kurang terampil 12 responden (80%) dan 3 responden (20%) dengan kriteria cukup terampil. Sedangkan sesudah pendidikan kesehatan diperoleh keterampilan dukun dalam pijat bayi dengan kriteria terampil 10 responden (66,66%), cukup terampil 4 responden (26,67%) dan kurang terampil 1 responden (6,67%). Dari hasil perhitungan t-test didapatkan t hitung (13,298) > t tabel (2,145) dengan taraf kesalahan 5% maka pendidikan kesehatan dengan menggunakan metode demonstrasi efektif terhadap keterampilan dukun dalam pijat bayi. Sehingga metode pembelajaran demonstrasi berpengaruh terhadap keberhasilan pendidikan kesehatan dan diharapkan bagi peneliti selanjutnya dapat menggunakan perpaduan metode dengan media serta kerjasama dengan pelayanan kesehatan untuk peningkatan penyuluhan. Kata kunci: Pendidikan kesehatan, Demonstrasi, Keterampilan
Kondisi Kerja Berhubungan dengan Motivasi Bidan dalam Melakukan Penerapan Pencegahan Infeksi Sundari Sundari; Nisa Ardhianingtyas; Dwi Anik Karya Setiarini; Fara Frameswari
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES 2024
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf15nk115

Abstract

One of the reasons mothers and babies die is infection. Perhaps midwives have not been able to implement maximum infection prevention in providing midwifery care. This is related to the lack of desire or motivation and awareness of midwives that job security is a necessity. Working conditions are one that influences it. This study aimed to analyze the relationship between midwives' independent practice working conditions and motivation in implementing infection prevention. This research was an analytical observational study with a cross-sectional approach. This research involved 203 midwives in Madiun Regency who were selected using a clustered random sampling technique. All variables were measured through filling out questionnaires. Then the collected data was analyzed using Chi-square. The analysis results showed the p value = 0.001. Furthermore, it was concluded that there was a relationship between the two working conditions and midwives' motivation in implementing infection prevention.Keywords: infection prevention; working conditions; motivation  ABSTRAK Salah satu alasan ibu dan bayi meninggal adalah infeksi. Mungkin bidan belum dapat menerapkan pencegahan infeksi secara maksimal dalam memberikan asuhan kebidanan. Hal ini berkaitan dengan kurangnya keinginan atau motivasi dan kesadaran dari bidan bahwa keamanan kerja merupakan suatu kebutuhan. Kondisi kerja adalah salah satu yang mempengaruhinya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kondisi kerja praktik mandiri bidan dengan motivasi dalam penerapan pencegahan infeksi. Penelitian ini merupakan studi observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian ini melibatkan 203 bidan di Kabupaten Madiun yang dipilih dengan teknik clustered random sampling. Semua variabel diukur melalui pengisian kuesioner. Lalu data yang terkumpul dianalisis dengan Chi-square. Hasil analisis menunjukkan nilai p = 0,001. Selanjutnya disimpulkan bahwa ada hubungan antara kedua kondisi kerja dengan motivasi bidan dalam melakukan penerapan pencegahan infeksi.Kata kunci: pencegahan infeksi; kondisi kerja; motivasi 
Tingkat Pengetahuan Ibu Hamil Berkorelasi Positif dengan Perilaku Keteraturan Antenatal Care Rury Narulita Sari; Sundari Sundari; Anindita Hasniati Rahmah; Rusiana Sri Haryanti
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES 2024
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf15nk113

Abstract

Antenatal care is a health examination of pregnant women to determine the condition of the mother and fetus during pregnancy. The spread of the corona virus (Covid-19) in 2019 had an impact on health services, including maternal and neonatal services. There has been a decrease in the number of antenatal care visits during the Covid-19 pandemic. The level of knowledge of pregnant women is one of the factors that influences the mother's regularity in attending antenatal care visits. The aim of this research was to analyze the correlation between the level of knowledge of pregnant women and the regularity of antenatal care. This research applied a cross-sectional design. The research subjects were 25 pregnant women selected using total sampling technique. The level of knowledge of pregnant women and regular behavior of antenatal care was measured by filling out questionnaires. Furthermore, the correlation of the two variables was proven by the Chi-square test. The analysis results show the p value = 0.001. It was concluded that there was a relationship between the level of knowledge of pregnant women and the regularity of antenatal care behavior.Keywords: pregnant women; antenatal care; knowledge; regularity ABSTRAK Antenatal care merupakan pemeriksaan kesehatan ibu hamil untuk mengetahui kondisi ibu dan janinnya selama kehamilan. Penyebaran virus corona (Covid-19) pada tahun 2019 berdampak pada pelayanan kesehatan termasuk pelayanan maternal dan neonatal. Terjadi penurunan jumlah kunjungan antenatal care selama pandemi Covid-19. Tingkat pengetahuan ibu hamil menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi keteraturan ibu dalam melakukan kunjungan antenatal care. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis korelasi antara tingkat pengetahuan ibu hamil dengan keteraturan antenatal care. Penelitian ini menerapkan desain cross-secsional. Subyek penelitian adalah 25 ibu hami yang dipilih dengan teknik total sampling. Tingkat pengetahuan ibu hamil dan perilaku keteraturan antenatal care diukur melalui pengisian kuesioner. Selanjutnya korelasi dari kedua variabel dibuktikan dengan uji Chi-square.  Hasil analisis menunjukkan nilai p = 0,001. Disimpulkan bahwa ada hubungan antara tingkat pengetahuan ibu hamil dengan perilaku keteraturan antenatal care.Kata kunci: ibu hamil; antenatal care; pengetahuan; keteraturan
Pendidikan Kesehatan Berdampak pada Sikap Ibu Hamil tentang Skrining Hipotiroid Kongenital Sundari, Sundari; Hardika, Mufida Dian; Ardhianingtyas, Nisa; Arwiyantasari, Wida Rahma; Frameswari, Fara; Uma, Elita Chobi Batul
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 16, No 2 (2025): April-Juni 2025 (up coming)
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf16203

Abstract

Congenital hypothyroidism is a condition where the thyroid gland is underdeveloped or non-functioning in newborns. The impacts of congenital hypothyroidism include growth retardation and cognitive impairment. One approach is to provide health education to pregnant women about congenital hypothyroidism screening. The purpose of this study was to analyze the impact of health education provided to pregnant women on their attitudes toward congenital hypothyroidism screening. The study design used a one-group pretest and posttest, involving 30 pregnant women selected using a total sampling method. Maternal attitudes before and after health education were measured using a questionnaire. A paired samples t-test was then used to test for differences in attitudes before and after treatment. The results showed that the mean attitude scores before and after treatment were 20.03 and 31.67, respectively. The p-value was 0.001, indicating a significant difference in attitude scores between before and after treatment. The researchers concluded that health education successfully increased positive attitudes among pregnant women toward congenital hypothyroidism screening.Keywords: pregnant women; congenital hypothyroidism; screening; health education; attitude ABSTRAK Hipotiroid kongenital merupakan keadaan ketika kelenjar tiroid menurun atau tidak berfungsi pada bayi baru lahir. Dampak yang ditimbulkan oleh hipotiroid kongenital adalah gangguan pertumbuhan dan gangguan kognitif. Upaya yang dapat dilakukan adalah dengan memberikan pendidikan kesehatan kepada ibu hamil tentang skrining hipotiroid kongenital. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis dampak pendidikan kesehatan yang diberikan kepada ibu hamil terhadap sikap ibu tentang skrining hipotirod kongenital. Rancangan penelitian ini adalah one group pretest and postest, yang melibatkan 30 ibu hamil yang dipilih secara total sampling. Sikap ibu sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan diukur melalui pengisian kuesioner. Selanjutnya dilakukan uji perbedaan sikap antara sebelum dan sesudah perlakuan menggunakan paired samples t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata skor sikap sebelum dan sesudah perlakukan masing-masing adalah 20,03 dan 31,67. Nilai p adalah 0,001 yang berarti ada perbedaan skor sikap secara signifikan antara sebelum dan sesudah perlakukan. Peneliti menyimpulkan bahwa pendidikan kesehatan berhasil meningkatkan sikap positif ibu hamil terhadap skrining hipotiroid kongenital.Kata kunci: ibu hamil; hipotiroid kongenital; skrining; pendidikan kesehatan; sikap 
Body Image and Its Impact on Psychological Stress Among Pregnant Women in the Era of Social Media Sundari, Sundari; Sari, Rury Narulita; Iztiqomah, Lailatul
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES 2026
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf17a01

Abstract

Physical changes during pregnancy often lead to negative perceptions of body shape or body image, particularly in the era of social media, which reinforces unrealistic beauty standards. Such conditions may increase pregnant women’s vulnerability to psychological stress, ultimately affecting maternal health. This study aims to analyze the correlation between body image and psychological stress among pregnant women in the social media era. An analytical approach with a cross-sectional design was employed, involving 66 pregnant women in their first to third trimesters who were active social media users. Data were collected using a modified version of the Body Shape Questionnaire [BSQ‑16) and the Perceived Stress Scale [PSS‑10). Data analysis was conducted using the Pearson Product Moment correlation test. The results showed that the mean scores for body image and psychological stress were 56.81 and 73.86, respectively. The hypothesis testing yielded a p‑value of 0.001, indicating a significant correlation between body image and psychological stress levels among pregnant women. It is therefore concluded that negative perceptions of bodily changes during pregnancy contribute to increased psychological stress in pregnant women in the era of social media.Keywords: body image; psychological stress; pregnant women; social media