Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Kajian Arsitektur Islami Pada Masjid-Masjid di Kecamatan Banda Sakti Kota Lhokseumawe Intan Annisa; Armelia Dafrina; Yenny Novianti; Diana Khairani Sofyan
Jurnal Serambi Engineering Vol 8, No 3 (2023): Juli 2023
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jse.v8i3.6405

Abstract

The emergence of mosque architecture in Indonesia is inseparable from the development of Islam entering Indonesia. The development of Islamic civilization at all times has produced many forms and types of mosques, so that in Indonesia the forms of mosques are very diverse, especially in Aceh, the city of Lhokseumawe. The existence of Islam in Aceh is proven by the many historical mosques with Islamic architecture that have survived to this day, but in fact the function of mosques is more than that, mosques also act as centers of education, spread of Islamic symbols, and become centers of community empowerment. This research process combines field research (field research) and library research, namely using a qualitative descriptive research form. The mosque building itself is synonymous with Islamic architecture, which has seven important elements including gardens, courtyards, domes, pointed arches, muqarnas, minarets and mihrab, while not all elements of Islamic architecture are found in every mosque building.
Arsitektur Tradisional Rumah Adat Sapo Jojong Suku Pakpak di Kabupaten Pakpak Bharat Nurmalasari Tumangger; Armelia Dafrina; Fidyati Fidyati; Diana Khairani Sofyan
MARKA (Media Arsitektur dan Kota) : Jurnal Ilmiah Penelitian Vol 7 No 1 (2023)
Publisher : Prodi Arsitektur Universitas Matana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33510/marka.2023.7.1.35-46

Abstract

Characteristics of the Sapo Jojong Traditional House in Penanggalan Binanga Boang Village, has the characteristics of a traditional Pakpak house which is considered quite representative as one of the traditional houses in Pakpak Bharat Regency. The aim of this research is to identify the historical development and architectural aspects of the Sapo Jojong traditional house. Some of the architectural aspects identified include: the spatial system (patterns of spatial relationships, orientation, and hierarchy), the physical system (physical form, space dividers, and materials), and the model system (roofs, columns, openings, ornaments/decoration). The method used in the research on the architectural characteristics of the Sapo Jojong traditional house is a survey method (direct observation) conducted in March-April 2023. Starting with the initial data collection followed by semi-structured interviews and conducting field observations, then the data is analyzed using qualitative descriptive methods.The results of this research show the architectural development of the Pakpak tribe and the characteristics of Sapo Jojong which can be seen from the identification of the spatial, physical, and model systems.
Persepsi Visual Generasi Digital Terhadap Warna Furnitur Pada Interior Kafe Erni Pradila Putri; Armelia Dafrina; Yenny Novianti
Jurnal Serambi Engineering Vol 8, No 2 (2023): April 2023
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jse.v8i2.5774

Abstract

Saat ini, kafe sudah menjadi tempat untuk bersosialisasi bagi kaum muda. Hal tersebut memicu pemilik kafe untuk mendesainnya menjadi lebih menarik minat pengunjung. Warna merupakan penunjang pada suatu desain interior untuk menghasilkan desain yang menarik. Warna-warna pada furnitur memengaruhi suasana yang tercipta pada interior kafe dan membentuk suatu persepsi visual. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh positif dan signifikan warna furnitur terhadap persepsi visual pengunjung generasi digital. Teori yang digunakan pada penelitian ini adalah teori persepsi visual, warna, desain interior, kafe, serta perbedaan generasi. Metode yang digunakan metode kuantitatif deskriptif dengan analisa data menggunakan program SPSS dengan uji validitas, uji reliabilitas dan regresi untuk menguji pengaruh variabel. Variabel pada penelitian ini yaitu warna furnitur pada interior kafe, karakteristik pengunjung, serta persepsi visual pengunjung.  Hasil penelitian ini bahwa warna furnitur pada interior kafe memiliki pengaruh paling besar terhadap persepsi visual pengunjung dengan tingkat signifikan 0,000 0,05 dan karakteristik pengunjung tidak berpengaruh pada persespi visual pengunjung dengan tingkat signifikan sebesar 0,422 0,05.
Edukasi Perencanaan dan Perancangan Ruang Terbuka Hijau di Bukit Cot Panggoi Lhokseumawe Armelia Dafrina; Muthmainnah Muthmainnah; Mochamad Ari Saptari
Jurnal Solusi Masyarakat Dikara Vol 5, No 3 (2025): Desember 2025
Publisher : Yayasan Lembaga Riset dan Inovasi Dikara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ruang Terbuka Hijau (RTH) merupakan elemen krusial dalam perencanaan kota berkelanjutan yang berfungsi untuk menyeimbangkan lingkungan alam dan lingkungan binaan. Keberadaan RTH yang semakin berkurang di kota-kota padat penduduk menimbulkan berbagai dampak negatif lingkungan, seperti peningkatan suhu mikro, polusi udara, dan risiko banjir. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas, peran, atau implementasi kebijakan RTH di wilayah studi tertentu termasuk Kota Lhokseumawe. Penelitian ini sering kali bersifat deskriptif dengan pendekatan kualitatif atau kuantitatif, menggunakan data sekunder dari instansi terkait, literatur, dan hasil penelitian sebelumnya. Metode pengumpulan data dapat mencakup survei lapangan, observasi, kuesioner kepada masyarakat, dan wawancara dengan ahli tata kota atau pertamanan. Analisis spasial juga dapat digunakan untuk mengevaluasi pemenuhan RTH sesuai standar yang diamanatkan dalam peraturan perundang-undangan, seperti UU No. 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang. Hasil penelitian sering menunjukkan bahwa penyediaan RTH di banyak kota masih menjadi masalah dan belum memenuhi standar minimal 30% dari luas wilayah. Meskipun demikian, RTH yang ada terbukti memberikan manfaat signifikan, baik fungsi ekologis (penyerapan polusi udara, penyediaan oksigen, area resapan air) maupun fungsi sosial (rekreasi, peningkatan kesehatan mental, dan penguatan ikatan sosial). Evaluasi menunjukkan bahwa fungsi RTH belum optimal dan diperlukan pengelolaan yang lebih baik serta kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kelestarian RTH.
Identifikasi Karakteristik Arsitektur Regionalisme pada Fasad Gedung Kantor DPRK Lhokseumawe Hanan Doni Ardian; Armelia Dafrina; Dela Andriani; Yenny Novianti
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 14 No. 1 (2024): Volume 14 Nomor 1, Maret 2024
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v14i1.1066

Abstract

Abstrak Berkembanganya arsitektur modern dengan international style berdampak pada krisisnya identitas bangunan di suatu daerah, khususnya di Aceh. Sehingga kehadiran arsitektur regionalisme sebagai upaya pengembalian identitas daerah sangat diperlukan yang diperketat melalui peraturan daerah agar membangun gedung yang berciri khas adat/budaya setempat, salah satunya yaitu Peraturan Gubernur Aceh Nomor 13 Tahun 2023. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana penerapan karakteristik arsitektur regionalisme pada fasad gedung kantor DPRK Lhokseumawe yang diduga memiliki unsur ciri khas kedaerahan serta sebagai salah satu kantor yang memiliki peran penting di pemerintahan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif untuk menjabarkan, mengidentifikasi dan menganalisis penerapan karakteristik arsitektur regionalisme melalui observasi dan wawancara kepada perancang gedung kantor DPRK Lhokseumawe. Temuan dari penelitian ini yaitu diketahui bahwa terdapat beberapa elemen fasad yang menerapkan arsitektur regionalisme sebagai upaya pelestarian budaya Aceh, seperti atap, kolom, dinding, bukaan, entrance, warna dan ornamen. Kata kunci: Arsitektur Regionalisme, Aceh, Gedung Kantor DPRK Lhokseumawe  Abstract The development of modern architecture with international styles has an impact on the crisis of building identity in a region, especially in Aceh. So the presence of regionalism in architecture as an effort to restore regional identity is needed, which is tightened through regional regulations in order to build buildings characterized by local customs and culture, one of which is Aceh Governor Regulation Number 13 of 2023. Therefore, the purpose of this research is to find out how the application of regionalism architecture characteristics on the facade of the DPRK Lhokseumawe office building, which is thought to have elements of regional characteristics and is one of the offices that has an important role in government, The method used in this research is descriptive-qualitative to describe, identify, and analyze the application of regionalism's architectural characteristics through observation and interview with the designer of the DPRK Lhokseumawe office building. The findings of this research are that there are several facade elements that apply regionalism architecture in an effort to preserve Acehnese culture, such as roof, column, wall, opening, entrance, color, and ornamental Keywords: Regionalism Architecture, Aceh, DPRK Lhokseumawe Office Building