Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

The Comparison of Student Learning Outcomes Using Make a Match and Snowball Throwing Model Learning on Ecosystem Materials in Class X SMA Yayasan Perguruan Keluarga Pematangsiantar Academic Year 2019/2020 Dian Perayanti Sinaga; Marlindoaman Saragih
Budapest International Research and Critics Institute (BIRCI-Journal): Humanities and Social Sciences Vol 3, No 3 (2020): Budapest International Research and Critics Institute August
Publisher : Budapest International Research and Critics University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33258/birci.v3i3.1121

Abstract

This study aims to determine the comparison of student learning outcomes and the magnitude of differences in student learning outcomes by using the Make a Match and Snowball Throwing learning model in Ecosystem material in class X of SMA Perguruan Keluarga in the 2019/2020 Academic Year. The total population is all students of class X  are103 students, consisting of 3 classes. The sample was taken by Cluser Random Sampling, obtained 2 classes, namely the experimental class I (X MS 1) totaling 34 students and the experimental class II (X MS 2) totaling 34 students. Data analysis in this study is to look for the average value (͞x), Standard deviation (S) and hypothesis testing (t test). From the research results obtained the average value of Pre-test Experiment I and Pre-Test Experiment II were 37.79 and 42.64. The average Post-test value of experiment I and experiment II was 91.62 and 85.74 with a difference of 5.88. The standard deviation of the Pre-test and Post-test experiments I were 12.98 and 6.48, the standard deviation of the Pre-test and Post-test experiments II were 14.68 and 4.94. From the results of data analysis with the t test at a significant level α = 0.05 and the degree of freedom (dk) = 66 obtained t-count (4,208)> t-table (2.00), then Ho is rejected Ha is accepted, meaning that there are differences in student learning outcomes using make a match and snowball throwing model learning on ecosystem materials in class x SMA Yayasan Perguruan Keluarga Pematangsiantar Academic Year 2019/2020.
UPAYA MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN KOLABORASI BERPIKIR KRITIS SISWA DALAM PEMBELAJARAN BIOLOGI MELALUI MODEL PROBLEM BASED LEARNING PADA MATERI  BIOTIK DAN ABIOTIK Nazwa Garnisa Balqis; Nadra Ilza Humairah; Dian Perayanti Sinaga
Jurnal Metabio Vol. 8 No. 1 (2026): MetaBio : Jurnal Pendidikan (Edisi Elektronik)
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Simalungun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/whpqsy73

Abstract

Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas belajar dan kolaborasi berpikir kritis Siswa pada pembelajaran Biologi melalui penerapan model Problem Based Learning (PBL) pada materi faktor biotik dan abiotik. Penelitian dilakukan pada Siswa dengan jumlah 8 orang. Dalam proses pembelajaran, peneliti menggunakan media PPT sebagai media penyampaian materi dan media ekosistem sederhana berupa toples berisi tanah, cacing, belalang, rumput, dan daun sebagai media pembelajaran langsung agar Siswa mampu memahami permasalahan nyata yang terjadi dalam lingkungan. Siswa juga diberikan masalah  kontekstual mengenai hubungan komponen biotik dan abiotik kemudian berdiskusi untuk mencari solusi bersama. Data penelitian diperoleh melalui hasil pretest dan posttest Teman MahaSiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata pretest Siswa sebesar 76,25 dengan median 75 dan modus 60. Setelah diterapkan model Problem Based Learning, rata-rata posttest meningkat menjadi 92,5 dengan median 90 dan modus 90. Nilai N-Gain yang diperoleh sebesar 0,68 dengan kategori sedang mendekati tinggi. Hasil tersebut menunjukkan bahwa penerapan model Problem Based Learning dengan bantuan media ekosistem sederhana mampu meningkatkan aktivitas belajar dan kolaborasi berpikir kritis Siswa pada materi faktor biotik dan abiotik.
PENGEMBANGAN KURIKULUM BERBASIS KEARIFAN LOKAL MARSIPATURE HUTANABE DALAM PERSPEKTIF MODEL MURRAY PRINT DAN ROBERTS S. ZAIS Harianti Wira Pratama; Melati Gultom; Dian Perayanti Sinaga; Thiur Siboro; Amiruddin Amiruddin
Jurnal Education and Development Vol 14 No 2 (2026): Vol 14 No 2 Mei 2026
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/ed.v14i2.7968

Abstract

Integrasi kearifan lokal dalam kurikulum merupakan strategi penting untuk menjaga identitas budaya sekaligus memperkuat karakter peserta didik di tengah tantangan globalisasi pendidikan. Salah satu nilai kearifan lokal yang memiliki potensi pedagogis kuat adalah Marsipature Hutanabe, falsafah masyarakat Batak yang menekankan tanggung jawab kolektif, kepedulian sosial, dan kontribusi bersama dalam pembangunan komunitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara sistematis pengembangan kurikulum berbasis kearifan lokal Marsipature Hutanabe melalui perspektif model kurikulum Murray Print dan Roberts S. Zais. Penelitian ini menggunakan pendekatan systematic literature review (SLR) dengan mengacu pada pedoman PRISMA. Data diperoleh dari artikel ilmiah nasional dan internasional bereputasi yang membahas kurikulum berbasis kearifan lokal serta model pengembangan kurikulum. Artikel yang terpilih dianalisis secara tematik untuk mengidentifikasi pola, konsep utama, dan implikasi teoretis maupun praktis yang relevan dengan pengembangan kurikulum. Hasil kajian menunjukkan bahwa nilai Marsipature Hutanabe memiliki kesesuaian yang kuat dengan prinsip kurikulum kontekstual dan pendidikan karakter. Dalam model Murray Print, nilai tersebut dapat diintegrasikan secara sistematis melalui tahapan analisis situasional, perancangan, implementasi, dan evaluasi kurikulum. Sementara itu, model Roberts S. Zais menempatkan Marsipature Hutanabe sebagai landasan filosofis yang menjiwai tujuan, isi, strategi pembelajaran, dan evaluasi. Sintesis kedua model menghasilkan kerangka konseptual yang integratif antara dimensi prosedural dan nilai. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kurikulum berbasis Marsipature Hutanabe berkontribusi pada penguatan karakter, identitas budaya, dan relevansi pendidikan.