Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

ANALISIS KARATERISTIK TANAH DASAR SEBAGAI FAKTOR PENYEBAB KERUSAKAN PADA RUAS PERMUKAAN JALAN ( STUDI KASUS RUAS JALAN JL.D.I PANJAITAN KUALA PEMBUANG KABUPATEN SERUYAN) SAPUTRA, ANDRIANUS
Jurnal Penelitian Jalan dan Jembatan Vol 4 No 2 (2024): Jurnal Penelitian Jalan dan Jembatan
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (UP2M) Politeknik Seruyan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59900/ptrkjj.v4i2.228

Abstract

Jalan merupakan suatu infrastruktur transportasi darat yang dibangun di atas lapisan tanah dasar untuk mendukung jalur lalu lintas. Jalan memiliki peran yang sangat penting didalam menghunungkan suatu tempat atau wilayah ke wilayah lainnya. Namu seringkali kita jumpai jalan mengalami kerusakan atau berlobang hal tersebut biasanya di sebabkan karena sistem drainase yang tidak berfungsi, mutu aspal yang tidak baik, dan memiliki lapisan tanah dasar yang lemah sehingga menyebabkan jalan cepat rusak atau berlobang.Pada Ruas Jl.D.I Penjaitan Kuala Pembuang Kabuaten Seruyan terdapat berbagai jenis kerusakan yang bervariasi pada struktur perkerasan jalan tersebut, sehingga di dalam penelitian ini di ambil 3 titik sampel tanah dari daerah jalan yang mengalami kerusakan yang di angap paling rusak dari kerusakan yang lainnya. Tujuan dari penelitian ini yaitu untu mengetahui sifat fisik dan sifat mekanis tanah pada Ruas Jl.D.I Penjaitan Kuala Pembuang Kabuaten Seruyan. Metode didalam penelitian ini yaitu uji laboratorium. Klasifikasi tanah berdasarkan USCS mnyatakan tanah uji termasuk jenis tanah yang memiliki sifat plasitisitas tinggi dan berbutir halus, sedangkan menurut pengujian AASHTO mengelompokkan tanah termasuk di dalam tanah lanau atau lempung. Berdasarkan dari hasil uji CBR Soaket menunjukan semakin tinggi nilai kadar air maka semakin tinngi juga mempengaruhi nilai CBR. Hal tersebut menunjukan bahwa tanah yang di uji memiliki nilai CBR yang berbeda sehingga mempengaruhi indikator penyebab terjadinya kerusakan jalan di JL.D.I Penjaitan Kuala Pembuang Kabupaten Seruyan.
ANALYSIS OF SLOPE STABILITY DUE TO ILLEGAL GOLD MINING IN BENGKAYANG REGENCY Saputra, Andrianus; Priadi, Eka; Rustamaji, Rustamaji
Jurnal Teknik Sipil Vol 24, No 1 (2024): Vol 24, No 1 (2024): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI FEBRUARI 2024
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jts.v24i1.76179

Abstract

Illegal gold mining is extracting gold without a formal license from the government or competent authority. It presents a significant environmental and geological challenge in Bengkayang Regency, Indonesia. This practice, carried out without proper authorization or adherence to safety regulations, is recognized as a significant cause of slope instability in the area.This study analyzes slope stability from unlicensed gold mining in Kinande Village, Bengkayang Regency. It uses manual Fellenius calculations and Geo Studio/Geo Slope 2023 software to determine the Safety Factor (SF) for potential landslides, assuming circular landslide planes are unaffected by earthquakes.Laboratory tests revealed varying soil types and properties at these points, impacting shear strength and slope stability. Loamy soils exhibit high cohesion but low internal friction, making them susceptible to instability. Sandy soils lack cohesion and rely on particle friction. Shear strength parameters like cohesion (c) and internal friction angle (φ) are critical in assessing slope stability. The study employed the Fellenius method and Geo Studio 2023 software to analyze slope stability, with safety factor (SF) results indicating potential hazards. Mining in plain areas showed favorable SF values (1.5), suggesting activity safety. Conversely, mining in mountainous and watercourse areas exhibited lower SF values (1.5), indicating instability and safety risks. Recommendations include stratified mining practices to maintain stable slopes and ensure miner safety. This research contributes to understanding geohazards and proposes measures for enhanced safety, environmental sustainability, and regulatory governance in mining areas. Understanding and analyzing these factors are crucial for the stability and safety of geotechnical projects, ensuring balanced shear stress and shear strength for slope stability.
Stabilitas Tanah Gambut dengan Tanah Non Organik dan Semen di Kabupaten Seruyan Andrianus Saputra; Budi Tjahjono
Jurnal Minfo Polgan Vol. 15 No. 1 (2026): Artikel Penelitian
Publisher : Politeknik Ganesha Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33395/jmp.v15i1.15997

Abstract

Provinsi Kalimantan Tengah memiliki luas total sekitar 15. 344. 300 hektar, di mana lahan gambutnya mencakup 2. 556. 283 hektar, yang setara dengan 16,6% dari keseluruhan luas provinsi. Berdasarkan informasi ini, salah satu kabupaten di Kalimantan Tengah yang memiliki lahan gambut adalah Kabupaten Seruyan, dengan luas lahan gambutnya mencapai 333. 156 hektar. Dari jumlah tersebut, terdapat 37. 337 hektar lahan gambut yang sangat dangkal dan 248. 642 hektar lahan gambut yang dangkal. Tanah Gambut merupakan salah satu tipe tanah yang kerap kali menjadi permasalahan dalam pelaksanaan konstruksi karena memiliki kemampuan dukung yang rendah. Salah satu indikator penting untuk menilai kekuatan tanah dalam pembangunan infrastruktur gedung, jalan maupun jembatan adalah nilai daya dukung tanah yang dikenal dengan California Bearing Ratio (CBR). Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas tanah gambut melalui penguatan dengan menambahkan material non organik serta semen. Perbandingan komposisi tanah gambut dengan non organik  30% dan 70%, dengan campuran semen 0%, 3%, 6%, 9% pengujian tanah di lakukan dengan uji sifat fisik dan mekanis tanah. Dari hasi penelitian yang di lakukan di laboratorium didapatkan nilai CBR tanah gambut dengan penambahan tanah non organik dan semen 0 % di dapatkan nilai CBR nya sebesar 6,52%. Dari penambahan semen 3%, 6%, dan 9% mendapatkan nilai  CBR tanah nya yaitu 12,37 %, 13,19%, dan 14,21%. Sehingga berdasarkan dari penelitian yang dilakukan maka dapat di simpulkan bahwa tanah gambut dengan adanya penambahan tanah non organik dan semen dapat menikngkat nilai CBR dari tanah gambut tersebut.