Alvan Hazhari
Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Banten

Published : 10 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

ANALISIS PENGGUNAAN METODE EKSPERIMEN TERHADAP KEMAMPUAN MENGENAL WARNA PADA ANAK USIA DINI Alvan Hazhari; Marini Magdalena; Warsih
Journal of Earlychildhood Education (JoEE) Vol. 2 No. 1 (2021): Journal of Earlychildhood Education (JoEE)
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54438/joee.v2i1.242

Abstract

Permasalahan penelitian ini adalah bagaimana analisis penggunaan metode eksperimen terhadapa kemampuan mengenal warna pada anak usia dini? Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui analisis penggunaan metode eksperimen terdahap kemampuan mengenal warna pada anak usia dini. Penelitian yang peneliti lakukan ini berupa studi literatur yang terdiri dari sumber primer dan sumber sekunder. Hasil penelitian dari data yang sudah dianalisis oleh peneliti dari setiap penelitian adanya perbedaan peningkatan presentase kemampuan mengenal pada anak usia dini. Kesimpulan bahwa analisis penggunaan metode ekperimen terhadap kemampuan mengenal warna pada anak usia dini mengalami peningkatan.
STUDI LITERATUR PENERAPAN METODE BERMAIN PERAN TERHADAP PERKEMBANGAN SOSIAL ANAK USIA DINI Tubagus Rahman; Alvan Hazhari; Siti Nurlaelah
Journal of Earlychildhood Education (JoEE) Vol. 2 No. 1 (2021): Journal of Earlychildhood Education (JoEE)
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54438/joee.v2i1.245

Abstract

Metode bermain peran merupakan cara menyajikan bahan pelajaran dengan mempertunjukkan dan mempertontonkan atau mendramatisirkan cara, tingkah laku dalam hubungan sosial. Sedangkan keterampilan sosial adalah kemampuan mengatasi segala permasalahan yang timbul sebagai hasil dari interaksi dengan lingkungan. Berdasarkan uraian rumusan masalah diatas, maka tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui Perkembangan Sosial Anak Usia Dini dalam Penerapan Metode Bermain Peran. Metodologi penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan jenis penelitiannya yaitu penelitian studi literatur. Berdasarkan hasil analisis penelitian pengunaan metode bermain peran terhadap perkembangan sosial anak usia dini. Hasil penelitian sumber data primer dapat dilihat bahwa setiap penelitian yang telah dilakukan memperoleh hasil persentase yang menunjukan pengunaan metode bermain peran terhadap perkembangan sosial anak usia dini, terlihat dalam kode data A1 pada siklus I sebesar 58.90% dan pada siklus II menjadi 82.33% dengan peningkatan mencapai 23,43%, kode data A3 dari 11,6% menjadi 79,6% dengan peningkatan mencapai 68%. dan kode data A5 dari 61,35% menjadi 83,65% dengan peningkatan mencapai 22,3%. Sedangkan dari kode data A2 dari 6,4 menjadi 13,867. Hal ini juga dibuktikan dari hasil pengujian hipotesis dimana thitung > ttabel yaitu 5,797 > 1,701 dan kode data A4 thitung =56,236 dengan Sig = 0,000. Karena nilai sig < 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan setelah pemberian perlakuan dalam metode bermain peran. Sedangkan hasil dari data sekundernya yaitu Metode bermain peran yang dilaksanakan terdiri dari 4 tahap yaitu : tahap persiapan, tahap pembukaan, tahap inti, dan pelaksanaan bermain peran, dan tahap penutup. Selanjutnya peneliti juga menganalisis adanya faktor yang mendukung bermain peran terhadap perkembangan sosial anak yaitu minat dan antusiasme anak serta sarana dan prasarana yang mendukung. Sedangkan faktor yang menghambat penerapan metode bermain peran yaitu terbatasnya alokasi waktu pembelajaran; dan tidak ada ruang khusus sentra untuk bermain peran. Dari data diatas, dapat ditarik kesimpulan penerapan metode bermain peran dapat berpengaruh positif yang segnifikan terhadap perkembangan sosial anak usia dini.
PENGGUNAAN PERMAINAN ULAR TANGGA UNTUK MENINGKATKAN PERKEMBANGAN MOTORIK KASAR ANAK USIA DINI Alvan Hazhari; Larasati Nur Indah Prawesti; Nurmilah
Journal of Earlychildhood Education (JoEE) Vol. 2 No. 2 (2021): Journal of Earlychildhood Education (JoEE)
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54438/joee.v2i2.250

Abstract

Permainan ular tangga adalah permaianan yang dimainkan 2 orang atau lebih, motorik kasar adalah kemampuan gerak tubuh yang menggunakan otot-otot besar. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan perkembangan motorik kasar anak usia dini di kelompok B TK Al-Firmansyah Cinkande melalui permainan ular tangga. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas ( PTK ), dengan subjek penelitian yaitu anak kelompok B yang berjumlah 10 anak yang terdiri dari 6 anak laki-laki dan 4 anak prempuan, sedangkan metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dengan instrumen penilaian. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa metode bermain permainan ular tangga dapat meningkatkan perkembangan motorik kasar anak usia dini. Perkembangan awal sebelum tindakan menunjukan jumlah 60% dari presentasi anak dengan kriteria BB ( Belum Berkembang) setelah dilakukan tindakan pada siklus I mengalami peningkatan dengan menunjukan jumlah 40 % dari presentase anak dengan kriterian BSH ( Berkembang Sesuai Harapan ) setelah dilakukan tinfakan pada siklus II mengalami peningkatan dengan jumlah 70% dari presentase anak dengan kriteria BSB ( Berkembangan Sangat Baik ). Kesimpulan menjukan bahwa presentase perkembangan motorik kasar anak di kelompok B yang mencapai tuntas dengan KKM sekolah sesuai indikator keberhasilan sebesar 75%
KEGIATAN MELIPAT KERTAS ORIGAMI UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAK TK AL-MISBAH-CIRUAS Alvan Hazhari; Trio Carifatul; Caca Komalasari
TULIP (Tulisan Ilmiah Pendidikan) Vol. 8 No. 2 (2019): TULIP (Tulisan Ilmiah Pendidikan): Jurnal Ilmiah Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54438/tulip.v8i2.115

Abstract

Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan motorik halus anak dengan menerapkan metode penugasan melalui melipat kertas origami pada anak kelompok B2 di TK Al-Misbah. Pengabdian ini di dilakukan selama 2 bulan. Subjek pengabdian ini adalah anak kelompok B2 TK Al-Misbah tahun pelajaran 2017/2018 yang berjumlah 20 anak. Data yang diambil dalam proses pengabdian ini mencakup data tentang kemampuan motorik halus anak. Hasil proses penggabdian ini menunjukkan bahwa penerapan metode penugasan melalui melipat kertas origami berwarna dapat meningkatkan perkembangan motorik halus anak pada anak kelompok B2 TK Al-Misbah. Hal ini tergambar dari antusiasnya para peserta pengabdian, guru dan respon dari orang tua yang memberikan gagasan berupa kreasi-kreasi yang baru dari trik liparan kertas origami serta adanya terobosan dari orang tua jika kegiatan ini bisa diaplikasikan di rumah masing-masing dengan putra-putrinya untuk memperindah ruangan rumah mereka.
ANALISIS KEGIATAN TARI KREASI BUNGONG JEUMPA TERHADAP KEPERCAYAAN DIRI ANAK USIA DINI Alvan Hazhari; Adilla Lintang Arismaputri
TULIP (Tulisan Ilmiah Pendidikan) Vol. 9 No. 1 (2020): TULIP (Tulisan Ilmiah Pendidikan): Jurnal Ilmiah Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54438/tulip.v9i1.162

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk megetahui tingkat kepercayaan diri anak usia dini dengan kegiatan tari kreasi Bungong Jeumpa dengan rumusan masalah (1) Bagaimanakah kegiatanTari kreasi Bungong Jeumpa pada Anak Usia dini ?(2). Bagaimanakah Tingkat Kepercayaan Diri pada Anak Usia Dini? (3). Bagaimana Pengaruh tari kreasi Bungong Jeumpa terhadap kepercayaan diri anak usia dini ?. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analisis model studi literatur. Hasil penelitian berdasarkan literatur yang dalam kode data artikel A1 skor pretes menunjukan data dari 69,03 menjadi 100,73 sehingga peningkatannya 31,7 kode data A2 menunjukan dari terjadi pengaruh pemberlakuan tari kreasi dalam pembelajaran sehingga meningkatkan kepercayaan diri anak usia dini, demikian juga kode A3 menghasilkan dalam penelitian bahwa tari kreasi juga akan berpengaruh pada tingkat kepercayaan diri anak usia dini.kode A4 menyamnpaikan gerakan tarian dalam bungong jeumpa ternyata berpengaruh dalam peningkatan emotional dari aspek kognitif, aspek afektif dan aspek psikomotorik. Dalam Kode A5 menyatakan di Amerika juga kecenderungan anak usaia dini akan lebih siap dalam menghadapai perubahan karena rasa percaya diri yang dimiliki sebagai gambaran emosional diri yang di bentuk dari model pembelajaran tari kreatif. Demikian juga Kode A6 di India suatu kebudayaan untuk selalu mencintai budaya terutama dalam tari kreatif yang secara tidak langsung akan membentuk emotional dari anak usia dini dalam hal tingkat kepercayaan diri yang tinggi
PENGGUNAAN PANGGUNG BONEKA INTERAKTIF UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN INTERAKSI SOSIAL ANAK USIA DINI Alvan Hazhari; Uum Sumiyati
TULIP (Tulisan Ilmiah Pendidikan) Vol. 10 No. 1 (2021): TULIP (Tulisan Ilmiah Pendidikan): Jurnal Ilmiah Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54438/tulip.v10i1.176

Abstract

Pentingnya pendidikan anak usia dini saat ini telah menjadi perhatian internasional. Dalam pertemuan Forum pendidikan dunia tahun 2000 di Dakkar, Senegal, telah menghasilkan enam kesepakatan sebagai kerangka aksi pendidikan untuk semua (The Dakkar Frame Work for Action Education for All) yang salah satu butirnya menyatakan: “Memperluas dan memperbaiki keseluruhan perawatan dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), terutama bagi anak-anak yang sangat rawan dan kurang beruntung”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan kemampuan interaksi sosial anak usia dini. Peneltian ini adalah penelitian kepustakaan (Library Research ), Pengumpulan data peneliti menggunakan Primer : reduksi data, display data, kesimpulan, Sekunder : buku, artikel, skripsi, dan jurnal. Hasil penelitian yang telah dilakukan memperoleh hasil persentase yang menunjukan adanya peningkatan interaksi sosial, terlihat dalam kode kode data A1 65,6% meningkat menjadi 88,1% sehingga peningkatan yang diperoleh dari A1 sebanyak 16 %. Data A2 dari 56,63% menjadi 93,83% sehingga peningkatan yang diperoleh dari A2 sebanyak 37, 20 %. Data A3 dari 54 % menjadi 70% sehingga peningkatan yang diperoleh dari A2 sebanyak 16 %. Sehingga persentasi nilai rata-rata untuk meningkatkan motorik halus pada anak usia dini dengan media panggung boneka interaktif meningkat signifikan yaitu dari 58,74% sebelum menggunakan media tersebut menjadi 83,97% sesudah menggunakan media panggung boneka dan peningkatannya sebesar 23,06 %. Maka hal ini dapat disimpulkan bahwa model Penggunaan media panggung boneka interaktif dapat meningkatkan interaksi sosial pada anak usia dini.
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PADA ANAK USIA DINI DI TAMAN KANAK-KANAK AZ-ZAHRA LEWAT METODE DISKUSI KELOMPOK Alvan Hazhari
TULIP (Tulisan Ilmiah Pendidikan) Vol. 10 No. 2 (2021): TULIP (Tulisan Ilmiah Pendidikan) : Jurnal Ilmiah Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54438/tulip.v10i2.234

Abstract

Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan di Taman Kanak-Kanak (TK) Az-Zahra dengan jumlah sebanyak 35 anak, ditemukan beberapa kelemahan yang mempengaruhi hasil belajar anak dan juga respon anak terhadap pelajaran pada Tema “Binatang Peliharaan” kurang optimal. Menyikapi masalah tersebut, perlu dikembangkan metode pembelajaran yang digunakan dengan metode diskusi kelompok sebagai salah satu alternatif yang menjadikan pembelajaran lebih efektif sesuai yang diharapkan dan mampu meningkatkan hasil belajar anak itu sendiri. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif, desain yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari dua siklus yang mana dalam pelaksanaannya melalui beberapa tahapan yaitu perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Subjek dari penelitian ini yaitu anak Taman Kanak-Kanak Az-Zahra kelas B yang berjumlah 19 anak terdiri dari 6 anak laki-laki dan 29 anak perempuan. Hasil dari penelitian ini didapatkan data sebagai berikut: Siklus I dilaksanakan dua kali pertemuan dengan anak, hasil dari siklus I diperoleh nilai persentase ketuntasan belajar anak sebesar 46% dari jumlah seluruh anak yaitu 35 anak dengan nilai rata-rata 72, sedangkan pada siklus II dilaksanakan dua kali pertemuan dan diperoleh nilai persentase ketuntasan belajar sebesar 88% dengan nilai rata-rata sebesar 83 dan sudah mencapai nilai KKM yang telah ditetapkan sebesar 75. Dari hasil observasi tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa penggunaan metode pembelajaran diskusi kelompok dinyatakan cukup berhasil dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar dengan Tema ”Binatang Peliharaan” dan dapat direkomendasikan sebagai metode pembelajaran yang efektif untuk siswa terutama di Taman Kanak-Kanak Az-Zahra.
ANALISIS PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS (TUNANETRA) TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA DI SKH GLOBAL INSANI MADANI Alvan Hazhari; Nina Gantina; Bagas Maulana
TULIP (Tulisan Ilmiah Pendidikan) Vol. 11 No. 1 (2022): TULIP (Tulisan Ilmiah Pendidikan) : Jurnal Ilmiah Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa signifikan analisis pelaksanaan pembelajaran anak berkebutuhan khusus (tunanetra) terhadap motivasi belajar siswa di SKH global insani madani pada pokok bahasan belajar membaca menggunakan huruf braille. Jenis penelitian ini adalah Deskriptif Kualitatif dengan metode penelitian yang berusaha menggambarkan sesuai dengan apa adanya. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas tunanetra di SKH Global Insani Madani di tahun ajaran 2021-2022. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hal ini dapat dilihat dari hasil observasi dan wawancara yang dapat disimpulkan bahwa predikat terbanyak yang dipilih oleh 1 orang kepala sekolah, 1 orang wali kelas, dan 1 orang siswa tunanetra yaitu mendapatkan predikat baik. Jadi, modus dari data observasi tersebut adalah baik. Sehingga dapat disimpulkan bahwa Analisis Pelaksanaan Pembelajaran Anak Berkebutuhan Khusus (Tunanetra) Terhadap Motivasi Belajar Siswa Di SKH Global Insani Madani dalam belajar membaca menggunakan huruf braille memperoleh modus dengan predikat baik.
STUDI LITERATUR PENERAPAN METODE BERMAIN PERAN TERHADAP PERKEMBANGAN SOSIAL ANAK USIA DINI Alvan Hazhari; Tubagus Rahman; Siti Nurlaelah
TULIP (Tulisan Ilmiah Pendidikan) Vol. 11 No. 1 (2022): TULIP (Tulisan Ilmiah Pendidikan) : Jurnal Ilmiah Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Metode bermain peran merupakan cara menyajikan bahan pelajaran dengan mempertunjukkan dan mempertontonkan atau mendramatisirkan cara, tingkah laku dalam hubungan sosial. Sedangkan keterampilan sosial adalah kemampuan mengatasi segala permasalahan yang timbul sebagai hasil dari interaksi dengan lingkungan. Berdasarkan uraian rumusan masalah diatas, maka tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui Perkembangan Sosial Anak Usia Dini dalam Penerapan Metode Bermain Peran. Metodologi penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan jenis penelitiannya yaitu penelitian studi literatur. Berdasarkan hasil analisis penelitian pengunaan metode bermain peran terhadap perkembangan sosial anak usia dini. Hasil penelitian sumber data primer dapat dilihat bahwa setiap penelitian yang telah dilakukan memperoleh hasil persentase yang menunjukan pengunaan metode bermain peran terhadap perkembangan sosial anak usia dini, terlihat dalam kode data A1 pada siklus I sebesar 58.90% dan pada siklus II menjadi 82.33% dengan peningkatan mencapai 23,43%, kode data A3 dari 11,6% menjadi 79,6% dengan peningkatan mencapai 68%. dan kode data A5 dari 61,35% menjadi 83,65% dengan peningkatan mencapai 22,3%. Sedangkan dari kode data A2 dari 6,4 menjadi 13,867. Hal ini juga dibuktikan dari hasil pengujian hipotesis dimana thitung > ttabel yaitu 5,797 > 1,701 dan kode data A4 thitung =56,236 dengan Sig = 0,000. Karena nilai sig < 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan setelah pemberian perlakuan dalam metode bermain peran. Sedangkan hasil dari data sekundernya yaitu Metode bermain peran yang dilaksanakan terdiri dari 4 tahap yaitu : tahap persiapan, tahap pembukaan, tahap inti, dan pelaksanaan bermain peran, dan tahap penutup. Selanjutnya peneliti juga menganalisis adanya faktor yang mendukung bermain peran terhadap perkembangan sosial anak yaitu minat dan antusiasme anak serta sarana dan prasarana yang mendukung. Sedangkan faktor yang menghambat penerapan metode bermain peran yaitu terbatasnya alokasi waktu pembelajaran; dan tidak ada ruang khusus sentra untuk bermain peran. Dari data diatas, dapat ditarik kesimpulan penerapan metode bermain peran dapat berpengaruh positif yang segnifikan terhadap perkembangan sosial anak usia dini.
ANALISIS PERAN GURU DALAM MENGATASI HAMBATAN PEMBELAJARAN JARAK JAUH DI KELAS TINGGI SD NEGERI CIGOONG 2 Alvan Hazhari; Nooura Chusna Saputri; Refo Faturahman Fajrin
TULIP (Tulisan Ilmiah Pendidikan) Vol. 11 No. 2 (2022): TULIP (Tulisan Ilmiah Pendidikan) : Jurnal Ilmiah Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru dalam mengatasi hambatan pembelajaran jarak jauh di kelas tinggi dan dilakukan dengan menggunkan metode penelitian kualitatif dengan jenis fenomenologi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa guru kelas tinggi menghadapi hambatan yang hampir sama selama pembelajaran jarak jauh yaitu kendala pada siswa itu sendiri yang dapat menjadi penghambat dalam tercapainya tujuan pembelajaran. Dan untuk mengatasi hambatan-hambatan tersebut terlihatlah peran guru yang diperlukan yaitu peran guru sebagai pembimbing, sumber belajar, fasilitator, motivator, pengajar, dan evaluator. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa guru kelas tinggi menghadapi hambatan pembelajaran jarak jauh yang secara umum sama yaitu kendala pada siswa yang dapat menghambat tercapainya tujuan pembelajaran dan dengan bimbingan serta kontrol dari kepala sekolah peran guru dalam pembelajaran sudah terlaksana meskipun tidak semaksimal pembelajaran tatap muka dimana peran guru yang terlihat adalah peran guru sebagai pembimbing, sumber belajar, fasilitator, motivator, pengajar, dan evaluator.