Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PkM Pakan Ikan Fermentasi Berbahan Limbah Ikan PPI Klaligi Bagi Masyarakat Rawasugi Kabupaten Sorong Ahmad Fahrizal; Ratna Ratna; Vista Dhea Nurastri; Hans Anton Mugu
Abdimas: Papua Journal of Community Service Vol. 4 No. 1 (2022): Januari
Publisher : LP3M Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33506/pjcs.v4i1.1577

Abstract

Tujuan pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat di Kampung Rawasugi, Distrik Salawati, Kabupaten Sorong adalah untuk memberikan pemahaman dan pengetahuan kepada masyarakat tentang pembuatan pakan ikan. Metode yang digunakan adalah metode ceramah dan demonstrasi bersama masyarakat kampung Rawasugi tentang cara pembuatan pakan ikan fermentasi untuk mendukung gerakan pakan mandiri (Gerpari). Hasil pelaksanaan PkM ini bahwa masyarakat kampung Rawasugi dapat mengetahui cara pembuatan pakan ikan fermentasi berbahan limbah ikan asal  PPI Klaligi, Kota Sorong serta bahan lokal mengingat selama ini khususnya masyarakat Kampung Rawasugi yang berlatar belakang petani dan pembudidaya ikan mengalami kesulitan akan pengadaan pakan dan diharapkan dengan adanya pelatihan ini berdampak pada pengembangan kemampuan masyarakat pembudidaya ikan guna mengatasi kesulitan dalam pembuatan pakan ikan.
Status Konservasi Ikan Terancam Punah yang Diperdagangkan Keluar Kota Sorong (Studi Kasus: Ikan Hiu Berdasarkan Identifikasi di Loka Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut Sorong) Vista Dhea Nurastri; Ilham Marasabessy
Jurnal Riset Perikanan dan Kelautan Vol 3 No 1 (2021): JURNAL RISET PERIKANAN DAN KELAUTAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (553.477 KB)

Abstract

Usaha perikanan hiu di wilayah Indonesia timur (Provinsi Maluku, Maluku Utara, Papua, Papua Barat) dari tahun ketahun mengalami peningkatan, karena memiliki nilai ekonomis tinggi. Kajian ini bertujuan untuk mengetahui komoditi produk, spesies dominan dan status konservasi ikan hiu yang diperdagangkan keluar Kota Sorong. Manfaatnya dapat menjadi bahan informasi bagi stakeholders yang memanfaatkan jenis ikan hiu dan sebagai pertimbangan dalam pengambilan kebijakan perdagangan hiu secara nasional. Identifikasi dilakukan melalui foto ID (identifikasi berdasarkan foto) pada sirip punggung pertama, sirip dada, dan sirip ekor bagian bawah. Hasil identifikasi disandingkan dengan secondary data (kajian, riset dan log book lalulintas perdagangan) hiu yang keluar dari Kota Sorong. Analisis deskriptif kualitatif menggunakan aplikasi Microsoft excel dengan membuat tabulasi data klasifikasi jenis, ukuran, berat dan status konservasi dalam bentuk matrik. Komoditi hiu yang diperdagangkan keluar Kota Sorong terdiri dari 4 produk yaitu, sirip, daging, kulit, tulang dan minyak. Produk terbanyak hiu kenjen/lanjaman (Carcharhinus falciformis) dan paling rendah hiu garuda/monas (Hemipristis elongata). Status konservasi (IUCN Red List) ikan hiu yang di perdagangkan keluar Kota Sorong pada bulan November 2020 termasuk dalam kategori Endangered (EN) 1 spesies, Vulnerable (VU) 1 spesies, 7 spesies Near Threatened (NT) dan 2 spesies berada dalam kategori Data Deficient (DD).
Pengenalan Pengenalan Ekosistem Pesisir Sebagai Edukasi Sejak Dini di SD INPRES 04 Arborek, Kabupaten Raja Ampat Vista Dhea Nurastri; Nur Abu; Galih Sandjaya; Neneng Suarno Kalidi
Abdimas: Papua Journal of Community Service Vol. 8 No. 1 (2026): Januari
Publisher : Lembaga Pengembangan dan Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33506/pjcs.v8i1.5343

Abstract

Kampung Arborek menjadi destinasi yang sering dikunjungi baik wisatawan lokal maupun mancanegara. Peningkatan wisatawan dapat menimbulkan tekanan pada ekosistem jika tidak diimbangi dengan pengelolaan wisata berkelanjutan. Edukasi sejak dini bagi anak-anak sekolah dasar di kampung Arborek diharapkan menjadi langkah awal dalam memberikan pemahaman moral dan perilaku menjaga lingkungan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengenalkan ekosistem pesisir sejak dini kepada siswa kelas 3–4 SD Inpres 04 Arborek sebagai edukasi sejak dini dalam menanamkan nilai kepedulian lingkungan. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Edukasi dilakukan melalui penyampaian materi menggunakan media presentasi, dan video edukatif yang disertai diskusi interaktif serta kuis. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test untuk mengukur perubahan pengetahuan serta sikap siswa terhadap ekosistem pesisir. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan siswa dari 56% pada pre-test menjadi 88% pada post-test. Selain itu, sikap dan perilaku siswa dalam menjaga ekosistem pesisir dan laut juga mengalami peningkatan signifikan dengan seluruh siswa menunjukkan sikap sangat setuju terhadap upaya pelestarian lingkungan. Kegiatan ini membuktikan bahwa edukasi lingkungan sejak dini efektif dalam memberikan pemahaman dan membentuk karakter peduli lingkungan pada siswa sekolah dasar di wilayah pesisir.
Pemberdayaan Ibu-ibu PKK Kampung Arar Melalui Transfer Teknologi Tepat Guna dalam Produksi Terasi Udang Kasia Sulfiana Sulfiana; M Saleh Rumwokas; Galih Sandjaya; Vista Dhea Nurastri; Nur Alya Mariska Latief; Maria Marselina Ghela
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/3e0p0h32

Abstract

Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan meningkatkan efisiensi produksi, higienitas, dan standarisasi mutu terasi berbahan udang kasia di Kampung Arar, Kabupaten Sorong, melalui penerapan Teknologi Tepat Guna (TTG). Masyarakat setempat selama ini memproduksi terasi secara tradisional dengan teknik penumbukan manual, pencetakan tanpa alat standar, serta penjemuran terbuka yang rentan kontaminasi debu, serangga, dan fluktuasi cuaca. Kondisi tersebut menyebabkan rendahnya konsistensi mutu, kapasitas produksi terbatas, dan tingginya risiko kontaminasi mikrobiologis. Kegiatan PKM dilaksanakan melalui pendekatan transfer teknologi dan capacity building, meliputi analisis kebutuhan mitra, perancangan alat, pelatihan pengoperasian, uji coba produksi, serta monitoring dan evaluasi. Dua TTG utama yang dikembangkan ialah alat penumbuk otomatis dan pencetak terasi otomatis yang dirancang sesuai kebutuhan kerja ibu-ibu PKK. Selain itu, diperkenalkan inovasi meja penjemuran berpenutup waring untuk mengurangi kontaminasi selama proses pengeringan. Pelatihan diberikan dengan metode demonstrasi dan praktik langsung mencakup sanitasi bahan baku, standar keamanan pangan, penggunaan alat, serta teknik pengeringan higienis. Program ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi waktu kerja, kapasitas produksi, keseragaman bentuk, dan keamanan pangan, serta memperkuat kemampuan masyarakat dalam menerapkan proses pengolahan terstandar menuju usaha terasi yang lebih produktif dan berkelanjutan.