Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Reviews in Civil Engineering

Perancangan Ruang Henti Khusus (RHK) Sepeda Motor di Simpang APILL Kota Magelang Dedy Firmansyah; Ria Miftakhul Jannah; Ali Murtopo
Reviews in Civil Engineering Vol 4, No 2 (2020): Reviews in Civil Engineering
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/rice.v4i2.3093

Abstract

Masyarakat pada umumnya memilih moda sepeda motor karena memiliki harga yang relatif lebih murah dari pada kendaraan lainnya seperti mobil, ukuran yang lebih efisien tidak perlu memerlukan tempat yang luas, penggunaan bahan bakar yang lebih irit, pajak yang lebih murah, dan perawatan yang lebih mudah dan murah dibandingkan mobil. Faktor mobilitas serta fleksibelnya pergerakan sepeda motor dalam menggunakan ruang memaksa pengendara melakukan pergerakan yang lebih variatif dibandingkan dengan kendaraan bermotor lainnya. Ketika memasuki persimpangan, pengendara sepeda motor memiliki keinginan memilih ruang paling dekat dengan garis henti dari pada di belakang kendaraan lain. Hal ini juga terjadi pada persimpangan APILL Alun-alun Kota Magelang. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi simpang tersebut kemudian direncanakan Ruang Henti Khusus sesuai dengan banyaknya penumpukan sepeda motor selama fase merah di persimpangan tersebut. Evaluasi simpang dilakukan berdasarkan data sekunder. Metode perhitungan berpedoman pada Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI) 2014 dan Pedoman Perencanaan Teknis Ruang Henti Khusus (RHK) Sepeda Motor pada Persimpangan Bersinyal di Kawasan Perkotaan. Kinerja lalu lintas simpang APILL kondisi eksisting adalah, kapasitas pendekat selatan 2570 skr/jam, DJ (Derajat Kejenuhan) 0,667 dan tundaan rata-rata 28,2 detik/skr. Kapasitas pendekat barat 113 skr/jam, DJ (Derajat Kejenuhan) 0,24 dan tundaan rata-rata 29,4 detik/skr. Kapasitas pendekat timur 643 skr/jam, DJ (Derajat Kejenuhan) 0,24 dan tundaan rata-rata 30,4detik/skr. Desain Ruang Henti Khusus pada pendekat selatan yaitu 2 lajur dengan lajur pendekat dan luasnya 85 m2.
ANALISIS PERENCANAAN TEBAL PERKERASAN JALAN LENTUR PADA RUAS JALAN MAGELANG-SEMARANG Ria Miftakhul Jannah; Dedy Firmansyah; Ali Murtopo
Reviews in Civil Engineering Vol 4, No 2 (2020): Reviews in Civil Engineering
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/rice.v4i2.3099

Abstract

Pada perencanaan perkerasan jalan, tanah merupakan pondasi dasar yang sangat memegang peranan penting. Salah satu data tanah yang dibutuhkan dalam perencanaan pondasi perkerasan jalan adalah nilai CBR tanah. Nilai CBR tanah dapat diperoleh dengan melakukan Uji Dynamic Penetration Test (DCP). Penelitian ini dilakukan pada jalan Magelang-Semarang. Data sekunder berupa data CBR, peta lokasi dan curah hujan. Sedangkan data primer berupa data volume lalu lintas dan kondisi eksisting lokasi studi. Data yang diperoleh kemudian dihitung menggunakan Metode Bina Marga 1987. Dari hasil perhitungan didapat nilai lapisan permukaan diperoleh tebal 7,5 cm. Lapisan Pondasi Atas diperoleh tebal 20 cm. Lapisan Pondasi Bawah diperoleh tebal 16 cm.
Perilaku Geser Balok Castellated Bukaan Segi Empat Penuh dengan Pengaku Diagonal ALI MURTOPO; DEDY FIRMANSYAH; RIA MIFTAKHUL JANNAH
Reviews in Civil Engineering Vol 3, No 1 (2019): Reviews in Civil Engineering
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/rice.v3i1.1205

Abstract

Upaya meningkatkan kapasitas beban balok castellated melalui bukaan segi empat penuh membuat mekanisme kegagalan vierendeel terjadi. Hal ini menyebabkan balok tersebut mengalami penurunan kapasitas beban yang disertai dengan lendutan yang lebih besar dibandingkan profil aslinya. Pengaku diagonal berupa baja tulangan diameter 22 mm  dipasang pada lubang bukaan untuk menghindari mekanisme kegagalan vierendeel sehingga kapasitas beban meningkat dan besar lendutan dapat berkurang. Benda uji balok dibuat bentang pendek sepanjang 910 mm sehingga  terjadi kegagalan geser. Proses pembebanan dilakukan dengan memberikan beban statis sampai benda uji mencapai kapasitas optimumnya dan mengalami keruntuhan. Hasil pengujian menunjukan bahwa kapasitas geser yang dapat dipikul balok castellated bukaan segi empat penuh dengan pengaku diagonal meningkat 41,75% dibandingkan dengan profil aslinya. Hasil pengujian dibandingkan dengan hasil perhitungan analitis penyimpanganya adalah 0,72%.
PENGARUH HUBUNGAN GEOMETRIK JALAN RAYA TERHADAP TINGKAT KECELAKAAN LALU LINTAS PADA RUAS JALAN JENDRAL URIP SUMOHARJO- SUKARNO HATTA KOTA MAGELANG” Priya Sifaa Prastika; Evi Puspitasari; Dedy Firmansyah
Reviews in Civil Engineering Vol 5, No 2 (2021): Reviews In Civil Engineering
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/rice.v5i2.4819

Abstract

Abstrak.Geometrik jalan adalah bagian dari salah satu perencanaan jalan yang difokuskan pada bentuk fisik suatu jalan. Sehingga menjadi salah satu faktor dari tingginya tingkat kecelakaan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan geometrik jalan dengan tingkat kecelakaan dan mengetahui letak blackspot pada Jalan Jendral Urip Sumoharjo-Sukarno Hatta. Metode yang digunakan yaitu dengan regresi linier menggunakan SPSS.Hasil yang didapatkan dari analisis regresi linier adalah fungsi hubungan variabel X yang terdiri dari kecepatan jari jari tikungan, sudut tikungan, dan kelandaian sedangkan variabel Y terdiri dari EAN. Hasil penelitian menunjukan terdapat 18 segmen yang dikategorikan sebagai daerah rawan kecelakaan. Model matematis yang paling berpengaruh signifikan terhadap tingginya tingkat kecelakaan pada Jalan Jendral Urip Sumoharjo- Soekarno Hatta yaitu model 1, Y = - 48,349 + 0,850 X1 - 0,013 X2 dan model 4 Y = -33,776 + 0,642 X1+0,013 X2-0,098 X3-0,042 X4 yaitu model 1 sebesar 64,2 % dan model 4 sebesar 54 % 
Evaluasi Kinerja Simpang Bersinyal Madureso Temanggung Menggunakan Metode MKJI 1997 dan PTV VISSIM Umar Maulana Hidayatulloh; Titan Adya Safara; Dedy Firmansyah
Reviews in Civil Engineering Vol 6, No 1 (2022): Reviews In Civil Engineering
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/rice.v6i1.5762

Abstract

Abstrak: Persimpangan merupakan suatu bagian jalan yang menjadi pusat terjadinya titik konflik dari berbagai pergerakan arus lalu lintas. Simpang 4 Terminal Madureso Temanggung merupakan pertemuan empat ruas jalan yang memiliki kondisi fisik/geometrik dengan empat lengan dan merupakan simpang bersinyal yang dimana mempengaruhi kelancaran arus lalu lintas di ruas jalan-jalan persimpangan tersebut. Karena adanya jarak antar pendekat simpang yang cukup panjang, sehingga kendaraan yang melintasi pendekat tersebut membutuhkan waktu yang cukup panjang untuk keluar dari persimpangan. Untuk itu diperlukan adanya manajemen lalu lintas yang tepat untuk mengatasi permasalahan lalu lintas tersebut, oleh sebab itu maka perencanaan simpang jalan tak sebidang penting untuk di lakukan sebagai solusi dari peningkatan arus lalu lintas pada ruas simpang Madureso, Temanggung. Kata Kunci: MKJI 1997, Kinerja Lalu Lintas, Persimpangan, APILL, Jalan layang