Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Pengaruh EWOM, Kesadaran Merek, Citra Merek terhadap Intensi Pembelian Konsumen Produk Perawatan Kulit di Jakarta Grecia Amanda Budiono; Frangky Slamet
Jurnal Manajerial Dan Kewirausahaan Vol. 4 No. 4 (2022): Jurnal Manajerial dan Kewirausahaan
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmk.v4i4.20563

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh positif yang diberikan oleh variabel electronic word of mouth, kesadaran merek, dan citra merek terhadap niat beli konsumen produk perawatan kulit yang berdomisili di Jakarta. Populasi dari penelitian ini adalah masyarakat yang berdomisili di Jakarta yang menggunakan produk perawatan kulit. Pengambilan data dengan kuesioner online (google form) yang disebarkan melalui media sosial dengan teknik nonprobability sampling dan convenience sampling. Sampel yang terkumpul sebanyak 215 sampel yang kemudian digunakan dalam penelitian ini. Data dianalisis dengan menggunakan metode kuantitatif dimana terdapat tiga hipotesis yang diuji menggunakan PLS-SEM yang dikalkulasi dengan software SmartPLS 3, tingkat signifikansi diukur melalui prosedur bootstrapping. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini adalah adanya pengaruh positif dari variabel electronic word of mouth, kesadaran merek, dan citra merek terhadap intensi pembelian konsumen produk perawatan kulit di Jakarta. The purpose of this study was to determine whether there is a positive influence given by the variables electronic word of mouth, brand awareness, and brand image on the purchase intention of consumers of skin care products who are domiciled in Jakarta. The population of this study is people who live in Jakarta and using skin care products. The research questionnaire was made using google form, distributed through social media using non-probability sampling and convenience sampling techniques. The samples collected were 215 samples which were then used in this study. The data were analyzed using quantitative methods where there were three hypotheses tested using PLS-SEM which were calculated with SmartPLS 3 software, the level of significance was measured through the bootstrapping procedure. The results obtained from this study are the positive influence of the electronic word of mouth, brand awareness, and brand image on the purchase intention of consumers of skin care products in Jakarta.
Faktor-Faktor yang Memengaruhi Intensi Pembelian Produk Perawatan Kulit Lokal di Jakarta Clara Merny Liviany; Frangky Slamet
Jurnal Manajerial Dan Kewirausahaan Vol. 4 No. 4 (2022): Jurnal Manajerial dan Kewirausahaan
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmk.v4i4.20572

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji apakah terdapat pengaruh dari kesadaran jenama, asosiasi jenama, persepsi kualitas, dan loyalitas jenama terhadap intensi pembelian produk perawatan kulit lokal di Jakarta. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah non-probability sampling dengan teknik convenience sampling dimana pengambilan sampel berdasarkan ketersediaan elemen dan kemudahan untuk mendapatkannya, selain itu hanya beberapa populasi yang dapat menjadi sampel pada penelitian ini karena terdapat kriteria untuk responden. Data pada penelitian ini diperoleh dari penyebaran kuesioner dalam bentuk Google form yang disebarkan kepada konsumen pengguna jenama produk perawatan kulit lokal pada generasi Z di Jakarta. Alat analisis data yang digunakan adalah Smart-PLS. Hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kesadaran jenama, asosiasi jenama, persepsi kualitas, dan loyalitas jenama terbukti berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap intensi pembelian produk perawatan kulit lokal di Jakarta. Kesadaran jenama merupakan kemampuan konsumen untuk mengingat merek, asosiasi jenama merupakan persepsi positif/negatif ketika mengingat merek, persepsi kualitas merupakan evaluasi pelanggan pada keunggulan merek, loyalitas jenama merupakan komitmen pelanggan pada merek, dan intensi pembelian merupakan evaluasi konsumen untuk memutuskan beli produk. The purpose of this study was to examine whether there was an effect of Brand Awareness, Brand Association, Perceived Quality, and Brand Loyalty on Purchase Intentions for Local Skin Care Products in Jakarta. The sampling technique used in this study is non-probability sampling with convenience sampling technique where sampling is based on the availability of elements and the ease of obtaining them, besides that only a few populations can be sampled in this study because there are criteria for respondents. The data in this study were obtained from distributing questionnaires in the form of Google Forms which were distributed to consumers who use local skin care product brands in Generation Z in Jakarta. The data analysis tool used is Smart-PLS. The results of this study can be concluded that brand awareness, brand associations, perceived quality, and brand loyalty have a positive and significant effect on consumer purchase intentions for local skin care products in Jakarta. Brand awareness is a consumer's ability to remember a brand, brand association is a positive/negative perception when remembering a brand, perceived quality is a customer's evaluation of the superiority of a brand, brand loyalty is a customer's commitment to the brand, and purchase intention is a consumer evaluation to decide to buy a product.
Pengaruh Pendidikan Kewirausahaan, Dukungan Sosial, dan Efikasi Diri terhadap Intensi Berwirausaha Mahasiswa di Jakarta Jason Tanumihardja; Frangky Slamet
Jurnal Manajerial Dan Kewirausahaan Vol. 5 No. 2 (2023): Jurnal Manajerial dan Kewirausahaan
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmk.v5i2.23412

Abstract

Pendidikan kewirausahaan merupakan sebuah proses pendidikan yang memiliki tujuan untuk mengembangkan pola pikir, keperilakuan, keterampilan, dan kemampuan untuk menjadi seorang wirausaha di masa yang akan datang. Kemudian, dukungan sosial merupakan adanya seseorang yang bersedia untuk memberikan kenyamanan, perhatian, penghargaan, dan pertolongan untuk seseorang dari individu maupun kelompok. Dukungan sosial dapat diperoleh melalui berbagai pihak, yakni pasangan hidup, lingkungan keluarga, teman sebaya, relasi, dan lingkungan komunitas. Semakin kuat efikasi diri yang dirasakan oleh seorang individu, maka seorang individu memiliki efektivitas dalam mengimplementasikan kemampuan untuk berwirausaha, memperkuat potensi untuk berwirausaha, menstimulasi semangat, dan kepercayaan diri untuk berwirausaha. Intensi berwirausaha merupakan suatu ketertarikan, keinginan, dan ketersediaan seorang individu untuk berwirausaha sebagai salah satu pilihan dalam berkarir, dan termotivasi untuk menerapkan bidang kewirausahaan di masa yang akan datang. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan kewirausahaan, dukungan sosial, dan efikasi diri terhadap intensi berwirausaha mahasiswa di Jakarta. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Teknik pengambilan sampel menggunakan non-probability sampling, dan teknik pemilihan sampel menggunakan purposive sampling. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner. Jumlah sampel dalam penelitian ini melibatkan sebanyak 156 responden. Data yang telah terkumpul selanjutnya dilakukan tabulasi, kemudian diolah dengan mempergunakan program SmartPLS versi 4.0.8.5. Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa pendidikan kewirausahaan, dukungan sosial, dan efikasi diri berpengaruh secara positif, dan signifikan terhadap intensi berwirausaha mahasiswa di Jakarta. Entrepreneurship education is an educational process that aims to develop the mindset, behavior, skills, and abilities to become an entrepreneur in the future. Then, social support is the presence of someone who is willing to provide comfort, attention, appreciation, and help for someone from individuals or groups. Social support can be obtained through various parties, namely life partners, family environment, peers, relationships, and community environment. The stronger the self-efficacy felt by an individual, then an individual has the effectiveness in implementing the ability to be entrepreneurial, strengthening the potential for entrepreneurship, stimulating enthusiasm, and confidence for entrepreneurship. Entrepreneurial intention is an individual's interest, desire, and availability for entrepreneurship as an option in a career, and is motivated to apply the field of entrepreneurship in the future. This study aims to determine the effect of entrepreneurship education, social support, and self-efficacy on entrepreneurial intention of students in Jakarta. This study uses a descriptive research design with a quantitative approach. The sampling technique used non-probability sampling, and the sample selection technique used purposive sampling. Data collection in this study using a questionnaire. The number of samples in this study involved 156 respondents. The data that has been collected is then tabulated, then processed using the SmartPLS version 4.0.8.5. The results of hypothesis testing show that entrepreneurship education, social support, and self-efficacy have a positive, and significant effect on the entrepreneurial intention of students in Jakarta.
Pengaruh Pendidikan Kewirausahaan terhadap Intensi Berwirausaha pada Mahasiswa Universitas Swasta di Jakarta Barat: Efikasi Diri dan Motivasi sebagai Variabel Mediasi Patrice Febiyani Metty; Frangky Slamet
Jurnal Manajerial Dan Kewirausahaan Vol. 5 No. 3 (2023): Jurnal Manajerial dan Kewirausahaan
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmk.v5i3.25410

Abstract

Berdasarkan kondisi ekonomi dan tantangan yang ada untuk dapat berkontribusi dalam pemulihan ekonomi negara, solusi yang dapat diberikan adalah membuat usaha baru. Oleh karena itu, intensi berwirausaha dikalangan mahasiswa harus ditingkatkan agar dapat mengatasi keterbatasan lapangan kerja baru. Semua faktor yang mempengaruhi intensi seseorang dalam kewirausahaan ini seringkali ditemukan pada mahasiswa yang sedang menjalani pendidikan sarjana dan sedang merencanakan karir. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh pendidikan kewirausahaan terhadap intensi berwirausaha yang dimediasi oleh efikasi diri dan motivasi pada mahasiswa universitas swasta di Jakarta Barat. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah non-probability sampling dengan teknik purposive sampling karena pengambilan sampel terbatas pada karakteristik tertentu sesuai dengan informasi yang diinginkan. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner dalam bentuk google form yang disebarkan kepada mahasiswa universitas swasta di Jakarta Barat. Jumlah sampel sebanyak 160 responden. Alat analisis data yang digunakan adalah SmartPLS. Hasil penelitian ini adalah 1) Pendidikan kewirausahaan tidak memiliki pengaruh terhadap intensi berwirausaha, 2) Pendidikan kewirausahaan memiliki pengaruh terhadap efikasi diri, 3) Pendidikan kewirausahaan memiliki pengaruh terhadap motivasi, 4) Efikasi diri memiliki pengaruh terhadap intensi berwirausaha, 5) Motivasi memiliki pengaruh terhadap intensi berwirausaha, 6) Efikasi diri memiliki pengaruh dalam memediasi pendidikan kewirausahaan dengan intensi berwirausaha, 7) Motivasi memiliki pengaruh dalam memediasi pendidikan kewirausahaan dengan intensi berwirausaha. Based on the existing economic conditions and challenges to be able to contribute to the country's economic recovery, the solution that can be given is to create a new business. Therefore, the intention in entrepreneurship among students must be increased to overcome the limitations of new jobs. All of the factors that affect a person's intention in entrepreneurship are often found in students currently pursuing undergraduate education and planning future career paths when they graduate. This study aimed to test whether entrepreneurship education influences entrepreneurial intentions, which are mediated by self-efficacy and motivation in private university students in West Jakarta. The sampling technique used is non-probability sampling with a purposive sampling technique because this sampling is limited to specific characteristics according to the desired information. Data collection was carried out using a questionnaire in the form of a google form distributed to private university students in West Jakarta. The number of samples used in this study was 160 respondents. The data analysis tool used was SmartPLS. The results of this study are 1) Entrepreneurship education has no effect on entrepreneurial intentions, 2) Entrepreneurial education has an influence on self-efficacy, 3) Entrepreneurship education has an influence on motivation, 4) Self-efficacy has an influence on entrepreneurial intentions, 5) Motivation has an influence on entrepreneurial intentions, 6) Self-efficacy has an influence in mediating entrepreneurship education with entrepreneurial intentions, 7) Motivation has an influence in mediating entrepreneurship education with entrepreneurial intentions.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Brand Loyalty pada Restoran Fast Food di Jakarta Vanessa Nathasayana; Frangky Slamet
Jurnal Manajerial Dan Kewirausahaan Vol. 5 No. 3 (2023): Jurnal Manajerial dan Kewirausahaan
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmk.v5i3.25447

Abstract

Era globalisasi menyebabkan gaya hidup masyarakat berubah ke arah yang lebih modern, salah satunya pada kegiatan pemenuhan kebutuhan makanan. Persaingan yang kompetitif antar restoran fast food menimbulkan tantangan untuk mempertahankan pelanggan yang ada. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melakukan analisis pengaruh brand experience terhadap brand loyalty secara langsung maupun tidak langsung melalui mediasi perceived quality dan brand trust. Penelitian ini menggunakan desain penelitian konklusif dengan pendekatan kausal dan metode kuantitatif. Data primer dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan secara online. Populasi dalam penelitian ini adalah pelanggan restoran fast food yang berada di Jakarta. Teknik pemilihan sampel yang digunakan yaitu non probability sampling berupa purposive sampling. Jumlah sampel yang diteliti sebanyak 125. Analisis data menggunakan metode Partial Least Squares-Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dan diolah menggunakan Software SmartPLS 4.0.8.5. Hasil penelitian menemukan bahwa brand experience memiliki pengaruh yang positif terhadap brand loyalty secara langsung maupun tidak langsung melalui mediasi perceived quality dan brand trust. The era of globalization has caused people's lifestyles to change in a more modern direction, one of which is in fulfilling food needs. The competitive rivalry among fast food restaurants poses a challenge to retain existing customers. The purpose of this research is to analyze the effect of brand experience on brand loyalty directly and indirectly through the mediation of perceived quality and brand trust. This study uses conclusive research design with a causal approach and quantitative methods. Primary data was collected through questionnaires which were distributed online. The population in this study are customers of fast food restaurants in Jakarta. The sample selection technique used was non probability sampling in the form of purposive sampling. The number of samples studied was 125. Data analysis used the Partial Least Squares-Structural Equation Modeling (PLS-SEM) method and was processed using SmartPLS 4.0.8.5 Software. The results of the study found that brand experience has a positive influence on brand loyalty directly and indirectly through the mediation of perceived quality and brand trust.
Pengaruh Brand Communication, Brand Image terhadap Brand Loyalty Pengguna Laptop Jakarta Brand Trust sebagai Mediasi Dania Arfilla Sutrisno; Frangky Slamet
Jurnal Manajerial Dan Kewirausahaan Vol. 5 No. 4 (2023): Jurnal Manajerial dan Kewirausahaan
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmk.v5i4.26948

Abstract

Industri barang tahan lama di Indonesia saat ini mengalami peningkatan konsumen sebagai imbas dari masa pandemi COVID-19. Sektor industri alat komunikasi terus berkembang setiap tahun oleh karena minat masyarakat akan membutuhkan alat komunikasi pada masa pandemi ini salah satunya adalah laptop. Hadirnya beberapa brand besar laptop berlomba untuk menciptakan persaingan kompetitif dengan menyesuaikan harga yang ekonomis. Pentingnya membangun brand loyalty untuk membuat konsumen merasakan nilai tambah dari suatu produk dan mendorong ekuitas merek perusahaan terhadap konsumen melalui pengaruh brand communication, brand image, dan brand trust. Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk menganalisis pengaruh brand communication terhadap brand image, menganalisis pengaruh brand communication terhadap brand trust, menganalisis pengaruh brand image terhadap brand trust, menganalisis pengaruh brand trust terhadap brand loyalty, menganalisis pengaruh mediasi brand trust terhadap brand communication dan brand loyalty, menganalisis pengaruh mediasi brand trust terhadap brand image dan brand loyalty, serta menganalisis pengaruh mediasi brand image terhadap brand communication dan brand trust. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengguna laptop di Jakarta dengan sampel yang digunakan sebanyak 110 responden. Metode pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan menyebarkan kuesioner secara daring kemudian dikelola menggunakan aplikasi SmartPLS versi 4.0.8.5 serta menggunakan teknik Non-probability sampling. Hasil penelitian ini dapat diartikan memperoleh hasil bahwa adanya pengaruh yang signifikan dan positif antar variabel yang diuji dalam penelitian ini. The durable goods industry in Indonesia is currently experiencing an increase in consumers as a result of the COVID-19 pandemic. The communications equipment industry sector continues to grow every year due to public interest in needing communication devices during this pandemic, one of which is a laptop. The presence of several major laptop brands competing to create competitive competition by adjusting economical prices. The importance of building brand loyalty is to make consumers feel the added value of a product and encourage the company's brand equity towards consumers through the influence of brand communication, brand image, and brand trust. The research conducted aims to analyze the effect of brand communication on brand image, analyze the effect of brand communication on brand trust, analyze the effect of brand image on brand trust, analyze the effect of brand trust on brand loyalty, analyze the mediating effect of brand trust on brand communication and brand loyalty, analyze the mediating effect of brand trust on brand image and brand loyalty, as well as analyzing the mediating effect of brand image on brand communication and brand trust. The population used in this study were laptop users in Jakarta with a sample of 110 respondents. The sampling method used purposive sampling by distributing questionnaires online and then managed using the SmartPLS version 4.0.8.5 application and using the Non-probability sampling technique. The results of this study can be interpreted to obtain results that there is a significant and positive influence between the variables tested in this study.
Pengaruh Pendidikan Kewirausahaan, Dukungan Sosial, dan Efikasi Diri terhadap Intensi Berwirausaha Mahasiswa di Jakarta Jason Tanumihardja; Frangky Slamet
Jurnal Manajerial Dan Kewirausahaan Vol. 5 No. 4 (2023): Jurnal Manajerial dan Kewirausahaan
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmk.v5i4.26964

Abstract

Pendidikan kewirausahaan bertujuan untuk mengembangkan pola pikir, keperilakuan, keterampilan, dan kemampuan untuk menjadi seorang wirausaha di masa yang akan datang. Kemudian, dukungan sosial merupakan adanya seseorang yang bersedia untuk memberikan kenyamanan, perhatian, penghargaan, dan pertolongan untuk seseorang dari individu maupun kelompok. Dukungan sosial dapat diperoleh melalui pasangan hidup, keluarga, teman sebaya, relasi, dan lingkungan komunitas. Semakin kuat efikasi diri yang dirasakan oleh seorang individu, maka seorang individu memiliki efektivitas dalam mengimplementasikan kemampuan untuk berwirausaha, memperkuat potensi untuk berwirausaha, menstimulasi semangat, dan kepercayaan diri untuk berwirausaha. Intensi berwirausaha merupakan suatu ketertarikan, keinginan, dan ketersediaan seorang individu untuk berwirausaha sebagai salah satu pilihan dalam berkarir, dan termotivasi untuk menerapkan bidang kewirausahaan di masa yang akan datang. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan kewirausahaan, dukungan sosial, dan efikasi diri terhadap intensi berwirausaha mahasiswa di Jakarta. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Teknik pengambilan sampel menggunakan non-probability sampling, dan teknik pemilihan sampel menggunakan purposive sampling. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner. Jumlah sampel dalam penelitian ini melibatkan sebanyak 156 responden. Data yang telah terkumpul selanjutnya dilakukan tabulasi, kemudian diolah dengan mempergunakan program SmartPLS versi 4.0.8.5. Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa pendidikan kewirausahaan, dukungan sosial, dan efikasi diri berpengaruh secara positif, dan signifikan terhadap intensi berwirausaha mahasiswa di Jakarta. Entrepreneurship education aims to develop the mindset, behavior, skills, and abilities to become an entrepreneur in the future. Then, social support is the presence of someone who is willing to provide comfort, attention, appreciation, and help for someone from individuals or groups. Social support can be obtained from life partners, family, peers, relationships, and community environment. The stronger the self-efficacy felt by an individual, then an individual has the effectiveness in implementing the ability to be entrepreneurial, strengthening the potential for entrepreneurship, stimulating enthusiasm, and confidence for entrepreneurship. Entrepreneurial intention is an individual's interest, desire, and availability for entrepreneurship as an option in a career, and is motivated to apply the field of entrepreneurship in the future. This study aims to determine the effect of entrepreneurship education, social support, and self-efficacy on entrepreneurial intention of students in Jakarta. This study uses a descriptive research design with a quantitative approach. The sampling technique used non-probability sampling, and the sample selection technique used purposive sampling. Data collection in this study using a questionnaire. The number of samples in this study involved 156 respondents. The data that has been collected is then tabulated, then processed using the SmartPLS version 4.0.8.5 program. The results of hypothesis testing show that entrepreneurship education, social support, and self-efficacy have a positive, and significant effect on the entrepreneurial intention of students in Jakarta.