Dewi Justitia
Unknown Affiliation

Published : 12 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

GAMBARAN PENYESUAIAN KERJA SISWA YANG MENJALANKAN PRAKTEK KERJA INDUSTRI DI PT GM (Studi Kasus pada Siswa Kelas IX SMK Jakarta 1) Siti Chodijah Choirunnisa; Dewi Justitia; Eka Wahyuni
INSIGHT: Jurnal Bimbingan Konseling Vol 3 No 2 (2014): Insight: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (617.718 KB) | DOI: 10.21009/INSIGHT.032.17

Abstract

Tujuan dari Penelitian ini adalah mengungkap berbagai fakta mengenai gambaran penyesuaian kerja siswa yang menjalankan Praktek Kerja Industri.Metode yang digunakan adalah studi kasus dalam penelitian kualitatif.Penelitian ini dilaksanakan di SMK Jakarta 1 dengan tiga responden yaitu T siswa yang menjalankan Praktek Kerja Industri dibagian welding, M siswa yang menjalankan Praktek Kerja Industri di bagian painting, welding dan mesin truk dan J siswa yang menjalankan Praktek Kerja Industri dibagian painting. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan studi dokumentasi.Wawancara yang dilakukan adalah wawancara terstruktur terhadap subjek, pembimbing responden dan teman kerja.studi dokumentasi yang dilakukan menggunakan jurnal kegi-atan Praktek Kerja Industri. Teori penyesuaian kerja diambil dari Dawis, England dan Lofquist (1964). Data hasil penelitian dianalisis dan disajikan berupa narasi.Pemeriksaan keabsahan data dilakukan dengan triangulasi data bedasarkan sumber.Hasil penelitian keseluruhan menunjukan bahwa dua siswa memiliki penyesuaian kerja yang kurang baik dan satu siswa memiliki penyesuaian kerja yang baik.Satu siswa memiliki penyesuaian kerja baik hanya mengalami masalah pada pemanfaatan kemampuan dan lingkungan fisik.Dua siswa yang memiliki penyesuaian kerja kurang baik mengalami masalah pada kondisi fisik, peraturan perusahaan, tanggung jawab, pengawasan hubungan individu dan lingkungan kerja fisik. Masalah yang muncul bersumber dari dalam diri responden.Masalah tersebut menunjukan bahwa siswa kurang memiliki kesiapan diri dalam menghadapi Praktek Kerja Industri. Oleh sebab itu, Guru Bimbingan Konseling perlu merancang program layanan dasar, layanan responsif, perencanaan individu dan juga dukungan sistem untuk mempersiapkan diri siswa menghadapi Praktek Kerja Industri.
PENERAPAN PENDEKATAN BEHAVIORAL DENGAN MENGGUNAKAN TEKNIK SELF-MANAGEMENT UNTUK MENINGKATKAN PERILAKU DISIPLIN DATANG TEPAT WAKTU KE SEKOLAH (Single Subject Research 1 Siswa Kelas X di SMK Negeri 30 Jakarta) Ine Nurlita Sari; Dewi Justitia; Aip Badrujaman
INSIGHT: Jurnal Bimbingan Konseling Vol 3 No 1 (2014): Insight: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1003.876 KB) | DOI: 10.21009/INSIGHT.031.09

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendekatan behavioral dengan menggunakan teknik self-management terhadap peningkatan perilaku disiplin datang tepat waktu ke sekolah seorang siswa SMK Negeri 30 Jakarta. Penelitian ini adalah single subject research melalui pendekatan behavioral menggunakan teknik self-management diberikan kepada siswa yang memiliki studi dokumentasi perilaku terlambat di setiap minggunya. Subjek penelitian ini adalah 1 siswa yang diambil dengan pertimbangan dan tujuan tertentu. Pengumpulan data menggunakan studi dokumentasi dan observasi. Teknik observasi tersebut meliputi pengumpulan data mengenai perilaku datang tepat waktu ke sekolah dianalisis dengan analisis dalam kondisi dan antar kondisi. Observasi dilakukan selama baseline (A1), intervensi atau treatment (B), dan setelah melakukan treatment (A2). Hasil observasi, menunjukkan bahwa terdapat peningkatan perilaku konseli (CB) mengenai disiplin datang tepat waktu ke sekolah sebelum dan sesudah diberikan treatment. Skor nilai rata-rata baseline 1 (A1) sampai intervensi (B) mengalami peningkatan dari pukul 06.35 sampai pukul 06.31. Hasil tersebut terlihat bahwa terdapat peningkatan sebesar 4 menit. Hasil rata-rata intervensi (B) sampai baseline 2 (A2) terjadi peningkatan dari pukul 06.31 sampai pukul 06.25. Hasil tersebut terlihat bahwa terdapat peningkatan sebesar 6 menit. Hasil ini menunjukkan bahwa pemberian layanan konseling individual pendekatan behavioral dengan teknik self-management sebagai upaya dalam meningkatkan perilaku disiplin datang tepat waktu ke sekolah.