Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

KARAKTERISTIK POTENSI ANGIN SEBAGAI SUMBER ENERGI TERBARUKAN DI INDONESIA DARI DATA SATELIT REMOTE SENSING I Ketut Swardika
Jurnal Teknologi Terapan Vol 5, No 1 (2019): Jurnal Teknologi Terapan
Publisher : P3M Politeknik Negeri Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31884/jtt.v5i1.164

Abstract

Global warming, climate changes mostly associates with solar-renewable energy; however wind-energy potential has no detail reports in Indonesia. This study aims to mapping of characteristics and potential of wind as renewable-energy from long-term (1997-2009) satellite remote-sensing. Wind direction (WD), speed (WS) derives from microwave/ scatterometer sensor on satellite operational years as follows: ADEOS (1997), DMSP (1998-1999), AMI (1997-1999), QuikSCAT (1999- 2009). Data processed into 0.25o grid, monthly temporal resolution. The regional characteristics of WD/WS, seasonal and zonal-longitudinal reveals by statistic. Electrical energy derives from kinetic energy of turbine-blades per-unit time. Energy conversion uses power-curves and technical parameters of 1.50 and 3.40 MW (GE 1.5s, 3.4-137 models) onshore installations with 25km2 per point, 15% availability area. Result shows WS has low characteristics in Indonesian-waters (<3.7ms-1). WS has high at north-south Java-Sumatra, Banda waters (<6.9ms-1). The zonal-seasonal wind variability of WD, WS stables at equator. Increases of degree-zonal (>5deg), wind curve follows north-south hemisphere characteristics and crosses in April, October. The north-west, south-east monsoon shows clearly only on north-western of Java-Sumatra waters. WS has range of 0-25.20ms-1, average 6.64ms-1 with Std. 1.64ms-1. With these WS, generation of electrical energy has range from 104.0 to 2230.5 kWh per-point installation grid.
ANALISA TEKNIK KOMPRESI DATA SATELIT DENGAN METODE ERROR DIFFUSION DITHERING I Ketut Swardika
Matrix : Jurnal Manajemen Teknologi dan Informatika Vol 5 No 1 (2015): MATRIX - Jurnal Manajemen Teknologi dan Informatika
Publisher : Unit Publikasi Ilmiah, P3M Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.426 KB)

Abstract

Dilakukan analisa teknik kompresi data image satelit penginderaan jauh yang besar dengan tujuanmemperkecil ukuran file data tanpa menghilangkan kemampuan data dalam mengidentifikasi obyek-obyek. Metode error diffusion dithering dengan matrik filter Floyd and Steinberg dipilih untuk menghasilkan image biner terkompresi. Hasil image output rutin program komputer dianalisa dengan index perfomance MSE. Obyek-obyek diidentifikasi secara supervisi visual interpretasi. Output rutin program memberikan hasil MSE kurang dari 0,15 dan efisiensi ukuran file menjadi 85% lebih kecil. Obyek dapat teridentifikasi dengan baik pada image hasil output dengan membuat image biner pseudo RGB color dari tiga band image biner. Identifikasi obyek terbantukan dengan persepsi penglihatan akan warna-warna hasil bauran kombinasi warna primer.
ANALISIS POTENSI ANGIN SEBAGAI PEMBANGKIT TENAGA LISTRIK DI INDONESIA DENGAN DATA METEOROLOGI SATELLITE REMOTE SENSING I Ketut Swardika; Putri Alit Widyastuti Santiary
Matrix : Jurnal Manajemen Teknologi dan Informatika Vol 8 No 3 (2018): MATRIX - Jurnal Manajemen Teknologi dan Informatika
Publisher : Unit Publikasi Ilmiah, P3M Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (358.481 KB) | DOI: 10.31940/matrix.v8i3.1059

Abstract

Terkait perubahan iklim dan pemanasan global, energi baru terbarukan mulai banyak diimplimentasikan. SolarPV menjadi pilihan, namun biaya pembangkitannya masih tinggi dan tidak dapat bersaing langsung dengan sistem konvensional. Pada skala biaya energi yang besar, Wind Turbine Generator (WTG) atau turbin angin mampu bersaing dan menjadi teknologi paling kompetitif pada masa ini. Secara khusus WTG didesain untuk beroperasi optimal dengan kondisi meteorologi tempat dilakukannya instalasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengestimasi daya membangkitkan WTG di Indonesia dengan data meteorologi satellite remote sensing. Konversi energi dilakukan menggunakan kurva-daya dan parameter teknis dari model WTG General Electric. Perbandingan juga dilakukan dengan daya pembangkitan dari PLTB SIDRAP yang menggunakan model Gamesa G114-2.5 MW. Hasil menunjukkan data meteorologi dari satellite remote sensing dapat mengungkap karakteristik umum Wind Direction (WD) atau arah dan Wind Speed (WS) atau kecepatan angin. Perairan Indonesia memiliki WS rendah yaitu kurang dari 6,64 meter per detik. WD angin muson dominan dipengaruhi zonal seasonal variability. WD dan WS tetap mengikuti karakterisitik angin pasat (menuju barat). Dibutuhkan desain turbin yang spesifik dengan batasan cut-in dan rated WS yang rendah.
Penguatan Resilience Mitra Peternak Ayam Petelur di Kecamatan Penebel Tabanan dengan IPTEKS I Ketut Swardika; Putri Alit Widyastuti Santiary
Madaniya Vol. 4 No. 4 (2023)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53696/27214834.609

Abstract

Covid-19 membuat berbagai aspek kehidupan masyarakat menjadi sulit dan ekonomi menjadi terpuruk. Bali tergantung pada pariwisata serta ekonomi terkait berdampak besar pada penurunan produksi. Termasuk mitra pengusul, peternak ayam petelur Utu-Babahan, Penebel-Tabanan, Bali. Seiring perjalanan waktu usaha perternakan mengalami fluktuasi akibat krisis moneter, avian-influensa, egg-drop syndrome dan virus lainnya. Terkait dengan sanitasi kandang dan keamanan, akibat pengawasan rutin berkurang. Covid-19 memaksa mitra mengurangi atau meniadakan buruh peternakan. Untuk itu, Tim PkM melakukan survei situasi ke lokasi mitra. Mitra mengungkapkan pokok permasalahan, yaitu pengawasan kesehatan lingkungan kandang. Faktor kelembaban membuat kotoran becek dan menjadi sarang bakteri, virus berkembang biak. Faktor temperatur yang kurang ideal mempengaruhi psikologis ternak. berdampak pada kualitas produksi telur dan kesehatan ternak. Pengawasan lingkungan kandang ternak terkendala sedikitnya pekerja yang dimiliki. Selain itu, peternak dan pekerja tidak selalu berada di dalam lingkungan kandang. Mitra sangat menginginkan adanya sistem yang dapat memantau kesehatan lingkungan kandang secara otomatis dan dapat dimonitor secara mobile. Melihat permasalahan mitra diatas, tim pengusul memberikan solusi dengan menerapkan IPTEKS guna pemantauan lingkungan kandang. Berupa pengadaan jaringan internet, alat monitoring klimatologi (IoT), CCTV, pendampingan dan pelatihan. Dengan solusi ini, peternak dan pekerja menjadi terbantukan dalam pekerjaannya. Kesehatan lingkungan kandang, kondisi ternak terjaga dan produksi meningkat.