Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Strategi Komunikasi Pemasaran Vapor Sindikat Bekasi Dalam Menarik Minat Konsumen Alfi Akbar Sasra; Mayasari Mayasari; Eka Yusup
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 8 No 5 (2022): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (153.973 KB) | DOI: 10.5281/zenodo.6408856

Abstract

This study discusses the communication strategy carried out by Vapor Sindikat Bekasi in increasing consumer buying interest. The theory used is Marketing Mix Communication which has four dimensions, namely product, price, promotion and place. This study used descriptive qualitative method. The data sources in this study are primary and secondary which are obtained through triangulation, interview, observation and documentation data collection techniques which are then analyzed using the Miles and Huberman model data analysis concept which consists of three stages including, data reduction, data presentation and conclusion drawing. . The results and discussion of the research show that the products sold by Vapor Sindikat Bekasi are very good in terms of quality but the packaging is less attractive and the services provided by Vapor Sindikat Bekasi employees are said to be very good and able to provide education to consumers about vaping. The price applied by Vapor Sindikat Bekasi is still the same as that set by similar stores, but Vapor Sindikat Bekasi is superior in terms of providing free goods from several products being marketed. Promotions carried out by Vapor Sindikat Bekasi in increasing consumer buying interest using Instagram social media, also providing promotions and prizes or giveaways on every big day. The place for buying and selling Vapor Syndikat Bekasi with consumers is an area that is easily accessible by all types of private vehicles, making it easier for consumers to communicate with Vaporista Sindikat Bekasi.
Studi Deskriptif Mengenai Tanggapan Mahasiswa Ilmu Komunikasi Fisip Unversitas Singaperbangsa Karawang Terhadap Tayangan Apa Kabar Indonesia Pagi di Tv One Eka Yusup; Reddy Anggara
Jurnal Politikom Indonesiana Vol 1 No 1 (2016): Jurnal Politikom Indonesiana
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (374.47 KB) | DOI: 10.35706/jpi.v1i1.306

Abstract

ABSTRAKTujuan penelitian ini untuk mengetahui sekaligus menjelaskan apresiasi pemirsa terhadap tayangan Apa Kabar Indonesia Pagi di TV One, dengan menggunakan teori respons kognitif dari Aekers dan Myers. Selain itu, penelitian ini bertujuan untuk memberikan kontribusi positif dan bahan evaluatif terhadap stasiun televisi khususnya TV One, sebagai pengelola tayangan Apa Kabar Indonesia Pagi.Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Menurut Aekers, komunikasi merupakan suatu kekuatan yang dapat digunakan secara sadar untuk memengaruhi dan mengubah perilaku masyarakat terutama dalam menerima gagasan-gagasan baru dan teknologi baru. Menurut teori respons kognitif pada dasarnya lebih menekankan pada pentingnya peranan faktor internal. Proses dimana seseorang mentransformasikan informasi yang diterimanya menjadi sesuatu yang mengandung arti sesuai pola pikir dirinya, bersatu menjadi keputusan untuk melakukan tindakan.Kata Kunci: Tanggapan Mahasiswa, Ilmu Komunikasi, Tayangan Apa Kabar Indonesia
Apresiasi Dosen Fisip Universitas Singaperbangsa Karawang Terhadap Koran Kabar Gapura Reddy Anggara; Eka Yusup
Jurnal Politikom Indonesiana Vol 1 No 1 (2016): Jurnal Politikom Indonesiana
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (415.134 KB) | DOI: 10.35706/jpi.v1i1.331

Abstract

AbstrakPenelitian  ini  bertujuan  untuk  menjelaskan  apresiasi  dosen  Fisip  Unversitas  Singaperbangsa Karawang  terhadap koran kabar gapura.  Penelitian ini menggunakan  metode  kuantitatif  dengan pendekatan deskriptif.  Metode  deskriptif   hanya  memaparkan  situasi  atau  peristiwa.  Penelitian  ini  tidak  mencari  atau menjelaskan  hubungan,  tidak  menguji  hipotesis  atau  membuat  prediksi.  Adapun  teori  yang  digunakan menggunakan teori  Uses and Gratification.  Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner yang mana berusaha mengetahui apresiasi dosen Fisip Universitas Singaperbangsa Karawang terhadap Koran Kabar Gapura dilihat dari aspek kognitif, aspek emotif, aspek evaluatif.Penelitian  ini  menghasilkan  hal-hal  berikut.  Aspek  kognitif  (pengetahuan)  dosen  Fisip  Universitas Singaperbangsa Karawang terhadap koran Kabar Gapura mencakup pengetahuan tentang: isi, ilustrasi gambar dapat  dikatakan  cukup.  Dimana  responden  dalam  penelitian  ini  adalah  dosen  Fisip  Universitas Singaperbangsa Karawang sudah memberikan jawaban dari pertanyaan sesuai dengan pengetahuannya. Aspek emotif (perasaan) dosen Fisip Universitas Singaperbangsa Karawang terhadap koran Kabar Gapura mencakup perasaan  suka  atau  tidak  pada  isi,  ilustrasi  gambar  dapat  dikatakan  bahwa  mereka  telah  memiliki  tingkat keterikatan secara emosional yang tinggi.  Aspek evaluatif  (penilaian) dosen Fisip Universitas Singaperbangsa Karawang terhadap koran Kabar Gapura yang mencakup isi, ilustrasi gambar dapat dikatakan sangat tinggi. Kata Kunci: Koran, Karawang, Apresiasi
Program Siaran Radio Pemerintah Sturada 104.00 FM dalam Memenuhi Kebutuhan akan Informasi Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Singaperbangsa Karawang Dian Wardiana Sjuchro; Fajar Hariyanto; Eka Yusup; Zainal Abidin
Jurnal Politikom Indonesiana Vol 3 No 1 (2018): Jurnal Politikom Indonesiana
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (454.118 KB) | DOI: 10.35706/jpi.v3i1.1410

Abstract

Tingginya kebutuhan informasi bagi masyarakat Karawang khususnya di kalangan mahasiswa seiring dengan era globalisasi dan perkembangan daerah di Kabupaten Karawang, menjadikan kondisi masyarakat semakin maju.  Penelitian ini berusaha untuk mengetahui pemenuhan kebutuhan informasi Mahasisa melalui program siaran radio pemerintah Sturada 104.00 FM. Teori Uses and Gratification digunakan sebagai landasan penelitian untuk mendukung penelitian mengenai program siaran Radio Pemerintah Sturada 104.00 FM dalam memenuhi kebutuhan informasi mahasiswa di Kabupaten Karawang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif, dengan begitu akan diperoleh hasil yang lebih komprehensif dari penelitian ini agar bisa lebih meninjau aspek-aspek yang berhubungan dengan program siaran radio Pemerintah Sturada 104.00 FM. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa ilmu komunikasi UNSIKA angkatan 2013 yang berjumlah 47 orang. Populasi berjumlah 47 orang tersebut sseluruhnya akan dijadikan sampel. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa program siaran sturada 104.00 FM telah mampu menumbuhkan sikap kognitif, afektif dan konatif para pendengar sehingga adanya kesediaan untuk mendengarkan program-program siaran tertentu lainnya yang terdapat di Sturada 104.00 FM.Kata Kunci: Sturada 104.00 FM, Radio, Teori Uses and Gratification
Nilai-Nilai Moral dalam Film Budi Pekerti Nabila Dinan Farisa; Eka Yusup; Nurkinan Nurkinan
Jurnal Ilmiah Teknik Informatika dan Komunikasi Vol. 5 No. 2 (2025): Juli: Jurnal Ilmiah Teknik Informatika dan Komunikasi
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/juitik.v5i2.1197

Abstract

This study explores the representation of moral values in the movie Budi Pekerti using Roland Barthes' semiotic theory. The film portrays various moral challenges in the digital era, such as cyberbullying and the erosion of ethical behavior on social media, through the story of a main character who faces a personal moral crisis. The objectives of this research are to identify the moral values depicted in the film through the levels of denotation, connotation, and myth. A qualitative descriptive method was employed, with semiotic analysis used to interpret visual signs and dialogues in the film. The findings reveal six key moral values reflected in the narrative: (1) upholding justice, (2) honesty in speech, (3) moral courage, (4) mutual assistance, (5) realism and critical thinking in facing situations, and (6) responsibility. These values are analyzed not only as literal messages but also as social symbols that reflect contemporary societal issues. The study concludes that Budi Pekerti effectively conveys profound moral messages through its strong narrative and symbolic structure.
MAKNA NASIONALISME PADA DIRI GEN Z DALAM BEKERJA DI LUAR NEGERI Daniel Faran Krisdianto; Eka Yusup; Ema Ema
JIKE: Jurnal Ilmu Komunikasi Efek Vol 9 No 1 (2025): DESEMBER
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32534/n6ga8047

Abstract

This study aims to understand how Indonesian Generation Z (Gen Z) migrant workers in Japan construct the meaning of nationalism through their subjective experiences of living and working abroad. Using Alfred Schutz’s phenomenological approach and the social construction theory by Peter L. Berger and Thomas Luckmann, this research explores how nationalism is interpreted in the context of transnational life. The study employed a qualitative method with a phenomenological design and collected data through in-depth interviews with three Indonesian citizens aged 19–27 who had worked in Japan for at least one year. The findings reveal that nationalism is perceived in varied ways by the informants. Some view nationalism as an internalized pride and love for the homeland, expressed through cultural preservation efforts such as promoting Indonesian cuisine and traditional attire like batik. Others experience a declining sense of nationalism due to dissatisfaction with social and political conditions in Indonesia. This study affirms that nationalism is not a fixed or geographically bound concept, but a dynamic construction shaped by individual experiences, social interactions, and cultural reflections in a global context.