Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

REVIEW : PENGEMBANGAN SISTEM PENGHANTARAN BERBASIS NANOPARTIKEL DALAM SEDIAAN KOSMESETIKA HERBAL Risa Ahdyani; Sri Rahayu; Irfan Zamzani; Andika Andika
JCPS (Journal of Current Pharmaceutical Sciences) Vol 4 No 1 (2020): September 2020
Publisher : LPPM - Universitas Muhammadiyah Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Herbal cosmeceuticals are cosmetic-pharmaceutical hybrids intended to enhance health and beauty through natural ingredients that are applied onto skin surface. The ability of an ingredient in enhancing skin's biological texture and function depends on the delivery system to reach specific targeted sites in an amount sufficient to exert an effect in a controlled manner. The novel approach that could be used in the delivery of herbal cosmeceuticals is nanoparticle-based delivery system. Many researches have been conducted on the development of nanoparticle-based delivery system containing natural ingredients such as gotu kala extract, rosemary extract, orange peel extract, ginseng extract, basil extract, safflower extract, resveratrol, and Taduvelai extract. Based on the literature study of previous researches reported that nanoparticle-based delivery system has been successfully delivered those natural ingredients through certain mechanism in enhancing activity as skin antiaging, skin whitening, antiacne, and hair care product.
Edukasi pentingnya penggunaan sunscreen pada remaja di SMKN 2 Alalak Kalimantan Selatan Risa Ahdyani; Yowelia Cindy Rella; Tiya Tiya; Wanda Syahrina
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 4 (2024): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i4.26343

Abstract

Abstrak Remaja adalah seseorang yang mengalami transisi dari fase anak menjadi dewasa dalam rentang usia 10-18 tahun yang umumnya sedang menempuh pendidikan menengah pertama/atas/ kejuruan, salah satunya remaja di SMKN 2 Marabahan Kalimantan Selatan. Pada masa remaja terjadi perubahan perkembangan fisik dan psikososial yang mendorong untuk melakukan pengalaman baru dalam beraktivitas, baik di dalam maupun di luar ruangan yang berpotensi terpapar sinar matahari dengan intensitas yang tinggi. Sunscreen sangat penting bagi kulit remaja untuk melindungi terhadap paparan sinar UV yang dapat mencegah beragam kerusakan kulit. Akan tetapi, masih banyak remaja yang kurang peduli terhadap kesehatan kulitnya. Hal ini mendorong diadakannya penyuluhan terkait penggunaan sunscreen untuk siswa SMKN 2 Marabahan Kalimantan Selatan yang dilakukan melalui 3 tahap, yaitu tahap persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Pada tahap pelaksanaan dilakukan penyuluhan dengan memberikan materi edukasi dan demonstrasi. Tahap evaluasi dilakukan dengan membandingkan pengetahuan peserta sebelum dan sesudah penyuluhan dengan menggunakan kuesioner pretest dan posttest yang dibagikan kepada 35 peserta dan dilanjutkan uji statistik Paired Sample t Test. Pada akhir penyuluhan dilakukan evaluasi survey kepuasan peserta terhadap pelaksanaan penyuluhan. Berdasarkan hasil evaluasi terjadi peningkatan pengetahuan peserta dengan nilai rata-rata pretest dan posttest masing-masing adalah 27% dan 88%. Uji statistika menunjukkan perbedaan yang signifikan dengan nilai p value <0,05 terhadap pengetahuan peserta sebelum dan sesudah penyuluhan. Para peserta rata-rata sangat puas terhadap kegiatan penyuluhan. Kegiatan ini diharapkan dapat melibatkan siswa laki-laki agar diperoleh pengetahuan mengenai pentingya penggunaan sunscreen dan ditunjang dengan teknologi UV Camera untuk memberikan gambaran visual tentang efektivitas perlindungan sunscreen terhadap radiasi sinar UV. Kata kunci: edukasi; remaja; sunscreen Abstract A teenager is a transition phase from the child to an adult in the age range of 10-18 years who is generally pursuing junior or senior high school, one of which is a teenager at SMKN 2 Marabahan, South Kalimantan. There are changes in physical and psychosocial that encourage new experiences both indoors and outdoors which potentially to be exposed of sun rays. Sunscreen is important for them to prevent various skin damages due to UV rays exposure. However, there are still many teenagers who are careless about it. This service aims to give education regarding the use of sunscreen for students at SMKN 2 Marabahan, South Kalimantan which was carried out in 3 stages : preparation, implementation and evaluation. At the implementation, counseling was carried out by providing educational and demonstration. The evaluation stage was carried out by comparing participants' knowledge before and after counseling using questionnaires and analyzed using Paired Sample t Test.  Then, satisfaction survey evaluation was carried out regarding the implementation of the counseling. There was an increase in participants' knowledge with the average pretest and posttest scores being 27% and 88% respectively. Statistical tests showed a significant difference in participants' knowledge before and after counseling (p value <0.05) and they were satisfied also. This activity is expected to involve male students in gaining knowledge about the importance of using sunscreen and is supported by UV Camera technology to provide a visual depiction of the effectiveness of sunscreen protection against UV radiation. Keywords: education; teenager; sunscreen
EDUKASI BEYOND USE DATE (BUD) DALAM MENDUKUNG KEAMANAN PENGGUNAAN OBAT PADA KESEHATAN KELUARGA DI DESA SEMANGAT BAKTI Risa Ahdyani; Mi’rajunnisa Mi’rajunnisa; Yulianita Pratiwi Indah Lestari; Muhammad Rezky Wahyudi; Fiona Maulidia; Gabri Yuvela; Rini Sa’diah; Rusnia Apriliana; Syifa Askila Rahmadani
Journal of Community Empowerment Vol 5, No 1 (2026): Maret
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v5i1.38601

Abstract

ABSTRAK                                                                                     Keterbatasan akses terhadap fasilitas dan tenaga kefarmasian di Desa Semangat Bakti, Kabupaten Barito Kuala, Provinsi Kalimantan Selatan, berpotensi menyebabkan penggunaan obat yang tidak aman di tingkat rumah tangga. Salah satu permasalahan utama adalah rendahnya pemahaman masyarakat mengenai Beyond Use Date (BUD), yaitu batas waktu aman penggunaan obat setelah kemasan dibuka atau obat diracik. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai penggunaan obat yang aman dan rasional melalui edukasi BUD. Penyuluhan melibatkan mitra Ibu Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Desa Semangat Bakti sejumlah 29 orang. Kegiatan diawali dengan koordinasi dan pemenuhan aspek legalitas di tingkat Desa. Penyuluhan dilaksanakan pada tanggal 27 Juni 2025 menggunakan metode ceramah dan diskusi interaktif yang didukung media Microsoft PowerPoint dan leaflet serta contoh produk. Evaluasi dilakukan melalui pretest dan posttest menggunakan kuesioner berisi 10 pernyataan yang dianalisis dengan uji paired sample t-test untuk membandingkan pengetahuan peserta sebelum dan sesudah kegiatan penyuluhan. Hasil analisis menunjukkan terdapat peningkatan pengetahuan peserta yang signifikan setelah penyuluhan (p < 0,05). Kesimpulannya, kegiatan edukasi mengenai BUD efektif dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terkait batas waktu aman penggunaan obat dan berpotensi mendorong penerapan penggunaan obat yang lebih aman dan rasional dalam kehidupan sehari-hari.Kata kunci: Edukasi; Ibu PKK; Beyond Use Date. ABSTRACTLimited access to pharmaceutical facilities and qualified pharmaceutical personnel in Semangat Bakti Village, Barito Kuala Regency, South Kalimantan Province, may contribute to unsafe medication practices at the household level. One of the primary challenges identified is the limited community understanding of Beyond Use Date (BUD), defined as the maximum safe period for medication use after the primary packaging has been opened or the product has been compounded. This community service program aimed to improve public knowledge and awareness regarding safe and rational drug use through BUD education. The activity involved 29 members of the Family Welfare Empowerment (PKK) group in Semangat Bakti Village as participants. The program was initiated with coordination and the fulfillment of legal requirements at the village level. The educational intervention was conducted on June 27, 2025, employing lecture-based and interactive discussion methods, supported by Microsoft PowerPoint presentations, leaflets, and sample products. Evaluation was performed using pretest and posttest assessments with a questionnaire consisting of 10 statements. The data were analyzed using a paired sample t-test to compare participants’ knowledge before and after the intervention. The results demonstrated a statistically significant improvement in participants’ knowledge following educational intervention (p < 0.05). In conclusion, BUD-focused education was effective in improving community understanding of safe medication use limits and may contribute to the adoption of safer and more rational medication practices in daily life.Keywords: Education; Family Welfare Empowerment; Beyond Use Date.