Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PEMETAAN TINGKAT RESIKO KEKUMUHAN DI DESA SEMAYAN KABUPATEN LOMBOK TENGAH Indah Arry Pratama; Ni Putu Ety Lismaya Dewi
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 6 No. `1 (2020): Maret 2020
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan kota sangat dipengaruhi oleh tingkat pertumbuhan penduduknya. Dengan semakin meningkatnya pertumbuhan penduduk ini maka semakin tinggi pula kebutuhan lahan diperkotaan. Oleh karena itu, tingkat kepadatan di kawasan perkotaan cenderung lebih tinggi dari pada dikawasan rural karena tingkat aktivitas penduduk diperkotaan yang cenderung lebih tinggi. Perkembangan daerah urban mengubah lahan dengan tutupan vegetasi menjadi permukaan yang kedap air dengan kapasitas penyimpanan air yang kecil atau tidak ada sama sekali. Aktivitas yang paling dominan terhadap penggunaan lahan adalah aktivitas bertempat tinggal (pemukiman). Aktivitas ini memakan lebih dari 50% dari total lahan yang ada, sehingga sekarang banyak bermunculan kawasan pemukiman dengan konsep vertikal untuk mengurangi permasalahan akan keterbatasan lahan pemukiman. Sebagai Daerah yang sedang berkembang Desa Semayan Kabupaten Lombok Tengah akan menghadapi permasalahan yang umum dijumpai oleh wilayah kota/perkotaan, yaitu munculnya kawasan permukiman kumuh. Penelitian ini dilakukan dalam Tiga (3) Tahap, yaitu Identifikasi Risiko, Pembuatan Peta Risiko, Mitigasi Risiko.Berdasarkan hasil pemetaan potensi risiko permukiman kumuh Desa Semayan berada pada Tingkat Kekumuhan Berat, dan pemetaaan potensi risiko diharapkan pola penanganan tingkat kekumuhan dilakukan Pemukiman kembali atau Peremajaan. Program penanganan risiko dari tingkat kekumuhan yang ada dilakukan dengan pembangunan saluran drainase, penyedian jaringan air bersih, dan perbaikan bangunan.
ANALISIS KUALITAS AIR TANAH DI SEKITAR TEMPAT PEMBUANGAN AKHIR (TPA) (STUDI KASUS: TPA REGIONAL KEBON KONGOK, DESA SUKA MAKMUR, GERUNG) Riska Haeroyani Sulistiya Ramli; Indah Arry Pratama; Ni Putu Ety Lisma Dewi
BEGIBUNG: Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 3 No. 2 (2025): BEGIBUNG: Jurnal Penelitian Multidisiplin, April 2025
Publisher : Lembaga Berugak Baca

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62667/begibung.v3i2.146

Abstract

Operasional pengolahan sampah TPA Regional Kebon Kongok menggunakansystem sanitary landfill yaitu sistem yang dilakukan dengan cara menimbun dan memadatkan sampah kemudian di tutup dengan tanah.Akibat volume sampah yang terus meningkat mengakibatkan timbunan sampah terus menumpuk hingga menghasilkan cairan yang dikenal dengan lindi (leachate) yang berpotensi mencemari lingkungan dan air tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas air tanah menggunakan Metode Indeks Pencemaran di area sekitar Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Regional Kebon Kongok. Pengambilan sampel sebanyak 12 sampel di 4 titik sumur warga yang ada di sekitar TPA, dimana parameter yang diukur yaitu bau, rasa, pH, E-Coli dan Total Coliform berdasarkan Permenkes No. 32 Tahun 2017 dan Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. 115 Tahun 2003. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada parameter fisik dan mikrobiologi melebihi standar baku mutu, yakni air yang berbau tidak sedap serta tingkat mikroorganisme yang sangat tinggi hingga mencapai batas maksimum yang yaitu >200.000 yang berarti kualitas air tanah pada Desa Suka Makmur masuk kategori tercemar. Hasil Indeks Pencemaran menunjukkan hasil skor mencapai 12.176 yang berarti Skor Indeks Pencemaran berada di >10 dan dikategorikan sebagai Cemar Berat.