Alvin Hadiwono
Program Studi S1 Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Tarumanagara

Published : 32 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

RUANG TERAPI SENI SEBAGAI SOLUSI PENYEMBUHAN STRES DI JAKARTA BARAT Aldo Setiawan; Alvin Hadiwono
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol 4, No 1 (2022): APRIL 2022
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v4i1.16871

Abstract

Stress is a global phenomenon that occurs to everybody. Stress is not a disease or flaw on a human body, it's more like a condition that can't be avoided. Even though it's not a disease, a continuous stress occurrence can lead to a lot of negative things and even a mental related disease. Stress had always been a global phenomenon even long before Covid 19 pandemic. But since Covid attacks, a lot of stress related problem has been detected. All of a sudden, all activity is being restricted making everything online based, people being infected, lost jobs and even losing loved ones. This leads to a whole new cause of stres. The impact of stress can affect daily activity which decreases the productivity and health. If this goes on, stress will increase and more people will suffer the risk of catching mental related disease. Through research, stress can be reduced by doing a number of therapy. Art therapy is one way to reduce stress levels by utilizing art as a medium. By designing a project that accommodate Art therapy and gallery as it’s second medium, it's believed that it can help decrease stress level. Keywords:  Art gallery; Art therapy; Healing; Stress.  AbstrakStres Merupakan isu global dan hal yang dialami oleh setiap orang, stres bukanlah suatu penyakit atau kecacatan pada fisik manusia dan stres juga tidak bisa dihindari. Namun, paparan stres yang berlebihan dapat menyebabkan banyak dampak buruk terhadap manusia. Stres juga sudah menjadi isu bahkan sebelum adanya kasus pandemi seperti yang sedang dialami dunia saat ini. Faktanya yang terjadi sekarang semenjak adanya Pandemi Covid 19, banyak timbul masalah terkait stres baru di perkotaan. Pasalnya, suasana kota yang biasanya hiruk pikuk, aktifitas padat semuanya dibatasi secara mendadak membuat banyak kegiatan menjadi dilakukan secara daring. Hal ini menyebabkan tingkat stres meningkat bagi masyarakat dikarenakan banyak yang terinfeksi, kehilangan orang terdekat, kehilangan pekerjaan, dan sebagainya. Dampak dari stres ini juga mengganggu keseharian masyarakat sehingga menurunkan tingkat produktifitas dan juga kesehatan mental bahkan sampai fisik. Jika hal ini dibiarkan berkelanjutan, maka tingkat stres akan terus meningkat dan kemungkinan masyarakat terkena penyakit mental juga akan meningkat. Stres dapat dikurangi dengan melakukan berbagai macam jenis terapi. Art Therapy merupakan salah satu bidang therapeutic yang mempergunakan kesenian sebagai medium untuk mengurangi tingkat stres pada seseorang.  Dengan membuat suatu proyek yang dapat menampung terapi seni dan juga galeri sebagai sarananya, tentu mampu membantu proses penyembuhan stres pada seseorang.
LEMBAGA PEMASYARAKATAN BERBASIS KOMUNITAS DAN TEKNOLOGI Emanuel Erian; Alvin Hadiwono
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol 1, No 2 (2019): OKTOBER
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v1i2.4445

Abstract

A country will not be separated from security issues which can not escape to criminality. The form of crime that occurs in the neighborhood will in fact follow community behavior from the evolution of generations. Reality in Indonesia does not have type of prison building yet that accordance with the of millennial prisoners behavior in terms of their coaching and personality formation. This project tries to develop prisons based on technology and communities that follow prisoner behavior and comtemporaneity in the millennial era. The design method used in designing this project is typology method. The design of Correctional Facility produced is in the form of vertical buildings with the application of many communal spaces and technology used that suitable with current millennial prisoners.  AbstrakSebuah Negara tidak akan terlepas dari isu keamanan dimana tidak akan luput dari kriminalitas. Bentuk kriminalitas yang terjadi di lingkungan masyarakat pada kenyataannya akan mengikuti perilaku masyarakat dari perkembangan generasi. Kenyataan di Indonesia sendiri belum memiliki tipe bangunan Lembaga Pemasyarakatan yang sesuai dengan perilaku narapidana millennial dalam hal pembinaan dan pembentukkan kepribadiannya. Proyek ini mencoba untuk mengembangkan penjara yang berbasis kepada teknologi dan komunitas yang mengikuti perilaku narapidana dan kesejamanan di era millennial. Metode desain yang digunakan dalam perancangan proyek ini yaitu metode tipologi. Desain Lembaga Pemasyarakatan yang dihasilkan adalah berupa bangunan vertikal dengan penerapan banyak ruang komunal dan penggunaan teknologi yang sesuai dengan narapidana millennial saat ini. 
MERANCANG TEATER IMERSIF DENGAN KONSEP MEMBAYANGKAN-KEMBALI CERITA KAWASAN ANCOL Andree Andree; Alvin Hadiwono
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol. 4 No. 2 (2022): OKTOBER
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v4i2.21910

Abstract

The development of technology is a global phenomenon that has a major impact on changes in human lifestyles and mindsets. The next generation of Alpha is a generation born in an era of rapid technological development. Entertainment, communication, education, to everyday life revolve around technology. Facing this change, the architecture also needs to adapt. Meanwhile, the urban spatial structure that has been formed is often not prepared to adapt to this rapid technological development. The Ancol area, which is known as the largest entertainment area in Jakarta, is also affected by this global phenomenon. The point that was once crowded as a main destination for recreation and entertainment has experienced a reduction in human movement in it. The reduced movement of people inside has resulted in several buildings undergoing a change in function in an effort to re-attract people to the Ancol area. The degraded point is used as an inappropriate expression container. Through the research that has been done, architecture can take advantage of technology as an effort to adapt. Rapid technological developments allow architecture to re-imagine the entertainment of the Ancol area. Through analysis, the addition of an immersive theater program at the problematic point can meet the needs of entertainment that can accommodate regional expressions. As a result, architecture can revive an entertainment area that has decreased due to changing entertainment needs through urban acupuncture. Keywords:  Ancol District;, Entertainment; Immersive Theatre; Re-Imagining; Urban Acupuncture Abstrak Perkembangan teknologi merupakan salah satu fenomena global yang memiliki dampak besar terhadap perubahan gaya hidup dan pola pikir manusia. Generasi Alpha yang mendatang merupakan generasi yang dilahirkan di era perkembangan teknologi yang pesat. Hiburan, komunikasi, edukasi , hingga kehidupan sehari-hari berputar sekitar teknologi. Menghadapi perubahan ini, arsitektur juga perlu beradaptasi. Sementara itu, struktur ruang kota yang sudah terbentuk kerap belum dipersiapkan untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi yang pesat ini. Kawasan Ancol yang dikenal sebagai kawasan hiburan terbesar di Jakarta ikut terdampak oleh fenomena global ini. Titik yang tadinya ramai dikunjungi sebagai tujuan utama rekreasi dan hiburan mengalami pengurangan pergerakan manusia didalamnya. Berkurangnya pergerakkan manusia didalamnya mengakibatkan beberapa bangunan mengalami perubahan fungsi sebagai upaya untuk kembali menarik orang menuju kawasan Ancol. Titik yang mengalami degradasi dijadikan wadah ekspresi yang kurang tepat. Melalui riset yang telah dilakukan, arsitektur dapat memanfaatkan teknologi sebagai upaya untuk beradaptasi. Perkembangan teknologi yang pesat memungkinkan arsitektur untuk membayangkan-kembali hiburan pada  kawasan Ancol. Melalui analisis, adanya penambahan program teater imersif pada titik yang bermasalah dapat memenuhi kebutuhan hiburan yang dapat mewadahi ekspresi kawasan. Dampaknya, arsitektur dapat membangkitkan kawasan hiburan yang mengalami penurunan akibat perubahan kebutuhan hiburan melalui urban akupunktur.
PERANCANGAN GALERI EDUKASI DAN PERDAGANGAN ASEMKA DENGAN MENGGUNAKAN INFORMASI SEBAGAI MEDIA UTAMA Petra Yonathan; Alvin Hadiwono
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol. 4 No. 2 (2022): OKTOBER
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v4i2.21911

Abstract

Asemka Trade Complex is one of the most important economy area in Indonesia, especially in Jakarta. This area focuses on wholesale trade and accessories has a long history of why it’s area still standing until today, from the Dutch colonial era, and is still operating today. With the development of economy era, Asemka commercial area underwent quite a number of changes, such as lack of infrastructure development to the lack of occupied building areas that focus on commerce such as the Asemka Wholesale Center. Urban Acupuncture acts as a method of detecting problems in the area which may be visually speaking the Asemka Commercial area is still operating, but it is possible that with technological developments and changes in trading system that cannot be predicted, Asemka may lose its momentum to be able to shows the progress that will be made in the future. Using information as the project main program. This project will talk about Asemka as a whole; from history, mapping, to the way of life of commercial activities in Asemka which are summarized in a place to provide information to all visitors in order to create trust and to find out what is the plan of an area in the future. Keywords: Information System; Media; Trade; Trust Abstrak Kawasan Perdagangan Asemka merupakan salah satu titik penting dalam perekonomian di Indonesia, khususnya Jakarta. Kawasan yang berfokus pada perdagangan grosir serta aksesoris ini memiliki sejarah dan cerita yang cukup lama, dari zaman penjajahan Belanda, dan masih beroperasi sampai saat ini. Semakin berkembangnya zaman, kawasan perniagaan Asemka mengalami cukup banyak perubahan, seperti minimnya pengembangan infrastruktur kawasan sampai kurang terisinya area gedung yang berfokus pada perniagaan seperti Pusat Grosir Asemka. Urban Akupunktur di sini berperan sebagai metode pendeteksian masalah pada kawasan yang mungkin secara pengelihatan manusia daerah Perniagaan Asemka sampai saat ini masih terus beroperasi, namun tidak menutup kemungkinan dengan adanya perkembangan teknologi dan perubahan pada sistem perdagangan yang tidak dapat diprediksi, Asemka dapat kehilangan momentumnya untuk memperlihatkan perkembangan yang akan dilakukan untuk kedepannya. Hadirnya sebuah program utama informasi Proyek ini secara spesifik akan berbicara tentang Asemka secara keseluruhan; dari mulai sejarah, pemetaan, sampai cara hidup kegiatan perniagaan di Asemka yang dirangkum dalam sebuah tempat untuk memberikan informasi kepada seluruh pengunjung agar tercipta kepercayaan dan untuk mengetahui apa yang menjadi rencana sebuah kawasan kedepannya.
PENERAPAN KONSEP FIGITAL PADA RUMAH MODE SANTA Margareta Nathania; Alvin Hadiwono
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol. 4 No. 2 (2022): OKTOBER
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v4i2.21912

Abstract

Commercial buildings, especially in the trade sector, are important in the scope of people's lives. The roles of sellers and buyers are mutually beneficial to each other in seeking profit and daily needs. Market is one of the trade sectors that we often find in residential areas. Santa Market, which is located in Kebayoran Baru, becomes a means of trade and complements the needs in residential areas. Santa's Market which was built in 1970 has a history that is deeply embedded in the experience and memory of its visitors, so that it often makes the visitors feel nostalgic. This market began to be recognized again in 2014-2015 with a creative economy development strategy involving the young/millennial generation. With the phenomenon of changes in consumer behavior and the involvement of various generations, market economic growth becomes unstable. The urban acupuncture strategy offered is in the form of following the interests of today's society and technological developments that make this market more modern on keeping up with the times. Commercial space does not only require physical space, but also digitally so that phygital spaces are integrated with each other. The technology here uses machines to follow people's interest in e-commerce and fashion which is one of the top aspects of people's interest in trade sector. Vending machine as the building system is being used for the sake of speed and efficiency of public services. Containers are used as a means of storing and displaying products and used for building facade. Santa House of Fashion will accommodate in trade (fashion), entertainment and social activities for the community. Keywords: commercial; market; phygital; technology Abstrak Bangunan komersial terutama di sektor perdagangan termasuk penting dalam lingkup kehidupan masyarakat. Peran penjual dan pembeli saling menguntungkan satu sama lain dalam mencari keuntungan demi keberlangsungan hidup dan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Pasar merupakan salah satu dari sektor perdagangan yang sering kali kita temukan di lingkup kawasan permukiman. Pasar Santa, yang berada di Kebayoran Baru merupakan sarana perdagangan dan pelengkap kebutuhan di kawasan permukiman. Pasar Santa yang dibangun pada tahun 1970 memiliki sejarah yang tertanam cukup dalam pada pengalaman dan memori pengunjungnya, sehingga sering kali membuat pengunjung bernostalgia. Pasar ini mulai dikenal kembali terutama pada masyarakat luas pada tahun 2014-2015 dengan strategi pengembangan ekonomi kreatif yang melibatkan generasi muda/milenial. Dengan terjadinya fenomena perubahan perilaku konsumen dan terlibatnya berbagai generasi ini membuat pertumbuhan ekonomi pasar tidak stabil. Strategi urban akupunktur yang ditawarkan berupa mengikuti ketertarikan masyarakat pada zaman sekarang dan perkembangan teknologi yang membuat pasar ini lebih terangkat dalam mengikuti zaman. Komersial tidak hanya membutuhkan ruang secara fisik, tetapi juga secara digital sehingga terbentuk ruang fisik dan digital (phygital) yang saling terintegrasi. Teknologi di sini menggunakan bantuan mesin untuk mengikuti ketertarikan masyarakat terhadap perdagangan elektronik dan fashion yang menjadi salah satu aspek teratas minat masyarakat. Sistem yang digunakan merupakan sistem vending machine dalam skala bangunan demi kecepatan dan ke-efisiensian pelayanan publik. Kontainer digunakan sebagai sarana penyimpanan dan tampilan produk maupun bangunan (fasad). Rumah Mode Santa akan mewadahi aktivitas perdagangan (fashion), hiburan dan sosial masyarakat.
SARANA INFORMASI WISATA PANGANDARAN DI BATU HIU Reynard Tanuwijaya; Alvin Hadiwono
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol. 4 No. 2 (2022): OKTOBER
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v4i2.21913

Abstract

Pangandaran is a location that has high potential for the Indonesian economy. Namely from the potential of industry, fisheries, agriculture, culinary and many more. In 2006 there was a disaster that hit Pangandaran, so that infrastructure damage was severe enough to hinder the development of this Pangandaran city, all existing potentials were hampered due to this disaster. The facilities provided by the government are still not sufficient to re-run the potentials that exist in the city of Pangandaran. Tourist locations can add to the Indonesian economy, imagine when there are many Bali in Indonesia, maybe Indonesia has become a developed country with a good economic level. Pangandaran is a city that has a lot of tourism potential that can be developed to attract visitors from outside the country and outside the city. However, the tourist sites are not exposed enough so that the government does not really care for the tourist sites, for example the green canyon Pangandaran, which has changed the color of the water to brown due to not being cared for, so its beauty is just damaged. By providing knowledge to tourists who come about existing tourist sites, it will solve this exposure problem. With exposed tourist sites, the location becomes the center of attention so that many eyes are on that location. That way the government can pay more attention to existing tourist sites. The presence of this project information program will specifically talk about tourist sites in Pangandaran, from history, folklore to the benefits of tourism facilities for the surrounding environment. All of these things are summarized in a tourist information facility to provide data that has been processed to the entire surrounding community as well as future plans, as well as to create new creative fields for local residents who have a certain background in Pangandaran. Keywords: Economy; Information; Pangandaran; Society; Tourism Facilities; Tourists Abstrak Pangandaran merupakan sebuah lokasi yang memiliki potensi yang cukup tinggi bagi ekonomi Indonesia. Yakni dari potensi industri, perikanan, pertanian, kuliner dan masih banyak lagi. Pada tahun 2006 adanya musibah yang melanda pangandaran sehingga kerusakan infrastruktur cukup parah sehingga menghambat perkembangan kota Pangandaran ini, semua potensi-potensi yang ada menjadi terhambat akibat musibah ini. Fasilitas yang diberikan oleh pemerintah masih belum cukup untuk menjalankan kembali potensi-potensi yang ada di kota Pangandaran. Lokasi wisata dapat menambah ekonomi Indonesia, bayangkan ketika ada banyak Bali di Indonesia, mungkin Indonesia sudah menjadi Negara maju dengan tingkat ekonomi yang baik. Pangandaran merupakan kota yang memiliki banyak sekali potensi wisata yang dapat dikembangkan untuk menarik pengunjung dari luar Negara maupun luar kota. Akan tetapi lokasi wisata itu kuran terekspose sehingga pemerintah pun tidak terlalu merawat lokasi wisata tersebut, sebagai contoh green canyon pangandaran, yang sudah berubah warna air nya menjadi coklat akibat tidak dirawat, sehingga keindahan nya rusak begitu saja. Dengan memberi pengetahuan kepada tourist yang dating mengenai lokasi wisata yang ada, akan memecahkan masalah eksposure ini. Dengan lokasi wisata yang terekspose maka lokasi tersebut menjadi pusat perhatian sehingga banyak mata tertuju pada lokasi tersebut. Dengan begitu pemerintah dapat memberi perhatian lebih terhadap lokasi wisata yang ada. Hadirnya program informasi Proyek ini secara spesifik akan berbicara tentang Lokasi wisata yang ada di Pangandaran, dari sejarah, cerita rakyat hingga manfaat sarana wisata bagi lingkunan sekitar. Semua hal tersebut dirangkum dalam sebuah sarana informasi wisata untuk memberikan sebuah data yang sudah di olah kepada seluruh masyarakat sekitar dan juga rencana yang akan datang, sekaligus menciptakan lapangan kreasi baru untuk warga sekitar yang memiliki background tertentu di Pangandaran.
FASILITAS KEMATIAN KONTEMPORER: TERRAMASI, GALERI KEMATIAN, DAN KONSELING DUKA DI PIK - JAKARTA UTARA Cynthia Anggita; Alvin Hadiwono
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol. 5 No. 1 (2023): APRIL
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v5i1.22602

Abstract

Death is something that can’t be avoided. Everyone will face death and will end up in the cemetery. In general, the funeral is done only by being buried. The longer the burial space needed, the wider it will be. Cemetery land, especially in big cities like Jakarta, is starting to decrease. The stigma that arises in Indonesian society towards cemeteries tends to be negative because they are considered scary and haunted, so the cemetery area is an area to avoid. Apart from that, it isn’t easy for families who have been left behind by loved ones, the grief experienced is very deep and lasts a long time. Therefore, the Contemporary Death Facilities: Terramation, Gallery of Death, and Grief Counseling at PIK - North Jakarta is designed to answer the need for burial grounds and funeral rooms. The terramation facility can be said to be unique because it uses the Human Composting method which is the leading technology without destroying the environment. As a method of composting the body/human body using organic materials. Turning bodies into nutrient-rich soil to fertilize nearby urban gardens or forests. Meanwhile, an ordinary burial turns out to poison the surrounding land. As well as equipped with a memorial garden and public garden. To reduce the spooky and haunted impression of this facility, deepen the space with the help of natural and artificial lighting systems, to create the impression of a comfortable, friendly and pleasant space both in the circulation area and in each room. Providing gallery facilities about death to provide education to the surrounding community about various matters regarding death to terramation burial methods. Grief counseling facilities are also provided to heal emotional wounds caused by the loss of a loved one. Keywords:  death; facility; gallery of death; grief counseling; terramation   Abstrak Kematian merupakan hal yang tidak dapat dihindari. Setiap orang akan menghadapi kematian dan akan berakhir di pemakaman. Pada umumnya pemakaman dilakukan hanya dengan dikubur saja. Semakin lama lahan pemakaman yang dibutuhkan semakin luas. Lahan pemakaman terutama di kota besar seperti Jakarta mulai berkurang. Timbul stigma masyarakat Indonesia terhadap tempat pemakaman pun cenderung negatif kerena dianggap seram dan angker, sehingga area pemakaman menjadi area yang dihindari. Selain itu bagi keluarga yang ditinggalkan oleh orang yang dicintai tidaklah mudah, duka yang dialami sangat mendalam dan dengan waktu yang lama. Oleh karena itu, Fasilitas Kematian Kontemporer: Terramasi, Galeri Kematian, dan Konseling Duka di PIK - Jakarta Utara ini di desain untuk menjawab kebutuhan akan lahan pemakaman berserta ruang dukanya. Fasilitas terramasi dapat dikatakan unik kerena menggunakan metode human composting yang merupakan teknologi terdepan tanpa merusak lingkungan. Sebagai metode pengomposan jasad/tubuh manusia dengan menggunakan bahan dasar organik. Mengubah tubuh menjadi tanah yang kaya akan nutrisi untuk menyuburkan kebun atau hutan kota terdekat. Sedangkan pemakaman biasa ternyata meracuni tanah disekitarnya. Serta dilengkapi dengan taman memorial dan taman publik. Untuk mengurangi kesan seram dan angker pada fasilitas ini adalah pendalam ruang dengan bantuan sistem pencahayaan alami dan buatan, untuk menciptakan kesan ruang yang nyaman, bersahabat dan menyenangkan baik area sirkulasi maupun pada setiap ruangnya. Menyediakan fasilitas galeri tentang kematian untuk memberikan edukasi kepada masyarakat disekitarnya tentang berbagai hal mengenai kematian hingga metode pemakaman terramasi. Disediakan juga fasilitas konseling duka untuk memulihkan luka emosional akibat kehilangan orang yang dicintai.
PENGEMBANGAN TEMPAT PELELANGAN IKAN SEBAGAI ATRAKTOR DAN FASILITAS HIBURAN KOTA Nicholas Edgar Crown; Alvin Hadiwono
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol. 5 No. 1 (2023): APRIL
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v5i1.22630

Abstract

Indonesia is one of the countries that has a very wide sea area, from this vast ocean comes various and useful marine products for the community. These marine products are usually stored and sold in a place called the Fish Auction Place, where this place has a function as a distributor and container for marine products, including in the Indonesian Capital City, DKI Jakarta. DKI Jakarta, which is located in the northern part of the island of Java, has several Fish Auction Places that only operate as a medium for distributing and storing marine products, this creates an impression that Fish Auction Places are only for workers. Based on the fact that research on Fish Auction Places in an area is often used as a tourist destination for the city, therefore it is not uncommon to find a Fish Auction Place or commonly called TPI which also functions as a place of entertainment because there are entertainment facilities that can entertain the audience. visitors who come to the TPI. The phenomenon of the presence of entertainment facilities at a TPI has proven to be effective in improving the quality of life of the community and the area so that regional growth becomes more positive and healthy. Besides being able to increase the growth and development of a TPI, the presence of entertainment facilities at TPI can provide visitors with a new experience that is not found in other entertainment facilities. Keywords:  attractor; entertainment facility; fish auction place Abstrak Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki wilayah laut yang sangat luas, dari luas lautan tersebut muncullah hasil-hasil laut yang beragam dan bermanfaat untuk para masyarakat. Hasil laut tersebut biasanya ditampung dan dijual di sebuah tempat yang bernama Tempat Pelelangan Ikan, dimana tempat ini memiliki fungsi sebagai penyalur dan penampung hasil laut, termasuk di Ibukota Negara Indonesia, yakni DKI Jakarta. DKI Jakarta yang terletak di bagian utara pulau jawa memiliki beberapa Tempat Pelelangan Ikan yang hanya beroperasi sebagai media penyalur dan penampung hasil laut saja, hal ini menimbulkan sebuah kesan dimana Tempat Pelelangan Ikan hanya untuk para pekerja saja. Berdasarkan fakta penilitian Tempat Pelelangan Ikan yang terdapat di suatu daerah sering dijadikan salah satu destinasi wisata dari kota tersebut maka dari itu tidak jarang ditemukan sebuah Tempat Pelelangan Ikan atau yang biasa disebut TPI juga berfungsi sebagai salah satu tempat hiburan karena terdapat fasilitas penghibur yang bisa menghibur para pengunjung yang datang ke TPI tersebut. Fenomena hadirnya fasilitas hiburan di sebuah TPI terbukti ampuh dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan daerah tersebut sehingga pertumbuhan daerah pun menjadi semakin positif dan sehat. Selain dapat meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan sebuah TPI, hadirnya fasilitas hiburan di TPI dapat memberikan pengunjung sebuah pengalaman baru yang tidak ditemukan pada fasilitas hiburan lainya.
KONSEP EKSISTENSI-OTENTIK HEIDEGGER DALAM ARSITEKTUR: SEBUAH RUANG UNTUK MEMAHAMI KEHIDUPAN MELALUI KEMATIAN Varrel Levan; Alvin Hadiwono
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol. 5 No. 2 (2023): OKTOBER
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v5i2.24241

Abstract

This research is based on an architectural design that focuses on empathy towards humans who lose themselves in daily life. The design aims to provide a reflection experience on human existence through programs based on Heidegger's concepts. The purpose of this study is to investigate how to create space for visitors to contemplate and realize their own existence through different experiences and carefully designed spatial arrangements. The research is conducted by studying Heidegger's concepts and how architecture can assist humans in reflecting on their existence. The use of architectural design methods based on Heidegger's concepts and visitors' experiences is employed to achieve the objective, based on spatial perception methods. In daily life, humans often forget their existence and attachment to the surrounding environment. This research aims to result in an architecture project that is able to give a deep reflective experience for the visitors to contemplate and realize their existence based on Heidegger’s concept. Keywords:  authentic-existence; being; routinity Abstrak Penelitian ini didasarkan pada sebuah rancangan arsitektur yang berfokus pada empati terhadap manusia yang kehilangan dirinya dalam keseharian. Rancangan ini berusaha memberikan pengalaman refleksi terhadap diri dan eksistensi manusia melalui program-program yang didasarkan pada konsep-konsep Heidegger. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari bagaimana cara memberikan ruang bagi pengunjung untuk merenungkan dan menyadari eksistensi mereka sendiri melalui pengalaman yang berbeda dan pengaturan ruang yang dirancang. Penelitian dilakukan dengan mengkaji konsep-konsep Heidegger dan bagaimana arsitektur dapat membantu manusia merenungkan eksistensinya. Penggunaan metode desain arsitektur yang berbasis pada konsep-konsep Heidegger dan pengalaman pengunjung dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut, didasarkan dengan metode persepsi spasial. Dalam kehidupan sehari-hari, manusia seringkali lupa untuk memperhatikan eksistensi dan keterikatan mereka dengan lingkungan sekitar. Penelitian ini bertujuan memberikan hasil berupa rancangan arsitektur yang dapat memberikan pengalaman refleksi yang mendalam bagi pengunjung untuk merenungkan dan menyadari eksistensi mereka berdasarkan konsep Heidegger. Diharapkan bahwa rancangan ini dapat memperluas pemahaman manusia tentang keterikatan mereka dengan lingkungan sekitar dan memberikan kesadaran yang lebih dalam tentang eksistensi mereka.
PENERAPAN KONSEP DESAIN SIMBIOSIS EMPATI-MUTUALISTIK TERHADAP HUBUNGAN ANTARA MANUSIA DAN KUCING DALAM ARSITEKTUR Vanessa Raharja; Alvin Hadiwono
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol. 5 No. 2 (2023): OKTOBER
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v5i2.24242

Abstract

The reciprocal relationship between humans and cats has been formed since the Neolithic era and reached its peak of mutualism during the reign of Ancient Egypt. Technological advancements have disrupted the long-standing relationship between humans and cats as their roles have been replaced. This has contributed to the increase in feral cats in urban areas, including Jakarta. Stray cats roaming around not only damage the environment but also face mistreatment from society. Up to now, the issue of feral cats has not been optimally addressed by the government. However, the community should also contribute to cat management with a more thoughtful response. Therefore, this research is conducted with the aim of creating an empathetic space where humans and cats can interact with each other. The design program will be interconnected and related, demonstrating how humans and cats can empathize with one another. This research will be conducted using a descriptive qualitative approach and a design concept method with a mutualistic symbiosis approach. The design will also be influenced by the culture of Ancient Egypt as a remnant of the mutualistic relationship between humans and cats. This will be realized through concrete programs that can provide visitors with new experiences in a space that optimizes the interaction between history, humans, and cats. Office workers, young adults, and families are the primary target audience for this design program.In relation to this, the design location is situated in the Mampang Prapatan District, Bangka Sub-district, which is an area of arts, culture, tourism, and office businesses. Keywords: cat perspective; empathy; healing; mutualistic; symbiosis Abstrak Hubungan timbal balik antara manusia dan kucing sudah terbentuk sejak zaman neolitikum, dan berada pada puncak mutualisme pada masa pemerintahan Mesir Kuno. Kemajuan teknologi menyebabkan hubungan lama antara manusia dan kucing menjadi rusak, karena perannya yang tergantikan. Hal ini berkontribusi atas peningkatan kucing liar di wilayah perkotaan, salah satunya Jakarta. Kucing yang berkeliaran merusak lingkungan tapi juga ditindas oleh masyarakat. Sampai saat ini permasalahan mengenai kucing liar belum dapat ditangani secara optimal oleh pemerintah. Sedangkan masyarakat seharusnya turut berkontribusi dalam penanganan kucing dengan respon yang lebih bijak. Untuk itu, penelitian ini dibuat dengan tujuan untuk menghasilkan ruang berempati dimana manusia dan kucing dapat saling berinteraksi. Sehingga program dalam perancangan akan saling berhubungan dan terkait, menunjukkan bagaimana manusia dan kucing saling berempati satu sama lain. Penelitian ini akan dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif pendekatan kualitatif, serta metode perancangan konsep dengan pendekatan simbiosis mutualistik. Perancangan juga akan dipengaruhi dengan budaya dari Mesir Kuno sebagai bentuk peninggalan hubungan antara manusia dan kucing yang mutualistik. Hal ini diwujudkan dengan program konkrit yang dapat membuat pengunjung merasakan pengalaman baru dalam ruang yang dapat mengoptimalkan interaksi antara sejarah, manusia dan kucing. Pegawai kantor, anak muda, dan keluarga menjadi target utama dalam program perancangan ini. Terkait dengan hal ini, lokasi perancangan berada di Kecamatan Mampang Prapatan, kelurahan Bangka yang merupakan kawasan seni budaya, wisata, sekaligus area bisnis perkantoran.